Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Ini Fakta Baru Dibalik Kebakaran di Desa Jembayan

Sejumlah warga mencari barang berharga yang bisa diselamatkan dari puing-puing rumah mereka yang terbakar Sejumlah warga mencari barang berharga yang bisa diselamatkan dari puing-puing rumah mereka yang terbakar
Photo: Istimewa


Kobaran api saat melahap pemukiman penduduk di muara sungai Jembayan, Senin (02/12) kemarin
Kobaran api saat melahap pemukiman penduduk di muara sungai Jembayan, Senin (02/12) kemarin
Photo: Istimewa

KutaiKartanegara.com - 03/12/2019 21:17 WITA
Ada fakta baru dibalik peristiwa kebakaran di RT 15 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (02/12) kemarin, yang menghanguskan 9 rumah warga.


Pemilik rumah yang menjadi titik awal munculnya api membantah jika kebakaran di rumahnya dipicu karena korsleting listrik. Pasalnya, rumah tersebut sudah lama kosong dengan kondisi aliran listrik sudah dimatikan.


"Masa karena korsleting? Rumah itu sudah setahun tidak kami tempati setelah kami pindah ke Mahakam Ulu. Listriknya juga sudah tidak menyala lagi. Tetangga dan Ketua RT tahu kalau rumah itu selalu gelap setiap malam," ujar Ny Merang.


Menurut Ny Merang, suaminya sudah pindah bekerja di Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) sejak tiga tahun lalu. "Saya baru menyusul ke Mahulu setelah anak saya yang paling bungsu lulus SMP di Loa Kulu tahun lalu. Anak saya kemudian melanjutkan SMA-nya di Samarinda, dia tinggal bersama kakaknya yang kuliah di sana di rumah yang kami kontrak," ungkapnya.


Meski telah pindah ke Mahulu, Ny Merang mengaku masih sering datang ke Jembayan untuk membersihkan rumah. Apalagi di rumah itu masih ada perabotan dan perangkat elektronik. "Tabung gas juga ada, tapi tidak terpasang. Karena kompornya sudah disimpan dalam kotak. Kalau listriknya sudah tidak menyala," katanya lagi.


Saat kebakaran terjadi, Ny Merang mengatakan dirinya sedang berada di rumah kontrakan mereka di Samarinda. Sedangkan suaminya sedang berangkat ke Bali untuk urusan dinas. "Suami saya baru berangkat ke Bali saat kebakaran terjadi. Ketika mendapat kabar ada kebakaran di rumah kami, saya langsung ke Jembayan," jelasnya.


Istri Merang juga mengungkap fakta lain dibalik terjadinya kebakaran tersebut. Menurut Ny Merang, dia mendapat kabar dari tetangganya bahwa ada maling yang masuk rumah sebelum terjadi kebakaran di rumahnya.


"Saya dapat kabar dari anak tetangga saya. Namanya Diah. Dia bilang ada seorang pria naik sepeda motor Honda Scoopy sedang membawa televisi LED dan sebuah tape audio Panasonic dari arah rumah saya," katanya.


Selain Diah, lanjut Ny Merang, masih ada satu tetangga lagi yang melihat orang tersebut yaitu Muning. Hanya saja tetangganya itu tidak bisa melihat secara jelas lantaran orang tersebut mengenakan helm dan masker.


Kecurigaan mereka bertambah jadi ketika tape audio Panasonic yang dibawa pria itu terjatuh namun ditinggalkan begitu saja dan tidak diambil. Muning dan Diah pun tersadar jika pria itu adalah maling yang membobol rumah keluarga Merang.


"Diah juga sempat berteriak maling. Tapi saat itu terdengar juga teriakan ada kebakaran dari warga lain. Setelah itu Muning dan Diah tidak fokus lagi kepada maling itu," ungkap Ny Merang.


Tape audio merk Panasonic yang terjatuh itu langsung diamankan Muning di rumahnya. "Setelah kebakaran, tetangga saya baru memperlihatkan kepada saya apakah benar tape audio itu milik kami. Ternyata memang benar, barang itu milik kami. Sekarang barangnya saya titipkan ke Pak RT," jelasnya lagi.


Ny Merang menduga, pria tersebut kemungkinan besar sengaja membakar rumahnya untuk menghilangkan jejak sekaligus mengalihkan perhatian warga usai mencuri di rumahnya. (win)


Petugas PMK dan relawan melakukan penyiraman di puing-puing rumah yang ludes terbakar
Photo: Istimewa

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Sempat Zero COVID-19, Kecamatan Samboja Kembali Tambah 2 Kasus Baru
Ingat, Dokumen Kependudukan Yang Ada TTE Tak Perlu Dilegalisir
 
Bekerja Dari Rumah Bagi Pegawai Pemkab Kukar Kembali Diperpanjang Hingga 29 Mei
Bupati Edi Damansyah Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 Kepada DPRD Kukar
 
Berlaku Hingga 31 Juli 2020, Bayar Pajak Kendaraan Diberi Keringanan dan Bebas Denda/Bunga
Tak Terdampak Pandemi COVID-19, PHM Tetap Jaga Produksi Migas Blok Mahakam
 
Beraksi di 30 TKP se-Kaltim, Sindikat Spesialis Tower Seluler Dibekuk Polres Kukar
Dua Pekan Pertama Tahun 2020, Polres Kukar Amankan 11 Tersangka Kasus Narkoba
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
Digelar Selama Sepekan, Festival Kota Raja 2019 Suguhkan Aneka Atraksi
 
Pantau Langsung Kondisi Pemain, Mitra Kukar Gelar Latihan Virtual
Dukung Tenaga Kesehatan Hadapi COVID-19, Mitra Kukar Berikan Bantuan 200 APD dan 2000 Masker
 
Meriah, Pembukaan TIFAF 2019 di Stadion Rondong Demang
Karnaval Seni Internasional Awali TIFAF 2019
 
Satu-Satunya Perpustakaan Sekolah di Kukar yang Raih Akreditasi Perpusnas RI Ada di SD Muhammadiyah 1 Tenggarong
Menuju Normal Baru, Hari Pertama Masuk Sekolah di Kukar 13 Juli 2020
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com