Pelaku Teror Masjid Diringkus Polisi, Mengaku Sering Keluar Masuk Rumah Sakit Jiwa
 Photo: Istimewa
Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku teror masjid Photo: Dok. Humas Polres Kukar
|
KutaiKartanegara.com - 31/05/2022 22:34 WITA
Jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar) bertindak cepat mengungkap kasus teror dan pengancaman lewat selebaran terhadap sejumlah masjid di Kecamatan Loa Janan dan Loa Kulu.
Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV pelaku berikut selembar kertas berisi perintah dan ancaman kepada pengurus masjid viral di media sosial pada Senin (30/05/2022) kemarin.
Selembar kertas itu meminta kepada pengurus masjid untuk menyiapkan sejumlah uang sebelum tanggal 1 Juni. Jika tidak diindahkan, pelaku mengancam akan membunuh salah satu pengurus masjid/langgar.
Siapkan uang mesjid/langgar dari tanggal 30. Aku akan mengambil berapa ada keluarkan, siapkan diatas mimbar dan pintu mesjid tidak lagi dikunci. Kalau tidak siap, salah satu panitia ada yang akan kubunuh. Aku urang paling kejam dan aku bisa menjadi urang yang paling baik. Grup kami ada 3000 pimpinan jinral Nurdin Balikpapan dibawah kekuasaan Abu Bakar. Tanggal 1 sudah ada karna ini seratus mesjid/langgar Samarinda, Tenggarong, Balikpapan. Demikian pesan bernada ancaman yang diterima pengurus sejumlah masjid di Kecamatan Loa Janan dan Loa Kulu.
Usai menaruh lembaran pesan ancaman di Loa Janan dan Loa Kulu, pelaku ternyata bergerak menuju Tenggarong. Masjid Al Muttaqin yang berada di Kelurahan Timbau dan hanya berjarak 100 meter dari Mapolres Kukar menjadi tempat terakhir yang dituju.
Pengurus masjid yang melihat kesamaan ciri-ciri pelaku dari video yang beredar di media sosial kemudian melapor ke polisi. Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar langsung bergerak ke TKP. Pria paruh baya itu pun tak berkutik setelah diamankan petugas pada Selasa (31/05/2022) dini hari sekitar jam 01.00 WITA.
Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama mengatakan, tersangka pelaku teror terhadap masjid itu mengaku bernama Masli alias Amat alias Muslim. "Saat diamankan, pelaku tidak membawa KTP," kata Arwin didampingi Kasat Reskrim AKP Ganda Syah Hidayat.
Menurut Kapolres Kukar, pelaku selama ini kerap melakukan pencurian kotak amal di masjid, langgar, toko atau warung makan, baik yang ada di wilayah Kukar, Samarinda dan Balikpapan.
Selain menahan pelaku, lanjutnya, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 buah kotak Amal Langgar Al-Huda Jalan Belida Tenggarong, 14 lembar kertas HVS berisi perintah menyiapkan sejumlah uang dan ancaman membunuh pengurus mesjid/langgar yang tak memenuhi perintah, sebuah buku berisi tulisan nama masjid dan nomor HP, 1 unit sepeda motor Honda Bear tanpa nomor polisi, serta sebongkah batu untuk memecahkan kotak amal.
"Terduga pelaku melakukan perbuatan tersebut karena faktor ekonomi. Karena tidak ada keluarga yang memperhatikan sehingga ingin mendapatkan sejumlah uang untuk makan dan kebutuhan pakaian sehari-hari dengan cara mengambil kotak amal, dan juga dengan cara memberikan selebaran yang bertuliskan ancaman dan perintah untuk menyiapkan uang," paparnya.
Ditambahkan Arwin, kronologis tertangkapnya pelaku berawal dari laporan masyarakat pada tanggal 17 Mei 2022 tentang kejadian pencurian kotak amal milik Pondok Pesantren Al-Hidayah.
Setelah itu ada kabar yang viral di media sosial terkait adanya seseorang yang terekam CCTV masjid yang mengancam akan membunuh apabila tidak disiapkan uang.
"Kemudian dilakukan penyelidikan oleh tim Alligator Satreskrim Polres Kukar dan diperoleh informasi bahwa terduga pelaku pencurian kotak amal, pengancaman serta teror di setiap masjid ternyata orang yang sama. Lalu pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2022 sekira pukul 01.00 WITA berdasarkan informasi dari pengurus Masjid Al-Muttaqin ke Polres Kukar melihat ada seseorang yang mirip terduga pelaku sedang berada di Masjid Al-Muttaqin. Selanjutnya petugas dipimpin KSPK Polres Kukar mendatangi Masjid Al-Mutaqqin dan mengamankan pelaku," jelasnya.
Terkait pengakuan tersangka yang menyatakan sudah beberapa kali masuk rumah sakit jiwa, Kapolres Kukar menyatakan masih akan mendalami. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, apakah pelaku masih normal atau memiliki gangguan jiwa," pungkasnya. (win)
|