Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Bocah Perempuan Yang Tewas Terbakar Dimakamkan di Kelambu Kuning

Hasbianur keluar dari rumah duka dengan membopong jasad putri kesayangannya yang tewas pada peristiwa kebakaran di Tenggarong (Photo: Agri) | Inset: Foto mendiang MaulidaHasbianur keluar dari rumah duka dengan membopong jasad putri kesayangannya yang tewas pada peristiwa kebakaran di Tenggarong (Photo: Agri) | Inset: Foto mendiang Maulida
Photo: Istimewa


Kerabat dan warga Jalan Gunung Gandek ikut mengantar jasad Maulida menuju tempat peristirahatan terakhirnya
Kerabat dan warga Jalan Gunung Gandek ikut mengantar jasad Maulida menuju tempat peristirahatan terakhirnya
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 14/12/2016 23:19 WITA
Sehari setelah ditemukan tewas dalam peristiwa kebakaran di Jalan Gunung Pegat, Tenggarong, jenazah Siti Maria Ulfah (10) alias Maulida dimakamkan di kuburan muslimin Kelambu Kuning, Rabu (14/12) pagi.


Jenazah Maulida yang telah dibungkus kain kafan itu digendong langsung sang ayah, Hasbianur, dengan berjalan kaki dari rumah duka di Jalan Gunung Gandek menuju pemakaman.


Sejumlah kerabat bersama puluhan pelayat turut mengantar jenazah siswi Kelas II SDLB Tenggarong itu ke tempat peristirahatan terakhirnya yang terletak sekitar 300 meter dari rumah duka.


Hasbianur tampak tegar saat mengantar jenazah putri kesayangannya itu. Namun istrinya, Fiah, masih sangat terpukul atas kepergian Maulida. Fiah pun tak ikut mengantar ke pemakaman. Apalagi ia masih harus menyusui anak bungsunya yang berusia 1 tahun, Ahmad Khaidir.


Hasbianur mengaku telah mengikhlaskan kepergian Maulida. "Kami sekeluarga telah mengikhlaskan kepergian putri kami. Ini semua sudah menjadi kehendakNya," kata Hasbianur.


Pria yang berprofesi sebagai penjahit ini menuturkan, dirinya terakhir kali melihat Maulida setelah mengantar pulang ke rumah bangsalan yang disewanya di Jalan Gunung Pegat, Gang Beringin II, usai menjemput di sekolah.


"Tidak ada firasat apa-apa. Semua berjalan normal seperti biasa. Sehari-hari saya selalu mengantar dia ke sekolah sebelum jam 07.30. Kemudian saya jemput dia sekitar jam 10.00. Sebelum kembali ke rumah, dia biasa ikut ke tempat saya bekerja. Lalu sekitar jam 11.30 saya antar dia ke rumah," katanya.


Saat kebakaran terjadi, lanjut Hasbianur, dirinya masih berada di tempat bekerja di Jalan Gunung Gandek. "Setelah orang ramai menyebut ada kebakaran, saya langsung bergegas pulang karena asapnya persis di arah tempat tinggal kami. Begitu sampai, rumah saya sudah terbakar. Semula saya kira istri dan anak saya sudah keluar semua. Ternyata saya mendapat kabar dari tetangga saya kalau Maulida masih berada di dalam rumah saat kebakaran," imbuhnya.


Menurut Hasbianur, istrinya saat kejadian tengah tertidur sambil menyusui putranya. Istrinya kemudian terbangun dan langsung panik setelah melihat api telah berkobar di rumahnya. "Istri saya langsung menyelamatkan diri dengan membawa anak saya yang masih kecil. Sedangkan Maulida tertinggal di dalam," katanya.


Sementara tetangga Hasbianur yang tinggal di petak nomor satu, Muryansyah alias Uwin, mengaku sempat berusaha menyelamatkan Maulida setelah istri Hasbianur meminta tolong jika anak berkebutuhan khusus itu masih berada di rumah.


"Semula saya kira Maulida jatuh. Saat saya bergegas ke tempat tinggal mereka di petak nomor 4, ternyata api sudah berkobar di bagian depan rumah. Saya coba menyiram dengan seember air, lalu ada suara ledakan kaca televisi," ungkapnya.


Lantaran api sudah terlanjur membesar disertai asap yang tebal, Uwin pun bergegas kembali ke rumahnya di petak nomor satu untuk menyelamatkan barang-barang berharga dan dokumen penting.


"Kami semua langsung lunglai seperti tak bertenaga. Saya lalu minta tolong orang untuk mengantarkan ibu Maulida dan anaknya ke Gunung Gandek," ujarnya.


Uwin pun menyampaikan ke petugas dari BPBD Kukar bahwa ada anak kecil yang terperangkap di dalam rumah saat kebakaran. Setelah kebakaran berhasil ditanggulangi, tim SAR BPBD Kukar pun langsung melakukan pencarian.


Sekitar pukul 15.48 WITA, petugas pun berhasil menemukan jasad Maulida tertindih puing-puing kebakaran di bagian WC tempat tinggal mereka. Saat ditemukan, jasad Maulida sudah dalam keadaan hangus dan tak dapat dikenali lagi. (win)


Suasana pemakaman jenazah Siti Maria Ulfah atau Maulida di kuburan muslimin Kelambu Kuning
Photo: Agri


Berita Terkait:
Kebakaran Besar di Tenggarong, Satu Bocah Perempuan Tewas Terpanggang (13/12/2016)

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Pelantikan Bupati-Wabup Kukar Terpilih Diupayakan Pada 26 Februari
DPRD Kukar Paripurnakan Penetapan Edi-Rendi Sebagai Paslon Terpilih
 
Masa Jabatan Edi Damansyah-Chairil Anwar Berakhir, Sunggono Jadi Plh Bupati Kukar
Diperpanjang Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan, 75% Pegawai Pemkab Kukar Bekerja Dari Rumah
 
Boleh Beroperasi Hingga Jam 23.00 WITA: 8 Tempat Usaha di Tenggarong Jadi Role Model Penerapan Prokes Pencegahan COVID-19
Queen Orca Houseboat, Kapal Wisata Bergaya Hotel di Sungai Mahakam
 
Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Polsek Loa Kulu Ringkus Pasutri Asal Samarinda
Sepanjang 2020, Tingkat Kejahatan di Kukar Alami Penurunan
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tetap Berkarya di Tengah Pandemi, Album Kompilasi Global Arise Diluncurkan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
 
Liga 2 Kembali Tertunda, Mitra Kukar Pilih Liburkan Pemain
Mitra Kukar Tekuk Nurjanah FC di Laga Uji Coba
 
Inilah Pemenang Pemilihan Teruna Dara dan Putri Pariwisata Kukar 2020
Finalis Teruna Dara Kukar 2020 Jalani Masa Karantina di Grand Elty Singgasana
 
Tahun Pelajaran Baru Mulai 13 Juli 2020, Pelajar di Kukar Tetap Belajar Dari Rumah
Pemkab Kukar Gratiskan Rapid Test Bagi Santri/Pelajar/Mahasiswa, Ini Syaratnya
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com