Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Pengedar Uang Palsu Dibekuk

Barang bukti uang palsu senilai Rp 9,2 juta yang terdiri dari 77 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 30 lembar pecahan Rp 50 ribu
Barang bukti uang palsu senilai Rp 9,2 juta yang terdiri dari 77 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 30 lembar pecahan Rp 50 ribu
Photo: Bastian

KutaiKartanegara.com - 28/02/2006 11:05 WITA
Jajaran Polsek Muara Badak berhasil meringkus dua orang pelaku pengedar uang palsu (upal) yakni AR (26) dan Sp (50). Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa upal yang terdiri dari 77 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 30 lembar pecahan Rp 50 ribu yang nomor serinya banyak ditemukan sama.

Terungkapnya kasus pengedar upal ini berawal dari kecurigaan salah seorang pemilik warung di kawasan lokalisasi Badak 4 atas nama Hartati (48) terhadap uang nominal Rp 100 ribu yang diterimanya dari AR saat membeli sebungkus rokok. Hartati curiga dengan lembaran uang kertas tersebut yang berwarna buram dan ketika ditekuk ternyata bekas lipatan seperti akan patah.

Hartati lalu melaporkan temuannya kepada tim Reskrim Polsek Muara Badak yang kebetulan sedang berpatroli di daerah tersebut. Uang Rp 100 ribu yang dicurigai kemudian diserahkan kepada Kanit Reskrim Polsek Muara Badak Ipda Eko Achnanto yang memimpin patroli untuk diperiksa.

Setelah dilihat, diraba dan diterawang uang tersebut ternyata palsu. Tim reskrim lalu menanyakan dari mana uang tersebut diperoleh. Hartati kemudian menunjuk AR yang berada dalam salah satu rumah di lokalisasi tersebut. Tanpa perlawanan, pelaku langsung dibekuk. Dan ketika digeledah, didalam saku celana jeans masih terdapat selembar uang pecahan Rp 100 ribu yang ternyata juga palsu. AR kemudian digelandang ke Mapolsek Muara badak untuk dimintai keterangan.


Kapolsek Muara Badak Iptu M Adenan AS SH memperhatikan barang bukti uang palsu yang ditemukan dari pelaku Sp (kanan)
Photo: Bastian

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian Muara Badak, pelaku mengakui bahawa uang tersebut diperoleh dari Sp yang saat ini tinggal di Samarinda. Dari pengakuan tersangka pula diketahui bahwa Sp masih menyimpan uang palsu yang jumlahnya cukup banyak.

Pihak Polsek Muara Badak kemudian melakukan pengintaian selama 2 hari untuk mengetahui perkembangan jika orang tersebut merupakan sebuah sindikat jaringan pengedar upal. Setelah 2 hari melakukan pengintaian baru lah pihak Polsek Muara Badak menangkap pelaku berikut barang bukti berupa upal yang disimpan dalan sebuah tas plastik warna kuning.

Sp mengaku bahwa uang tersebut diperoleh dari seseorang berinisial TT yang profesinya adalah sebagai penjual sepeda dan TV bekas di sebuah kota di Jawa Timur. "Waktu saya mau berangkat ke Kalimantan orang itu menemui saya dan memberikan uang yang jumlahnya 9,2 juta. Katanya kalau sudah ditukar nanti duitnya dibagi dua," kata pria setengah baya ini seraya menambahkan dirinya tiba di Kalimantan sekitar pertengahan bulan Januari 2006 lalu.

Sementara dikatakan Kapolsek Muara Badak Iptu M Adenan AS SH, tersangka Sp saat diinterogasi selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan sehingga pihaknya mengalami kesulitan untuk mengorek keterangan lebih lanjut siapa sebenarnya komplotan dia.

"Makanya kami sempat meminta Polres Kukar untuk membantu mengorek keterangan dari tersangka, namun karena tidak ada perkembangan lebih lanjut maka proses pemeriksan untuk sementara dianggap sudah cukup. Saat ini kami juga sudah meminta bantuan kepada pihak kepolisian di Jawa Timur untuk membantu mengungkap kasus upal ini, kelihatannya kedua tersangka ini hanya sebagai kurir, kami ingin membongkar otak pelaku sindikat ini," ujar Adenan.

Kedua pelaku yang berhasil dibekuk petugas tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena secara sadar mengetahui bahwa uang yang dipergunakan adalah palsu namun pelaku tetap menggunakannya sebagai sarana transaksi serta tidak melaporkan kepada yang berwajib. Atas tindakannya tersebut, pelaku dijerat pasal 245 KUHP dan diancam dengan kurungan 15 tahun penjara. (bas)

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Kebakaran Lahap 5 Rumah Warga Desa Jembayan Tengah
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, Bupati Kukar Ajak Pemuda Kawal Pembangunan
 
Pejabat Tingkat Kelurahan Hingga Kepala OPD Dimutasi
Bupati Edi Damansyah Mutasi 10 Pejabat Pemkab Kukar
 
Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Satgas Pangan Polres dan Disperindag Kukar Sambangi Pasar Mangkurawang
Berdayakan UKM Lokal, PHM Fasilitasi Kerjasama BUMDes Handil Terusan Dengan Mitra Kerja
 
Lebih Satu Bulan Beraksi di Tenggarong, Maling Helm Ini Akhirnya Tertangkap
Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid Istiqlal Samboja, Dua Remaja Diamankan Polisi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
Digelar Selama Sepekan, Festival Kota Raja 2019 Suguhkan Aneka Atraksi
 
Mitra Kukar 1-1 Sriwijaya FC: Sempat Unggul, Naga Mekes Ditahan Imbang Laskar Wong Kito
Laga Hidup Mati Kontra Sriwijaya FC, Mitra Kukar Buru Poin Penuh
 
Meriah, Pembukaan TIFAF 2019 di Stadion Rondong Demang
Karnaval Seni Internasional Awali TIFAF 2019
 
Ribuan Siswa Ikuti Simpel Day Bankaltimtara 2019
Sempat Tertunda Akibat Kendala Teknis: Pelajar SMPN 1 Tenggarong Ikuti UNBK di Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com