Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Fosil Ulin Raksasa di Loa Janan Bisa Jadi Obyek Wisata Kelas Dunia

Tim gabungan dari IAGI Kaltim dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Kalimantan saat melakukan pengukuran dan penelitian fosil pohon ulin di Loa Janan Tim gabungan dari IAGI Kaltim dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Kalimantan saat melakukan pengukuran dan penelitian fosil pohon ulin di Loa Janan
Photo: Dok. IAGI Kaltim


Tim dari IAGI Kaltim dan Balai Pelestarian Cagar Budaya berpendapat fosil ulin Loa Janan tidak perlu dipindah
Tim dari IAGI Kaltim dan Balai Pelestarian Cagar Budaya berpendapat fosil ulin Loa Janan tidak perlu dipindah
Photo: Dok. IAGI Kaltim

KutaiKartanegara.com - 24/06/2015 23:43 WITA
Temuan fosil pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) berusia jutaan tahun di kawasan desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menyita perhatian masyarakat di tengah fenomena demam batu akik yang merebak di seluruh Tanah Air belakangan ini.


Padahal, fosil ulin ini sebenarnya sudah cukup lama ditemukan sejak tahun 2001 silam oleh si pemilik lahan bernama Gandi. Namun kala itu temuan fosil pohon ulin tersebut masih dianggap biasa-biasa saja.


Kini setelah trend peminat batu akik meningkat, temuan fosil ulin di Loa Janan ini sontak menjadi buah bibir. Pasalnya, fosil ulin merupakan salah satu batu akik yang banyak diburu para kolektor.


Informasi temuan fosil ulin raksasa yang panjangnya mencapai 25,8 meter ini juga sampai di telinga para pejabat daerah. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Awang Faroek Ishak bahkan tertarik untuk memindahkan fosil ulin tersebut ke Samarinda agar dapat dijadikan monumen yang dibangun di kawasan tepian sungai Mahakam.


Akan tetapi, gagasan sang Gubernur ditentang keras Ketua DPRD Kukar Salehuddin SSos SFil. Menurut politisi Partai Golkar ini, fosil ulin tersebut tidak seharusnya dipindahkan ke Samarinda. Salehuddin pun mengusulkan agar fosil ulin ini dipindah ke Tenggarong, tepatnya di kompleks Museum Kayu.


Anggota tim ketika mengidentifikasi fosil ulin di desa Purwajaya, Loa Janan
Photo: Dok. IAGI Kaltim



Para ahli geologi saat mengidentifikasi lapisan batuan yang melingkupi fosil kayu ulin
Photo: Dok. IAGI Kaltim

"Karena ditemukan di wilayah Kukar, sudah seharusnya fosil ulin ini tetap berada di Kukar. Apalagi kita punya Museum Kayu di Tenggarong yang bisa dijadikan tempat untuk memamerkan fosil tersebut," ujar Salehuddin.


Namun gagasan pemindahan fosil ulin tersebut, entah ke Samarinda ataupun Tenggarong, tak mendapat sambutan positif dari kalangan ahli purbakala maupun ahli geologi. Mereka berpendapat fosil ulin tersebut harus tetap berada di tempat asalnya semula dikarenakan bisa jadi fosil tersebut termasuk benda cagar budaya jika ada kaitan dengan aktivitas manusia di masa lalu.


Selain itu, lokasi temuan fosil ulin ini juga bisa dikembangkan sebagai kawasan obyek wisata baru di Kaltim. "Lokasi temuan fosil ulin ini berpeluang menjadi obyek wisata kelas dunia. Dengan catatan, fosil tersebut harus tetap berada pada tempatnya dan dilakukan penataan kawasan sehingga lokasi tersebut menjadi tempat tujuan wisata," ujar Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim, Fajar Alam.


Fajar pun merujuk negeri Gajah Putih, Thailand, yang memiliki obyek wisata fosil pohon berukuran panjang 20 meter dan diameter 2 meter di Amphoe Ban Tak. "Berdasarkan catatan saat itu merupakan spesimen terbesar di Asia dan nomor dua di dunia. Sedangkan fosil kayu di desa Purwajaya, ukurannya melebihi fosil di Thailand tersebut," imbuhnya.


Menurutnya, kawasan temuan fosil ulin di Loa Janan ini bisa dijadikan sebagai kawasan obyek wisata terpadu. "Dan di lokasi fosil tersebut, harus ada papan informasi yg menjelaskan keberadaan fosil, tinjauan lingkungan tempatnya dulu terendap, penjelasan tentang genetika si pohon ketika hidupnya, dan hal lain yg dianggap relevan untuk dipasang di sana," katanya.


Ditambahkan Fajar, pihaknya bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Kalimantan telah melakukan pengukuran serta penelitian terhadap fosil ulin tersebut. "Fosil ini berukuran panjang 25,8 meter, dengan diameter bawah mencapai 0,95 meter dan diameter atas mencapai 0,67 meter. Sedangkan usianya bila seumuran dengan batu pasir yang menutupinya diperkirakan sekitar 12 juta hingga 5 juta tahun lalu. Sangat tua jika dibandingkan usia manusia," pungkasnya. (win)


Salah satu detail pohon ulin yang kini telah berubah menjadi fosil
Photo: Dok. IAGI Kaltim

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Diperpanjang Hingga 14 Oktober, Pembatasan Sosial/Aktivitas Malam Hari di Kukar
Plt Bupati Kukar Chairil Anwar: Tenggarong Akan Dikembangkan Jadi Kota Warisan Budaya
 
Bekerja Dari Rumah Bagi Pegawai Pemkab Kukar Kembali Diperpanjang Hingga 29 Mei
Bupati Edi Damansyah Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 Kepada DPRD Kukar
 
Komite Ekonomi Kreatif Kukar Resmi Dikukuhkan
Berlaku Hingga 31 Juli 2020, Bayar Pajak Kendaraan Diberi Keringanan dan Bebas Denda/Bunga
 
Tak Pandang Suku atau Agama, Polres Kukar Proses 2 Pihak yang Terlibat Pertikaian Berdarah di Muara Jawa
Duh, 3 Dari 4 Pelaku Percobaan Perampokan Toko Emas Ternyata Masih Pelajar SLTA
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tetap Berkarya di Tengah Pandemi, Album Kompilasi Global Arise Diluncurkan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
 
Liga 2 Kembali Tertunda, Mitra Kukar Pilih Liburkan Pemain
Mitra Kukar Tekuk Nurjanah FC di Laga Uji Coba
 
Meriah, Pembukaan TIFAF 2019 di Stadion Rondong Demang
Karnaval Seni Internasional Awali TIFAF 2019
 
Tahun Pelajaran Baru Mulai 13 Juli 2020, Pelajar di Kukar Tetap Belajar Dari Rumah
Pemkab Kukar Gratiskan Rapid Test Bagi Santri/Pelajar/Mahasiswa, Ini Syaratnya
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com