Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Bertempur Lewat Permainan Airsoft

Dengan atribut militer serta replika senjata yang mirip aslinya, permainan Airsoft jadi lebih mengasyikkan dan memacu adrenalin para pemainnyaDengan atribut militer serta replika senjata yang mirip aslinya, permainan Airsoft jadi lebih mengasyikkan dan memacu adrenalin para pemainnya
Photo: Agri


Salah seorang pemain Airsoft tengah membidik lawannya
Salah seorang pemain Airsoft tengah membidik lawannya
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 24/08/2008 23:53 WITA
Seorang pria berseragam loreng terus bergerak sambil mengendap-ngendap di balik tiang. Beberapa rekannya mengikuti dari belakang dengan sikap waspada. Tiba-tiba terdengar berondongan senjata otomatis memecah keheningan.


Seketika kawasan Arena Berkuda di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, berubah menjadi medan pertempuran yang sengit antar dua kelompok bersenjata.


Satu demi satu korban berjatuhan dalam baku tembak tersebut. Untungnya para korban masih bisa berjalan sendiri ke luar medan pertempuran. Karena baku tembak ini hanya terjadi dalam permainan Airsoft yang dilakukan para pehobi replika senjata yang tergabung dalam Samarinda Air Soft (SAS) Team.


"Permainan ini sangat menantang sekaligus memacu adrenalin kita. Apalagi permainan ini seperti perang sungguhan, karena kita menggunakan senjata yang mirip aslinya, lengkap dengan atribut militer yang kita pakai," ujar Dave, staf Bagian Humas & Protokol Pemkab Kutai Kartanegara, yang mesti meninggalkan arena pertempuran usai tertembak lawan.



Dalam permainan Airsoft, peserta mesti sportif jika sudah tertembak
Photo: Agri

Dalam permainan Airsoft, lanjut Dave, yang mesti diutamakan adalah sportifitas. "Jadi, kalau kita memang sudah tertembak, kita harus berhenti bermain. Jangan malah terus bermain atau menembak lawan," ujarnya sambil tersenyum.


Senada dengan Dave, anggota SAS Team dari Samarinda, Edwin, menambahkan, permainan ini juga mesti didukung dengan kondisi fisik yang prima. "Kemudian diperlukan kecepatan berpikir dalam melakukan reaksi atau mengatur teknik dan strategi. Dan yang penting, kita harus enjoy dalam permainan ini," kata Edwin.


Sementara dikatakan Ketua SAS Team, Heri, klub pehobi permainan Airsoft mereka telah eksis sejak tahun 2007 silam. "Anggotanya tidak hanya dari Samarinda, namun juga dari Tenggarong," ujarnya.


Hingga saat ini, lanjut Heri, SAS Team yang berada di bawah naungan Perbakin Kaltim telah beranggotakan 50 orang anggota aktif. "Kita rutin melakukan skirmish atau main perang rame-rame. Minimal seminggu 2 kali," jelasnya.



Untuk menjaga keselamatan, pehobi Airsoft diwajibkan memakai google atau kacamata pelindung
Photo: Agri

Ditambahkan Sekretaris SAS Team, Stefanus Aditya, ada beberapa jenis skenario dalam permainan Airsoft yang begitu mengasyikkan. Seperti Total Eliminasi atau bertempur sampai habis, Serang dan Bertahan, perebutan bendera atau markas, hingga pembebasan sandera. "Hampir semua simulasi tempur dapat dimainkan dalam permainan Airsoft," kata pria yang akrab disapa Agung ini.


Arena pertempuran dalam permainan Airsoft, lanjut Stefanus, dapat dilakukan di lokasi tertentu yang cukup aman, seperti stadion, hutan, gunung dan sebagainya. "Tidak hanya di siang, namun juga malam. Untuk permainan malam, kita sering melakukannya di Kebun Raya Unmul Samarinda," imbuhnya.


Menurut Stefanus, yang terpenting dalam permainan Airsoft ini, para pemain harus mematuhi seluruh aturan yang telah dibuat. "Karena permainan ini untuk mencari kesenangan. Jadi, menang atau kalah bukan hal yang utama," katanya.


Aturan main tersebut di antaranya, pemain wajib menggunakan google atau kacamata pelindung. Bahkan senjata yang digunakan pun diberi batasan, yakni harus memiliki kecepatan peluru yang tidak melebihi 500 fps (kaki per detik-red) untuk senjata jenis sniper dan 450 fps untuk jenis senjata lainnya. (win)


Para pehobi Airsoft yang tergabung dalam SAS Team usai bertempur di Arena Berkuda Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang
Photo: Agri

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, Bupati Kukar Ajak Pemuda Kawal Pembangunan
Kebakaran Hebat Landa Pemukiman Warga Dusun Sirbaya
 
Pejabat Tingkat Kelurahan Hingga Kepala OPD Dimutasi
Bupati Edi Damansyah Mutasi 10 Pejabat Pemkab Kukar
 
Pantau Harga Kebutuhan Pokok, Satgas Pangan Polres dan Disperindag Kukar Sambangi Pasar Mangkurawang
Berdayakan UKM Lokal, PHM Fasilitasi Kerjasama BUMDes Handil Terusan Dengan Mitra Kerja
 
Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid Istiqlal Samboja, Dua Remaja Diamankan Polisi
Operasi Patuh Mahakam 2019: Polres Kukar Gencarkan Razia Kendaraan Selama 2 Pekan
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
Digelar Selama Sepekan, Festival Kota Raja 2019 Suguhkan Aneka Atraksi
 
Laga Hidup Mati Kontra Sriwijaya FC, Mitra Kukar Buru Poin Penuh
Perempat Final Liga 2 2019: Naga Mekes Tersungkur di Laga Perdana Grup A
 
Meriah, Pembukaan TIFAF 2019 di Stadion Rondong Demang
Karnaval Seni Internasional Awali TIFAF 2019
 
Ribuan Siswa Ikuti Simpel Day Bankaltimtara 2019
Sempat Tertunda Akibat Kendala Teknis: Pelajar SMPN 1 Tenggarong Ikuti UNBK di Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com