Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
Agenda/Events
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Guru se-Muara Badak Dilatih Usaha Kesehatan Sekolah

Pimpinan Puskesmas Muara Badak Ulu dr Ida tengah mempraktekkan cara memeriksa tekanan darah seorang peserta
Pimpinan Puskesmas Muara Badak Ulu dr Ida tengah mempraktekkan cara memeriksa tekanan darah seorang peserta
Photo: Bastian

KutaiKartanegara.com - 28/08/2007 09:49 WITA
Sebanyak 18 orang guru SD hingga SLTA se-Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (25/08) lalu mengikuti kegiatan Pelatihan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang berlangsung selama sehari di Puskesmas Muara Badak Ulu.


Tampil sebagai pemateri pada pelatihan ini adalah pimpinan Puskesmas Muara Badak Ulu dr Hj W Nuraida dan dr Bangkit Putrawan. Ada pun materi yang diberikan meliputi P3K, penggunaan UKS Kit, dan Kesehatan Lingkungan di lingkungan sekolah.


Selain itu mereka juga di ajarkan cara memeriksa tensi darah, cara membalut luka, memeriksa nadi dan pemeriksaan yang biasa dikenal dengan dr ABC yakni Airway, Breathing dan circulation.



Para guru UKS se-Muara Badak tampak antusias mengikuti pelatihan
Photo: Bastian

Menurut dr Hj W Nuraida, kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih para guru dalam meningkatkan keterampilan mengenai UKS. "Paling tidak mereka mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama jika suatu saat menghadapi suatu kasus dan perlu mengambil tindakan," ujar dr Ida.


Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta juga mendapatkan peralatan UKS yang terdiri dari 13 item, seperti tas UKS, Sphygmomanometer atau alat ukur tensi, Snellen test (test mata), Thermometer, alat ukuran tinggi badan, Stetoskop, Spalag panjang, payung, jas hujan, senter, kain segi tiga dan ATK.


Praktis ke 18 guru UKS tersebut tiba-tiba jadi 'dokter' lantaran usai diberi pelatihan, mereka diminta untuk mempraktekkan cara mengukur tensi. Tak ayal dr Ida dan dr Bangkit pun jadi pasien dadakan untuk diperiksa tekanan darahnya oleh beberapa peserta. Karena baru pemula, banyak yang belum mengetahui cara menentukan berapa ukuran tekanan daerah seorang pasien. Bahkan cara memompa sphygmomanometer juga masih terlihat kaku.



Para peserta pelatihan mempraktekkan cara memeriksa tekanan darah terhadap rekannya sendiri
Photo: Bastian

"Anda pompa sampai mencapai angka 200 sambil anda dengarkan denyut nadi melalui stetoskop. Kemudian putar perlahan kran yang ada dekat pompa sambil dengarkan bunyi. Pada angka berapa anda mendengarkan bunyi tut.. tut... yang pertama kali dan pada angka berapa juga anda mendengarkan bunyi semacam itu terakhir kali," jelas dr ida.


Jika bunyi pertama yang didengar pada angka 120, lanjutnya, itu dinamakan Sistolik. Dan jika bunyi terkahir misalnya pada angka 80, itu disebut Diastolik. "Nah, jika demikian maka ukuran tensi seorang diketahui 120 per 80. ini kita kategorikan sebagai tensi optimal. Sedangkan untuk ukuran normal 130 dan 85, normal tinggi 130-139 dan 85-89. Yang masuk hipertensi derajat I, 140-159 atau 90-99," tambahnya.


Beberapa guru usai mengikuti pelatihan mengaku tidak gampangnya menjadi dokter. "Saya pakai stetskop sebentar saja telinga sudah sakit. Lagi pula biaya sekolahnya mahal. Sudah begitu, biasanya banyak pasien yang nggak sabaran, maunya sekali berobat langsung sembuh. Padahal tidak semudah itu," cetusnya.


Ada pula yang berkomentar, "Alhamdulilah kami sudah tahu cara melakukan tindakan P3K terutama cara mengukur tekanan darah. Ini sangat bermanfaat sekali, meskipun belum begitu mengetahui sepenuhnya namun kami akan selalu koordinasi dengan pihak Puskesmas. Mereka kan sekolahnya bertahun-tahun, masa kita yang hanya beberapa jam saja sudah mau langsung bisa," ujar seorang guru UKS SMP yang enggan disebutkan namanya. (bas)


dr Ida menjelaskan kepada peserta pelatihan mengenai cara memasang dan menggunakan alat pengukur tekanan darah
Photo: Bastian

 
Pasang Iklan
Pasang Iklan
Username
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Satu Pasien Corona Sembuh, Kasus Aktif COVID-19 di Kukar Tinggal 10 Kasus
Hasil Telusur Kontak Erat KK-73: Warga Tenggarong Seberang Yang Bekerja di Samarinda Positif Terjangkit COVID-19
 
Bekerja Dari Rumah Bagi Pegawai Pemkab Kukar Kembali Diperpanjang Hingga 29 Mei
Bupati Edi Damansyah Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 Kepada DPRD Kukar
 
Berlaku Hingga 31 Juli 2020, Bayar Pajak Kendaraan Diberi Keringanan dan Bebas Denda/Bunga
Tak Terdampak Pandemi COVID-19, PHM Tetap Jaga Produksi Migas Blok Mahakam
 
Beraksi di 30 TKP se-Kaltim, Sindikat Spesialis Tower Seluler Dibekuk Polres Kukar
Dua Pekan Pertama Tahun 2020, Polres Kukar Amankan 11 Tersangka Kasus Narkoba
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Tenggarong Kutai Carnival 2019 Angkat Tema Mandau, Tandok Payau dan Lai
Digelar Selama Sepekan, Festival Kota Raja 2019 Suguhkan Aneka Atraksi
 
Pantau Langsung Kondisi Pemain, Mitra Kukar Gelar Latihan Virtual
Dukung Tenaga Kesehatan Hadapi COVID-19, Mitra Kukar Berikan Bantuan 200 APD dan 2000 Masker
 
Meriah, Pembukaan TIFAF 2019 di Stadion Rondong Demang
Karnaval Seni Internasional Awali TIFAF 2019
 
Tahun Pelajaran Baru Mulai 13 Juli 2020, Pelajar di Kukar Tetap Belajar Dari Rumah
Pemkab Kukar Gratiskan Rapid Test Bagi Santri/Pelajar/Mahasiswa, Ini Syaratnya
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com