Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Pelaku Gunakan Seragam KORPRI Saat Habisi Nyawa Muniarti Jasmi

Mobil Daihatsu Xenia yang disewa pelaku kini diamankan di Mapolres Kukar, TenggarongMobil Daihatsu Xenia yang disewa pelaku kini diamankan di Mapolres Kukar, Tenggarong
Photo: Agri


Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa menunjukkan seragam KORPRI yang dikenakan pelaku saat menghabisi Muniarti Jasmi
Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa menunjukkan seragam KORPRI yang dikenakan pelaku saat menghabisi Muniarti Jasmi
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 29/04/2015 19:02 WITA
Tersangka pelaku pembunuhan staf Disperindagkop Kukar Muniarti Jasmi, MR (49), ternyata juga mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) saat menghabisi korbannya pada hari Jum'at 17 April 2015.


Seragam batik KORPRI berwarna biru muda tersebut menjadi salah satu barang bukti yang ikut diamankan pihak kepolisian. Begitu pula dengan mobil Daihatsu Xenia nopol KT 1233 CH yang disewa pelaku telah diamankan di Mapolres Kukar.


MR sendiri yang berprofesi sebagai sopir taksi gelap ini memang pernah menjadi PNS dan bahkan menjabat sebagai Kepala Seksi di salah satu instansi Pemkot Samarinda.


"Namun dia sudah diberhentikan dengan tidak hormat sejak tahun 2013 karena mangkir kerja selama 165 hari. Dia tidak bekerja karena dikejar-kejar pihak kontraktor, terkait sejumlah proyek," terang Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa melalui Kasat Reskrim AKP Ida Bagus Widwan Sutadi.


Dari pengakuan tersangka, lanjut Bagus, pada saat kejadian itu yakni Jum'at 17 April 2015, pelaku memang bermaksud ke Tenggarong untuk menemui rekannya yang bekerja di Kantor Bupati Kukar yakni LM guna meminjam uang.


Saat melintas di Jalan Pangeran Suryanata, pelaku melihat korban Muniarti Jasmi yang saat itu mengenakan seragam KORPRI dan berhijab biru melambaikan tangan ke arah mobilnya.


Pelaku kemudian memberikan tumpangan kepada korban untuk berangkat kerja ke Tenggarong. Saat itu, korban duduk di jok depan disamping MR. "Dari penuturan tersangka, sepanjang perjalanan dari Samarinda menuju Tenggarong keduanya tidak banyak mengobrol, namun sesekali pelaku sempat memperhatikan tas dan barang milik korban," kata Bagus.


Setelah tiba di penyeberangan fery kayu Tenggarong Seberang, pelaku kemudian mengganti baju dengan seragam KORPRI yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Setibanya di Tenggarong, pelaku kemudian mengemudikan mobilnya melewati bundaran Jembatan Aji Imbut (eks Jembatan Bongkok) menuju arah Kantor Bupati Kukar.


Dalam perjalanan tersebut, pelaku melihat korban membuka tas dan mengeluarkan handphone. Disitulah pelaku melihat banyak kartu ATM milik korban.


"Tersangka kemudian mengaku berniat jahat untuk menguasai barang-barang milik korban. Ketika korban minta berhenti di pertigaan lampu merah pelabuhan Pulau Kumala, tersangka tidak menurutinya dan terus memacu mobilnya. Korban kemudian panik dan berusaha membuka pintu mobil," ungkap Kasat Reskrim Kukar.


Melihat itu, pelaku langsung menarik dan mengait serta memiting leher korban menggunakan lengan kirinya. Pelaku kemudian menekan dan mengarahkan leher serta kepala korban keatas paha kirinya dengan sekuat tenaga.


Menurut pengakuan tersangka, korban tak dapat berkutik setelah dipiting sekuat tenaga mulai depan Masjid Al Falah di Jalan KH Akhmad Muksin hingga masuk Jalan Jelawat. MR baru melepaskan pitingannya ketika mobil yang dikemudikannya melintasi jalur dua Jalan Pesut.


Saat itu korban sudah dalam kondisi lemas tak berdaya dan mengeluarkan suara ngorok. Pelaku kemudian memacu kendaraannya ke arah Kota Bangun.


Pelaku yang berpendidikan terakhir sebagai sarjana S-2 Magister Manajemen itu kemudian sempat berhenti di sebuah warung di kawasan Desa Jahab untuk mengisi bensin.


Setelah kembali ke mobil, pelaku terkejut ketika mengetahui korban masih bernafas. MR kemudian mengambil seutas tali jemuran yang biasa dipakai untuk mengikat galon yang berada di kantong belakang jok yang diduduki korban. Tali pun dililitkan ke leher korban.


Berdasarkan pengakuan tersangka, Muniarti sempat memohon kepada MR ketika tali berukuran kecil itu dibelitkan di leher korban. Namun pelaku malah semakin beringas dan terpicu untuk menghabisi nyawa korban dengan menjerat leher ibu dari dua orang putri itu.


Pelaku terlebih dahulu mengikat salah satu ujung tali ke dalam besi sandaran jok yang diduduki korban, kemudian ujung tali lainnya diikatkan pada jari kelingking. Sehingga pelaku tetap menjerat leher korban sambil menyetir mobil.


Saat mendekati jalur simpang Jonggon di KM 18, pelaku meminta uang kepada korban. Namun korban mengatakan tidak mempunyai uang. Pelaku pun emosi dan kembali menarik tali yang dipegangnya sekuat tenaga yang menyebabkan korban tak sadarkan diri.


Mengetahui korban tak berkutik lagi, pelaku kemudian berniat membuang korban di pinggir jalan. Di kawasan yang agak sepi, pelaku kemudian membopong tubuh korban dan meletakkannya di semak-semak.


Setelah itu, pelaku kembali ke Samarinda. Tali yang digunakan untuk menjerat leher korban dibuang di jalan. Sementara tas yang berisi uang, 3 buah ponsel korban dan barang lainnya dibawa pelaku.


Belakangan, ketiga ponsel tersebut dijual pelaku melalui anaknya. Sedangkan kartu ATM dan kartu penting lainnya dibuang di kawasan Kebun Raya Unmul Samarinda.


Muniarti Jasmi yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada hari Sabtu 18 April 2015.


Pelaku yang memiliki istri hingga 6 orang ini kemudian kabur ke Balikpapan setelah membaca berita suratkabar tentang penemuan mayat korban. Namun akhirnya pelaku berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Kukar tepat seminggu setelah terjadinya pembunuhan terhadap Muniarti Jasmi.


Hingga kini pihak penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya motif lain atau kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Untuk sementara, polisi menyimpulkan jika motif pembunuhan staf Disperidagkop Kukar ini dikarenakan alasan kesulitan keuangan dari pelaku. (win)

Berita Terkait:
Kasus Pembunuhan Muniarti Jasmi, Polisi Masih Ragukan Keterangan Tersangka (27/04/2015)

Tersangka Pembunuh Muniarti Jasmi Ditangkap! (24/04/2015)

Keluarga Berharap Kasus Pembunuhan Muniarti Jasmi Segera Terungkap (21/04/2015)

Suasana Haru Warnai Pemakaman Muniarti Jasmi (19/04/2015)

Sempat Menghilang, Karyawati Disperindagkop Kukar Ini Ditemukan Tewas (19/04/2015)


 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Edi Damansyah Pimpin Peringatan Hari Pramuka ke-56
Warga Loa Ipuh Darat Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Mobil
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Sabu Senilai Rp 1,5 Milyar Dimusnahkan Dengan Cara Diblender
Polres Kukar Ringkus Bandar Besar Narkoba di Samarinda
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
Bawakan 10 Lagu, Jamrud Sukses Guncang Rock In Borneo 2017
 
Mitra Kukar vs Borneo FC: Sama-Sama Bidik Kemenangan di Derby Mahakam
Semen Padang FC 1-2 Mitra Kukar: Dua Gol Marclei Bawa Naga Mekes Tumbangkan Tuan Rumah
 
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
Erau 2017 Berakhir, Kesultanan Kutai Laksanakan Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur
 
PMII-Lakpesdam PCNU Kukar Gelar Sarasehan Pendidikan
Ini Dia Kwarran Pramuka Kecamatan Paling Giat se-Kukar
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com