Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Keluarga Berharap Kasus Pembunuhan Muniarti Jasmi Segera Terungkap

Suami korban, Sapto Haryadi, berharap kasus pembunuhan istrinya segera terungkap
Suami korban, Sapto Haryadi, berharap kasus pembunuhan istrinya segera terungkap
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 21/04/2015 09:27 WITA
Kasus pembunuhan karyawati Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kutai Kartanegara (Kukar), Muniarti Jasmi (40), menyisakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga.


Suami korban, Sapto Haryadi (41), sangat terpukul atas kepergian sang istri yang begitu tragis. (Baca: Sempat Menghilang, Karyawati Disperindagkop Kukar Ini Ditemukan Tewas)


Sapto berharap agar kasus pembunuhan istrinya itu segera terungkap. "Saya berharap pelakunya segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan apa yang dia perbuat. Karena dia sudah menyusahkan saya, menyusahkan anak saya. Anak saya masih kecil-kecil, dia telah merenggut kebahagiaan saya," ujar Sapto sambil menahan isak tangis.


Menurut Sapto, dirinya tak memiliki firasat apa-apa saat istrinya bersiap berangkat kerja pada Jum'at (17/04) lalu. Pagi itu, seperti biasa Sapto berangkat kerja duluan lantaran kantornya berada di Sanga-Sanga.


Sedangkan istrinya berangkat sekitar jam 07.00 WITA dengan menggunakan sepeda motor untuk dititipkan di pangkalan kendaraan roda dua yang terletak di Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda, sebelum menumpang mobil orang yang berangkat menuju Tenggarong.


"Istri saya sejak tahun 2002 memang sering menumpang mobil orang kalau berangkat kerja ke Tenggarong. Biasanya dia berangkat bersama teman-temannya. Tapi pagi itu teman-temannya sudah berangkat duluan karena katanya ada upacara (Apel KORPRI setiap tanggal 17-red)," jelasnya.


Ditambahkan Sapto, dirinya sering mewanti-wanti sang istri untuk berhati-hati kalau menumpang mobil untuk berangkat kerja. "Saya sering ingatkan kalau sendirian jangan ikut orang yang tidak dikenal. Mungkin karena waktu itu sudah terburu-buru, istri saya ikut mobil orang lain," katanya.


Sapto mengaku tidak ada komunikasi dengan Muniarti saat berangkat ke Tenggarong. "Dia hanya mengirimkan pesan lewat BBM (Blackberry Messenger) kepada teman kantornya saat itu. Ditanya temannya, berangkat sama siapa? Dijawab istri saya, nggak tahu, nggak kenal juga. Saya sempat miris juga mendengar informasi ini," ujarnya lagi.


Kepada temannya, lanjut Sapto, Muniarti mengatakan kemungkinan tidak sempat ikut apel dan hanya absen di kantor saja. "Pesan terakhir istri saya lewat BBM mengatakan dia sudah dekat Stadion Aji Imbut. Setelah itu tidak ada lagi kontak. HP-nya juga tidak aktif," ungkapnya.


Ketika jasad istrinya ditemukan di semak-semak sekitar KM 10 Kelurahan Loa Ipuh Darat, barang-barang seperti ponsel Blackberry dan Samsung, dompet serta perhiasan yang biasa disimpan korban di dalam tas sudah raib. "Kecuali jam tangan, masih ada di tangannya," kata Sapto.


Muniarti Tewas Dibekap
Sementara dikatakan Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa melalui Kasastreskrim AKP Ida Bagus Widwan Sutadi, pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.


"Kami juga belum bisa menyebut ini sebagai kasus perampokan. Ponsel dan perhiasan dalam tas korban memang diambil, tapi perhiasan yang dikenakan korban masih melekat di badan," ungkapnya.


Dan dari hasil otopsi terhadap jasad Muniarti Jasmi, lanjutnya, dapat dipastikan jika korban tewas karena dibekap. "Korban tewas karena mulutnya dibekap sehingga tak bisa bernafas. Ujung jari dan paru-paru korban membiru karena kekurangan oksigen seperti korban tewas tenggelam," jelas Widwan Sutadi.


Dari hasil pemeriksaan tim forensik juga tidak ditemukan unsur pemerkosaan terhadap korban. "Apalagi korban saat itu sedang datang bulan," pungkasnya. (win)

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Edi Damansyah Pimpin Peringatan Hari Pramuka ke-56
Warga Loa Ipuh Darat Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Mobil
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Sabu Senilai Rp 1,5 Milyar Dimusnahkan Dengan Cara Diblender
Polres Kukar Ringkus Bandar Besar Narkoba di Samarinda
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
Bawakan 10 Lagu, Jamrud Sukses Guncang Rock In Borneo 2017
 
Semen Padang FC 1-2 Mitra Kukar: Dua Gol Marclei Bawa Naga Mekes Tumbangkan Tuan Rumah
Semen Padang FC vs Mitra Kukar: Naga Mekes Ingin Bawa Pulang Poin Dari Padang
 
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
Erau 2017 Berakhir, Kesultanan Kutai Laksanakan Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur
 
Ini Dia Kwarran Pramuka Kecamatan Paling Giat se-Kukar
Lulus UN, Pelajar SLTA di Tenggarong Corat-Coret Seragam
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com