Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Tragis, Bayi Usia 2 Bulan Dianiaya Paman Sendiri

Tersangka pelaku penganiayaan bayi, Do (35), telah diamankan di Mapolres Kukar, TenggarongTersangka pelaku penganiayaan bayi, Do (35), telah diamankan di Mapolres Kukar, Tenggarong
Photo: Agri


Bayi Lamentiana Daho yang mengalami patah kaki masih mendapat perawatan intensif di RSUD AM Parikesit, Tenggarong
Bayi Lamentiana Daho yang mengalami patah kaki masih mendapat perawatan intensif di RSUD AM Parikesit, Tenggarong
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 29/04/2014 15:20 WITA
Ulah Do (35), pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini boleh dibilang sangat keji. Bayi berusia 2 bulan yang tak lain adalah keponakannya sendiri dianiaya hingga mengalami patah tulang di kaki kanan akibat diremas dengan sangat kuat.


Peristiwa penaniayaan bayi ini sebenarnya terjadi pada 2 Apri lalu di sebuah barak karyawan perusahaan sawit di Kecamatan Kenohan. Orangtua korban tak berani melapor lantaran telah diancam oleh pelaku.


Namun setelah didesak tetangga dan pihak sekuriti perusahaan, orangtua korban akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Kenohan.


Polisi akhirnya menciduk tersangka Do dan dibawa ke Tenggarong pada Minggu (27/04) lalu untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan bayi Lamentiana Daho telah dirawat di RSUD AM Parikesit, Tenggarong. Ibu sang bayi, Lisa, juga ikut dirawat setelah mengalami shock akibat kejadian itu.


Menurut Kapolres Kukar AKBP Abdul Karim, tindakan keji itu dilakukan pelaku lantaran kesal dengan sang bayi yang rewel saat diberi susu. "Sebelum kejadian, si bayi dititipkan kepada pelaku. Orangtua korban tidak ada karena sedang bekerja," ujar Karim dalam keterangan persnya, Senin (28/04) kemarin.


Menurut Kapolres, pelaku dalam melakukan aksinya meremas bayi Lamentiana dengan kuat pada bagian telapak dan kaki, sehingga bayi tak berdosa itu mengalami luka lebam dan patah tulang di bagian kaki kanan. "Pelaku juga menyumbat mulut bayi dengan menggunakan selimut untuk meredam suara tangis," kata Kapolres Abdul Karim.


Dikatakan Kapolres Kukar, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 1 dan 2 UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. "Namun kita akan kaitkan pula dengan pasal pidana. Kita akan beri sanksi seberat-beratnya," tegas Kapolres.


Sementara dikatakan Janu (18) yang juga ayah bayi, dia dan istrinya, Lisa (17), baru 2 bulan lebih tinggal di Kenohan, menumpang di barak yang ditinggali kakaknya (pelaku-red). "Sebelumnya kami kerja di Tarakan, saat istri saya hamil tua, kami pindah ke Kenohan ikut kakak saya. Kakak saya sudah 3 tahun di Kenohan," ujarnya.


Saat kejadian, lanjut Janu, dirinya sedang bekerja di perkebunan sawit. "Kalau istri saya saat itu sedang mengambil air. Lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal kami. Saat itu bayi kami dititip sama kakak saya," kata Janu saat ditemui di Ruang Tulip 9, RSUD AM Parikesit.


Setelah kejadian tragis itu, Janu dan istrinya tak berani melapor ke polisi. "Karena saya diancam akan dibunuh kalau menceritakan kejadian ini kepada orang," imbuh pria yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara di NTT itu.


Ketika ditanya apakah akan kembali ke Kenohan setelah kejadian tersebut, Janu mengaku masih belum tahu rencana ke depan. "Untuk sementara kami tinggal di Tenggarong dulu sampai anak saya selesai dirawat. Kebetulan ada kakak dari istri saya tinggal di Tenggarong," pungkasnya. (win)


Kapolres Kukar AKBP Abdul Karim saat memberikan keterangan pers terkait kasus penganiayaan bayi di Kecamatan Kenohan
Photo: Agri

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Bikin Macet Hingga 4 KM, Mobil Milik Warga Tenggarong Terbakar di Kawasan Tahura
Jatuh Dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Perairan Delta Mahakam
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Sempat Unggul di Babak Pertama, Mitra Kukar Tumbang di Kandang Persela
Persela Lamongan vs Mitra Kukar: Naga Mekes Buru Poin di Lamongan
 
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
Undang Delegasi 7 Negara, Erau 2018 Digelar Pada 21-29 Juli
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com