Find:  

Selasa, 09 Pebruari 2010

Arsip berita

Arsip Berita KutaiKartanegara.com

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:
Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Milis Kutai Kartanegara
Pengen diskusi, berbagi info, tukar pikiran mengenai Kukar via e-mail? Ayo gabung dalam Mailing List Kutai Kartanegara!

Powered by Yahoo!Groups

Situs Terbaik 2002

Info Odah Etam : Maret 2009

KAMMI Kukar Gelar Aksi Jelang Pemilu 2009
Jangan Golput dan Tolak Politik Uang


Suasana aksi damai KAMMI Kukar di Jalan Jenderal Sudirman, Tenggarong, tadi sore
Photo: Agri


KAMMI Kukar menyerukan kepada masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2009
Photo: Agri
KutaiKartanegara.com 24/03/2009 22:45 WITA
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kutai Kartanegara (Kukar) menyerukan kepada masyarakat Kukar yang memiliki hak pilih untuk tidak menjadi Golput (Golongan Putih) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 9 April mendatang.


Himbauan tersebut disampaikan para aktivis KAMMI Kukar dalam aksi damai yang digelar di sekitar bundaran Jembatan Aji Imbut, Jalan Jenderal Sudirman, Tenggarong, tadi sore.


Aksi damai yang berlangsung mulai pukul 16.30 WITA ini diisi dengan orasi yang dilakukan secara bergantian oleh para kader KAMMI Kukar. Sambil membentangkan spanduk besar berisi himbauan, mereka membagi-bagikan selebaran dan sticker Jangan Golput.


Menurut Wendi selaku Koordinator Lapangan, aksi damai ini mereka lakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat Tenggarong agar menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya.



Korlap aksi damai KAMMI Kukar, Wendi, saat berorasi di tengah Jalan Jenderal Sudirman, Tenggarong
Photo: Agri
"Menjadi Golput bukanlah pilihan. Namun mencontreng merupakan suatu kewajiban. Memilih adalah pilihan terbaik, dan menjadi pemilih cerdas merupakan kunci dari solusi masalah bangsa ini," ujar mahasiswa FKIP Universitas Kutai Kartanegara ini.


Dalam aksi damai tadi sore, KAMMI Kukar juga menyerukan kepada masyarakat untuk melaporkan pihak Calon Anggota Legislatif (Caleg) atau Partai Politik yang melakukan praktek money politic atau jual beli suara.


"Jangan tergiur dengan uang Rp 10 ribu atau Rp 50 ribu per suara. Untuk apa kita dibayar tapi akhirnya dibodohi selama 5 tahun mendatang," seru Ketua Umum KAMMI Kukar Markin Hidayat.


Markin juga meminta agar pihak Kepolisian dan Panitia Pengawas Pemilu untuk proaktif mengawasi dan menindak tegas pelanggaran yang terjadi selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pemilu.
(win)

Google
 
Web KutaiKartanegara.com
 

--- English | Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright © 2001-2009 KutaiKartanegara.com