Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

LSM BOM: Aparat Penegak Hukum Kurang Serius

Koordinator LSM BOM Kukar, Efri Novianto (tengah)
Koordinator LSM BOM Kukar, Efri Novianto (tengah)
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 20/09/2006 14:24 WITA
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Oposisi Murni (BOM) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai aparat penegak hukum, khususnya di Pengadilan Negeri Tenggarong dan Kejaksaan Negeri Tenggarong, kurang serius dalam melaksanakan tugasnya.


Dalam lembaran siaran persnya yang diterima KutaiKartanegara.com, Koordinator LSM BOM Efri Novianto menyebutkan ketidakseriusan aparat penegak hukum itu dapat dilihat dari belum mampunya kedua lembaga tersebut menjerat terdakwa pengguna ijazah palsu (ipal) oleh oknum Wakil Ketua DPRD Kukar dari unsur fraksi PDIP yang telah diputuskan Pengadilan.


Menurut Efri, Pengadilan Negeri Tenggarong pertengahan bulan Juli lalu telah menetapkan putusan hukuman terhadap terdakwa selama 12 bulan kurungan penjara.


Namun pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan banding ke Kepengadilan Tinggi (PT) Kaltim. Namun menurut Efri fakta dilapangan, ternyata terdakwa hingga saat ini sejak pernyataan putusan dan banding ke Pengadilan Tinggi, masih menghirup udara kebebasan di luar tembok penjara.


"Buktinya hingga saat ini setelah putusan itu aparat hukum belum melakukan tindakan apapun terhadap terdakwa," ujarnya.


Ditambahkannya, sebagai warga negara taat hukum, LSM BOM Kukar merasa kecewa terhadap kinerja kedua lembaga hukum pemerintah itu. Karena mereka tidak serius melaksanakan UU No 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terutama pada pasal 236 ayat 1.


"Hal lain yang patut kami disesalkan adalah masih diterapkannya sifat tebang pilih penegakkan hukum," demikian katanya. (joe)









 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Bikin Macet Hingga 4 KM, Mobil Milik Warga Tenggarong Terbakar di Kawasan Tahura
Jatuh Dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Perairan Delta Mahakam
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Sempat Unggul di Babak Pertama, Mitra Kukar Tumbang di Kandang Persela
Persela Lamongan vs Mitra Kukar: Naga Mekes Buru Poin di Lamongan
 
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
Undang Delegasi 7 Negara, Erau 2018 Digelar Pada 21-29 Juli
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com