Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Diwarnai Demo, Syaukani Pertanggungjawabkan APBD 2005

Prof.Syaukani HR.MM saat membacakan LKPJ dihadapan anggota DPRD
Prof.Syaukani HR.MM saat membacakan LKPJ dihadapan anggota DPRD
Photo: Yanda

KutaiKartanegara.com - 17/05/2006 20:22 WITA
Bupati Kutai Kartanegara Prof DR H Syaukani HR MM menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2005 dalam Rapat Paripurna II, tadi pagi di hadapan anggota DPRD yang dipimpin Ketuanya H Bahtiar Effendi, Tenggarong.

Penyampaian pertanggung jawaban ini ditandai penyerahan berkas LPJ oleh Prof Syaukani kepada Ketua DPRD H Bahtiar Effendi di saksikan para Pimpinan dan anggota DPRD, Muspida, Kepala Dinas/instansi serta sejumlah tokoh masyarakat Kukar lainnya.

Bupati Prof Syaukani dalam mempertanggung jawabankan APBD 2005 mengatakan, bahwa pada TA 2005 dari Rp 2,99 Trilyun target penerimaan daerah, realisasinya ternyata mencapai Rp 3,19 Trilyun lebih atau 106,41 % dari target.

Sedang untuk belanja dan pengeluaran lainnya kata Syaukani rinciannya adalah belanja tidak langsung sebesar Rp 938,15 Milyar dan belanja langsung sebesar Rp 1,83 Trilyun. Dibandingkan realisasi jumlah penerimaan TA 2005 itu maka terdapat saldo diakhir anggaran sebesar Rp 422,44 milyar lebih.

"Saldo ini merupakan sisa lebih anggaran yang secara administratif merupakan komponen penerimaan daerah yang dimasukkan kembali dalam APBD 2006," ujarnya.


Prof.Syaukani HR saat menyerahkan LKPJ Tahun 2005 kepada Ketua DPRD H. Bachtiar Effendi
Photo: Yanda

Dikatakannya, pembangunan ekonomi secara makro di Kukar masih mengandalkan eksploitasi sumber daya alam (SDA). "Ini tergambar dari pembentukan Product Regional Domestic Bruto (PDRB) dimana peranan sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi struktur ekonomi daerah ini yakni sebesar 76,25 %," katanya.

Sementara PDRB di sektor pertanian dan lainnya menyumbang 10,45 % dan 13,30 %. Tingginya ketergantuan terhadap SDA perlu dikurangi antara lain melalui transformasi secara bertahap, terutama bagi sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui.

"Dari eksploitasi sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, kepada pengembangan sumberdaya yang dapat diperbaharui, ditingkatkan dan dikembangkan di masa mendatang," katanya.

Mengurai kegiatan yang telah dilakukan selama TA 2005 menurut Syaukani, dibagi dalam tiga pilar pencapaian strategi pembangunan yang juga menjadi sasaran dari Program Gerbang Dayaku.

Pertama yaitu pemberdayaan Pemkab dan penegakkan supremasi hukum yang dilakukan dalam bentuk peningkatan disiplin, pemberian sanksi dan penghargaan bagi paratur dengan hasil 69 berkas pemeriksaan. "Dari jumlah itu tiga PNS diberhentikan dan 9 PNS dalam proses penyidikan," katanya.

Kedua, pemberdayaan segenap komponen ekonomi dengan kegiatan antara lain pengembangan pertanian tanaman pangan. Sedang terakhir atau ketiga adalah pemberdayaan masyarakat menuju mandiri sosial dan ekonomi. Hal ini dilakukan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pedesaan dan pengembangan kepariwisataan daerah.


Massa dari LSM BOM, KOPI LMND saat demo didepan Gedung DPRD Kukar
Photo: Yanda

Menyinggung pencanangan program 365 hari pertama menurut Syaukani demi menciptakan pemerintahan yang bersih, berprestasi dan berwibawa. "Ini merupakan kontrak politik saya sebagai pengemban amanah masyarakat," katanya.

Program 365 hari diperlukan demi memprioritaskan kegiatan yang sangat penting dan mendesak pada waktu satu tahun pertama. "Karena kita tidak dapat mengeksploitasi peluang dalam waktu singkat," demikian ujarnya.

Sementara di tengah penyampaian pertanggungjawaban Bupati Kukar di hadapan anggota Dewan, di luar gedung sidang utama DPRD Kukar massa dari tiga kelompok melakukan aksi unjuk rasa dengan berorasi dan membawa poster.

Ketiga kelompok massa itu adalah Komunitas Orang Pinggiran (KOPI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) dan LSM Barisan Oposisi Murni (BOM) Kukar.

Ketiga massa ini sengaja menghadang Syaukani di luar pintu masuk gedung sidang utama DPRD untuk menyampaikan aspirasi yang intinya mempertanyakan komitmen Syaukani dalam pemberantasan KKN. (Joe/Nop)

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Seminggu Menghilang, Warga Sanga-Sanga Ini Ditemukan Mengambang di Sungai
PMII Kukar Gelar Pelatihan Kader Dasar se-Kaltim
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Kuras ATM Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Hipnotis Dibekuk Petugas Polres Kukar
Barang Bukti Narkoba, Sajam, Senpi Hingga Uang Palsu Dimusnahkan
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Bawakan 8 Lagu, Via Vallen Sukses Goyang Tenggarong
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
 
Lepas Jorge Gotor, Mitra Kukar Rekrut Bek Asal Brazil
KFL-Liga 2 2017, Perebutan Zona 4 Besar Makin Sengit
 
Kongres Dunia CIOFF ke-47 di Tenggarong Berakhir Sukses
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
 
Wow! Menangi Kompetisi LINE, Mahasiswa Unmul Asal Tenggarong Ini Dapat Hadiah Jalan-Jalan ke Jepang
Digagas IKA SMANSA Tenggarong, Guru dan Karyawan SMAN 1 Tenggarong Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com