Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Keberatan Jika Fosil Ulin Purwajaya Dipindah, Ini Alasan Camat Loa Janan

Ketua DPRD Kukar Salehuddin (kiri) saat meninjau lokasi penemuan fosil ulin di desa Purwajaya, Loa Janan, beberapa waktu laluKetua DPRD Kukar Salehuddin (kiri) saat meninjau lokasi penemuan fosil ulin di desa Purwajaya, Loa Janan, beberapa waktu lalu
Photo: Istimewa


Penemuan fosil ulin raksasa di Loa Janan menjadi buah bibir para pecinta batu akik
Penemuan fosil ulin raksasa di Loa Janan menjadi buah bibir para pecinta batu akik
Photo: Dok. IAGI Kaltim

KutaiKartanegara.com - 06/07/2015 23:13 WITA
Terkait adanya wacana pemindahan fosil ulin raksasa di desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, ternyata membuat Camat Loa Janan Mastukah cukup resah dan gelisah. Camat perempuan satu-satunya di Kutai Kartanegara (Kukar) ini mengaku sangat keberatan jika fosil tersebut dipindahkan.


Camat Loa Janan beralasan, pemindahan fosil ulin raksasa ini bakal merusak jalan di desa tersebut. Oleh karena itu, Mastukah mengaku tak rela jika jalan yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun dan menghabiskan dana milyaran rupiah ini akhirnya rusak gara-gara pemindahan fosil ulin.


Menurut Mastukah, jalan di desa sepanjang 3 km yang sudah dicor tersebut hanya mampu menahan beban sampai 2 ton. Sedangkan fosil ulin Purwajaya beratnya diperkirakan mencapai 50 ton. "Kalau fosil itu dipindah, jalan yang sudah dibangun dengan menghabiskan uang rakyat sampai milyaran rupiah dipastikan akan hancur," cetusnya.


Mastukah bahkan siap pasang badan dan tak akan mengeluarkan surat rekomendasi pemindahan fosil ulin itu ke Samarinda atau daerah lain di luar Kukar. "Saya tidak mau fosil ulin Purwajaya dipindah dari tempat asalnya, kecuali memang ada keputusan tersendiri dari Pemkab Kukar karena lokasi penemuan fosil ulin ada di wilayah administrasi Kabupaten Kukar," ungkapnya.


Sementara itu Assisten I Setkab Kukar H Chairil Anwar meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar untuk membuat kajian lebih dalam tentang apakah fosil ulin tersebut layak dipindah atau tidak. Dan bahkan jika memungkinkan, lokasi penemuan fosil itu dijadikan obyek wisata.


"Setelah kajian selesai oleh Disbudpar, sampaikan ke saya, apa yang harus Pemkab Kukar lakukan terhadap fosil ulin Purwajaya yang sedang jadi sorotan para pencinta batu akik ini," katanya.


Sekedar informasi, fosil ulin ini ditemukan oleh Gandi Saputra sejak 15 tahun lalu di lahan milik Joko. Dari hasil identifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim, fosil ulin ini memiliki panjang 25,8 meter, dengan diameter bawah mencapai 0,95 meter dan diameter atas mencapai 0,67 meter. Sedangkan usia fosil diperkirakan sekitar 12 juta hingga 5 juta tahun lalu.


Pihak IAGI Kaltim sendiri beserta Balai Pelestarian Cagar Budaya Wilayah Kalimantan merekomendasikan agar fosil ulin raksasa ini tidak dipindahkan dari desa Purwajaya lantaran fosil itu sudah jadi benda cagar budaya. Mereka bahkan merekomendasikan agar lokasi penemuan fosil ulin ini dapat dijadikan obyek wisata. (and/win)

Berita Terkait:
Fosil Ulin Raksasa di Loa Janan Bisa Jadi Obyek Wisata Kelas Dunia (24/06/2015)


 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Edi Damansyah Pimpin Peringatan Hari Pramuka ke-56
Warga Loa Ipuh Darat Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Mobil
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Sabu Senilai Rp 1,5 Milyar Dimusnahkan Dengan Cara Diblender
Polres Kukar Ringkus Bandar Besar Narkoba di Samarinda
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
Bawakan 10 Lagu, Jamrud Sukses Guncang Rock In Borneo 2017
 
Semen Padang FC 1-2 Mitra Kukar: Dua Gol Marclei Bawa Naga Mekes Tumbangkan Tuan Rumah
Semen Padang FC vs Mitra Kukar: Naga Mekes Ingin Bawa Pulang Poin Dari Padang
 
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
Erau 2017 Berakhir, Kesultanan Kutai Laksanakan Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur
 
Ini Dia Kwarran Pramuka Kecamatan Paling Giat se-Kukar
Lulus UN, Pelajar SLTA di Tenggarong Corat-Coret Seragam
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com