Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Kasus Penyerobotan Lahan, Warga Tuntut Izin PT SSP Dicabut

Warga membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap PT SSP yang beroperasi di Muara Badak dan Marang Kayu Warga membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap PT SSP yang beroperasi di Muara Badak dan Marang Kayu
Photo: Agri


Warga melakukan aksi tutup mulut dengan memplester mulut mereka dengan lakban
Warga melakukan aksi tutup mulut dengan memplester mulut mereka dengan lakban
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 31/10/2013 15:34 WITA
Ratusan warga Kecamatan Muara Badak dan Marang Kayu didukung elemen mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Perjuangan Rakyat (Gapura) melakukan aksi tutup mulut di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Tenggarong, Rabu (30/10) siang kemarin.


Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap penyerobotan lahan milik warga oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Subur Sawit Platinum (SSP).


Warga menuntut kepada Bupati Kukar dapat segera mencabut izin lokasi perusahaan PT SSP agar mereka bisa kembali bercocok tanam di atas lahan yang telah dicaplok perusahaan tersebut.


"Kami minta Bupati Kukar dapat segera mencabut izin PT SSP. Jika tidak, kami akan membakar kantor PT SSP," ancam Ahmad Yani, Korlap Gapura yang juga pengurus Himpunan Mahasiswa Kukar Samarinda itu.


Menurut Ahmad Yani, PT SSP tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah dengan warga yang menjadi pemilik lahan. "Ada sekitar 300 hektare lebih lahan warga yang dicaplok dan tak sepeser pun diganti rugi," ujarnya.


Tak hanya didukung sejumlah elemen mahasiswa, aksi damai warga Muara Badak dan Marang Kayu ini juga mendapat dukungan dari aparatur pemerintahan setempat. Selain diikuti dua Kepala Desa (Kades) di Muara Badak yakni Kades Tanjung Limau dan Kades Salo Cella, Camat Muara Badak Sunggono pun ikut bergabung bersama warga.


"Yang pasti kami tak ingin hak-hak warga kami dirugikan. Karena warga memiliki bukti, mereka bercocok tanam dan mengolah lahan di situ. Namun lahan mereka diserobot tanpa adanya pergantian hak-hak mereka," kata Camat Muara Badak, Sunggosono.


Senada dengan Camat Sunggosono, Kades Tanjung Limau Burhan Pribadi menyayangkan penggusuran lahan warga oleh PT SSP. Padahal, lanjut Burhan, warga awalnya siap untuk melepas lahan mereka jika mendapat kompensasi yang jelas dari PT SSP.


"Namun kenyataannya, mereka langsung main gusur saja tanpa pernah berkomunikasi dengan warga sebagai pemilik lahan, maupun dengan saya sebagai kepala desa. Bukan saya saja yang tidak dianggap, bahkan juga Camat tidak dianggap oleh mereka. Oleh karena itu kami minta agar izin mereka dicabut saja. SSP tidak perlu hadir di Muara Badak dan Marang Kayu. Mudah-mudahan Bupati dan dinas terkait memperhatikan hal ini, karena perusahaan ini hanya ingin merampok hak masyarakat," cetusnya.


Aksi damai warga Muara Badak dan Marang Kayu kemarin mendapat pengamanan ekstra dari pihak kepolisian. Bahkan Kapolres Kukar AKBP Abdul Karim ikut turun langsung ke lapangan dan memberikan alternatif penyelesaian kasus tersebut.


Menurut Kapolres Kukar, warga sebaiknya membuat laporan resmi ke kepolisian dengan menyertakan bukti-bukti. Dalam hal ini, untuk Muara Badak dan Marang Kayu masuk dalam wilayah hukum Polres Bontang.


"Jika sudah ditangani kepolisian, akan dilakukan pemeriksaan sampai penentuan tersangka. Kalau hal ini telah dilakukan, Polres Bontang akan membuat surat kepada Bupati untuk membekukan sementara operasional perusahaan. Dan apabila dari penyidikan ini mereka terbukti bersalah, izin mereka tentu saja bisa dicabut," demikian kata Abdul Karim. (win)


Camat Muara Badak Sunggono menghimbau kepada warga untuk tidak melakukan aksi anarkis dalam menyuarakan aspirasi mereka
Photo: Agri

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Bikin Macet Hingga 4 KM, Mobil Milik Warga Tenggarong Terbakar di Kawasan Tahura
Jatuh Dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Perairan Delta Mahakam
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Sempat Unggul di Babak Pertama, Mitra Kukar Tumbang di Kandang Persela
Persela Lamongan vs Mitra Kukar: Naga Mekes Buru Poin di Lamongan
 
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
Undang Delegasi 7 Negara, Erau 2018 Digelar Pada 21-29 Juli
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com