Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Pengungsi Banjir Perlu Obat dan Kelambu

Pengungsi sangat memerlukan kelambu untuk mengatasi gigitan nyamuk di malam hari
Pengungsi sangat memerlukan kelambu untuk mengatasi gigitan nyamuk di malam hari
Photo: Buyung Marajo

KutaiKartanegara.com - 10/01/2009 22:46 WITA
Banjir yang masih tinggi di wilayah Kecamatan Muara Kaman membuat sejumlah warga masih bertahan di pengungsian. Hingga saat ini, tak kurang dari 47 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi di beberapa lokasi di Desa Muara Kaman Ilir yang bebas banjir.


Menurut Camat Muara Kaman, Asmuni, para pengungsi sementara ini banyak yang mendirikan pondok atau tenda darurat di daerah Tebalai dengan jumlah mencapai 40 KK. "Kemudian sisanya sebanyak 5 KK menempati Balai Desa Muara Kaman Ilir, dan 2 KK mengungsi di Gunung Lawas," ujarnya.


Ditambahkan Asmuni, pihak Pemkab Kukar lewat Satlak Penanggulangan Bencana maupun pihak-pihak lain telah menyalurkan bantuan sembako dan terpal untuk korban banjir di Muara Kaman.



Tak hanya orang dewasa, banyak balita di daerah pengungsian yang rawan terserang penyakit
Photo: Humas Kukar/Rofiq

Kendati demikian, lanjutnya, bantuan sembako tersebut tidak mencukupi untuk dibagikan kepada seluruh KK korban banjir. "Saya mengharapan kembali dari Pemkab Kukar untuk dapat memberikan bantuan tambahan," ujarnya.


Sementara para pengungsi mengeluhkan kurangnya bantuan obat-obatan untuk korban banjir. "Kami disini selama berada di pengungsian serba kekurangan. Mulai air bersih, penerangan, sembako serta obat-obatan," kata seorang ibu bernama Anot.


Ditambahkan Anot, para pengungsi perlu obat untuk mengatasi gatal-gatal, penyakit maag, batuk, flu, demam ringan dan alergi.


"Kami juga sangat berhadap dapat bantuan kelambu untuk melindungi anak-anak kami dari serangan nyamuk. Selama berada di pengungsian ini, kami mulai terkena penyakit gatal-gatal," keluhnya. (win)

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Seminggu Menghilang, Warga Sanga-Sanga Ini Ditemukan Mengambang di Sungai
PMII Kukar Gelar Pelatihan Kader Dasar se-Kaltim
 
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Edarkan Sabu, Dua Oknum PNS Diringkus Polisi
Kuras ATM Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Hipnotis Dibekuk Petugas Polres Kukar
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Bawakan 8 Lagu, Via Vallen Sukses Goyang Tenggarong
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
 
Laga Kedua Grup B, Mitra Kukar Waspadai Motivasi Pemain Kalteng Putra
Atasi Martapura FC, Mitra Kukar Pimpin Klasemen Grup B
 
Kongres Dunia CIOFF ke-47 di Tenggarong Berakhir Sukses
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
 
Wow! Menangi Kompetisi LINE, Mahasiswa Unmul Asal Tenggarong Ini Dapat Hadiah Jalan-Jalan ke Jepang
Digagas IKA SMANSA Tenggarong, Guru dan Karyawan SMAN 1 Tenggarong Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com