Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Buku Tamu KutaiKartanegara.com | Halaman 7
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu

ARSIP BUKU TAMU

 
Buku Tamu KutaiKartanegara.com
3501-3550
3551-3600
3601-3650
3651-3700
3701-3750
3751-3800
3801-3850
3851-3900
3901-3950
3951-4000
4001-4050
4051-4100
4101-4150
4151-4200
4201-4250
4251-4300
4301-4350
4351-4400
4401-4450
4451-4500
4501-4550
4551-4600
4601-4650
4651-4700
4701-4750
4751-4800
4801-4850
4851-4900
4901-4950
4951-5000
5001-5050
5051-5100
5101-5150
5151-5200
5201-5250
5251-5300
5301-5350
5351-5400
5401-5450
5451-5500
5501-5550
5551-5600
5601-5650
5651-5700
5701-5750
5751-5800
5801-5850
5851-5900
5901-5950
5951-6000
6001-6050
6051-6100
6101-6150
6151-6200
6201-6250
6251-6300
6301-6350
6351-6400
6401-6450
6451-6500
6501-6550
6551-6600
6601-6650
6651-6700
6701-6750
6751-6800
6801-6850
6851-6900
6901-6950
6951-7000
7001-7050
7051-7100
7101-7150
7151-7200
7201-7250
7251-7300
7301-7350
7351-7400
7401-7450
7451-7500
7501-7550
7551-7600
7601-7650
7651-7700
7701-7750
7751-7800
7801-7850
7851-7900
7901-7950
7951-8000
8001-8050
8051-8100
8101-8150
8151-8200
8201-8250
8251-8300
8301-8350
8351-8400
8401-8450
8451-8500
8501-8550
8551-8600
8601-8650
8651-8700
8701-8750
8751-8800
8801-8850
8851-8900
8901-8950
8951-9000
9001-9050
9051-9100
9101-9150
9151-9200
 
 

 

 

 

 

pilkada telah usai,ternyata pak kaning,InsyaAllah bisa dipastikan menduduki ranking teratas dlm perolehan suara,dan ini jawababan yang bijak dimana selama ini kalau kita lihat postingan seoalah-olah pak kaning itu orang yg terburuk,,ternyata dengan 63,sekian persen suara ke beliau dengan tiga kandidat tidak meluluhlantakan kecintaan rakyat kukar pada beliau,,,entah apa lagi alasan orang2 yg tidak suka dengan pak kaning,biasanya orang kalah akan selalu mencari-cari alasan dan kambing hitam,diantara kambing putih....sepuluh menghujat beliau,tapi seribu mendukung beliau,,,kalau kita melihat kebelakang dengan berbagaimacam cara orang menjegal beliau,,dari gubernur yg licik,,sampai dipusat,,dipermainkan para pejabat disana,,tapi dengan persatuan pendukung beliau ternyata tetap masa sulit itu bisa dilalui,lalu penyeberan famplet2 10,dosa besar pak kaning,,pasca pilkada,,ternyata tdk menyurutkan sebuah pengabdian rakyat pada beliau,,padahal seleberan itu sdh sangat menyebar ke mana-mana,tapi rakyat tetap tdk bergeming,,karena kecintaan rakyat yg mendukung beliau bukan setengah hati...terlihat dgn sebuah spanduk besar di jln kartini,,WALAU BUMI GONJANG GANJING,KAMI TETAP PILIH PAK KANING,,dan kekalahan kandidat lain mereka gak punya fans fanatik,,bravo buat pak kaning,,,bagi saudara2 yg tidak sealur dan tdk sehaluan,,,legowo aja,lah kalau jago anda kalah,,gak usah nyari alasan itu...ini,,sportif gito,,loh.. walau sy bukan paranormal tapi begitu melihat rivalnya pak kaning adalah pak aji sofyan alex dan pak udin mex,,,mereka berdua bukan tandingan pak kaning...kalau boleh sy tulis PKS,ATAU PAN,,gak tepat milih calon,,,bupati,,ayam kampung diadu sama ayam ras...he..he..he..ya..keok..ayam ras..namun yg jelas lihat aja nanti,,,akan banyak pemandangan,,yg menggelikan,,yang dulunya menghujat pak kaning datang bawa proposal..minta bantuan,,seolah-olah cuci tangan ,,buat web..salam sejahtera..kukar tetap jaya.
andi subari <bhirawa@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 04 Juni 2005 19:11:11 WITA




"PILKADA BERES"

PILKADA udah selesai and sukses nich.. moga aja dengan ini kukar tambah kondusif and aman sebagai parameter daerah lain yang belum ngadain PILKADA.
siapa pun orang yang bakal jadi pemimpin kita aq rasa gak terlalu penting dech... karena bagi kaum kayak kita gini nich.. yang penting itu semua tindakan and kebijakan mereka lah yang harus berpihak bagi kepentingan rakyat.
biar pun pada awalnya orangnya baik and memaparkan semua program2nya untuk kepentingan rakyat tapi ntar begitu udah jadi eh malah kepentingan pribadi yang diutamakan kan yang begini ini yang gak kita mau.
selamat bagi bapak bupati dan bapak wakilnya yang terpilih harapan kami besar terhadap bapak2 untuk membawa kami pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat kukar yang berkesinambungan.

aspani <PaniEmb@yahoo.com>
embalut kukar, kaltim, Indonesia - 04 Juni 2005 10:22:09 WITA




Selamat dan Sukses buat Bapak Drs. H. Syaukani HR.MM dan Bapak Drs. H. Samsuri Aspar terpilih menjadi BUPATI dan WAKIL BUPATI Kutai Kartanegara periode 2005 - 2010

Berantas tikus-tikus yang selalu merogoti keberhasilan pak Kaning. jauhkan dari pada muka-muka manis yang berhati busuk. Pak Kaning janganlah ragu kami selalu mendukung program Gerbang Dayaku. Sukses dan bravoooo. WASPADALAH...Orang-orang muka munafik.

Sangasanga. 04 Juni 2005
TIM S2CS


Bahrudin Ramli
Ketua

S2CS <adry_septian@yahoo.com>
Sangasanga, KALIMANTAN TIMUR, Indonesia - 04 Juni 2005 08:19:23 WITA




DR. Drs. Syaukani Hassan Rais MM,

Selamat dan ikut bangga atas terplihnya anda kembali menjadi Bupati Kutai Kartanegara bersama dengan wakil anda, Bpk. Samsuri.

Semoga sukses dan menjadi keteladanan bagi seluruh Bupati di Indonesia.

Prof. Dr. Eliezer H. Hardjo
Alumni & International Faculty Member
Kennedy-Western University


Prof. Dr. Eliezer H. Hardjo <ehardjo@gmail.com>
Jakarta, DKI, Indonesia - 03 Juni 2005 09:35:11 WITA




Pilkada sudah kita lewati,pemenang sudah kita ketahui walau pun belum di syahkan oleh DPRD dan di lantik. Mari kita terima dengan lapang dada dan penuh kerelaan. Bagi yang kecewa calonnya kalah jangan bersedih, itulah namanya demokrasi. Tentang kecurangan dalam pilkada kita serahkan saja ke panwas untuk di tindaklanjuti. Mengenai masalah korupsi di Kukar mari kita berdoa kepada Allah SWT agar cepat di tuntaskan oleh aparat hukum. Serahkan semuanya kepadanya, karena Allah maha mengetahuinya. Biarkan Allah menghukum dengan caranya sendiri.



Herdi <Tang_tang@usa.com>
Tenggarong, , Indonesia - 03 Juni 2005 03:33:38 WITA




Kepada Yth.
Teman2 Mahasiswa Kukar
Di Jabar
IPB, ITB, UNPAD

Assalamualaikum..wr..wb

Saya mohon dan menghimbau kepada teman2 apabila menerima berita/kabar dari seseorang yang mengatasnamakan kami, jangan terlalu dipercaya. Cek dulu kebenarannya.
Sebab baru2 ini ada keluhan dari teman2, bahwa ada oknum yang mengatasnamakan FMBUD KUKAR menggalang dana untuk kemahasiswaan, yg dimana memakai nama saya (Bayu E.Yulian).

Dan saya tegaskan itu TIDAK BENAR!!!!.

Untuk mengetahui bahwa sesuatu itu benar atau tidak????
Hubungi saya langsung via ponsel atau di E-mail ini atau mas_byu@sctvnews.com
atau langsung ke alamat Asrama Putra TPB-IPB C3 296, IPB Darmaga Bogor 16680.

Terima kasih

ttd

Bayu E.Yulian

Bayu E. Yulian <byu_ey@yahoo.com>
Bogor, Jabar, Indonesia - 02 Juni 2005 19:07:16 WITA




satu yg ga' gua suka dari web ini > WARNANYA BIKIN SAKIT MATA !!! wahai webmaster... please use cool color man....
iwan <iwan71@plasa.com>
banjarmasin, , Indonesia - 02 Juni 2005 16:50:52 WITA




'kendi yang bermanfaat bukan kendi yg penuh,
kendi penuh adalah kendi yg tidak berguna,
Kendi kosonglah kendi yg dipakai- kosong karena isinya dikeluarkan.
semakin banyak anda memberi,
anda bukan semakin kosong sebaliknya anda akan semakin ber isi.
ber isi karena mengosongkan!!.
berisi bukan karena mengambil atau berhasil mengumpulkan sebanyak mungkin!!,
sebaliknya berisi karena banyak memberi atau berkorban.
itulah sebaik-baiknya manusia,
dan itulah manusia yg paling tepat menjadi pemimpin daerah ini nantinya....amien'

Rahmad noor natsir <rahmadnoor@plasa.com>
malang, jatim, Indonesia - 02 Juni 2005 00:32:55 WITA




wah3!!!! seru ya!!! ngomongin orang?! hey3! chck this out!

1. kapan kah seorang pemimpin dihargai? (ketika dia sudah tidak mempunyai saingan lagi!!)

2. kapan kah rakyat indonesia mau saling menghargai? (ketika semua orang sudah menjadi pemimpin dan merasakan nikmatnya memimpin)

3. siapakah sebenarnya orang2 yang sering mengkritik seorang pemimpin?? (yang gua tau, pasti orang2 yang belum pernah memimpin, ato dia gk becus waktu memimpin... hahahhahh!!!)


jadi gua saranin, saat sekarang ini boleh saja saling iri... tpi ntar klo hasilnya udah keluar, harap saling menghargai ya!! toh lo2 pade gk bisa ngerubahnya..... lagian... sejauh yang gua pantau, koq aneh? lo2 pade gk berani masukin nama asli lah, imel asli lah.... parah!!! g'mana mau jadi pemimpin? bisanya cuman jadi pecundang sejati (up's salah, mksdnya penghujat sejati..)
en, klo emang merasa cool knp gk diadain acara debat langsung...jadi par calon pilkada tau siapa yang gk suka ma dia..(atau, yang selama ini menghujat adalah bawahan masing2 calon yang pengen jadi pmimpin?? hahaha!!!)
oh iya, klo gk setuju sama omongan gua, gua tunggu di tgr... anytime, anywhere!!!! gua mahasiswa en gk takut sama yang namanya pemimpin...



salam ganesha!!!!


hidup gua!!!

hahahaha!!!

doli <chockey_tgr@yahoo.com>
ada deh, mau tau aja!!!, ada deh, mau tau aja!!!, Indonesia - 01 Juni 2005 22:51:02 WITA




katanya di Pulau Kumala status para karyawannya masih belum jelas, sedangkan mereka telah bekerja sudah lama, bagaimana tindakan dari Pemda Kutai Kartanegara selanjutnya?????
Apalagi mereka selama bekerja juga tidak pernah mendapatkan jaminan kesehatan (Jamsostek)...
Padahal Kutai Kartanegara dikenal dikenal dengan Daerah yang terkaya di Indonesia, sedangkan menangani salah satu aset daerah saja sepertinya masih rancuh....

hutabarat <abc@kutaikartanegara.com>
tenggarong, kalimantan timur, Indonesia - 01 Juni 2005 21:28:20 WITA




HAI HATI2 KALO MAU NYOBLOSSSSSSSSSSSSS!!!!!!

BACA DOA, LIAT ORANGNYA........
PILIH YANG BAIK DAN BERAKHLAK MULIA......
LANGSUNG COBLOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

mbah <mbah_ctr@yahoo.com>
Suku Bangsa, KALTIM, Indonesia - 01 Juni 2005 13:07:52 WITA




bagi anda yg sering menghujat pak kaning ingatlah anda itu belum tentu bersih dari orang yang anda hujat, biasanya maling itu sering teriak maling bahkan anda mungkin lebih lagi dari orang yang anda hujat..!!!
yudi <nisawahyudi@yahoo.com>
tenggarong kukar, kaltim, Indonesia - 01 Juni 2005 11:58:26 WITA




Ndak kemana leh....Taxi...Taxi
Nyeberang.....nyeberang.....
Loa Tebu mas.....
Samarinda......Rinda

Ucapan di atas biasa keluar dari para "penjaja" angkot yang biasa mangkal di terminal Timbau dan Kota Tenggarong.
Hari ini...suara2 itu akan terus menggema walaupun tak seberisik hari2 biasanya.
.........................PILKADA.............................
Yach...tepatnya hari ini, 1 juni 2005 Kutai Kartanegara tercinta akan melaksanakan pesta demokrasi yang ke-4 dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebelumnya pada pertengahan 2004 kemarin kita telah menjemput pemilu legislatif& pemilihan presiden(tahap satu&dua) secara langsung. Berbeda dengan pemilu kemarin yang dilaksanakan serentak di seluruh penjuru nusantara, pilkada kali ini dilansungkan bertahap di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, KUKAR diberi kehormatan untuk menggelar pesta demokrasi "daerah" lebih awal daripada daerah lain di Indonesia. Secara spektakuler juga, Kutai Kartanegara ditunjuk sebagai kab.percontohan(PERCOBAAN) bagi perhelatan akbar PILKADA di Negeri ini. Bagi warga Kutai Karatanegara khususnya dan Indonesia pada umumnya, hari ini adalah hari yang paling bersejarah dalam sejarah ketatanegaraan kita terutama dalam hal demokrasi yang tentunya pantas diabadikan dalam tinta sejarah bangsa Indonesia.
Awalnya semua pihak merasa sangsi terhadap KUKAR untuk dapat menggelar PILKADA dengan tepat waktu. Keraguan ini didasari oleh banyaknya masalah yang menghimpit KUKAR, dimulai dengan masalah politik yang tidak menetu dan berimbas kepada masalah keuangan pemda yang dinilai amburadul. Kabupaten yang notabene adalah kabupaten terkaya di Indonesia ini ternyata menghadapi berbagai kendala dalam mempersiapkan PILKADA, terutama masalah finansial dan kesiapan SDM-nya. Belakangan orang pun menyadari bahwa di kab. ini talah terjadi "inequality resource". Daerah ini mempunyai "natural resource" yang sangat berlimpah tapi "human resource" dinilai sangat kurang. Apa hubungan SDM dengan pilkada...?,tentu sangat berhubungan. Untuk melaksanakan pilkada, kita memerlukan SDM2 yang sangat mumpuni dan berkualitas agar pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan baik dan tanpa kekurangan yang mencolok.
Kutai Kartanegara tetaplah Kutai Kartanegara....Walaupun dihinggapi masalah di sana-sini, akhirnya PILKADA dapat digelar tepat waktu juga. Semua"stakeholders" di jajaran KPUD KUKAR telah menyatakan bahwa PILKADA tahun ini akan berlangsung dengan spektakuler dan sesuai rencana....yaitu menghasilkan "KUKAR IDOL" yang mantap. PILKADA kali ini akan menjadi ajang para "croser2 politik" kukar untuk memperebutkan satu "kursi empuk" yang bernama SINGGASANA KUKAR. Siapa yang memiliki "political resource" yang memadai akan melenggang dengan mulus menuju singgasana terseburt. Siapa pun nantinya yang terpilih sebagai Bupati-Wabup periode 2005-2010, tentunya diharapkan akan bisa membawa KUKAR ke era yang lebih baik.
Sebagai warga KUKAR, kita semua berharap PILKADA kali pertama ini akan berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Kita menginginkan kedewasaan dari semua elemen yang ada di KUKAR. Hanya dengan kedewasaan inilah, KUKAR akan dapat dibawa ke era kejayaan "BUMI MULAWARMAN" yang telah lama didengung-dengungkan oleh slogan GERBANG DAYAKU yaitu menuju masyarakat kutai yang madani. Kita tentunya ingin melihat KUKAR "tetap tersenyum" , tentunya dengan senyum kebahagiaan dalam menatap masa depan yang cerah.
PILKADA kali ini akan menjadi pros3es pembelajaran politik dan pendewasaan bagi warga KUKAR. Sukses atau tidaknya PILKADA sangat bergantung kepada sejauh mana kedewasaan dan kematangan berpoliti semua elemen di KUKAR. Kita tentunya tidak menginginkan adanya ketidak-fair-an dan tumpang tindih(overlapping) kepentingan terjadi dalam pelaksanaan PILKADA ini. Hasil PILKADA kali ini akan sangat menentukan sejauh mana niat KUKAR dalam menuju "Good&clean govermant". Good&clean govermant sangat diperlukan untuk memangkas "HALF WAY BIROCRATION" yang selama ini menghinggapi negara kita. Untuk menuju ke arah good&clean govermant diperlukan pemimpin yang memiliki "political resource" yang handal dan mendapatkan dukungan dari semua elemen yang ada.
Mengapa kita memerlukan good&clean...?. Good&clean goivermant diyakini akan dapat membawa suatu pemerintahan yang lebih baik,disinilah "akuntabilitas seorang pemimpin sangat diperlukan. Kita tidak menghendaki terjadi "chaos" setelah pelaksanaan PILKADA ini gara-gara salah menentukan pilihan terhadap para calon pemimpin kita.

Dengan mengucap puji&syukur kehadirat Allah Tuhan YME, akhirnya dengan penuh kebanggaandan kebagagiaan yanh tak bisa diuraikan dengan kata2 saya mengucapkan......"SELAMAT KUKAR-KU"...........Sambut&laksanakan pilkada ini dengan senyuman dan semangat yang baru...Jika dalam olahraga kita mengenal istilah "SPORTIF&FAIRPLAY", alangkah indahnya kita juga menggunakan ke-2 istilah tersebut dalam pelaksanaan PILKADA kali ini.....

Untuk para calon Bupati-Wabup yang bertarung di "RING PILKADA", saya ucapkan selamat berjuang&berkompetisi.........berkompetisilah dengan sehat...jangan melakukan manufer2 politik yang dapat memecah belah KUKAR....Ingat, kita semua mencintai KUKAR...kita adalah satu.....Siapa pun yang terpilih nantinya, jadilah nahkoda yang handal&bawalah KUKAR ke arah yang lebih baik....KUKAR membutuhkan pemimpin yang berjiwa besa

Akhirnya, saya yakin....PERSATUAN&KESATUAN AKAN MEMBUAT HIDUP LEBIH HIDUP.....make more to life.
Wassalam.....

By: RUDIN HAMSYAH
MAHASISWA METEOROLOGI&GEOFISIKA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR(IPB).
E-mail: syah_delfi@yahoo.com
Contact person: 08125567470

Rudin Hamsyah <syah_delfi@yahoo.com>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 01 Juni 2005 11:57:28 WITA




kasihan deh kaning di hujat mulu...
kaning tu pintar tapi sayang pintarnya mgibuli rakyat mulu......


Hm....

Mat <mat@yahoo.com>
jkt, dki, Indonesia - 01 Juni 2005 01:12:18 WITA




saya doakan agar pilkada di kabupaten kutai kartanegara sukses.Http://www.JutawanDunia.com
Noris <noris@JutawanDunia.com>
Samarinda, kaltim, Indonesia - 31 Mei 2005 12:47:09 WITA




senang bisa membuka website dari kutaikartanegara, semoga kabupaten ini bisa terus eksis dan berjaya dimasa depan.
Noris <noris@JutawanDunia.com>
Samarinda, Kaltim, Indonesia - 31 Mei 2005 12:38:24 WITA




Orang-orang seperti paparazi dkk bisa digolongkan sebagai para penjilat. Ia rupanya sulit mencari cara untuk membalas kebaikan bos-nya sehingga satu-satunya cara adalh dengan menjilat alias memuji2 bos-nya tersebut. Setelah ada Kaning Idol, Gerbanghartaku Idol, alangkah baiknya kalau ada pula JILAD PANTAT IDOL, pasti paparazi dkk pemenangnya.
sulton saladin <dinai@cbn.net.id>
Nunukan, kaltim, Indonesia - 31 Mei 2005 10:39:18 WITA




Memang benar kalau di katakan bahwa orang miskin di Kukar paling banyak di Kaltim. Benar pula kalau dikatakan bahwa APBD di Kukar tertinggi di INdonesia yaitu rata-rata 2,6 triliun tiap tahun. Dan benar pula kalau dikatakan bahwa utang Pemda Kukar paling banyak di Kaltim. Tetapi tidak benar kalau dikatakan bahwa banyaknya orang miskin di Kukar adalah tanggungjawab Pak Syaukani selaku mantan Bupati yang mengendalikan Kukar lima tahun yang lalu. Mengapa ? saya melihat orang miskin di Kukar itu disebabkan karena mereka itu pemalas,sok jaga genksi, sok suci dan pilih-pilih rezeki. Cobalah luangkan waktu datang ke rumah Pak Kaning, mau minta uang gitu... pasti dikasih, apalagi kalau mau rajin-rajin datang tiap hari, pasti dikasih karena beliau itu pemurah. Diantara para calon Bupati, Pak Kaning paling kaya dan tentunya paling banyak duwitnya. Saya adalah contohnya, selama beberapa tahun saja menjadi pimpro di salah satu instansi di KUkar; kehidupan ekonomi keluarga saya sudah naik drastis. Rumah, mobil, tanah, deposito dan perhiasan sekarang sudah berlimpah ruah. Prinsip saya buat apa capek-capek banting tulang mencari uang kalau hal itu bisa didapatkan dengan sulap-sulapan ?. Mark up proyek fisik kalau di daerah lain mungkin hanya berkisar 20-30%, di KUkar bisa sampai 60 % dan itu dijamin aman-aman saja.Sampeyan2 yang koar-koar soal korupsi karena belum merasakan duwit korupsi sih..pada hal enak tenan. Jangan takut nanti perbuatan sampeyan mau di usut oleh aparat hukum, karena telah lama Kukar itu menjadi surga bagi para koruptor. Kejari Tengggarong saja sampai saat ini baru menangani satu kasus beras Raskin alias korupsi kelas teri. Yng kelas kakap apalagi yang melibatkan pejabat diatas saya, aman-aman saja. Buktinya sampai saat ini saya tetap bisa menikmati hasil korupsi tanpa harus was-was atau gundah hati. Tiap minggu bisa terbang ke Jakarta untuk belanja sambil ketemu bini muda: aduh betapa nikmatnya hidup di dunia. Biarlah rakyat Kukar yang lainnya hampir mati kelaparan yang penting aku kenyang, emangnya gua pikiriiiiiiiiiiiin....?????
Ishak udin, ST <ishak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 31 Mei 2005 10:33:47 WITA




saya sangat setuju dengan saudara paparazi dan saudara mukhtar, bahwa beliau bapak kita kaning telah merubah kota tenggarong, menjadi kota sangat terkenal di indonesia sabagai bukti telah kita ketahui, bahwa:
1. pembangunan fisik di tiap desa di seluruh kutai kartanegara yang dibiayai setiap desa 1 milyar/ 2 milyar/ th, hasilnya telah terlihat boongnya.
2. pendidikan telah mencapai nilai 9 ( ini urutan maha ) di kaltim alias sama saja, bahkan di sini, forum guru telah mengukir prestasi dengan menjadi motor penggerak demo, bukan motor penggerak mutu pendidikan.
3. dalam pembangunan tenggarong cukup fantastis, karena menyulap tenggarong manjadi kota yang terang benderang di malam hari tapi utangnya?................sedikit aja, cuma dalam itungan trilyun aja gichu.
4. PAD tenggarong lumayan fantastis, sehingga pendapatan perkapita tertinggi di Indonesia, tapi yang miskin? (tetap aja gak sedikit)
cukup leh males aku nulis lagi, met pilkada, karena etam bukan termasuk cerdas seperti kata paparazi, youk kita milih selain nomor 3, nomor 2 juga baik di pilih.

paparon <paparon@piza.com>
kotabangun, kaltim, Indonesia - 30 Mei 2005 21:30:28 WITA




Setuju sekali dengan pendapat paparazi dan Mukhtar. Selain lusinan alasan untuk memilih Syaukani Syamsuri, ada lusinan juga alasan untuk tidak memilih pasangan Syaukani-Syamsuri. Tapi aku lebih memilih pasangan SS dengan alasan-alasan yang SANGAT RASIONAL,diantaranya :
1. Pak Kaning berhasil membangun Kukar sehingga jumlah orang miskin di Kukar paling banyak seluruh Kaltim. Mungkin sebagai wujud kepeduliannya pada rakyat Kukar, orang miskin di KUkar sengaja dilestarikan dan tidak di entaskan dari kubangan kemiskinan. APBD KUkar yang terbesar di Indonesia rata-rata 2,6 triliun pertahun rupanya masih kurang untuk mengentaskan rakyat KUkar dari kubangan kemiskinan. Bandingkan dengan Balikpapan yang hanya 600 milyar tapi rakyatnya relatif hidup sejahtera dibandingkan dengan KUkar.
2. Pak Kaning telah berhasil membangun ekonomi rakyat KUkar paling tidak untuk kalangan pejabatnya, sehingga perut mereka gendut-gendut karena kelebihan duwit, rumah, mobil dan deposito. Biarlah orang miskin di KUkar terbanyak di Kaltim miskin yang penting pejabatnya kaya-kaya.
3.Pak Kaning telah berhasil menjadi tauladan bagi umat kUKAR karena berhasil mendidik keluarganya yang bebas KKN, bebas Narkoba dan sebagainya. Bahkan kabarnya anak Pak Kaning berhasil menjadi bintang film porno yang telah beredar luas di masyarakat hanya sayang VCD-nya masih BELUM ADA JUDUL.
4.Dikolong langit manapun yang namanya pembangunan itu bukan hanya pembangunan fisik tapi juga pembangunan mental spiritual. Kalau pembangunan ternyata hanya maju secara fisik itupun hanya di Tenggarong dan dananya ngutang lagi, pada hal APBDnya besar, serta rakyat miskinnya paling banyak: pembangunan macam apakah itu ?.
4. Dll semua orang juga sudah tahu ... he...heee...heeeeh hidup Pak Kaning!!!

Lanang sejati <lan@plasa.com>
balikpapan, kaltim, Indonesia - 30 Mei 2005 17:58:34 WITA




Wadah leh kaning kalah.....


mundur aja jadi peserta pilkada,bagai mana kalau ikut pilkades aja pasti menangnya....

Mat <Mat@yahoo.com>
jkt, dki, Indonesia - 30 Mei 2005 17:48:38 WITA




setuju dengan paparazi
hanya orang yang pintar dan dewasa saja yang akan memilih pasangan calon bupatinomor 3

tapi masalahnya, di daerah ini, lebih banyak orag bodohnya dibanding yag pintar. contoh saja banyak yang suka ngantri di rumah kaning dan rita, untuk mendapatkan lembaran rupiah, bila hari raya jumlah peminta membludak, di berbagai lembagai daerah ini.

selama pemerintahan terdahulu urutan mutu pendidikan kita seluruh kaltim ada di peringkat 9, wah saya takut banyak yang dak bisa milih nomor 3 nanti karena dak sepintar dan sedewasa paparazi hehehe

jangan marah..........

ares <antares_ares@plasa.com>
tgr, kaltim, Indonesia - 30 Mei 2005 09:18:10 WITA




Ungkapan Mukhtar di buku tamu ini KANING BANGET. Di setiap kampanye, pak Kaning selalu ngomong gitu ya? Yang mana sih fitnah? Bosan tuh kalo fakta yang diungkapkan orang lain malah dikatakan fitnah. Kalo aku sih, setuju sama WB, kalo jelek ya jelek. Buat apa menjilat, dengan mengatakan yang jelek itu baik. Itu memang jurus yang paling sip untuk menutupi kekurangan dan kegagalan Gerbang Dayaku. Saya sih ketawa kalau ada yang justru masih mendewa-dewakan pak Kaning. Kalo duitnya habis, pengikutnya pasti kocar-kacir. Atau Muktar takut jabatannya diturunkan?
Kiko <kikoe_tenggarong@yahoo.com>
Tgr, Kaltim, Indonesia - 29 Mei 2005 16:53:32 WITA




Dimohon penulis yang mengatas namakan Front Pembela Islam, tidak lagi memakai atas nama FPI Jakarta
Terima kasih.

Udhy <udhy@yahoo.com>
Loa Kulu, Kaltim, Indonesia - 29 Mei 2005 06:23:43 WITA




Assalamualaikum...
Mencermati apa yang tersaji di buku tamu ini, menurut saya sangat menarik apa yang diungkapkan oleh Wahyu Barata. Terlepas dari kecenderungannya untuk mempromosikan seseorang, saya kira ini adalah pembelajaran politik yang wajar. Jika kemudian ada statemen yang justru membuka cara pandang dan pikir kita, itu adalah sesuatu yang luar biasa. Selama ini kan seringkali kita tidak dewasa memandang satu persoalan. Objektifitas kita terkalahkan oleh rasa kagum dengan sesuatu yang fantastis. Saya sendiri dulunya memang menganggap Kukar adalah sebuah daerah yang luar biasa. Namun setelah membaca berita dan tahu kalau justru di daerah ini pulalah gudang kemiskinan dan kebodohan, saya justru heran. Kok daerah sekaya ini bisa seperti itu.
Mungkin tendensius. Tapi, itulah kenyataan yang kini saya rasakan. Saya tidak sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Front Pembela Islam. Justru politik itu bisa membawa kita kepada kemuliaan, jika kita bisa menyalurkannya dengan cara-cara yang ihsan. Saya bahkan tidak setuju dengan apa yang pernah anda-anda lakukan beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Saya kok jadinya merasa malu sebagai orang Islam. Apakah begitu cara-cara yang dianjurkan Islam? Saya kira Rasulullah tidak menganjurkan seperti itu. Dalam tataran politik, justru banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Fraksi PKS di Samarinda yang menolak jika tempat maksiat diperdakan. Itu kan cara-cara yang cantik. Tidak perlu lah harus mempertontonkan keberingasa, yang justru akan merendahkan Islam itu sendiri. Islam kan rahmatan lil'alamin. Justru saya malah tidak percaya jika ada orang dari FPI yang memberikan pendapat seperti yang anda ungkapkan di buku tamu ini. Apalagi kapasitas anda yang berada jauh di Jakarta. Mungkin anda tidak lebih mengerti dengan saya, persoalan yang ada di Kukar saat ini.
Saya berharap ; semoga PILKADA di Kukar akan benar-benar menjadi sebuah barometer sebuah pesta demokrasi yang indah. Saya yakin setiap di perbedaan itu ada keindahan di sana.
Terima kasih, salam buat semuanya di Kukar.
Salam.
Rubi

Rubianto <rubianto@hotmail.com>
Samarinda, Kaltim, Indonesia - 28 Mei 2005 20:31:56 WITA




Berapa gerang kita-kita di beri duit ma kaning..?
satu alasan aja udah cukup buat ga pilih kaning...!!
yap KKN dari pimpinan ampe "kroco krocon bawahnya' semua,udah berasa bgt pada pemerintahan nya periode yg kemarin...


hmm

Mat <mat@yahoo.com>
jkt, dki, Indonesia - 27 Mei 2005 23:53:49 WITA




Apa benar, ada yang takut datang ke debat publik di hotel singgasana kemaren ya? He..he..he

Sebenarnya, apa sih yang mau diukur dengan acara itu? Tingkat kecerdasan para kandidat kah? Popularitas kah? Atau, acara itu dibikin supaya KPUD nya kelihatan cerdas?


Ujang <indie_borneo@yahoo.com>
Samarinda, Kaltim, Indonesia - 27 Mei 2005 23:07:02 WITA




ASS...
Takut debat?

Beberapa hari sebelumnya pasangan Bapak Aji Sofyan alex-M.Irkham melalui beberapa orang terdekatnya seperti Pak Marwan, telah mengeluarkan statemen yang mengisyaratkan ketidak hadiran Balonkada mereka pada acara yang digelar pada hari Rabu 25 mei 2005 kemarin yang bertempat di Ruang Mulawarman Hotel termegah di Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong, dengan alasan KPUD tak aspiratif terhadap usulan mereka,k terutama tentang kehadiran para Panelis antara lain Rizal Ramli, Sri Edi Swasono, Ichlasul amal, Ryaas Rasyid dan Hadi S Ali Kodra, yang mereka anggap ?dekat? dengan Pasangan Syaukani-Samsuri.
Terlepas dari anggapan kurang aspiratifnya KPUD terhadap usulan dari kubu Aji Sofyan Alex dan M.Irkham, nama besar para Panelis tak mungkin rasanya dipertaruhkan seperti kata Prof Ryas Rashid ?Saya tidak mungkin menjual integritas saya hanya untuk mendukung seseorang, apalagi momentum ini disiarkan oleh media elektronik dan cetak, pasti banyak yang mengamati dan nama baik saya dipertaruhkan?.
Kecewa, mungkin itu kata yang tepat untuk mengilustrasikan harapan akan serunya debat itu berjalan, tapi apa hendak dikata, dengan alasan yang dibuat-buat kedua pasangan yang ?Programnya? hanya bisa menghujat, menjelek-jelekan pasangan lain ini, ternyata tak lebih baik dari harapan masyarakat yang mendukungnya.
Kalau pasangan itu terdiri dari orang yang pintar, memiliki program yang jelas dan cerdas dan berwawasan luas serta berakhlak mulia, saya yakin inilah ajang untuk menunjukkan ?penampakan? intelektual, kecerdasan IQ, kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual mereka dihadapan panelis manapun tanpa pandang bulu.
Tapi kalau memang sejatinya Cuma pandai berkoar-koar, ya sama saja dengan Tong kosong nyaring bunyinya, apakah ini layak disebut pemimpin masa depan?pemimpin pembaharuan? Masyarakat kiranya perlu merevisi kembali niatnya untuk memilih pemimpin seperti ini agar tak menyesal, ?ibarat mengharap hujan dilangit, air ditempayan ditumpahkan? atau ?ibarat hendak menangkap burung dilangit, burung ditangan dilepaskan?.Lima detik diTPS nanti, sangat menentukan masa depan kita 5 tahun kedepan saudara2ku?..


Mukhtar <imailmukhtara@hotmail.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 27 Mei 2005 17:57:24 WITA




MENGAPA KITA PILIH SYAUKANI & SAMSURI LAGI??

12 ALASAN MEMILIH PAKET SYAUKANI-SAMSURI LAGI PERIODE 2005-2010.

1. KEDUANYA CERDAS, PEKERJA KERAS DAN SANGAT PEDULI PADA MASYARAKATNYA.
2. BERANI, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA.
3. BERWAWASAN LUAS, VISIONER DAN PENUH PERCAYA DIRI.
4.MENCINTAI DAN DICINTAI OLEH SEBAGIAN BESAR MASYARAKATNYA.
5.SANGAT DIKENAL OLEH PEJABAT NASIONAL BAHKAN INTERNASIONAL.
6.BERAKHLAK MULIA, PEDULI TERHADAP PEMBANGUNAN MENTAL,MORAL DAN SPIRITUAL MASYARAKATNYA YANG MAJEMUK.
7.BERBUDI LUHUR, MENGHARGAI DAN MENGHORMATI MASYARAKATNYA TANPA DISKRIMINASI.
8.DERMAWAN, RENDAH HATI, PENYANTUN DAN BAIK HATI.
9.TIDAK BERSIFAT DENDAM, DENGKI APALAGI IRI HATI.
10.PANTANG MENYERAH DALAM MEMBELA KEPENTINGAN DAN HARGA DIRI DAERAH DAN MASYARAKATNYA.
11.PANDAI MEMBALAS BUDI DAN TAHU BERTERIMA KASIH.
12.KEBAPAKAN, PEMBERI MOTIVASI DAN BERCITA-CITA MULIA UNTUK KEMANDIRIAN DAN KEMAJUAN SERTA KESEJAHTERAAN DAERAH DAN MASYARAKATNYA.

Dialam Demokrasi kita hargai setiap calon Bupati yang ingin tampil dengan niat membangun daerah, siapapun berhak menjual ?diri?nya atau ide dan programnya, namun hendaknya tetaplah dalam koridor etika ketimuran, berakhlak dan santun dalam berkampanye atau menyampaian visi dan misinya.

Syaukani diakui atau tidak diakui adalah seorang pemimpin besar yang disegani oleh kawan maupun lawannya, sekaligus manusia biasa yang tak luput dari kekhilafan dan kesalahan, kalaupun terdapat beberapa kekeliruan dalam periode I kepemimpinannya itu sangat manusiawi dan sangat banyak faktor internal dan eksternal yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran jalannya program Gerbang Dayaku, antara lain ;

- Budaya Masyarakat Kukar secara umum.
- Otonomi setengah hati dari Pemerintah pusat.
- Sering molornya Dana Perimbangan Keuangan dari Pemerintah Pusat (terkadang kita harus mengemis-ngemis dulu baru dicairkan).
- Etos kerja yang rendah.

Syaukani telah berjasa mengejawantahkan nilai-nilai dan hakekat dari sebuah kemandirian kepada masyarakatnya di periode pertama kepemimpinannya (1999-2004), yang pada zamannya Presiden Soekarno cita-cita otonomi itu disebut BERDIKARI, sedangkan diEranya Syaukani disebut GERBANG DAYAKU (Gerbang Perkotaan, Gerbang Pedesaan dan Gerbang SDM),
Dimana semua unsur dan strata masyarakat disetiap koloni atau tempat diharapkan mampu mengembangkan kapasitas dan potensi ?dirinya? melalui beberapa stimulan nyata seperti, dana bergulir 2 Milyar/desa, SWTM, Bea Siswa, Santunan untuk para janda tua, bantuan untuk perbaikan rumah-rumah tua tertentu, bebas biaya sekolah SD sampai dengan Perguruan Tinggi (pasal 27 dan 28 UUD.45 telah dilaksanakan oleh Pemkab Kukar, sementara Pemerintah Pusat rencananya baru akan melaunching program bebas SPP untuk SD diseluruh Indonesia pada tahun 2007 yang akan datang,bandingkan dengan Kukar!).
Ketokohannya tak hanya diakui oleh orang-orang kampong dan pedusunan, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional bahkan Internasional atau kata sebuah iklan, ?dunia mengakuinya?.
Kita hormati kompetitor lain, selama mereka menghormati dan menghargai tokoh yang selama ini sangat kita hormati dan hargai jerih payahnya, yakni pasangan Syaukani dan Samsuri Aspar.
Sepak terjangnya terkadang sangat kontroversional, ketajaman visinya yang mampu memandang jauh kedepan, terkadang membuat bingung bagi segelintir ?masyarakat? awam dan elit politik tertentu yang cara berpikirnya masih konvensional, berbagai resiko berani Beliau tempuh, tak peduli nyawa sekalipun harus menjadi taruhannya, demi cita-citanya yang mulia untuk mempercepat akselerasi pembangunan dan pencapaian kesejahteraan Masyarakat Kutai Kartanegara secara keseluruhan, melalui program GERBANG DAYAKU, yang sangat didukung tidak hanya jajaran eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, tapi oleh seluruh komponen dan strata masyarakatnya.
Tak kurang pula berbagai Jabatan bergengsi dan strategis yang disandangnya telah menyiratkan pengakuan lembaga dan orang terhadap, kecerdasan, keberanian, kapasitas, kompetensi dan kredibilitas yang sangat tinggi terhadap kemampuan beliau yang selalu tampil low profile, rendah hati dan bersahaja serta menyatu dengan siapa saja tanpa sekat, tanpa batas, berikut jabatan bergengsi tersebut antara lain :
- Ketua APKASI (Pemimpin Bupati Se-Indonesia)
- Ketua DPD Golkar Kaltim (Pemimpin para Elite Politik Partai Golkar di Kalimantan Timur).
- Pencetus ZBPA yang diakui salah satu badan PBB (Unicef). (terobosan terhadap kepedulian atas nasib para pekerja anak usia sekolah).
Visinya Jelas, yakni Berusaha menghasilkan Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara yang baik dan bersih, berlandaskan azas keadailan, kesetaraan dan keragaman, dan demokratisasi menuju terwujudnya masyarakat yang berkwalitas, maju, mandiri, sejahtera.
Misinya dan strateginya tegas, yakni :
1. Pemberdayaan Pemerintah Daerah (eksekutif dan Legisllatif) dan penegakan supremasi hukum.
2. Pemberdayaan seluruh komponen Ekonomi.
3. Pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian sosial dan kemandirian ekonomi.
Strategi I.
-Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan Publik.
Strategi II.
- Memacu pemerataan dan pertumbuhan Ekonomi.
Strategi III.
- Meningkatkan Pembangunan Teritorial Pedesaan.
?Sudah berbuat terkadang ada yang salah, itu jauh lebih baik, dari pada belum pernah berbuat namun sudah merasa benar?.
Pilkadasung sebentar lagi menghampiri kita, tercatat sudah 3 pasangan resmi calon sudah pasang kuda-kuda, strategi dan jurus-jurus ?maut? untuk memenangkan persaingan tingkat tinggi untuk level di daerah Kabupaten, tak terkecuali di Kukar yang disebut-sebut sebagai pilot proyek Pilkadasung yang pertamakali di gelar di Indonesia, tak heran beberapa pihak mengatakan, bahwa Pilkadasung akan menjadi ajang pertaruhan nama baik daerah Kukar dimata dunia.
Dan yang sangat diharapkan pada endingnya nanti, para calon pemimpin kita nanti meniru Sikap dan fair play seperti yang dipertontonkan oleh para petinju, walaupun babak belur, berdarah, benjol sana benjol sini, namun usai bel terakhir berbunyi dan secara resmi para wasit memutuskan pemenangnya, maka dengan senang hati, dengan jiwa besar memberikan selamat dan dukungan yang tulus terhadap kemenangan lawan, tanpa rasa kecewa apalagi dendam, karena pada hakikatnya semua calon pasti mempunyai cita-cita yang sangat mulia, yakni berjuang untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Akhirnya, tiada kata terucap, tiada asa diharap kecuali nomor 3 yang teringat, pilih nomor 3 nomor keramat??..
NOMOR 3 ADALAH PASANGAN BUPATI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA UNTUK 2005-2010 SYAUKANI ? SAMSURI ASPAR.

HANYA ORANG PINTAR DAN BERPIKIR DEWASA SAJA YANG MAMPU MEMBERIKAN PILIHANNYA KE NOMOR 3.......

paparazi <paparazi@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 27 Mei 2005 17:54:31 WITA




Assallamualaikum wr..wb..
Saya mewakili teman2 dari FPI PUSAT ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut...
Setelah mengamati dan mencermati apa yang menjadi bahan pembahasan di guest book anda,kami dapat menangkap adanya beberapa hal yang berbau SENTIMEN MORIL DAN JUGA KAMPANYE TERSELUBUNG dari ....maaf rekan kita dari AKAR, kami menyimak anda terlalu banyak mengumbar kata-kata yang tidak jauh dari pada PROMOSI pasangan tertentu...INGAT,yang namanya POLITIK ITU BUSUK!!!Tidak ada baik dinegeri ini atau dinegeri lain yang suci jalur politiknya...INGAT,perubahan itu ada dua kemungkinan bisa lebih baik atau lebih buruk lagi!!!Beberapa rekan kami di pusat ada yang asli orang KUKAR,ketika kami tanyakan siapa itu SOPYAN ALEX???dia tidak tau...bahkan saya sendiri tidak tau siapa beliau...catatan saya asli urang kutai orang tua saya masih ada tinggal di gunung belah dan keluarga saya juga ada yang tinggal di loa kulu...mengenali selebaran yang beredar di loa kulu itu bohong besar...itu hanya sebagian kecil dari kebusukan yang anda buat-buat...saya masih ingat siapa yang menyerukan reformasi adalah seorang REFORMIS GADUNGAN!!!ASSTAGFIRULLAH!!!belum tentu calon yang anda sebutkan itu baik akhlaqnya!!!INGAT,jika anda menjerumuskan orang banyak kesisi yang salah dan anda sangat menginkan hal itu ter jadi...dosa besar anda>Pepatah mengatakan keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya...trimakasih atas hati nurani anda yang "BERSIH" dalam membuat pernyataan.saya tidak akan membela siapapun disini,saya hanya ingin PILKADA di kampung saya tidak berakhir rusuh hanya karena omongan orang2 seperti anda!!!Biar ALLAH yang menentukan,biar ALLAH yang memberikan keputusan...siapa yang memenangkan PILKADA nanti semoga orang yang memang terpilih karena dia memang pantas untuk dipilih...Tersiksalah dia di api neraka bila tidak menjalankan amanat rakyat sebaik-baiknya...Mohon maaf atas segala kata2 yang kurang berkenan,semoga kit semua selalu didalam lindungan dan kasih ALLAH SWT...Wassallamualaikum wr..wb

Front Pembela Islam <fpi_central@lycos.com>
Jakpus, DKI JAKARTA, Indonesia - 27 Mei 2005 16:51:29 WITA




MENYAMBUNG POSTINGAN SAYA SEBELUMNYA.
-----

Saya setuju apa yang dikatakan oleh bang Arie. Sejauh ini memang KPUD kita tidak bisa dipercayai sepenuhnya. Apalagi kalo ngelihat track record seorang Ishack Iskandar. Dulunya kan dia itu preman yang kerjaannya demonstrasi. Belum lama ini, entah apa kapasitasnya, ia hadir pada saat Joice dan Edy Mulawarman membuat pernyataan dukungan terhadap Syaukani HR. Acaranya di DPRD Kukar, usai penyampaian visi dan misi calon Bupati. (Saya bingung juga kok acaranya di sana ya?) Itu informasi yang saya dapatkan di koran. Ada fotonya segala. Masalah penggelembungan pemilih, menurut infonya juga terdapat pemilih tambahan di Tenggarong sebanyak 11.000 orang. Wah, banyak bener, ya? Kalo segitu banyaknya, pasti kepadatan Tenggarong akan terasa sekali. Mungkin temen-temen di Tenggarong bisa merasakan hal itu. (Bagaimana bang Arie?)

Masalah Joice yang menyatakan keberpihakannya pada Syaukani bukan menjadi rahasia umum lagi. Kita semua juga udah tahu. Tapi, kayaknya Joice udah nggak punya urat malu lagi. Ia mencari jalan teraman. Selama ini yang getol membela dia soal ijazah palsu hanya Syaukani. Nyata-nyata ijazah tersebut bukan milik Joice, tapi kok dia masih ngotot duduk di kursi empuk wakil ketua dan anggota dewan? Anehnya lagi, tuntutan pengunduran diri nggak ada tindaklanjutnya lagi ya? Padahal itu kan namanya penipuan pada rakyat. Ia harus mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan rakyat. Anggota dewan nggak lulus SMA begitu kok dipercaya? Kalo diminta mengembalikan semua apa yang sudah didapatkannya sekarang, apa dia mampu?

Makanya, meski hanya dia dan beberapa pentolan PDI-P menyatakan dukungan terhadap Syaukani, konstituennya kini berontak. Tamparan pelak di wajah Joice, karena dicecar kalo ia sudah mengorbankan perasaan konstituennya, hanya untuk urusan pribadi dan uang. Sementara itu Edy Mulawarman sudah tak seindah namanya lagi. Pendukungnya banyak yang kecewa, termasuk saya kali ya? Tapi, apalah arti seorang Edy Mulawarman yang sudah menggadaikan idealismenya. Tak ada yang tersisa dari apa yang sudah dilakukannya selama ini. (Mungkin benar kata orang, uang bisa membeli segala-galanya termasuk harga diri)

Tentang ketidakhadiran dua pasangan calon pada saat debat kandidat, rasanya memang cukup jitu untuk menghindari jebakan Syaukani. Buktinya dia kecele, tuh! Orang dengan gelar profesor, menurut saya nggak bisa dijadikan jaminan untuk bisa objektif. Buktinya banyak bener orang-orang pintar yang menggunakan kelebihannya untuk menjatuhkan orang lain. Jadi, siasat begitu harus dibalas. Dan, menurut saya sih, KPUD dan Syaukani malu besar. Abis, mereka duluan sih.. Hehehe. Agus Shali SH marah dengan jawaban dari Tim Pembaruan yang merasa tidak dihargai KPUD. Bang Arie benar tuh, sejak kapan dan dimana dia dapat titel ?keren? itu? Setahu saya juga begitu, bang. Sekarang sih keren banget tu orang. Berdasi, bawa laptop kesana kemari, pake mobil, dan enak lah. Dia kan aktivis HMI juga dulunya. (HMI kok menelorkan pecundang-pecundang begitu ya? Maaf, bukan menyamaratakan, sih. Tapi kebanyakannya begitu. Nggak usah disebutin satu persatu pasti kita udah tahu siapa). Agus Shali paling vokal dulunya waktu menyorot korupsi di KPUD. Tapi, nyatanya kini dia menjilat air ludahnya sendiri. Itulah ciri-ciri dari orang munafik. Dan, kita sudah tahu kan bagaimana balasan yang akan ditimpakan pada manusia-manusia berkepribadian rendah seperti itu. Pasti akan ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya. Kalo nggak di dunia, ya di alam akhirat nanti.

Soal ada PNS yang terlibat di Tim Sukses, kayaknya Panwas Pilkada jangan pilih kasih gitu dong. Yang saya tahu, hanya yang terlibat di Tim Pembaharuan yang disorot dan dilaporkan. Take and balance lah. Anda-anda yang ada di Panwas juga kudu aspiratif memandang kasus-kasus yang ada. Saya sih tidak terlalu antusias terbentuknya Panwas, kalo hanya sebatas formalitas belaka. Ujung-ujungnya mereka hanya lepas tangan terhadap pelanggaran-pelanggaran. Buktinya saya sempet melihat ada temen saya yang diundang oleh Tim Sukses BS2 di kelurahan Maluhu dan Timbau. Masak yang menandatangani itu lurahnya. Ada stempel kelurahan segala. Itu kan pelanggaran yang benar-benar nyata. Kasusnya PDI-P di Bali waktu Pemilu legislatif 2004 yang lalu itu harus bisa kita jadikan pelajaran. Tapi, kok di Kukar itu dibiarkan saja ya?

Belum lagi masalah Kepala Dinas, Camat, Assisten yang mengarahkan bawahannya untuk ikutan kampanye dan mendukung Syaukani. Cara-caranya kok kotor begitu ya? Pusing juga dengan ketidakberdayaan Panwas. Padahal mereka sudah disumpah atas nama ALLAH, untuk mengemban amanah pekerjaan mereka. Tapi, kenapa mereka justru mengingkari sumpah mereka sendiri? Takut? Kalo itu alasannya, seharusnya sudah jauh-jauh hari tidak menjadi anggota Panwas. Kalo dulu kita sempat berharap banyak, tapi sekarang jangan pernah berharap meski sekecil apapun. Karena, mereka semua manusia-manusia kerdil, yang hanya menerima gaji dengan tunjangan besar, namun tak bisa menyuarakan kebenaran. Mana keberanianmu, Suroto? Sementara Junaidi, wakil dari Pers juga bisa ditebak kalo dulunya dia titipan dari Golkar. Wartawan di daerah ini saja tidak mengakui kalo Junaidi itu wartawan. Wartawan apa? Bisa nggak dia nulis berita, dan pertanyaan-pertanyaan dasar lainnya. Lalu entah mengapa, tetap saja disahkan oleh DPRD. Atau, karena kedekatannya dengan Dedy Sudarya, Khairuddin, dan Setia Budi? Entahlah.. Yang pasti daerah kita ini memang penuh dengan kepalsuan.

Makanya, saya tuh berharap sekali dengan Pembaharuan. Tapi, sedikit pesimis juga. Karena, nggak semua orang Kutai ini yang cerdas. Bagi mereka sosok Syaukani masih seperti Dewa. Kebiasaannya membagi-bagikan uang justru disukai rakyat. Padahal itu adalah bentuk pembodohan bagi mereka juga. Buktinya ada banyak orang yang jadi ?pengemis-pengemis? daripada bekerja produktif. Namun itu nggak bisa kita salahkan. Dengan garis kemiskinan dan kebodohan masyarakat Kukar yang jauh di bawah daerah/kabupaten lainnya di Kaltim adalah sebuah fenomena yang dengan mudah menjawab pertanyaan itu. Namun bukan rakyat kecil saja yang bodoh, karena kebodohan bukan hanya bodoh dalam tataran wawasan. Kebodohan untuk keberpihakan kepada nurani adalah hal yang paling penting. Buktinya memang banyak juga orang-orang ?pintar? di Kukar, namun menggunakan kepintarannya untuk kepentingan sesaat, mengejar kekayaan atau sebuah popularitas. Sementara bagi kita, meski mungkin ada dari kita yang nggak lulus Sarjana, namun masih bisa berpihak pada nurani, semua itu nggak ada apa-apanya. Kita makan seadanya, bekerja produktif, berpikir bebas adalah sebuah nikmat yang tiada duanya. Dan, yakinlah Allah tidak akan pernah membutakan mata-Nya untuk mencatat segala amal kebaikan kita. Dan, itulah harta terbesar kita, yang akan kita nikmati dengan kemuliaan di dunia dan akhirat. (Astagfirullahal ?adzim... Hanya kepada Allah-lah saya berserah diri dan memohonkan ampunan)

Demikian, mohon ampun atas segala khilaf dan kesalahan.
Tuk webmaster ; sorry, panjang lagi, nih.....
Semoga berkenan,
Wassalam.
---Wahyu Barata

PS : untuk sementara saya belum bisa memberikan alamat lengkap saya. Terkadang kepengecutan itu lebih efektif apabila diletakkan pada tempatnya. Akan buruk jika kemudian saya bertindak ceroboh, karena tak semua orang ?sehaluan? dengan apa yang saya ungkapkan. Seperti zaman-zamannya pak Syaukani dinon-aktifkan dan saya yang paling getol menyorotnya, tidak satu atau dua kali kami mendapatkan ancaman. Yang terpenting adalah saya/kami ingin menjalani hidup apa adanya dulu. Kami belum bisa memenuhi janji kami untuk go-public dalam bulan-bulan ini. Namun, terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang selama ini mensupport AKAR, baik moril maupun finacial. Namun, untuk yang terakhir (finacial) kami belum bisa menerimanya, dengan dasar belum ada sesuatu yang bisa kami lakukan untuk Kukar ini. Jika memang Allah menghendaki, tak ada sesuatu yang mustahil. Dan kami ingin teman-teman yang selama ini idealis bersuara, untuk turut dalam barisan perubahan Kukar. (Bukan kampanye pak Sofyan Alex, nih...) Andaipun beliau terpilih, gerakan kami takkan berhenti. Siapapun pemimpinnya, kita harus awasi dengan cermat. Yang pasti, lakukan dulu apa yang bisa kita lakukan sekarang. Berikan pencerahan pada diri kita sendiri, keluarga, tetangga dan orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun. Informasikan semua fakta betapa kejinya pemerintahan masa lalu. Apa kita masih mau jadi pecundang? (Jawablah dengan jujur, saudaraku!)

wb <males_tlove@yahoo.com>
Sleman, Yogyakarta, Indonesia - 27 Mei 2005 13:03:39 WITA




to: Rendo
Ndo.... pa kabar neh....???? lama banget g da kabarnya????
sombong banget sehhhhhh!!!!!!
Bila awak balik....

cha_bi <www.cha_b13y@yahoo.com>
bogor,, jawa barat, Indonesia - 27 Mei 2005 12:07:50 WITA




Ai.... tenggarong.Pa kabar leh??????
cha_bi <www.cha_b13y@yahoo.com>
bogor,, jawa barat, Indonesia - 27 Mei 2005 12:00:26 WITA




Ass wr wb

Salam sejahtera untuk seluruh rekan netter,
Selamat berjuang dalam upaya rekan-rekan di Markas Kukar Pembaruan dan GDC, dengan semangat perjuangan Kukar bersatu di era keterbukaan, semoga Pilkada Kukar Juni 2005 akan sukses menjadikan Kukar kota berbudaya dan bebas dari KKN
Jika KKN terkikis, keamanan dapat terjaga maka Kukar akan berjaya dan Rakyatnya akan sejahtera

Semoga Rakyat Kukar tidak salah pilih, pilihlah sesuai hati nurani.

Salam sehaluan buat bung WB, bung Arie, urang Tenggarong dan rekan-rekan lainnya.

ABa Cindai


Echa <jiunk99@yahoo.com>
Sanga-sanga, Kalimantan Timur, Indonesia - 27 Mei 2005 07:53:01 WITA




Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
Sebelumnya saya minta maaf. Kali aja postingan saya sebelumnya terlihat provokatif. Bukan untuk mendeskreditkan salah satu pasangan, lho. Tapi, begitu banyaknya laporan dan bukti yang ditemukan teman-teman kayaknya nggak adil kalo nggak dibagi kepada rekan-rekan netter. Yah, syukur-syukur teman-teman kemudian tercerahkan dengan postingan tersebut. Yang ngerasa sakit hati, oh sorry berat githu lox (hehehe.. lagi belajar bahasa gaul, neh) Lagian rasanya hal itu juga bukan rahasia umum. Teman-teman semuanya udah tahu. Cuman untuk menyalurkan suaranya agak sumbat aja. Jadi, sekarang deh saatnya buat kita untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat (klise ya? Kayaknya berat?). Yah, paling nggak orang-orang terdekat kita, deh.

Tapi, hati-hati lho. Lihat saja tepisan orang-orang yang fanatis sama pigur pak Kaning. Sedikit-sedikit apa yang kita omongin selalu dibilang fitnah. Duh, jadi bingung juga. Padahal nyata-nyata yang kita omongin itu adalah realita yang selalu mereka pungkiri. So, bicara bukti tentu saja berbeda dengan fitnah. Trik mereka sudah kuno banget kan? Di media kayaknya rame banget. (Asal jangan baca Pos Kota. Anteng... Wah, gila banget tuh koran. Enek bacanya. Abis, etika jurnalistiknya udah nomor ke seribu kali ye? Pantas aja, nggak laku dan hanya dibagiin ke masyarakat).

Sementara itu (ciee...) netter mungkin udah lihat iklan Sofyan Alex di SCTV. Keren banget. Itu lho di Liputan 6 Petang. Kalo nggak salah ada lima kali shoot tayangan pas acara tersebut. Wah, wah... (Hehehe...pasti GDC sedang rapat gede nih.) Kemaren aja, saya senyam-senyum sendiri saat baca 10 Alasan Memilih Sofyan Alex. Mantap! Kayaknya sih ada beberapa poin yang sengaja ditembakkan oleh Tim Pembaharuan untuk GDC. Tiga Poin terlalu telak. Nggak nembak kali ya? Tapi, bener-bener tepat sasaran. 1. KKN 2. Narkoba 3. Pornografi. Ada penjelesan yang lebih detail mengenai hal ini. (Hehehe..saya jadi malu..) Iya, kemaren sempet ditodong ama temen-temen di sini. "Itu anak Bupati Kutai kan? Wih, hot banget mainnya." Malu, bener-bener malu. Saya bahkan nggak bisa ngomong apa-apa. Trus kasusnya putra tunggal itu juga sempet jadi pembicaraan serius. Kalo masalah itu saya biasanya ngacir cepet-cepet. Saya bingung sih, apa yang bisa saya banggakan dari daerah saya yang penuh dengan kemunafikan itu. (Apa kira-kira kata halusnya ya?) Saya hanya menundukkan kepala dalam-dalam, jika ada satu atau dua orang yang memuji Kukar. Kalo mau jujur, semua yang bisa kita banggakan ternyata sudah terlanjur tenggalam oleh kenyataan. Kenyataan yang membuat hati kita miris. Batu bara, mungkin tinggal menunggu waktu habisnya. Minyak apalagi. Sementara hutan kita sudah gundul. Mahakam yang telah tercemar? Pariwisata kita juga nggak bener-bener bisa menarik wisatawan. Lalu, apa yang masih bisa kita banggakan? Mungkin satu ; kita bangga menjadi manusia yang mau dibodohi. (Ups, sorry bahasanya kasar lagi )

(Bersambung ke bag.2)


--------wb

WB <males_tlove@yahoo.com>
Sleman, Yogyakarta, Indonesia - 26 Mei 2005 20:40:13 WITA




Assalamu'alaikum Wr.Wb...
Salam hormat dan salam sejahtera buat anda semua...

Wah, ternyata saya sama dengan bung Borgol, maksudnya sama-sama ngefans dengan group LIMAU, salah satu peserta kompetisi API yang berhasil lolos masuk ke grand final pada Minggu malam ini. Tapi saya lebih setuju dengan bung WB, terlepas dari belum maksimalnya peserta PILKADA Kukar, paling tidak kita bisa memilih peserta yang paling kecil mudharatnya atau kata bung WB juga paling tidak kita memilih yang jelek diantara yang terjelek.

Dalam kesempatan kali ini saya cuma ingin menyampaikan kegembiraan saya atas ketidakhadiran 2 pasangan calon peserta pilkada kukar dalam debat yang diselenggarakan oleh KPUD Kukar siang ini. Itu menandakan kecermatan 2 pasangan calon tersebut dalam menyikapi skenario murahan KPUD Kukar yang berkolaborasi dengan salah satu pasangan calon peserta pilkada Kukar. Menurut saya apa yang dilakukan oleh mereka tidak lebih sebuah dagelan yang tidak lucu tetapi justru menjijikkan di era yang penuh dengan spirit demokrasi dan keterbukaan ini. Sekali lagi selamat buat 2 pasangan calon yang tidak hadir, anda telah berhasil membuat kecele pasangan SS dan tim suksesnya yang hanya akan menjadikan ajang tersebut sebagai arena mempopulerkan diri mereka sekaligus mempecundangi anda. Allah pasti akan menjaga hamba-hamba-Nya dari kezaliman jika hamba-hamba-Nya tersebut selalu memohon perlindungan kepada-Nya.

Thanks !!!

Wassalam...

ariekoe <ariekoe_1704@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 26 Mei 2005 16:25:07 WITA




Sebentar lagi pilkada akan di mulai nih. gimana nih WB,arie koe,andi dsb? nyoblos yg mana? aq sih abstain aja coz gw ga berani beli kucing dalam karung. gw udah tau koq siapa yg jadi bupati. bagi gw semua sama saja toh nanti ya gitu2 aja. gw percaya 5 tahun yg akan datang kukar tetap jalan di tempat, kalaupun bergerak mungkin tidak jauh. mending aq dukung limau di api aja deh daripada ikut2an pilkada. he..he... don't worry be api.
borgol <borgolfck@yahoo.com>
akhirat, liang kubur, Other - 26 Mei 2005 13:28:53 WITA




Assalamualaikum.
Salam damai dan sejahtera, dan mohon maaf bila dalam posting ini ada yang tidak berkenan. terus terang kami bukan bagian dari AKR dan blm tahu siapa bung WB, borgol, arikoe, maupun jang lain, tetapi mencermati beberapa posting beliau rasanya masuk akal, bila kita mulai berpikir apa betul bila kita membutuhkan perubahan?
hal tersebut bisa kita runut bila melihat dari beberapa kejadian empiris di negeri kita, menjelang reformasi dulu, dimana rejim orba yang begitu kuat ahirnya tumbang oleh arus yang menginginkan perubahan, apalagi rejim tersebut di belenggu dg pembusukan dari dalam yang korup. hal ini mengingatkan kejadian di daerah kita bahwa tak ada yang tak mungkin bila angin perubahan bertiup makin kencang maka status quo( pak syaukani Cs) akan tergeser, yang berarti kemenangan akan perubahan.

kepada netter yang berhati nurani dan yang menjunjung tinggi moralitas, mari kita berdoa dan beriktiar untuk berjuang semoga perubahan terus berjalan, tak perlu dg uang dan materi, cukup kita mengetuk hati nurani, pasti masyarakat kukar akan tergugah untuk menyongsong kehidupan kyukar yang lebih baik.
Cukup sudah janji yang muluk, cukup sudah agitasi yang bombastis mari kita suarakan hidup yang harmonis, yang jauh hiruk pikuk muslihat.
Kami bukanlah pendukung sofyan alex, ketemupun belum, tapi dibanding yang lain, mungkin kami akan berpikir ulang bela tak memeilih belia, karena dalam hati yang paling dalam, rasanya sifat amanah yang harus dimiliki tiap pemimpin ada pada beliau.
mari kita doakan semoga 1 juni berjalan damai, dan kita doakan, semoga perubahan untuk menuju masyarakat kutai yang bermartabat, yang menpunyai jati diri, dalam kehidupan madani terwujud.

samarinda 26/5/05
salam u bung wb, arikoe, borgol, dan teman - teman sehaluan.
merdeka.











nasib <nasib123@yahoo.com>
loa tebu, kaltim, Indonesia - 26 Mei 2005 13:01:42 WITA




Hi buat semua yg di kalimantan,jika ada yg punya rencana ke BALI mungkin tour,business,investasi,sport,meeting dll.
Silahkan hubungi saya.
Saya sebagai coordinator dari SANGA TOUR AND TRAVEL akan membantu anda dlm hal TOUR,HOTEL,RESTAURANT ETC.
Email saya ; aigna_tp@yahoo.com

Hormat Saya
AGUNG
BALI

AGUNG <aigna_tp@yahoo.com>
DENPASAR, BALI, Indonesia - 26 Mei 2005 12:52:42 WITA




Assalamu alaikum Wr. Wb.

wah...setelah membaca dan mengamati postingan anda, bung WB..saya jadi salut dengan wawasan anda tentang situasi di kukar...berarti anda termasuk orang yang peduli dengan kukar, dan anda pantas mendapat julukan putra daerah sejati.. jika anda tak merasa keberatan, bolehkah saya meminta alamat tempat tinggal anda? mungkin, Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan ke Sanga-Sanga....
Sekian....
Wassalam,

Iszal,

Hr Vizayan Iszal <iszal75@web.de>
Dusseldorf, Dusseldorf, Germany - 26 Mei 2005 03:44:51 WITA




Assalamu'alaikum...
Salam sejahtera buat para netter semua...

Panjangnya posting bung WB di bawah ini tidak lantas membuat saya jenuh membacanya karena apa yang disampaikannya adalah sebuah realitas yang sesungguhnya, jadi buat saya masalahnya bukan pada analisa yang sederhana atau tidak, melainkan bagaimana analisa itu dilakukan dengan obyektifitas yang tinggi dan dilandasi nilai-nilai kejujuran.

Seringkali sebuah analisa yang dibungkus dengan metodologi yang rumit dan dibuat sekomprehensif mungkin ujung-ujungnya hanya diperuntukkan bagi "si pemesan" tertentu dari hasil penelitian tersebut, artinya sudah jelas bahwa hasilnya mengingkari nilai-nilai kejujuran dan kebenaran yang seharusnya menjadi prinsip paling fundamental dari sebuah penelitian.

Untuk itu, buat bung WB saya berharap anda tidak berhenti mengungkapkan temuan-temuan anda pada web ini, karena buat saya kita semua punya kewajiban untuk menyampaikan apa yang kita ketahui agar orang lainpun dapat mengetahuinya apalagi itu sebuah kebenaran !

Mengenai keberpihakan KPUD Kukar kepada salah satu calon saya kira itu bukan rahasia lagi. Kita tahu siapa anggota-anggota KPUD Kukar apalagi sang ketua yang bernama Ishack Iskandar itu. Seingat saya dalam sebuah forum secara terbuka dia pernah mengakui bahwa dia adalah orang Syaukani, jadi mau apa lagi ? Saya juga setuju kalau orang-orang yang dipilih sebagai panelis dalam debat yang diselenggarakan oleh KPUD juga adalah orang-orang pesanan salah satu calon dalam pilkada Kukar. Tidak perlulah kita ungkap secara rinci bagaimana keterkaitan antara para panelis dengan salah satu calon yang juga sekaligus sebagai promotor atau sponsor tersebut. Harapan saya cuma satu, semoga anggota KPUD Kukar segera menyusul para petingginya di Pusat sana, di sidik dan ditahan dengan tuduhan korupsi karena sudah jelas kok bagaimana korupnya KPUD Kukar. Jika dulu salah satu LSM yang getol menyuarakan KKN di KPUD Kukar sudah "adem-adem" aja (dengar-dengar sang ketua LSM udah dapat jatah mobil sebagai uang tutup mulut), bukan berarti yang lain akan diam. Tidak heran jika LSM yang saya maksud seperti itu sepak terjangnya karena integritas, kapabilitas dan kredibilitas ketuanya aja gak jelas, gak lulus-lulus di Fekon Unikarta tiba-tiba sudah petenteng sana petenteng sini dengan titel SH, ke sana-kemari pake dasi. Gak ngaruh bung, bukan dasinya atau pakaian anda yang dinilai orang tapi moral anda !

Ok ! Cukup nyampe di sini dululah, lain kali nyambung lagi.
Salam hormat buat Komunitas AKAR khususnya bung WB, dan tidak lupa juga buat netter yang lain seperti Bung Razi, Borgol dan Urang Tgr.

Thank's
Wassalam...

ariekoe <ariekoe_1704@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 25 Mei 2005 16:34:32 WITA




terima kasih, saya merasa bangga dengan adanya situs ini merupakan pengenalan sejarah terhadap peninggalan pada masa lalu.mungkin untuk lebih baik lagi sejarah dari segi aspek manapun harus ada.
imam <bakoel84@yahoo.com>
bekasi, jawabarat, Indonesia - 25 Mei 2005 16:05:01 WITA




Assalamu?alaikum. Wr. Wb.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada forum ini, berkenaan dengan PILKADA di daerah kita.

Pertama : kami tentu saja kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Hadi Sutanto, yang dalam hal ini menjadi Pejabat Bupati Kutai Kartanegara. Kami kecewa dengan keberpihakannya kepada salah satu calon Bupati Kukar 2005-2010. Beberapa laporan dan bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan bahwa kecenderungan itu terlihat jelas, saat istrinya melalui sarana Dharma Wanita. Istri-istri PNS dikumpulkan dan digiring untuk memilih Syaukani HR. Adapun yang melatarbelakanginya, bisa kita analisa bersama. Hadi Sutanto sebagai pejabat di Depdagri selama ini adalah pejabat yang tidak jelas kredibilitasnya, baik popularitas pribadi maupun kinerjanya. Pengangkatannya sebagai pejabat Bupati Kukar adalah sesuatu yang dipaksakan. Ada desas desus yang beredar, bahwa dengan waktu yang terbatas sebagai Pj ini, tentu tak begitu banyak yang masuk ke dalam kantong pribadinya. PILKADA adalah sebuah sarana yang tepat untuk mendapatkan segepok materi, yakni dengan menguntungkan salah satu calon. Kompensasinya tentu saja ada. Kalau begitu, mau dibawa kemana PILKADA kita? (Ini tentu saja sebuah preseden buruk. Kalau seorang Bupati saja tidak bisa menempatkan diri, lalu untuk apa kita berharap PILKADA ini bisa berjalan dengan jujur dan adil?) (Informasinya ; rumah Hadi Sutanto di Jakarta itu di dalam gang. Apa itu alasannya? Hehehe.... Kali aja mau bikin rumah di dekat jalan. Su?uzhon ya? Au? , ah......gelap!)

Kedua : Sebagaimana yang disampaikan oleh Effendi Gozali di Kaltim Post (24/05), bahwa PILKADA di Kukar ibarat awal-awal Reformasi kemaren. Kalau saya cermati juga memang demikian. Dulu saya pesimis ada satu calonpun yang bisa menyaingi Syaukani HR. Namun, setelah melihat di media, mengamati per Tim Sukses, saya baru sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Effendi Gozali itu ada benarnya. Kekuatan kecil itu kini berubah besar. Dan itu merupakan ancaman yang mengerikan bagi GDC. Tulisan-tulisan advertorial secara kualitas di media massa tidak berimbang. GDC kalah pamor dengan ketajaman isu yang diangkat oleh Pembaruan. Show of Force-nya juga berimbang. Kalau dulu lebih didominasi massa Syaukani, namun sekarang kita lihat sebuah gerakan yang benar-benar nyata dan riil. Bahkan antusias massa bisa dipastikan lebih disebabkan panggilan nuarni daripada paksaan. Kalau begitu, tak benar kalau ada sebuah klaim yang mengatakan kalau Sofyan Alex-Irkham tidak punya massa. Sementara kami mendapatkan temuan di lapangan, baru ini di kecamatan Loa Kulu, ada selebaran yang isinya : Demi Allah dan Rasulullah, kami hanya akan memilih Syaukani-Samsuri. Selebaran itu wajib ditandatangani oleh masyarakat tertentu dan disampingnya ada tanda tangan Syaukani. Cermati lagi! Ini adalah langkah kotor yang dilakukan oleh GDC untuk memaksa masyarakat pada PILKADA ini. Hal-hal seperti ini tidak menutup kemungkinan akan merata di tiap kecamatan-kecamatan. Belum lagi serangan fajar yang sudah menjadi trik kuno (namun terbukti efektif) yang bisa saja menjadi senjata pamungkas mereka. Lihat saja fasilitas pemerintah berupa helikopter dibawa kesana kemari untuk kampanye. Padahal nyata-nyata kalau penyewaan serta perawatannya dibebankan pada APBD Kukar.

Kedua : KPUD dalam hal ini patut dipertanyakan independensinya. Lihatlah saat KPUD memperkenalkan profil calon Bupati. Seharusnya secara berurut dari nomor urut pasangan calon. Namun oleh KPUD, profil Syaukani ditempatkan di nomor satu, kemudian Sofyan Alex dan dilanjutkan Tajuddin Noor. Pembengkakan jumlah pemilih juga perlu kita pertanyakan. Ini adalah langkah yang keji, jika dilakukan hanya untuk memenangkan salah satu calon. Kemudian tidak ada peraturan debat publik yang hanya diatur oleh salah satu pihak. Sejatinya KPUD membicarakannya dengan semua pasangan terlebih dahulu. KPUD yang menfasilitasi Debat Calon Bupati hanya menentukan sepihak mengenai panelis. Dan bisa dipastikan kalau semua panelis yang diundang hadir, sudah bisa dilihat kecenderungan keberpihakannya. Cermati lagi panelis-panelisnya! Semua pro Syaukani. Setahu saya dari tim sukses Pembaruan sudah menyampaikan surat keberatannya ke KPUD. Namun, apalah arti seorang Sofyan Alex bagi KPUD. Komposisi panelis sudah tidak bisa diutak-atik. Jadi, saya pribadi berharap pak Sofyan dan Tajuddin Noor tidak perlu datang di acara tersebut. Karena tidak ada sanksi apapun untuk tidak mengikutinya. Logikanya untuk apa kita datangi kalau hanya untuk dicemooh. Lalu untuk apa kita masih percaya pada KPUD kita? Ingat, kasus korupsi KPUD tetap akan dilanjtkan usai PILKADA ini.

Ketiga : Program Gerbang Dayaku yang dibangga-banggakan oleh Syaukani akan dilanjutkan pada masa dia terpilih lagi. Saya masih ingat saat mendengarkan penyampaian visi dan misi di DPRD beberapa waktu lalu di sebuah stasiun radio. Dengan sombongnya Syaukani mengatakan kalau hanya dia satu-satunya calon yang memiliki program jelas yang terbaik. Seketika saya menyadari kalau hati saya semakin menolak calon yang satu ini. Saya sebagai masyarakat kecil, namun mengedepankan moralitas akhlak, apa yang diungkapkan Syaukani adalah sebuah pelecehan. Akhlaknya sungguh tidak patut dicontoh. Padahal di awal-awal penyampaiannya dia katakan prioritas Gerbang Dayaku adalah peningkatan SDM, yang berilmu dan bertaqwa. Tapi, apa yang dilakukannya justru sudah mengingkarinya dengan jelas. Ingat, itu hanya beberapa menit yang lalu, lho? Aapalgi kalau sudah lima tahun. Kalau seorang pemimpin saja tidak beretika, bagaimana ia bisa menjalankan program peningkatan akhlak di masyarakat? Oh, masalah akhlak juga tidak hanya ditekankan pada calonnya saja. Keluarganya juga penting. Dan saya semakin eneg kalau mengingat kasus-kasus moralitas anak-anaknya. Apalagi Rita Widyasari, S.Sos, yang malah mendukung adanya komunitas waria. Padahal nyata-nyata mereka adalah penyakit masyarakat dan dilaknat oleh Allah. Rita mungkin bukan waria, tapi kalau ia turut mendukung, tentu saja ia bisa menjadi golongan/kaum nabi Luth yang dibinasakan oleh Allah karena perbuatan mereka sendiri. Intinya : Untuk apa jilid dua, kalau jilid satu saja ?Gagal Total?. Kasus Syarkawi, Kontraktor dari Muara Wis adalah bukti nyata. Lihat proyek jalan di Maluhu. Belum ada anggarannya, tapi sudah dikerjakan oleh kontraktor. Mereka yang bermain adalah orang-orang yang biasa mempermainkan APBD. Masih buta tulikah kita melihat persoalan ini? Hanya manusia-manusia yang tak pernah berpikir saja yang akan sesat jalannya.

Terakhir : PILKADA tentu saja harus kita hormati bersama. Jangan ada kejahatan-kejahatan yang terorganisir untuk menodainya. Sesungguhnya rakyat sudah cerdas untuk memilih, mana calon yang patut dipilih, yang sesuai dengan kondisi daerah ini. Jika seorang pemimpin bersih lahir di daerah ini dengan cara yang bersih, Insya Allah bukan hal yang mustahil untuk mewujudkan keselarasan pembangunan. Saya menjadi ingat dengan apa yang dikatakan oleh Awang Faisjal, Mantan Bupati Kutai, bahwa anggaran Kukar yang sangat besar belum dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Jadi, jangan pilih pemimpin yang sudah terbukti gagal, yang teruji namun goyah dan buru-buru bangga dengan kegagalannya.

Demikian segenap unek-unek saya. Mohon maaf jikalau ada netter yang tak berkenan. Apa yang saya ungkapkan hanya sebatas tataran pribadi, bukan AKAR secara kelembagaan. Kalau tulisan nampak kecondongan pada salah satu figur, itu mungkin lebih jujur daripada saya mengatakan tidak. Namun, tujuan saya menulisnya tak lain hanya untuk sharing. Saya yakin, kita semua inginkan sebuah langkah nyata, bukan hanya retorika untuk memaniskan kata. Saya bukan Tim Sukses dari salah satu calon. Anggaplah ini dari kacamata pengamatan dangkal saya sementara. Jikapun ada sesuatu yang janggal dari calon yang saya jagokan, saya akan menginformasikan secepatnya pada netter. Semua kan bisa terjadi dengan tanpa kita duga-duga. Tapi yang jelas, saya nggak akan golput. Pilih yang baik dari yang jelek-jelek. Atau kalau nggak ada yang baik, pilih yang jelek dari yang terjelek. Atau bahasa agamanya ; pilih yang sedikit mudharatnya.

Begitu deh...
Semoga Berkenan,
Wassalam.
===== WB

Catatan tambahan : Sorry, teman-teman AKAR di manapun kalian berada. (Aditya, Emka, Mumul, Pipiet, Hary, dan Faiz yang nyebar entah dimana.) Independen bukan tanpa pilihan bukan? Udah nggak sabar go public-nya, neeh!! Senin aku udah di Tenggarong lagi. Coblos pak Sofyan Alex, he ... Kita ngumpul di rumah aja. Eh, email kalian udah kepenuhan kayaknya. Emailku mental mulu, nggak terkirim. Atau, jangan-jangan, kalian udah diculik itu tuh... Makanya aku nulis lewat BT ini aja. (Sorry ya, webmaster....postingannya panjang banget) Aku bingung nyari oleh-olehnya. Pesenan Pipiet paling suseh. (Jangan nangis ntar kalo nggak sesuai dengan pesenan. Agak kasar dikit nih. Abis yang kayak si Era kemaren, udah nggak keluar lagi. Tapi kata pramuniaganya, yang ini juga original.) Salam juga deh buat semua teman-teman tim Sukses : GDC dan Pembaruan. (Jangan pada berantem.... Kita hantam-hantaman di bilik suara aja. Hehehehe..) Terakhir salam hormat saya buat : BORGOL, Pak Echa, Arie, dan semua netter lainnya.

Kota Gudek, 25 Mei 2005

Wahyu Barata <males_tlove@yahoo.com>
Tenggarong, Kaltim, Indonesia - 25 Mei 2005 14:09:48 WITA




i love it oooooooo
mugu <mugu@mugu.com>
togo, , Other - 24 Mei 2005 18:36:12 WITA




hallow!!!!!
lagi pada ngomongin apa??!
koq gk ada yang baru?!
oh iya...... mau ngasi tau.... DOLI NTAR LAGI KE TENGGARONG!!!
hahhaha!!!
pasti seru khan?? hayo, siapa yang udah nungguin doli buat pulang?!
wah.... banyak juga yawth?!
tenang2 ntar di datengin satu2... oceh?!

oh iya, buat anak smansa.... numpang maen waktu perpisahan boleh gk?? khan seru tuh?! alumni maen?! alumninya keren lagi... hahahah (boong bangget)

doli doank <chockey_tgr@yahoo.com>
ada deh... mau tau aja!!!, ada deh... mau tau aja!!!, Indonesia - 23 Mei 2005 16:17:19 WITA




O lala, aku mau numpang tanya apa benar anak pak Syaukani yag bernama Rita Widyasari, ST. MM. Beliau membintangi film biru yang judulnya : belum ada judul ? Kalau benar hebat juga sih non
martin tapioka <tinda-98@plasa.com>
surabaya, jatim, Indonesia - 23 Mei 2005 14:27:20 WITA




katanya KUkar itu kabupaten kaya, kok banyak sekali orang miskinnya ? duwitnya dikorupsi ya ?
salman <salman@plasa.com>
balikpapan, kaltim, Indonesia - 23 Mei 2005 14:17:42 WITA




Menyediakan/Membuat Pemancar FM Lokal/BuiltUp(Tube/SoldState).
*EXCITER/BOOSTER/LINK/ANT OMNI/SPAREPART, DLL.
*SEDIA KIT2x/PAKET LENGKAP/PERBAIKAN TX.
#TERPERCAYA-MURAH-HANDAL-AKURAT-GARANSI-TERBUKTI SELURUH NUSANTARA#
Perangkat Kami sudah tersebar keseluruh Kalimantan.
H:Adhi 031-5947542/08155055757

Adhikara <adhi2002@telkom.net>
Surabaya, JawaTimur, Indonesia - 23 Mei 2005 00:48:31 WITA




wahhhhhh metal kids hebat yah bisa juara...padahal lagunya dari zaman batu masih itu-itu aja apa gak bosen????saya aja bosen dengernya apa lagi yang main he ....gak ada lagu lain apa emang cuman itu aja bisanya yah.......jangan malu maluin gitu donk!!!!!!btw,web site kukar bagus juga....lebih bagus dari webnya samarinda....cool pokoke buat kukar,buat metal kids.....belajar lagi dech yang banyak adik-adiku...ingat diatas langit masih ada langit....jangan sombong baru cuman segitu....banyak yang bilang anak metal kids tuh pada sombong and belagu.....trus sok ketuaan....ingat loe masih kecil!!!!!!lihat donk senior loe TM25 band,XHAM,Peacetol air...3 band itu udah jauh jam terbangnya tapi gak sesombong kalian....mereka udah mewakili kukar ampe tinggkat nasionala trus ada salah satu anggotanya yang udah pada rekaman tapi mereka tidak sombong dan menghargai sesama musisi...INGAT....musik itu bukan kompetisi...tapi musik itu untuk dinikmati.....yah semoga kalian bisa lebih menilai diri lagi okay adikku......oom juga musisi tapi tahun 80an...cuman samapi sekarang oom masih jadi penikmat musik yang setia...walau bagaimana pun salut atas kemenangan kalian....salam dari musisi samarinda seberang!!!!!
roy <roy_doank@yahoo.com>
samarinda, kaltim, Indonesia - 22 Mei 2005 20:27:43 WITA




Weleh....weleh...ruwame tenan..Selamat buat Metal Kids Band sebagai band terbaik Parade Musik Rock X mild Noize Trailer Tour. Saya sbg sesama seniman musik merasa salut & bangga atas prestasi yang dicapai. Pertahankan prestasi & maju terus sampai go nasional
(klo bisa seech internasional)!! Jangan baya habis parade, berentian,bubar truz benikahan.. Banyak contoh band2 etam tegak itu(sorry oom..). Buat UKM Musik UNIKARTA, Acaranya kreatif bangget gitu looh..Siiip..Saluutt...to kawan2 Jogja, ada yang tau no hp nya( yg baru ) Icha Jikustik? Salam Do Re Mi ( musisi jeeck! )he.he.:)

Auanx <Awanx_clz@yahoo.com>
surabaya, jatim, Indonesia - 22 Mei 2005 19:15:31 WITA




 

       
Pasang Iklan
Username  
Password  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com