Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Buku Tamu KutaiKartanegara.com | Halaman 42
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu

ARSIP BUKU TAMU

 
Buku Tamu KutaiKartanegara.com
3501-3550
3551-3600
3601-3650
3651-3700
3701-3750
3751-3800
3801-3850
3851-3900
3901-3950
3951-4000
4001-4050
4051-4100
4101-4150
4151-4200
4201-4250
4251-4300
4301-4350
4351-4400
4401-4450
4451-4500
4501-4550
4551-4600
4601-4650
4651-4700
4701-4750
4751-4800
4801-4850
4851-4900
4901-4950
4951-5000
5001-5050
5051-5100
5101-5150
5151-5200
5201-5250
5251-5300
5301-5350
5351-5400
5401-5450
5451-5500
5501-5550
5551-5600
5601-5650
5651-5700
5701-5750
5751-5800
5801-5850
5851-5900
5901-5950
5951-6000
6001-6050
6051-6100
6101-6150
6151-6200
6201-6250
6251-6300
6301-6350
6351-6400
6401-6450
6451-6500
6501-6550
6551-6600
6601-6650
6651-6700
6701-6750
6751-6800
6801-6850
6851-6900
6901-6950
6951-7000
7001-7050
7051-7100
7101-7150
7151-7200
7201-7250
7251-7300
7301-7350
7351-7400
7401-7450
7451-7500
7501-7550
7551-7600
7601-7650
7651-7700
7701-7750
7751-7800
7801-7850
7851-7900
7901-7950
7951-8000
8001-8050
8051-8100
8101-8150
8151-8200
8201-8250
8251-8300
8301-8350
8351-8400
8401-8450
8451-8500
8501-8550
8551-8600
8601-8650
8651-8700
8701-8750
8751-8800
8801-8850
8851-8900
8901-8950
8951-9000
9001-9050
9051-9100
9101-9150
9151-9200
 
 

 

 

 

 

Selamat atas situs kota Tenggarong, agar lebih menarik sebaiknya dilengkapi dgn peta detail kota Tenggarong peta topologi, daerah wisata, Pemerintahan, sarana umum, sarana ibadah, emergency, propect investasi Dmk semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kota Tenggarong dan Investor. Terima kasih.
Bekti Syarwono <cbi_balikpapan@yahoo.co.id>
Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia - 22 Juli 2007 09:31:59 WITA




ass.wr.wb. apapun yg anank ijuh simpulkan ttg sy sy ucapkan terima kasih ,itulah kelemahan/kedhoipan sy [andi subari] yang jelas sy hanya mencoba utk menyisir sisi manusiawi dari seorang syaukani ,artinya dibalik kesalahan 2 jg ada kebaikan2wl cuma itu 100 ribu ,,atau bahkan 1 sen pun tetap di mata sy [andi subari] akan bernilai.sedikit ilustrasi:sewaktu dipadang mahsyar dan kala itu penimbangan [al mizan]dilaksanakan,malaikat juru timbang sdh hampir menjatuhkan vonis lebih berat dosa ketimbang pahala pada seorang wanita bekas pelacur,,lantas malaikat sdh hampir putus asa[menyerah] kebaikan apa lg yg bisa melebihkan timbangan[mizan]si pelacur agar dia berhak masuk syurga,,ternyata setelah di cari2 ketemu''apa kebaikan wanita bekas pelacur itu ternyata dia pernah ''suatu hari menolong''' yg hampir mati kehausan dengan melepas sandal[terompah]nya lalu diisinya dengan air sumur dan diminumkan pada yg sedang sekarat [kehausan]dan itu selamat ..dan itulah [pahala yg kecil] yg menyelamtakan karena timbangan [mizan]nya lbh berat pada yg amal '' baik''..wss.wr.wb.
andi subari <banner@yahoo.com>
tenggarong, kaltim , Indonesia - 21 Juli 2007 02:12:41 WITA




mantap coy

pandi nata <malam_66@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 20 Juli 2007 17:40:39 WITA




Saya mencoba menyelami pikiran2 si andi saubari tentang pemberantasan korupsi dan mental pejabat korup. Kesan saya beliau ini memang seorang yang begitu toleran terhadap penyelewengan yang dilakukan seorang pejabat korup. Andaikata ada seorang bupati maling duwit negara 1 milyar kemudian yang seratus ribu di bagi-bagi untuk orang miskin maka kebaikan koruptor yang telah membagi duwitnya 100 ribu tersebut harus ditonjolkan ketimbang malingnya sendiri. Pendeknya, tidak ada ruang bagi publik untuk mengontrol pejabat korup, karena hal itu berarti mengungkap aib orang lain. Kalau prinsip seperti ini dipegang oleh kebanyakan orang seperti bung Andi Subari ini maka dijamin bahwa korupsi akan semakin tumbuh subur dijagad negeri ini. Inga-inga pejabat publik adalah pemegang mandat rakyat dan rakyat berhak mengontrolnya, kalau kemudian kontrol itu dianggap mengungkap aib orang lain maka ini berarti tujuan para koruptor untuk ngibulin rakyat akan mencapai tujuannya
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 20 Juli 2007 17:34:07 WITA




ass. wr.wb.sekali lg berita ttg ykk bukan fitnah atau menghina tapi ini realita,,kl masih ragu bi sa ditanyakan pd dosen/staf atau satpam sekalipun.sebenarnya kami sungkan utk menulis di posting karena ini aib tp apa daya siapa ada jg selain kawan2 yg membaca jg ada tebaca oleh para pejabar kukar/ykk...atau mereka gak pernah buka internet..karena gak ada untunnya bg mereka...sekian.wass. sekali lg ini :bukan fitnah"""
hamdi saili <negaraku@yahoo.com>
tenggarong, k, Indonesia - 20 Juli 2007 08:50:19 WITA




UNTUK DINAS KESRA & PEMDA KUKAR KAPAN YEEE BEASISWA PENDIDIKAN NYA ADA LG MAHASISWA BUTUH DANA BANTUAN PAK-BU PEMERINTAHAN HARAP MEMBANTU KAMI KARENA PEMBAYARAN DAN KEUANGAN DI UNIVERSITAS KITA CUKUP TINGGI....TOLONG DONK....
HELP ME PLASE !!!

Julian Romansha <roman_kutai@yahoo.co.id>
Tenggarong, kaltim, Indonesia - 20 Juli 2007 04:56:08 WITA




Ya... Allaaah! separah inikah berita yg aku dpt dr Tgr. Kukar ttg. YKK di Unikarta Tgr. Saya sangat Kaget membaca dri netter Hamdi Saili negaraku@Yahoo.com Tgl. 19 Juli 2007, ttg gaji Dosen/staf Unikarta belum dibayar sampai 3 bln berturut-2, betulkah semua berita ini yg aku dpt. Sangat miris dan Naif sekali membaca berita ini, bygkan Kab. Terkaya!! jgnkan menggaji Dosen/staf beli ATK aja ngk bisa, ini baru namanya kebangetan, Bagaimana dgn mantan Dosen-2ku Di Fisipol, apakah anda-2 termasuk tdk dibayar juga? Naah! Seharusnyalah anda dari sekarang ambil sikap yg tegas, katakan sesungguhnya kepada Publik di Kukar kondisi Unikarta yg sebenarnya jgn anda tutup-2i, Apabila Anda menutupi semuanya ini, sama saja bp2 Dosenku yg terhormat menyimpan kebohongan Publik yg besar pendusta bagi Warga Tgr. Ini baru pengakuan dr 1 org yg namanya .....?
Bagaimana dgn SD di Tgr/Kukar .............?
Bagaimana dgn SMP di Tgr/Kukar .............?
Bagaimana dgn SMA/SMK di Tgr/Kukar ..........?
Inikah yg namanya program GERBANGDAYAKU yg katanya semua jenis pendidikan di Kukar Gratiiiiis, tiiis3x
Tapi tdk utk staf/pengajarnya gratis, kan cuma yg diajar aja gratis, kalo yg mengajar, Bayaaaaar Doong?
Sabar aja yaach bp2 Dosenku?? nanti pasti dibayar kok Insya Allah, Saya hanya bisa mendoakan saja dari kejauhan Amin3x

Rifhanie <lhofat@Yahoo.com>
Paguntaka, Kaltim, Indonesia - 19 Juli 2007 14:03:15 WITA




yth.pengelola yayasan kuta kartanegara[ykk]kami atas nama dosen/staff yayasan unikarta memohon kiranya belas kasihan,karena sampai sekarang gaji kami belum terbayarkan ini sdh yang ke 3 bulan.kami tdk mengerti mengapa unikarta bangkrut/pailit.sehingga jatuh pada limit terendah sampai2 membeli ATK,PUN TIDAK BISA ,APALAGI MEMBAYAR GAJI, DOSEN/STAFF.SANGAT MENYEDIHKAN SEKALI SATU2NYA UNIV DI KUKAR[YANG TERKENAL KAYA}KOQ TIDAK BISA MENGGAJI PARA DOSEN/STAFF ''BETAPA PARAHNYA KEADAAN INI,,''SANGAT MENYEDIHKAN''NOOT: INI BUKAN FITNAH .TAPI KENYATAAN .WASS.
hamdi saili <negaraku@yahoo.com>
tenggarong, kaltim , Indonesia - 19 Juli 2007 10:20:03 WITA




saya ingin kenal dan tahu lebih dalam mengenai kukar
ini hp saya 0816626702, siapa tahu kita bisa berbisnis, terima kasih

Kiki Kurniawan <Kiki_Kurniawan75@yahoo.com>
Bandung, Jawa Barat, Indonesia - 18 Juli 2007 20:04:56 WITA




salam kenal ni buat teman2 yg lagi sibuk di kerajaan kukar,
gimana kabar nya kukar sekarang ?

propokator <chif_wr@yahoo.co.id>
smd, kal - tim , Indonesia - 18 Juli 2007 18:31:46 WITA




websitenya menarik.
( www.sahabatkeluarga.com )

dewi <ruangserasi@sahabatkeluarga.com>
jogja, diy, Indonesia - 18 Juli 2007 15:51:26 WITA




HAI TEMAN-TEMAN YANG ADA DI TENGGARONG, YANG HOBINYA INTERNET, KAMI MEMBUKA PENDAFTARAN UNTUK INTERNET UNLIMITED
CUMA Rp.100.000/BULAN................
BURUAN DAFTAR KARENA PESERTA TERBATAS...............
UNTUK INFO LEBIH LENGKAP DAN PENDAFTARAN SILAHKAN KIRIM EMAIL KE atheng_kukar@hotmail.com

atheng <atheng_kukar@hotmail.com>
Tenggarong, Kaltim,, Indonesia - 18 Juli 2007 10:09:39 WITA




ass,wr,wb... ngamuk jg khan kl di hujat/dihina orang,,,sul..itu jg kiasan pd anda sul,,,sy sengaja mancing anda dengan spy war,, ternyata anda msh punya ''nurani/perasaan,,,berarti bukan ''monyet''nah begitu pula denga orang2 yg anda hujat/hina, lecehkan selama ini,,mereka jg msh punya nurani/perasaan,,,,,,sy memang bkn orang syaukani tp jg bkn fhk oposisi,,,,namun yg sy lht tdk adanya keseimbangan dlm menilai seseorang seolah-olah syaukani itu didepan syamsul,julak ijuh lebih rendah dari binatang....lalu timbul dlm fikiran sy,,,""apakah orang2 yg selama ini menghujat/menghina dan melecehkan syaukani itu ''lebih bersih''atau gak pernah berbuat salah koq kl menghina seseorang itu,,,kayak2nya dia,, bersih sendiri,,,,[kl samsoel jd pejabat jg paling2 kenyangkan perut dulu,,,yaa sul}wong syamsoel jg antri minta paraf disposisi proposal ,,heee,heee daaah sul jgn soq bersih,,lah,,,''maling teriak maling''....sul,,sul...'' [kl sdh di gepoki ama ''kabatan rupiah'' leeh,,,hilang idealis ''kentut''wong kamu jg ngerasakan,,,,nikmatnya duit itu khan,,,apa masih kurang jd kamu teriak2 lagi,,,,,soel......naah jd gak usahlah..yaa soq bersih,,,soq anti kkn sok anti korupsi ,,,,,ok soel,,,[ GAJAH DIPELUPUK MATA GAK KELIATAN KUMAN DI SEBERANG KELIATAN],,,,,MDHN SI SOEL,,BISA MENCERNA PEPATAH ANAK SD ,,DIATAS,,,,, AND,,,LIHATLAH SOEL SIAPA DIRIMU,,,DAN SIAPA SEBELUMNYA KAMU,,,,HEEEE,HEEEE [makanya jgn munafik jd orang,,yaa soel,,,''item putihnya elo,,,khan ,haaa,,haaa,,,haaaa,,dah,,lah gak ush mengungkap aib orang ''dosa''...wass..
andi subari <berodak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 18 Juli 2007 00:58:49 WITA




ass wr wb
perkenalkan kami tim kontraktor dari jawa timur, kami tertarik informasi pembagunan di kota tenggarong khususnya RSU AM Parikesit
mohon informasi lebih lanjut
terimaksih
Wassalam wr wb

Ir paryadi <golden-star@plasa.com>
sidoarjo, jawa timur, Indonesia - 17 Juli 2007 22:22:07 WITA




SELAMAT DATANG SISWA/SISWI SMAN 1 TENGGARONG.
GABUNG BARENG KAMI DI RANA SMANSA.
KAMU BAKL NEMUIN BYAK PENGALAMN DIBIDANG FOTOGRAFER.
LANGSUNG AJA GABUNG....OK.

DITUNGGU.
RANA SMANSA

andhyxs <andhyxs89@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 17 Juli 2007 12:18:14 WITA




BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUKAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNN............BASA - BASIIIIII.........!!!!!!!!!!!
tanya kenapa <a_mild@rokok.com>
Tuban, Jatim, Indonesia - 17 Juli 2007 12:10:51 WITA




Ass.....

Hua ha ha ha.... Halo Andi Subari (Subari pasti saudaranya "Subali" sepupunya "Sugriwa" anaknya "Hanoman") orang yang sangat pandai beretorika belaka..... kayaknya mata anda harus membaca ulang posting saya lg deh.... mungkin logika anda yang mulai bermasalah.... (mana yang lebih baik antara "Kayak Monyet" apa "Kayak Manusia"..... Semantik itu Bozz............. Hua ha ha ha ha......
Andi... Andi.... Kayak Manusia aja lo.... Puayaahhhhh...
Jika Surga itu buat saya sendiri.... Why Not... Ndi....
Andi jangan membuat persamaan dengan Syamsul.... Karena Syamsul sangat berbeda dengan Andi. Syamsul dengan berani menyatakan dirinya sebagai "Musuhnya Kaning" itu lebih jelas menurut saya daripada Anda yang nggak jelas.... Apakah anda seorang "Team Fuck Cool" atau "Tempakul", mungkin Saudaranya Iguana atau Tengklasa...... Apatis-Ambivalen-Opportunis......
Sebenarnya saya kemarin menulis untuk "SAMSOEL" bukan untuk Andi Subari Terhormat yang Kayak Manusia itu..... yang ngamuk-ngamuk malah Andi Subali.... Eh Subari.......

Ada 3 Hal untuk mengatasi Kejahatan (Baca:Korupsi) Pertama; dengan Kekuatan, Kedua; dengan Mulut dan yang Ketiga; dengan Doa (itulah selemah2nya Iman) semoga Andi Subari masuk golongan yang ketiga atau nggak masuk semasekali alias nggak punya iman................ ngomong2 Iman itu anaknya ADB ya ? itu nggak perlu dibahas disini he he e he he he........

Halo Anang Ijuh, Barudak Gelo..... Neuva Fuerza...... Buat anda semua ayooooooooo terus maju........
Biarkan Andi Subari Menggonggong ! Kita semua tetep berlalu....(Sorry Ndi !)

Biarlah Syamsul tetap nggak pake celana tapi Syamsul tau konsekuensi atas pilihan Syamsul sendiri.......!

Kukar tersenyum lagi walau tanpa Kaning !
Wassalam.........

Syamsul <pria_sehat_tanpa_celana@yahoo.com>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 17 Juli 2007 11:26:33 WITA




ass. wr.wb...jangan telalu jual..leh..julak?? jangan sampai masukan kita ,,berubah menjadi hujatan/caci maki dan hinaan atau cemooh.,,istigfar,,mulai dengan bismillah jd tdk ada hawa amarah yg ikut dlm posting kita,,ingat kita jua manusia biasa,,,yg penuh kehilapan /kekurangan ,jangan terkesan ada rasa kesombongan ,sekali lg..kita jg manusia biasa''mungkin kita jg banyak kesalahan ''tidak bisakah anda menghargai ''kebaikan yg dilakukan seseorang wl itu sebesar biji dzarrah[atom],,,sedang Allah saja bisa...???wass.
andi subari <berodak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 17 Juli 2007 09:07:40 WITA




Perkenalkan saya rien safrina, dosen universitas negeri jakarta. Tgl 1 Juli yang lalu,saya bersama teman mengunjungi samarinda dan kutaikartanegara. Ini adalah kunjungan kami pertama kali di tanah kalimantan, saya pribadi sangat terkesan dengan keindahan alam dan kemajuan kota yang berada sangat jauh dari ibu kota. Benar-benar angkat jempol untuk masyarakat kukar yang terlihat ingin maju tapi tetap mempertahankan identitasnya.
Namun demikian, ada beberapa hal yang mengganggu kami, waktu kami berkunjung ke museum kukar, kami sangat mengagumi batu2 prasasti peninggalan sejarah. Beberapa patung sudah tanpa kepala, dmana menurut hemat kami, penjagaannya kurang optimal, tidak ditempakan di lemari kaca yang terkunci. Padahal benda2 tersebut sangat berharga. Sebaliknya, dilain ruangan, benda2 seperti manik2 baik dompet, tempat tissu, tas yang banyak terdapat di pertokoan, malah ditempatkan di lemari kaca yang terkunci. Mungkin saran kami, paling tidak tempatkan juga patung2 itu di lemari kaca yang terkunci.
Selain itu, waktu kami ada di ruang bawah tempat guci2 peninggalan dinasti ming, kami juga sangat sedih. Betapa berharga benda2 yang ada di ruang bawah, tetapi tampak tidak terawat secara baik, terbukti dengan ruangan yang gelap dan berdebu. Dan yang paling mengganggu dan agak membuat kami marah, adalah penggambaran orang jaman dahulu sedang memasak sesuatu, atau mengerjakan sesuatu, digambarkan patung laki2 tidak memaikai baju atas, memang di dalam lemari kaca dan terkunci, tetapi patung orang itu memakai topi bertuliskan CHICAGO BEARS. Kami rasanya marah bercampur geli, menebak apa kira2 maksudnya pihak museum memakaikan topi tersebut. Menurut kami, karena ini adalah bagian sejarah orang dulu, rasanya mustahil mereka menggunakan topi bertuliskan chicago bears. Rasanya akan agak memalukan bila dilihat oleh orang asing pemandangan tersebut.Mungkin email ini bisa disampaikan kepada yang berwenang, untuk meninjau kembali keadaan di ruang bawah museum kukar.
Email ini semata-mata kami kirim karena kecintaan kami pada tanah kukar. Kami percaya, bila dikelola dengan baik, kukar dapat menjadi pintu gerbang indonesia, dimana sebagai kerajaan paling tua, kukar pantas dikunjungi oleh anak negeri sebagai salah satu pusat belajar, dan tamu2 asing yang pasti tertarik dengan sejarah kukar dan indonesia.
Kami sangat berterima kasih bila email ini di respons. Mudah2an dalam kunjungan kami berikut, kukar semakin indah.
Salam, rien.

rien safrina <rsafrina@yahoo.com>
Jakarta, DKI Jaya, Indonesia - 16 Juli 2007 23:56:54 WITA




KAMI MENYEDIAKAN MAINAN EDUKASI,COCOK UNTUK PLAY GROUP/TK/TERAPI AUTIS/STROK(SYARAF). BERMANFAAT UNTUK MENSTIMULUS OTAK,MOTORIK,KONSENTRASI,KONSEP WARNA,BENTUK,DSB. AMAN, SESUAI STANDAR PSIKOLOGI, MURAH. DICARI DISTRIBUTOR UNTUK WILAYAH KUTAI KARTANEGERA.MASIH KOSONG. DISTRIBUSI KAMI MASIH TERBATAS, KESEMPATAN MASIH LUAS. TIDAK ADA PERSYARATAN TERTENTU MENJADI DISTRIBUTOR (TIDAK ADA PEMBELIAN MINIMAL), MENDAPAT DISKON 10-15%. DAN BANTUAN PENGIRIMAN 10%. SEGERA KUNJUNGI WWW.HARMONI-MEDIA.COM/MAINANEDUKASI , SMS HOTLINE : 081804223823
Harmoni Edu Toys <cs@harmoni-media.com>
Yogyakarta, YOGYAKARTA, Indonesia - 16 Juli 2007 20:33:08 WITA




So far so good
Moch.Yusuf <yusuf_primev@yahoo.com>
Balikpapan , Kalimantan Timur, Indonesia - 16 Juli 2007 13:46:40 WITA




DPRD KUkar memohon kepada Mendagri supaya tidak menon aktifkan Syaukani sebagai Bupati sementara Eddy Mulawarman bilang kalau Syaukani di nonatifkan akan terjadi ketidakstabilan di Kukar. Agaknya kita bisa bernostalgia sejenak dengan apa yang terjadi menjelang kejatuhan Soeharto dulu. Waktu itu DPR/MPR juga kukuh mengangkat Soeharto untuk ketujuh kalinya. Sementara dibeberapa daerah muncul kebulatan tekad mendukung Soeharto. Dukungan mem buta itu ada yang dari Ulama Jawa Timur, Ulama Jabar, Ulama Sulsel dan lain-lain, tidak ketinggalan beberapa paguyupan mengikrarkan tekad mendukung Soeharto. Orang-orang usil yang menyuruh Soeharto supaya cepat lengser seperti Amien Rais di hujat habis-habisan. Agaknya kondisi ini mirip dengan yang terjadi di Kukar sekarang, beberapa lembaga dan perorangan bersedia pasang badan untuk membela Syaukani mati-matian. Tersangka maling itu terbukti banyak sekali pengikutnya di Kukar. Untuk meramaikan dukungan terhadap Syaukani alangkah baiknya kalau mereka juga menggalang kebulatan tekad seperti zaman Soeharto dulu. Tunjukkanlah bahwa rakyat Kukar diberbagai elemen masyarakatnya sangat tidak mendukung pemberantasan korupsi. Tunjukkanlah bahwa tersangka maling patut dibela mati-matian demi kepentingan para pejabat dn kroni-kroninya. Tunjukkanlah bahwa DPRD Kukar ingin Syaukani menjadi BUpati kalau bisa selamanya. Tunjukkan bahwa KUkar tidak butuh KPK, karena KUkar ingin melestarikan budaya korupsi alias budaya maling. Jadi saran saya daripada DPRD Kukar mengusulkan agar Syaukani tidak di non aktifkan lebih baik kalau DPRD beserta segenap anggotanya berombongan langsung datang ke Jakarta pakai dana APBD untuk mendemo KPK. Karena dengan cara seperti itu akan lebih efektif untuk menunjukkan kepada seluruh bangsa INdonesia bahwa DPRD Kukar pro maling dan pro korupsi. Tunjukkan bahwa Korupsi alias maling bukan perbuatan jahat di Tenggarong tapi ia adalah hal biasa dan sudah lumrah adanya. Hidup maling, hidup DPRD KUkar !!!!!!!!!!!!


anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 16 Juli 2007 10:31:11 WITA




Wuuuueeeey....Ayo dunk..anak2 band tenggarong...
bikin karya..jangan kebanyakan demam festival,gak jelas juntrungan nya...bikin demo...jangan ngerasa kita terlalu jauh dari jakarta...enggak lah..kali aja ada produser nyasar yg lagi liburan kesini...kan bisa aja demo kamu didenger...ataw bikin album indie aja...kaltim juga lumayan gede...itung aja kalo satu kaltim beli album indie lo...buset dah...bisa tajir bos...

yang jelas bikin sesuatu yang beda...n..support terus your in local band...awkeh???lets rock the world!siiiyaaaa

AKBAR HAKA19 <distorsirock@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 16 Juli 2007 05:29:33 WITA




AS,WR,WB....TRIMS TO:ANANK IJUH ,,,JG KAWAN2 DI WEB INI,,ADA SEDIKIT GANJALAN DI HATI INI,,SY GABUNG DISINI SDH HAMPIR 5 TAHUN,,,TAPI APA YANG KITA SUARAKAN KAYA ''MENABUR GARAM DILAUT""TAPI ACHIRNYA SY BERFIKIR YAA BIARLAH HITUNG2 UNTUK MUDZAKARRAH.,,NAMBAH WAWASAN,NAMBAH TEMAN DLL,,LALU JG MASIH MASALAH UNIKARTA KENAPA SAMPAI BEGITU PARAH DAN MENYEDIHKAN,,''UNIKARTA BAGAI KERAKAP TUMBUH DIBATU HIDUP SEGAN MATI TAK MAU''......SAMPAI KAPAN UNIKARTA BISA BERTAHAN,,YANG KASIHAN ADALAH DOSEN2 YG CUMA MENGHARAP SALARY DARI YKK,KL MENURUT TUTUR KAWAN YG BEKERJA DISANA,,PALING 2 MEREKA BERGAJI 4 SAMPAI 5 RATUS RIBU/PERBULAN.,SANGAT JAUH DIBAWAH UMR..NAH ITUPUN NUNGGAK TAPI SY SALUT MEREKA MSH BERTAHAN,,WL SALARY MEREKA SANGAT TIDAK RASIONAL,UNTUK BERTAHAN 1 BULAN KEDEPAN....MUDAH2AN KEDEPAN UNIKARTA BISA BANGKIT DAN BERJAYA.,,WASS.WR.WB.
andi subari <bludreg@yahoo.com>
tenggarong, K, Indonesia - 15 Juli 2007 23:06:03 WITA




Aku setuju dengan postingnya pangeran aria, yang kemudian juga didukung oleh Andi Subari. Bahwasanya negeri ini sudah dihinggapi oleh penyakit munafik yang punya tiga ciri yaitu : kalau berkata dusta, kalau berjanji mengingkari dan kalau dipercaya berkhianat. Ini warisan rezim Orba yang sangat berbahaya karena lebih bahaya daripada PKI !, kenapa ? karena orang munafik itu bisa bicara santunb dan berperilaku agamis tapi sebenarnya ia adalah musang berbulu ayam, atau serigala berbulu domba. Ia sukar dideteksi tapi nyata dalam aksi. Pejabat yang munafik bisa koar2 mau berantas korupsi tapi nyatanya dia sendiri yang menjadi komandan korupsi. Perilakunya penuh topeng: tak ubahnya maling teriak maling. Namun demikian, buat bung Andi Subari jangan terlalu curiga dengan semua orang sebelum ada bukti nyata. Seperti yang anda bilang bahwa orang koar-koar anti korupsi karena hanya belum dapat kesempatan, kalau sudah dapat kesempatan lebih parah dari yang di hujat. Benarkah begitu ? aku kira tidak semuanya begitu meskipun mayoritas mungkin demikian. LIhat-lihat dulu siapa orangnya, kalau yang teriak itu antek Orba yang pantes kalau di curigai. Kecuali ada bukti nyata seperti para pejabat Kukar yang tiba2 jadi kaya raya pada hal gajinya cuma seberapa ?. Makanya sebagai tukang cukur, aku tidak hendak menjadi pejbat karena sudah sangat nikmat dengan profesi sekarang. Tempat tinggalku juga jauh di Banjarmasin sana. Seandainya aku teriak-teriak dan domisiliku di KUkar pasti sudah dicurigai berambisi ingin menduduki posisi di Kukar. Tapi kalau rumahku jauh seperti ini paling-paling cuma dibilang kok usil sekali dengan kondisi di KUkar pada hal apa untungnya ?. Jadi memberantas korupsi memang sulit bagaikan menegakkan benang basah. Karena kekuaran kontrol sosial seringkali dicugigai macam-macam. Maka yang kuinginkan adalah rakyat Kukar mesti bersatu memberantas korupsi, karena Kabupaten Anda sebenarnya kaya raya dan semua rakyat berhak menikmatinya. Kasihan kekayaan itu hanya di embat oleh segelintir pejabat dan kroni2nya sementara rakyat jelata hanya bisa mengelus dada.
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 15 Juli 2007 17:07:15 WITA




gw pengen banget ke tenggaraong...
kayanya seru yhaa..

erika <mizz_akire@plasa.com>
depok, jawa barat, Indonesia - 15 Juli 2007 15:25:21 WITA




Wow
Amz <pathlieck@yahoo.com>
Bandung, Jawa Barat, Indonesia - 15 Juli 2007 14:07:31 WITA




bagus
abdul murat s <adoel_cozy@yahoo.com>
jakarta, jakarta timur, Indonesia - 15 Juli 2007 12:50:16 WITA




100 % SAYA MENYATAKAN MENDUKUNG NICE POST NYA: ANANG IJUH, ANDI SUBARI, PANGERAN ARIA, BERUDAK GELO, DLL YANG SE ALIRAN. BAGUSS.... BAGUSSSS... AKU DUKUNG....
BEBASKAN NEGERI INI DARI TIKUS-TIKUS ......KKKKKKKKKKKKOOOORRRRRUUUPPPPPSSSSSIII...!!!
MMMEERRRRRRDDDDDDDEEKKKKKAAAA..!!
...kembali ke huma....

temenKPK <temen_kpk@yahoo.com>
tenggarong, kalimantan timur, Indonesia - 15 Juli 2007 12:13:16 WITA




ass.wrwb,,,wah pas banget posting si pangeran aria ttg edy mulawarman,,sy jg tau betapa garangnya si eddy dlm setiap posting,kayak singa yg gak ketemu daging 7 hari 7 malam kl menghujat syaukani,,idealis,membela rakyat kecil,anti korupsi[kayak-kayaknya seh]...lha setelah dpt kue,,,sama maha malah lbh parah,,,,makanya kl jd orang jgn sok bersih,sok anti korupsi sok alim kl ada kesempatan ternyata '' ngembat''jg... [masalah hati Allah yang tau}jd gak perlulah kita koar2 sok bersih,sok anti korup,,anti KKN. jg dlm posting ini sekalian menambahkan posting si berudak gelo,,,di YKK unikarta emang sekarang sdh pada limit 'zero''teman2 sy yang kerja di sana udh beberapa bulan gak gajian,,,apalagi masalah ATK ,,kata meraka,,tinggal kemampuan fakultas masing2 saja lagi untuk '' bertahan hidup''...''ironis sekali''..... ???[buat ijuh,,kayaknya lebih indah ''kejujuran''anda untuk menghias pribadi anda....daripada ijuh teriak2 anti korupsi,anti KKN,anti maling dll,,,karena ''kejujuran'' anda khan belum terbukti...juh....bisa saja anda sekarang ngaku jujur ,bersih anti KKN,,anti korup anti maling dll[karena ijuh masih jd tukang cukur]lha khan lain kl sdh jg pejabat atau bupati,,,hee,heeee, oke juh,,,,{ANDI CUMA TIDAK INGIN MUNAFIK DENGAN SESUATU KL KITA MASIH YG NAMANYA MANUSIA''] WASS.WR,WB.
andi subari <bludreg@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 15 Juli 2007 09:18:47 WITA




DEAR READERS;

WHO CAN TELL ME MORE,OR KNOW HOW TO REACH THE PEMANGKU ADAT/
NOMINAL-RAJA OF KUTAI MULAWARMAN:H.H. AJI IANSYAHRECHZA F. GELAR MAHARAJA SRI NALA PRADITHA WANGSA WARMAN;KETUA LEMBAGA ADAT BESAR KACAMATAN MUARA KAMAN.
THANK YOU VERY MUCH FOR YOUR HELP.

HORMAT SAYA:
D.P. TICK gRMK
SECRETARY PUSAT DOKUMENTASI KERAJAAN2 DI INDONESIA "PUSAKA"

DP Tick gRMK <pusaka.tick@tiscali.nl>
Vlaardingen, Zuid-Holland, Netherlands - 15 Juli 2007 02:51:58 WITA




ALLLOOOOOOOWWWWWW.......!!!!!!!!!
Peninjauan Proyek oleh Pemkab Kukar dan anggota Dewan telah dilaksanakan, dan beberapa kecamatan pun telah ditinjau.....
dengan tindak lanjut Pemkab dan dewan tersebut, apakah pembangunan di kukar dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya?
apakah tidak ada lagi penimpangan - penyimpangan yang merugikan Negara dan Masyarakat kutai Kartanegara?
ALLAH HU A`LAM!!!!!

Dumber <suck_corrupt@kpk.fuck.u>
Tai ku, murti tankalima, Indonesia - 14 Juli 2007 20:59:26 WITA




Ndeso !!! Itulah istilah yang paling tepat untuk menunjuk sosok seorang Edy Mulawarman sekarang ini. Itulah kalau lembaga Dewan yang terhormat hanya diisi oleh politisi-politisi “karbitan”.

Bisa menjadi anggota Dewan hanya karena bermodal sedikit bisa ngomong vocal dalam mengkritisi pemerintah beserta elite-elite penguasanya.

Namun setelah menjadi bagian dari elit kekuasaan prilakunya tidak lebih baik dari orang-orang yang pernah dikritisinya dulu bahkan mungkin jauh lebih buruk dan tidak bermoral. Ini mengindikasikan jangan-jangan sikap kritisnya dulu semata-mata karena alasan tidak kebagian jatah saja.

Komentar di atas sebagai bentuk respons dari pernyataan Edy Mulawarman yang dimuat oleh Harian Koran Kaltim dua hari yang lalu.

Pernyataannya yang selalu saja bernada ancaman akan terjadinya ketidakstabilan di Kukar jika Syaukani dinonaktifkan menurut saya tidak lebih sebagai upaya mendramatisasi keadaan di Kukar.

Bahkan lebih dari itu statemen-statemennya itulah yang sebenarnya mempovokasi keadaan yang akhirnya bermuara kepada semakin keruhnya suasana di Kukar. Saya tidak tahu persis, orang ini pemimpin atau justru provokator ? Kalau saya jadi aparat penegak hukum, orang inilah yang pertama kali saya tangkap dan jebloskan ke penjara sebagai akibat dari ulahnya yang terus-terusan memprovokasi masyarakat Kukar untuk melawan aparat penegak hukum dan supremasi hukum itu sendiri.

Syukurlah, masyarakat Kukar bukanlah masyarakat yang bodoh sehingga tidak mudah terprovokasi oleh ulah orang-orang picik seperti Edy Mulawarman ini. Masyarakat Kukar ternyata jauh lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi perkembangan politik di Kukar. Apa yang terjadi dengan Syaukani dapat mereka pahami murni sebagai bentuk proses hukum dan upaya untuk menegakkan supremasi hukum itu sendiri.

Begitu juga dengan rencana penonaktifan Syaukani. Dinonaktifkannya Syaukani sebagai Bupati Kukar jika yang bersangkutan secara resmi diajukan ke meja hijau sama sekali tidak menyalahi aturan yang ada. Justru jika sampai Depdagri tidak menonaktifkannya maka Depdagrilah yang menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Omong kosong dengan ancaman Edy Mulawarman, emang dia siapa ? Kalau referensinya adalah kasus gerakan perlawanan sekelompok masyarakat Kukar yang menentang ADB beberapa waktu yang lalu, nampak sekali betapa bodohnya sosok Edy Mulawarman ini.

Karena apa yang terjadi dulu tidak lebih dari upaya segelintir elite kroni Syaukani untuk menunjukkan kepada Jakarta bahwa Kukar bergejolak pasca ditunjuknya ADB sebagai Pejabat Bupati Kukar menggantikan Syaukani. Dan semua itu adalah gerakan mobilisasi dengan kompensasi uang bukan murni partisipasi masyarakat. Jadi kalau kemudian hal tersebut terulang lagi, sudah saatnya aparat penegak hukum menunjukkan ketegasan dan kewibawaannya, tangkap saja para pelaku kekacauan di Kukar itu.

Sudah saatnya proses hukum diatas segala-galanya. Jangankan biarkan kepentingan politik mengalahkan supremasi hukum di negeri ini. Apalagi terkalahkan oleh ulah segelintir orang yang sama sekali tidak mengerti hukum tapi sok pintar bicara hukum.

Katanya ngerti peraturan perundang-undangan, bahkan duduk sebagai anggota legislatif yang salah satu tugas utamanya adalah membuat produk perundang-undangan. Tapi prilakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang mengerti hukum, apalagi mau taat hukum.

Cukup sudah negeri ini rusak oleh ulah orang-orang yang kerjanya hanya menjual-jual nama rakyat tapi lupa dengan rakyat ketika dia merasa nikmat duduk di singgasana kekuasaan, seperti Edy Mulawarman ini contohnya.

Dulu bukan main garangnya mengkritisi berbagai kebijakan di Kukar yang notabene dipimpin Syaukani. Hampir setiap saat posting kerasnya menghiasi halaman buku tamu Kukar.com, tapi sekarang setelah diberi sedikit jatah kue kekuasaan bukan main garangnya dalam menjilat Syaukani. Mau balas budi ya…? Cantik sedikitlah mainnya bung…Tapi bagaimana mungkin bisa bermain cantik, bermain politik saja baru seumur jagung, maklumlah matang karena karbitan.

Bagi Masyarakat Kukar, selamat ! Anda layak dapat Bintang ! Teruslah menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak. Jangan tiru para pemimpinmu yang sama sekali tidak cerdas itu ! Kukar akan lebih damai, sejahtera dan berkeadilan setelah bersih dari orang-orang yang korup ! Buat Bung Edy, baca, baca, dan baca !!! Biar sedikit lebih cerdas dan mengalami pencerahan ! Apa gedung Dewan itu terlalu mewah buat anda sehingga kemudian membuat anda sedikit mengalami gegar budaya dan akhirnya membuat kecerdasan anda yang dulu menjadi sirna ? Wallahu’alam…

Pangeran Aria <aria_06@yahoo.com>
tenggarong , kaltim, Indonesia - 14 Juli 2007 20:22:38 WITA




VIVA LA VICTORIA SIEMPRE.....

kepada seluruh netter kukar.com yang terhormat....

anda pasti tau tentang unikarta yang paling megah kampusnya se tenggarong bukan sekaltim... ternyata didalamnya tidak semegah gedungnya apalagi YKK-nya wuiiihh.... sangta-sangat sempit, padahal katanya selalu dapat subsidi dari pemda, tapi kemana dana tersebut hilangnya, apalagi isu terbaru YKK (yayasan kutai kartanegara) tidak mampu menggaji para dosen dan staffnya, MASYA ALLAH.....itu baru kejadian luar biasa, katanya YKK isinya ahli ekonom juga ada DR-nya, tapi gimana managemennya, saya yakin sangat amburadul.....

saya pikir raibnya dana abadi YKK yang bertanggung jawab adalah erwinsyah dan teguh budiarso, tau ga kemana hilangnya.. masih ingat waktu zamannya demo nentang ADB... ya itu... dana tersebut dipakai untuk mendanai demo penolakan terhadap keberadaan ADB yang dikawatirkan akan menghancurkan karier rektornya jadi bupati,yang sekarang lagi mendekam dipenjara taukan..... ya itu meski ADB di demo dan ditolak, pusat tidak tutup mata..buktinya sekarang kena juga tuh.....he hehe.... dampak bagi unikarta ya sekarang... YKK tidak bisa membayar gaji para dosen danstaffnya, karena dana abadinya ludes..des..des...des.... dan kembali erwinsyah kader HMI juga teguh budiarso yang paling bertanggung jawab, karena mereka itu disamping gila jabatan juga penjilat sejati, tau ga erwinsyah itu pernah menyemir sepatu wakil bupati lho.... itu kata orang dalam wakil bupati, yah masih banyak lah kebobrokan para kader HMI termasuk Ir. aswin juga tidak baik tuh...hahahhahha hahahahah....

barudak gelo <barudak_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 14 Juli 2007 19:43:58 WITA




Pergunakanlah hasil alam sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat tanpa merusak alam itu sendiri Aji Daroma Hp 08158906788
Aji Daroma <ajidaroma@hotmail.com>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 14 Juli 2007 16:32:59 WITA




semoga kaltim hutannya tidak habis dan kambangkan penghijauan kembali
Aji Daroma <ajidaroma@hotmail.com>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 14 Juli 2007 14:34:07 WITA




Kukar,Kukaa......aar!!!, namamu semakin membahana aja di Benua Etam ini, dimana2 baik tingkat Birokrat, swasta, PKL, dsb selalu mengamati Kukar yg kaya akan SDA nya tsb, dgn hasil perimbangan/APBD 3,5T, tapi apa yg terlihat di Tenggarong Ibu Kukar saat ini, semua jadi perbincangan org, lebih-2 debat kusir yg dilakukan antara JULAK ANAG IJUH dan ANDI SUBARI, yg selalu hadir disetiap saat pada guestbook ini, yg dgn berani&latangnya buka-2 an ttg kondisi Kukar yg sebenarnya sehingga debat ini merupakan Opini&konsumsi Publik luas bukan hanya lokal tapi Nasional bahkan Internasional bagi para netter yg bsa masuk pada web ini. Naah buat para pejabat-2 Kukar dgn adanya 2 nara sumber ini saya kira sudahlah!! mereka ber2 itu ada benarnya, sudah!! sekali lagi akhir semua cerita lama ini, mari kita bangun Kukar, kita tinggal Kukar yg dulu mari kita bangkit dari awal, Kalau KUKAR mau berubah dan tdk jadi pembicaraan Publik..........?????
Fhani <lhofat@Yahoo.com>
Paguntaka, Kaltara, Indonesia - 14 Juli 2007 09:49:30 WITA




ha ha ha posting si andi subari kayak cacing kepanasan, menggeliat kesana kemari sambil mengumbar sumpah serapah. Mukanya merah padam, penuh dendam dan kebencian. Nah mohon diresapi ya posting2ku sebelumnya terutama posting yang berjudul : "PERAN SENTRAL AIR LIUR", karena kayaknya tulisan itu pas banget buat elo. Tapi ini cuma kayaknya lho, nggak tahu deh yang sebenarnya. Sebelum bobo, cuci kaki dan tangan dulu agar tidak gatalan. Kesian anak bini ntar ketularan......hidup Andi !!!, hidup Kaning !!! peace !!
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 18:28:27 WITA




ass.wr,wb.posting ijuh berubah baru hari ini,,yg kemarin2,,coba buka file 2 sebelumnya,,,,yaaa kl posting yg kyk gini,,yaa baru ilmiah,,,kl ky kemarin waah,,,kaya orang,''cacingan'',,and jg andi gak pernah minta bela sama ijuh,,khan,,,,,,???karena cuma ''retorika''....alias pandai bicara [NATO}NOT ACTION TALK ONLY}...dan juga sama saja ijuh jua ,,, kl ada kesempatan,,,jd ''maling''jua,,,khan,,cuma sayang nasibmu,,juh,,,,''sirik tanda ketidak mampuan],,,haa,haa..ijuh,,ijuh,,,susah,,kl sok bersih,,jgn munafiklah,,lah,,juh,,,mun ada kesempatan ijuh laju pada ''kerbau'',,hua,,haaaa,,,syukur ijuh tdk ada kesempatan,,, ,,,daaah tdk ush berdalih mau membela si anu si ini...lah ,,juh,,yg jelas,,,,orANG KAMI DI KUKAR GAK PERLU,,,KAMU,,,OK,,,DAAAH URUSI Kalsel aja,,data posting,,yg kamu paparkan,,dah,,basi,,juh,,, cari yg lain,,lah,,,''gak usah muluk2 juh,,,lebih bermanfaan ijuh sumbang seribu rupiah,,daripad NATO,,,,hua,,haaaa...yaaa,ok.ingat,,kl mau bobo jgn lupa minum ''obat cacing,,,ya..wass.
andi subari <demak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 17:31:07 WITA




pa kabar mas win?
lagi ngetes, aja. tampilannya koq masih "sepi", mas?
ntar kayak kukarcom juga, yah? ada berita atau .......

salam,
bastian

bastian <bastian.rauf@gmail.com>
tenggarong, kalimantan timur, Indonesia - 13 Juli 2007 14:18:18 WITA




mohon info lengkap mengenai planetarium jagad raya dari spesifikasi teknis dan biayanya
terima kasih

riyadil Jinan <r_jinan@lapan.go.id>
jakarta, DKI, Indonesia - 13 Juli 2007 12:19:08 WITA




situs yang cukup bagus, dan terus kembangkan penyajiannya agar lebih menarik lagi. serta terus gali tempat2 pariwisata di DAERAH KUTAI ini, karena masih banyak tempat2 yang bisa di kembangkan menjadi objek wisata. terimakasih!
fatrolli <ollie_f2gkii@yahoo.com>
samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 13 Juli 2007 11:48:53 WITA




TAHUN 2006 ADA GERAKAN PENCANANGAN ANTI KORUPSI DI KUKAR, TAHUN 2007, PEJABAT YANG MENCANANGKAN MALAH DI BUI........BERITA SELENGKAPNYA SEPERTI DIBAWAH INI.


Tikus-Tikus dan Penjara
dprdkutaikartanegara.go.id - 16/01/2006 21:52 WITA


Dari beberapa pertemuan dan acara resmi, Bupati Kukar DR H Syaukani HR MM selalu membuka tekadnya untuk membasmi “tikus tikus kantor.” Siapa yang dimaksudkan tikus kantor, ya para koruptor di lingkungan kerja Pemerintahan Kukar, para oknum pejabat yang dalam waktu cepat (hanya 1 hingga 3 tahun menjabat satu jabatan) sudah memiliki rumah mewah bernilai miliaran rupiah, memiliki mobil mewah lebih dari satu. Bahkan mungkin memiliki istri-istri simpanan, karena sekali berbuat yang haram, maka perbuatan haram lainnya akan dengan mudah mengekor.

Tikus-tikus itu masih bebas berkeliaran merusak citra, sekaligus merusak citra pimpinan daerah kaya SDA dan berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa, tapi, 15,07 persen di antaranya tergolong penduduk miskin akibat anggaran yang seharusnya menjadi hak rakyat, dicuri oleh para oknum korup. Kenyataan itu sangat merusak. Karena merusak itulah, Syaukani bertekad membasmi tikus-tikus kantor tersebut.

“Tahun ini (2006) dicanangkan gerakan anti korupsi di Kukar. Tikus-tikus kantor itu harus diracun. Jangan coba-coba bermain,” tegas Syaukani dibanyak pertemuan dengan masyarakat.
Rakyat menyambut dan mencatat pernyataan sangat positif tersebut, bahkan rakyat berharap itu bukan hanya sekadar pernyataan belaka, tetapi ada praktiknya. Bahkan rakyat yakin bila gerakan itu benar-benar dijalankan, akan banyak oknum pejabat yang diadili dan masuk penjara. Bukan saja oknum pejabatnya, juga istri para pejabat itu bakal turut diperiksa, karena tidak menutup kemungkinan yang mendorong suaminya mencuri uang anggaran alias menjadi koruptor adalah atas inisiatif istri yang silau akan harta berlimpah tak peduli tidak diridoi Tuhan.

Masih komentar rakyat yang melihat oknum pejabat yang baru satu hingga 2 tahun menduduki satu jabatan, selanjutnya mampu membangun rumah-rumah mewah. Berhaji suami istri, namun sepulang haji, mental mencuri uang anggaran belum bisa dikikis. Itu jelas hajinya tidak mambur (tanda-tanda haji mambrur, di antaranya perkataannya lemah lembut dan menjauhi perbuatan haram). Bila kata-katanya saja kasar dan suka sumpah serapah, ini berarti hajinya jauh dari mambrur. Bahkan uang fee yang nilainya kecil saja dikejar habis-habisan. Tak jarang, hanya untuk mengejar uang fee ini rela memutus silaturahmi dengan rekan kerja. Yang penting menumpuk kekayaan, tak peduli silaturahmi putus atau tidak. Tak peduli halal haram. Padahal jelas, Firman Tuhan (dalam ajaran Islam) menyebutkan : sepanjang dalam dirimu (hidupmu) masih ada yang tidak halal sepanjang itu pula amal ibadahmu tidak diterima.
“Sebagai rakyat, kami yakin, uang yang didapat oleh oknum pejabat yang mendadak kaya itu dari hasil korupsi,” kata Sutarno warga Tenggarong Seberang.

Akibat dicurinya uang anggaran, program gerbang dayaku selama 4 tahun terakhir ini belum banyak dirasakan oleh rakyat. Terbukti, masih tingginya angka kemiskinan di Kukar. Pada 2005, rakyat miskin mencapai 73.250 jiwa. Mutu pendidikan masih yang terbawah dari 13 daerah tingkat II di Kaltim, kesehatan rakyat juga kurang terjamin, lihat saja angka korban berbagai macam penytakit di Kukar masih tinggi, terutama demam berdarah setiap tahun selalu meminta korban jiwa. Bahkan tidak sedikit rakyat yang kekurangan gizi. Puskesmas-puskesmas kekuranag fasilitas. Siapa saja yang datang berobat ke puskesmas dan apa pun jenis penyakitnya, maka obat yang diberikan kebanyakan jenisnya sama, vitamin ke vitamin. Semua lantaran anggaran untuk kesehatan dimainkan oleh oknum.

Kurang optimalnya perwujudan program Gerbang Dayaku di masyarakat adalah akibat ulah oknum-oknum pejabat yang gila kekayaan. Bupati Syaukani juga berpendapat begitu, bahkan ia yakin, akibat ulah para tikus-tikus itulah citra Gerbang Dayaku buruk di mata rakyat. Untuk meracuni tikus-tikus ini, pemkab Kukar sudah teken kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jangan coba main-main soal anggaran. Dari tingkatan yang tertinggi hingga terendah bakal berhadapan dengan gerakan anti korupsi yang mulai dijalankan 2006 ini. Kita juga bekerjasama dengan Polri untuk melancarkan gerakan ini. Apa pun bentuknya yang namanya korupsi termasuk pembohongan publik, berhadapan dengan gerakan ini,” papar Syaukani pasti. (kon) (kon)


NAH KALAU SUDAH BEGINI TAMBAH SUSAH SAJA MEMBEDAKAN SIAPA MALING DAN SIAPA BOS MALING

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:39:10 WITA




PERAN SENTRAL AIR LIUR BAGI PARA PENJILAT

Air Liur berupa cairan yang dihasilkan dari mulut, berfungsi untuk membantu aktifitas di dalam mulut agar makanan bisa dilumatkan dengan bantuan air liur. Air Liur sangat dibutuhkan oleh “PARA PENJILAT” untuk melicinkan suatu objek yang dijilat. Air Liur ini diproduksi oleh tubuh secara terus menerus selama proses penjilatan berlangsung. Apabila hal ini terjadi terus menerus, maka Para Penjilat bisa mengalami dehidrasi, yaitu, kekeringan dan kekurangan cairan dalam tubuh. Akibatnya sangat fatal, bisa mati lemas karena kehabisan cairan tubuh, sehingga pancreas menjadi mengeras dan bisa terjadi Komplikasi.

Apa hubungannya dengan Penguasa Yang Lalim?

Dalam konteks kali ini, Penguasa Yang Lalim sangat membutuhkan sebuah JILATAN yang membuainya dari orang-orang di sekitarnya. Benar atau tidak informasi yang mereka sampaikan, harus menyenangkan sang Penguasa. Bahkan Para Penjilat itu tidak ragu-ragu bermuka dua terhadap siapapun. Mereka bisa membohongi diri sendiri, sampai-sampai mereka rela mati kehabisan cairan dalam tubuhnya, mereka meninggalkan keluarganya demi sang Penguasa. Mereka sudah tidak setia lagi terhadap apapun yang menjadi komitment bersama.

Selamat Menjilat kepada Para Penjilat

Selamat Menikmati Jilatan kepada Para Penguasa Yang Lalim.

Tulisan ini, bertujuan untuk memutus Mata Rantai Lingkaran Setan Di Sekitar Kita.

Dikutip dari :
http://niasbarat.wordpress.com/2007/05/05/air-liur-penguasa-yang-lalim/

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:24:54 WITA




Parade Kaum Penjilat !

Seorang lelaki bernama Yunus bin Ya’qub mendatangi imam Ja’far Ash-Shadiq sambil berkata, “berikanlah tanganmu padaku karena aku hendak menciumnya”. Imam Ja’far memberikan tangannya dan lelaki itu pun dengan leluasa menciumnya. Kemudian laki-laki itu melanjutkan permintaannya, “dekatkanlah kepalamu”. Imam mendekatkan kepalanya dan lelaki itu menciumnya. Tak puas sampai disitu, lelaki itu berkata, “berikan kakimu karena aku ingin menciumnya juga”. Imam Shadiq dengan nada tidak senang berkata, “aku bersumpah bahwa setelah mencium tangan dan kepala maka anggota tubuh yang lain tak layak untuk dicium''.Kisah sederhana di atas mengandung hikmah yang sangat besar untuk dijadikan pelajaran. Setidaknya ada dua poin penting yang bisa dijadikan pelajaran. Pertama, Islam melarang segala bentuk penjilatan. Kedua, siapapun yang dijilat, hendaklah tidak merasa enak dan mawas diri.

Imam Ja’far Ash-Shadiq adalah pemimpin keagamaan yg memiliki kewenangan setingkat gubernur. Sementara Yunus bin Ya’qub adalah jamaah sang Imam yang sekaligus bertugas mengurusi segala keperluan sang Imam (bahasa birokrasinya staf).

Sebenarnya Yunus mencium tangan dan kepala sang imam termotivasi oleh niat ingin mendapat pujian. Ia melakukannya agar dengan cara itu ia mendapatkan pengakuan ketaatan dan ketulusan dari pemimpinnya sehingga ia bisa tetap diberikan kepercayaan untuk tetap pada posisinya, jika perlu mendapat kenaikan derajat.

Sebelum menguraikan lebih jauh tentang penilaian Islam terhadap politisi penjilat, dirasa perlu untuk mengemukakan siapa sesungguhnya yang masuk dalam ketegori politisi.

Dalam buku Komunikasi Politik, Dan Nimmo menguraikan bahwa secara umum politisi adalah mereka yang aktivitasnya atau profesinya, atau pekerjaannya, memiliki keterikatan ataupun bersangkut paut dengan dunia kekuasaan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa politisi bukan hanya mereka yang berada di gedung parlemen (seperti yang dipahami oleh masyarakat awam selama ini), tapi juga mereka yang ada di gedung pemerintahan. Bahkan termasuk didalamnya adalah orang non struktural, termasuklah didalamnya kontraktor yang mengharap proyek di lingkup pemerintah.

Sikap dan perilaku Yunus bin Ya’qub di atas, dalam dunia kemasyarakat dikenal dengan istilah (maaf) “penjilat”. Tabiat penjilat seperti ini sangat sering kita jumpai dalam dunia organisasi apa saja, terutama dunia birokrasi.

Akhir-akhir ini, saat menjelang pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) provinsi Sulawesi Selatan, ada kecenderungan manusia yang bertabiat penjilat semakin menjamur seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan pilkada.
Manusia bertabiat penjilat banyak dijumpai dalam tim sukses maupun tim relawan dari setiap calon. Tujuannya tentu bukan semata-mata kerana ingin memenangkan calonnya tapi lebih kepada kepentingan pribadinya, yaitu agar posisinya tetap bertahan atau jika perlu dipromosikan pada jabatan yang lebih tinggi. Baik saat ini (sebelum pilkada) maupun setelah pilkada.

Karakteristik manusia penjilat ini antara lain: Pertama dan utama, bermental ABS alias asal bapak senang. Mental seperti ini biasanya dilakoni oleh bawahan saat dilakukan kontrol atau pemeriksaan oleh atasannya. Saat menyampaikan laporan, bawahan tersebut tidak mengemukakan fakta atau realitas yang sesungguhnya di lapangan. Penyebabnya tentu saja karena jika dia menyampaikan fakta yang sesungguhnya maka pimpinan akan kecewa, lalu berdampak pada evaluasi kinerja bawahan tersebut, dan pada akhirnya bawahan tersebut akan kehilangan posisi.
Karakter kedua, sangat berlebih-lebihan dalam memberikan penghormatan terhadap atasan. Karakter ini sangat mudah diketahui karena dapat dilihat dari tingkah laku atau perilaku bawahan saat berkomunikasi langsung dengan atasan. “Penjilatan” mereka sangat mudah diketahui karena terlihat melalui bahasa tubuh mereka. Bahasa tubuh mereka antara lain terlalu membungkuk (hampir ruku’) di depan atasan saat berkomunikasi, menciumi tangan atasan, padahal atasan lebih muda usianya, bahan pembicaraannya selalu berputar-putar sekitar memuji-muji atasan (dalam bahasa makassar disebut pakompa-kompai),

Mengapa hal ini bisa terjadi?, salah satu penyebabnya karena kesalahpahaman terhadap makna dan pengertian rendah hati (tawadhu’). Misalnya pujian bawahan yang sangat berlebih-lebihan terhadap atasnnya tadi. Ironisnya lagi karena sang atasan mengangguk-anggukan kepalanya, sementara hal yang dijadikan bahan pujian bahannya tersebut sebenarnya tidak terjadi.

Karakter ketiga, dan ini yang sangat dilarang agama, yaitu suka memfitnah. Fitnah tersebut diarahkan kepada orang yang dianggap ataupun yang dinilai dapat mengancam posisinya. Pada tahap ini, penjilat tidak akan segan-segan melakukan segala macam cara untuk mempertahankan posisinya, termasuk memfitnah pesaingnya.

Dalam bahasa komunikasi politik, fitnah ini dikenal dengan istilah “black campain”, yaitu kegiatan menyebarluaskan isu-isu tidak benar kepada masyarakat pemilih, dengan tujuan isu yang dilemparkan merusak citra seseorang sehingga pemilih tidak memilih orang yang diisukan tersebut pada hari "H" pilkada.

Black campain memberikan pendidikan politik yang sangat tidak baik kepada masyarakat, bahkan bisa melahirkan konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat, dan jika itu terjadi maka benarlah pepatah yang mengatakan “Menang jadi arang, kalah jadi abu”. Inilah “Toddopuli” yang salah arah, inilah “Siri’ yang salah tafsir, inilah “Pacce” yang kehilangan makna.
Dalam pandangan Islam, fitnah sangat dilarang karena bukan saja merusak si pelaku (orang yang memfitnah), tapi juga merusak orang yang dijadikan sasaran fitnah. Fitnah pada akhirnya mengarah kepada pembunuhan karakter terhadap orang yang difitnah, bahkan berdampak pada hilangnya peluang orang-orang yang kompeten untuk menduduki jabatan. Karena besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh fitnah, sehingga Allah swt, menegaskan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Seorang penjilat sejatinya sedang membohongi dirinya. Dia menipu dirinya sendiri, bahkan menginjak-injak hati nuraninya. Apa yang dilakukan berlawanan dengan lubuk hatinya. Dia rela melakukan apa saja secara berlebihan demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang yang dijilatinya.
Lalu bagaimana pandangan Islam tentang pribadi penjilat? Rasulullah saw, bersabda, “ Menjilat bulan termasuk karakteristik moral seorang muslim”.(Kanzul ‘ummal, hadis 29364). Bahkan moral penjilat bukan pribadi muslim sejati, bahkan sebenarnya mental penjilat lebih dekat dengan karakter seorang munafik, dan orang munafik dalam alquran dimasukkan dalam “Innal Munafikina firdalkil aspali minannar”, “sesungguhnya tempat bagi orang munafik adalah keraknya neraka, neraka paling bawah”.

Mengapa Islam melarang perilaku menjilat? karena menjilat adalah salah satu bentuk kehinaan, yaitu menghina dan merendahkan diri sendiri, padahal Islam datang untuk menjunjung tinggi kemuliaan dan kehormatan manusia. Sedangkan penjilat berusaha menghinakan dan merobohkan harkat dan martabat manusia yang dibangun Islam.

Bagaimana pula pandangan Islam tentang orang yang “dijilati”? Jika mencermati kisah di atas, dapat dipahami bahwa sesungguhnya Islam juga memberikan peringatan bagi orang yang dijilati. Diingatkan bahwa menerima sanjungan atau pujian yang berlebih-lebihan dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan kehilangan sikap mawas diri.
Islam mengajarkan bahwa salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kearifandan kehati-hatian dalam menyikapi pujian sanjungan yang berlebihan. Pemimpin yang ideal tidak serta merta mengangguk-anggukkan kepala, apalagi sampai mengiyakan pujian yang tidak sesuai dengan kenyataan, karena mengiyakan sesuatu yang tidak benar berarti membiarkan kebohongan.

Dalam pandangan Islam, “penjilat” dan yang “dijilati” sama-sama memiliki keburukan, sama-sama memiliki dampak negatif, baik terhadap pribadi pelakunya, maupun terhadap dunia kemasyarakatan, karena itu Islam mengajarkan untuk menjauhi sifat tersebut, serta menghindari segala macam kegiatan yang dapat mengarah kepadanya. “Wallahu A’lam”


anang ijuh <ajui232@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:16:59 WITA




Postingnya rekan "gerodak gelo" memberikan pencerahan kepada kita tentang apa itu korupsi. Kalau kemudian tulisan seperti itu tidak ngaruh atau tidak memberikan pencerahan apa-apa ya boleh dibilang TERLALU !. Dimata urang nang kayak bung andi subari mungkin tulisan kayak gitu dianggap angin lalu: "emangnya gua pikirin, he he he ...". Wah semakin kebakaran jenggot si Andi Subari ini, ngomong2 punya jenggot nggak sih ?. Kan sudah kubilang, aku tidak ngurusi persoalan orang Kukar terutama urusan pejabat korup dan antek-anteknya. Aku hanya ingin simpati kepada rakyat Kukar yang tergencet kehidupannya karena hak-haknya di embat oleh penguasanya. Aku tidak akan peduli pada nasib para pejabat korup dan antek-anteknya. Karena pejabat korup dan antek-anteknya itu bisa ngurus diri sendiri. Mau tau rakyat KUkar yang kubela ? : itu si martin, si marto, si komar, si juminten, si galuh dan si si si lainnya. Mereka adalah rakyat jelata yang kurang beruntung hidup dibawah ketiak penguasa. Yang jelas bukan si andi saubari dan konco-konconya. ihik ihik ihik..........wah tambah marah nih si andi........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:10:59 WITA




juuh,,,,kl mau buat posting,,,yaaa mirip2 ky punya si ''berodak gelo'' itu,,,lho???tanpa ada hujatan/hinaan,,caci maki,,,atau sumpah serapah,,,tapi enak di cerna,,,dan,, universal.. !!!!
andi subari <genta@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 09:03:17 WITA




ass.wr.wb.. IJUH,,,KAMU GAK NGERTIKAH BAHASA MANUSIA....SDH SY KATAKAN''KAMI DI KUKAR BISA URUS DIRI KAMI SENDIRI''....DUUH,,, SUSAH,,,NGOMONG SAMA ''BOLOT'' NGGAK NYAMBUNG,,,''BAIK ATAU BURUK KUKAR ADALAH ''TANAH AIR KAMI''FAHAM JUH....[KL GAK FAHAM JAAAAH,,CAPEEEK DEEH}MASALAH PIMPINAN[BPT KAMI] BERSALAH ATAU TIDAK KHAN ADA KPK/YG BERWEWENANG ,,,,,JD GAK PERLU ''IJUH'' ,,,ok,,juh,,udahlah urusi kalselmu,,sono??and jangan kl bobo''''minum obat cacing'',,yaaach..???wass.dari:andi subari ,,
andi subari <berodak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 08:53:52 WITA




KALAU ADA YANG BACA SILAHKAN BERI KOMENTAR, TERUTAMA KEPADA ORANG-ORANG YANG SUKA MENJILAT BURIT KANING YANG SEKARANG SEDANG MENDEKAM DI DALAM TAHANAN, HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA...............................
barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:29:56 WITA




INI ORANG TENGGARONG BIAR TAU KORUPSI ORDE BARU DAN ANTEK-ANTEKNYA, MAKA DARI ITU MARI KITA TUMPAS SAMPAI AKAR-AKARNYA.


Pengertian atau Definisi Korupsi
Ditulis Oleh www.transparansi.or.id
Digg!

Dari segi semantik, "korupsi" berasal dari bahasa Inggris, yaitu corrupt, yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah atau jebol. Istilah "korupsi" juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam prakteknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya.

Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten. Untuk pembahasan dalam situs MTI ini, pengertian "korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan.


JIHAD MELAWAN KORUPSI
Ditulis Oleh A. Umar Said


Baru-baru ini boleh dikatakan seluruh pers di Indonesia secara serentak dan ramai-ramai memberitakan bahwa sebanyak 14 organisasi masyarakat Islam mendeklarasikan “Jihad Bersama Melawan Koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)". Peristiwa ini merupakan kejadian yang menarik, yang patut menjadi perhatian kita bersama, dan berusaha menelaahnya, apa artinya bagi kepentingan rakyat dan negara kita bersama. Berikut adalah sekadar sumbangan fikiran untuk penelaahan masalah tersebut :

Pada kesempatan dideklarasikannya jihad bersama ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan pernyataan bahwa deklarasi jihad melawan koruptror BLBI adalah sebagai bentuk tanggung jawab umat Islam yang harus ikut peduli terhadap masa depan bangsa yang semakin terpuruk akibat korupsi. Selain itu, selama ini umat dan masyarakat Islam menilai penanganan hukum bagi para koruptor BLBI masih setengah hati dan belum tuntas serta tidak ada tindakan tegas, bahkan mereka para koruptor terkesan dilindungi oleh pemerintah

Oleh karena itu, melalui jihad melawan koruptor BLBI, pemerintah didesak agar menindak tegas dan memberikan hukuman secara tuntas bagi mereka koruptor BLBI. Langkah kongkrit dari jihad ini menurutnya, tiada lain, kecuali tegakkan hukum yang konsisten dan konsekuen. Maka setelah adanya penandatanganan deklarasi bersama jihad melawan koruptor BLBI, pimpinan ormas yang diikuti organisasi kemahasiswaan akan segera meminta bertemu Presiden, Wakil Presiden, Jaksa Agung, Menteri Keuangan dan Menteri terkait lainnya untuk menindak lanjuti deklarasi tersebut.

Empat belas ormas yang menandatangani deklarasi itu adalah Muhammadiyah, NU, Persatuan Islam, Al Irsyad Al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Alwasliyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, KAHMI, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan mahasiswa Muhammadiyah, dan Himpunan Mahasiswa Islam.

Din Syamsuddin juga menyatakan yakin bahwa 60-an bahkan ratusan ormas Islam di Tanah Air setuju dengan deklarasi ini. (Demikian rangkuman singkat berita-berita tentang deklarasi 14 ormas Islam tersebut)

Perlu disambut gembira dan didukung

Mengingat penyakit parah bangsa dan negara kita yang berupa korupsi, yang sudah sangat merajalela dengan ganas di segala bidang kehidupan sejak lama, maka deklarasi “Jihad bersama melawan koruptor BLBI” 14 ormas Islam tersebut di atas, patutlah disambut dengan gembira oleh semua kalangan dan golongan, sebagai sesuatu yang penting bagi bangsa kita seluruhnya.

Namun, demi kepentingan keseluruhan bangsa, alangkah baiknya kalau “jihad melawan korupsi itu” tidak hanya difokuskan kepada “para koruptor BLBI” saja, melainkan juga kepada para koruptor pada umumnya, terutama para koruptor “kelas kakap”, yang banyak terdapat di kalangan eksekutif, legislatif, judikatif, dan masyarakat umum, termasuk di kalangan partai-partai politik dan pengusaha-pengusaha besar. Dan termasuk juga korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh kalangan keluarga Suharto (antara lain : Tommy Suharto) yang telah merusak citra Islam serta menjatuhkan nama Republik Indonesia di mata dunia.

Memang, kasus korupsi di BLBI, yang meliputi jumlah yang besar sekali (!!!) , yaitu Rp 600 triliun (dengan bahasa atau angka yang lebih jelas : Rp 600 000 000 000.000 atau Rp 600 juta dikalikan sejuta) adalah masalah yang serius sekali di antara banyak korupsi besar-besaran di negara kita ini. Karena besarnya dan rumitnya kasus korupsi di BLBI ini, ditambah dengan ambur-adulnya penanganannya yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tinggi pendukung Orde Baru, maka sudah sekitar 10 tahun masih belum nampak juga kemajuan penyelesaiannya.

Mengingat sangat parahnya korupsi yang melanda negara kita, maka deklarasi “jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam tersebut merupakan salah satu tanda yang amat menggembirakan akan kepedulian masyarakat Islam terhadap masalah korupsi, yang makin secara nyata sekali telah menimbulkan pembusukan di bidang akhlak banyak sekali orang dan juga kerusakan-kerusakan berat dalam bidang sosial-ekonomi-budaya masyarakat Indonesia. Jadi, koruptor BLBI haruslah ditindak, sampai tuntas, karena telah merugikan negara dan rakyat secara besar-besaran. Di samping itu, masalah korupsi yang lain (yang di luar BLBI) juga perlu sekali dilawan ramai-ramai, dengan berbagai cara dan jalan, oleh semua kalangan dan golongan, termasuk kalangan pemerintahan.

Memang, di waktu-waktu yang lalu, para tokoh atau pemuka-pemuka Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah (dan organisasi-organisasi lainnya) sudah juga mengangkat suara yang cukup keras, -- termasuk tuntutan hukuman mati bagi koruptor -- terhadap masalah korupsi ini, namun gemanya atau pengaruhnya masih belum banyak untuk mencegah berkembangnya korupsi, yang masih juga berkecamuk terus di berbagai kalangan, termasuk di kalangan orang-orang yang mengaku diri mereka Islam atau Muslimin. Banyak sekali di antara orang-orang yang ditindak karena tuduhan korupsi, adalah justru para “tokoh” yang kelihatannya rajin sembahyang, sering pergi ke mesjid, suka kasih sedekah, banyak berkotbah, pernah ke Mekah (bahkan ada yang berkali-kali), atau juga banyak ikut-ikut pengajian berjemaah.

Langkah permulaan yang penting sekali

Dideklarasikannya “Jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam, yang ditujukan terhadap para koruptor BLBI ini, mudah-mudahan merupakan langkah permulaan yang besar dari ummat Islam Indonesia pada umumnya untuk ikut memobilisasi kekuatan masyarakat guna membersihkan negara kita dari berbagai penyakit, sehingga bisa meneruskan perjuangan bersama menyelesaikan reformasi, dan memperkuat persatuan bangsa atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Sebab, dari pengalaman sejak pemerintahan Orde Baru yang selama 32 tahun dan diteruskan oleh berbagai pemerintahan (di bawah pimpinan Habibi, Gus Dur, Megawati dan SBY sekarang ini) sudah terbukti bahwa di antara banyak kerusakan atau banyak kebusukan yang diwariskan oleh Orde Baru adalah korupsi yang merajalela. Seperti yang telah dialami sendiri oleh banyak orang, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan telah menggebu-gebu selama pemerintahan rejim militer Suharto dkk, tetapi kebanyakan berhasil ditutup-tutupi, akibat ketatnya sistem kontrol pemerintahan.

Sebab, seperti yang dialami banyak di antara kita masing-masing, oleh karena diberangusnya kebebasan demokratis selama 32 tahun, tidaklah mungkin bagi banyak orang untuk menyuarakan perlawanan terhadap sebagian pimpinan militer (dan Golkar) yang nyata-nyata telah memperkaya diri dengan korupsi atau segala macam penyalahgunaan kekuasaan. Meskipun banyak jenderal dan kolonel (dan pemimpin-pemimpin Golkar dari berbagai tingkatan) yang mendadak jadi kaya raya (dengan memiliki 3 atau 4 rumah , tanah yang luas dan mobil yang mewah-mewah) tetapi tidak banyak kasus-kasus korupsi di kalangan mereka itu yang dibongkar atau diberitakan. Jaring-jaringan praktek-praktek korupsi semasa Orde Baru ini begitu hebatnya dan begitu luasnya, sehingga sulit diberantas oleh pemerintahan-pemerintahan berikutnya, sampai sekarang !

Jihad melawan korupsi dan juga Orde Baru

Jadi, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan yang biasanya memang sesuatu yang inherent (satu dan senyawa) dengan diktatur militer yang manapun juga dalam sejarah dunia modern, juga telah menjadi penyakit kronis dari rejim militer Orde Baru. Dan karena sisa-sisa Orde Baru banyak yang masih berkuasa dalam pemerintahan-pemerintahan sesudah tahun 1998, maka dengan sendirinya, penyakit parah yang sudah berjangkit selama puluhan tahun itu masih juga bercokol dengan kuatnya, dan sulit diberantas. Boleh dikatakan, bahwa wabah korupsi yang sekarang merajalela itu adalah – pada dasarnya -- kelanjutan dari wabah yang lama, atau mempunyai akarnya pada penyakit yang lama pula, tetapi memakai baju yang baru dalam situasi yang baru.

Di sini jugalah letak pentingnya masalah jihad melawan korupsi ! Jihad melawan korupsi tidak akan berhasil dengan tuntas tanpa melawan sisa-sisa kekuatan Orde Baru. Sebab, korupsi yang sekarang merajalela itu adalah pengejawantahan sebagian dari jati-diri sisa-sisa Orde Baru. Patutlah kiranya diingat oleh kita semua bahwa penyakit korupsi yang merajalela di begitu banyak bidang dan begitu parah seperti yang kita saksikan sekarang ini tidak terjadi selama “orde lama” di bawah pimpinan Bung Karno. Meskipun di sana-sini terdengar juga adanya beberapa korupsi, suasana perjuangan revolusioner dan kerakyatan yang digelorakan oleh pemimpin besar revolusi Bung Karno waktu itu telah membikin akhlak bangsa menjauhkan diri dari praktek-praktek korupsi, bahkan menajiskannya.. Dalam kaitan ini jugalah sulit dibantah bahwa sosok pejuang bangsa Bung Karno berbeda jauh sekali dengan sosok maling besar yang bernama Suharto, yang juga penjahat kaliber besar di bidang HAM.

Dari sudut pandang yang arahnya demikian itulah, kiranya, kita bisa mengatakan bahwa jihad melawan koruptor BLBI yang mulai dilancarkan oleh 14 ormas Islam (dan mudah-mudahan juga didukung oleh banyak ormas-ormas lainnya, termasuk yang non-Islam) akan mempunyai arti yang menjangkau lebih jauh lagi, bagi perbaikan atau perubahan yang fundamental bagi nasib bangsa generasi kini dan anak cucu kita di kemudian hari.

Pengagum Suharto tidak mungkin anti-korupsi

Kalau kita coba melihat lebih jauh lagi, maka akan nyatalah bahwa jihad melawan korupsi adalah sebenarnya bagian yang penting sekali dalam perjuangan kita bersama untuk melaksanakan keputusan yang sudah diambil oleh MPR mengenai reformasi. Dan inti dari reformasi adalah – pada pokoknya -- merubah atau mengganti, atau membuang segala hal yang salah, atau hal yang buruk, yang diwariskan oleh Orde Baru. Jadi, jelasnya, jihad yang sungguh-sungguh untuk melawan koruptor BLBI, sebenarnya berarti juga jihad melawan praktek-praktek buruk Orde Baru dan sisa-sisanya. Sebab, masalah koruptor BLBI adalah – secara langsung atau tidak langsung – justru akibat politik Orde Baru juga.

Dengan bahasa yang lebih sederhana lagi, kiranya bisa dikatakan bahwa siapapun atau golongan yang manapun tidak bisa melakukan perlawanan terhadap koruptor dengan tuntas dan hasil baik kalau tetap bersikap mendukung politik Orde Baru, atau terus bersimpati dan memuja-memuja Suharto (dan konco-konconya). Menganggap Suharto orang besar yang sudah berjasa kepada rakyat dan negara adalah bertentangan sama sekali dengan sikap jihad melawan korupsi. Kalau ditarik lebih jauh lagi, bisalah kiranya disimpulkan bahwa jihad melawan korupsi secara konsekwen berarti juga jihad melawan Suharto beserta Orde Barunya. Atau, kesimpulan lainnya yang senafas, yaitu : orang atau kalangan yang memuja-muja Suharto tidak mungkin menjadi orang atau kalangan yang sungguh-sungguh konsekwen anti-korupsi.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam, diharapkan adanya kesadaran juga di kalangan berbagai golongan Islam bahwa perjuangan melawan korupsi yang sudah kelewat parah sekarang ini, diperlukan mobilisasi seluruh kekuatan Islam bersama kekuatan-kekuatan lainnya, termasuk yang non-Islam dan yang anti-Orde Baru. Tidak perlu diragukan lagi bahwa kebanyakan mereka yang benar-benar konsekwen anti-korupsi itu adalah kebanyakannya juga anti-Orde Baru. Mereka ini terdiri dari berbagai macam ormas buruh, tani, pemuda, perempuan, mahasiswa, kaum miskin kota, eks-tapol, keluarga korban peristiwa 65 dll dll dll., yang mendambakan adanya pemerintahan yang bersih dan adil.

Sumbangan yang besar umat Islam Indonesia

Kalau deklarasi “Jihad melawan koruptor BLBI” ini dilandasi dengan dasar yang luas dan anti-Orde Baru, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh (dan bukannya slogan yang isinya omong-kosong saja !), maka akan merupakan sumbangan ummat Islam Indonesia yang besar sekali (dan amat bersejarah) bagi usaha bersama untuk perbaikan dalam membangun bangsa. Dengan gigihnya ummat Islam menjalankan jihad melawan korupsi dengan sungguh-sungguh dan sekaligus melawan sisa-sisa Orde Baru, maka banyak orang akan melihat wajah baru dan citra yang lain dari golongan Islam di Indonesia.

Sebab, selama ini ada kesan dari banyak orang bahwa sebagian besar golongan Islam Indonesia bersikap terlalu toleran terhadap orang-orang yang melakukan korupsi, dan sebagian lagi juga bersikap terlalu lemah terhadap sisa-sisa kekuatan Orde Baru beserta simpatisan-simpatisannya, yang masih terus berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan kepentingan persatuan bangsa dan kesatuan negara kita bersama.

Padahal, kekuatan golongan Islam di Indonesia ini amatlah besar di bidang moral, politik, sosial dan ekonomi, untuk melawan korupsi yang sudah menyengsarakan banyak orang dan membikin berbagai kerusakan dan kerugian negara.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam ini, kalau gerakan moral ini nantiya mendapat dukungan yang lebih besar lagi dari masyarakat luas berkat perlawanan yang juga ditujukan kepada sisa-sisa kekuatan Orde Baru yang korup, maka akan bisa menjadi motor yang dahsyat dan penting sekali. Dengan begitu, gerakan moral yang demikian ini akan bisa menyebarkan secara efektif ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan masalah pemberantasan dan pencegahan korupsi, dengan cara damai dan beradab.

Karena, sebagaimana yang diketahui oleh banyak pakar-pakar mengenai Islam, banyak sekali ajaran-ajaran Islam yang bagus-bagus sekali bisa dipakai untuk menghadapi masalah besar korupsi seperti yang sedang dihadapi di Indonesia dewasa ini. Oleh karena itu, gerakan moral jihad melawan korupsi akan bisa meraih hasil besar dan merebut pengaruh yang luas, kalau berbagai ormas Islam yang mendukungnya, bisa memobilisasi para pakar (termasuk ulama yang ahli-ahli di bidangnya masing-masing) untuk mengumpulkan dan mensosialisasikan ajaran-ajaran Islam mengenai pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Dan kalau dalam penyebaran dakwah yang dilakukan di berbagai macam tempat, kesempatan, dan waktu (mesjid, pesantren, madrasah, pertemuan-pertemuan agama, universitas), juga banyak disinggung masalah pentingnya perlawanan terhadap korupsi maka bisalah dikatakan bahwa gerakan moral ini akan punya andil besar dalam peningkatan kesadaran banyak orang akan besarnya dosa dan beratnya hukuman bagi orang-orang yang melakukan korupsi.

Masih terus merajalelanya korupsi -- terutama korupsi yang besar-besar -- di negara kita yang penduduknya sebagian terbesar beragama Islam, merupakan tantangan yang serius bagi kita semua sebagai bangsa. Tetapi, juga bisa diartikan sebagai kegagalan besar ummat Islam di Indonesia.


barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:25:58 WITA




 

       
Pasang Iklan
Username  
Password  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com