Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Buku Tamu KutaiKartanegara.com | Halaman 42
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu

ARSIP BUKU TAMU

 
Buku Tamu KutaiKartanegara.com
3501-3550
3551-3600
3601-3650
3651-3700
3701-3750
3751-3800
3801-3850
3851-3900
3901-3950
3951-4000
4001-4050
4051-4100
4101-4150
4151-4200
4201-4250
4251-4300
4301-4350
4351-4400
4401-4450
4451-4500
4501-4550
4551-4600
4601-4650
4651-4700
4701-4750
4751-4800
4801-4850
4851-4900
4901-4950
4951-5000
5001-5050
5051-5100
5101-5150
5151-5200
5201-5250
5251-5300
5301-5350
5351-5400
5401-5450
5451-5500
5501-5550
5551-5600
5601-5650
5651-5700
5701-5750
5751-5800
5801-5850
5851-5900
5901-5950
5951-6000
6001-6050
6051-6100
6101-6150
6151-6200
6201-6250
6251-6300
6301-6350
6351-6400
6401-6450
6451-6500
6501-6550
6551-6600
6601-6650
6651-6700
6701-6750
6751-6800
6801-6850
6851-6900
6901-6950
6951-7000
7001-7050
7051-7100
7101-7150
7151-7200
7201-7250
7251-7300
7301-7350
7351-7400
7401-7450
7451-7500
7501-7550
7551-7600
7601-7650
7651-7700
7701-7750
7751-7800
7801-7850
7851-7900
7901-7950
7951-8000
8001-8050
8051-8100
8101-8150
8151-8200
8201-8250
8251-8300
8301-8350
8351-8400
8401-8450
8451-8500
8501-8550
8551-8600
8601-8650
8651-8700
8701-8750
8751-8800
8801-8850
8851-8900
8901-8950
8951-9000
9001-9050
9051-9100
9101-9150
9151-9200
 
 

 

 

 

 

Ndeso !!! Itulah istilah yang paling tepat untuk menunjuk sosok seorang Edy Mulawarman sekarang ini. Itulah kalau lembaga Dewan yang terhormat hanya diisi oleh politisi-politisi “karbitan”.

Bisa menjadi anggota Dewan hanya karena bermodal sedikit bisa ngomong vocal dalam mengkritisi pemerintah beserta elite-elite penguasanya.

Namun setelah menjadi bagian dari elit kekuasaan prilakunya tidak lebih baik dari orang-orang yang pernah dikritisinya dulu bahkan mungkin jauh lebih buruk dan tidak bermoral. Ini mengindikasikan jangan-jangan sikap kritisnya dulu semata-mata karena alasan tidak kebagian jatah saja.

Komentar di atas sebagai bentuk respons dari pernyataan Edy Mulawarman yang dimuat oleh Harian Koran Kaltim dua hari yang lalu.

Pernyataannya yang selalu saja bernada ancaman akan terjadinya ketidakstabilan di Kukar jika Syaukani dinonaktifkan menurut saya tidak lebih sebagai upaya mendramatisasi keadaan di Kukar.

Bahkan lebih dari itu statemen-statemennya itulah yang sebenarnya mempovokasi keadaan yang akhirnya bermuara kepada semakin keruhnya suasana di Kukar. Saya tidak tahu persis, orang ini pemimpin atau justru provokator ? Kalau saya jadi aparat penegak hukum, orang inilah yang pertama kali saya tangkap dan jebloskan ke penjara sebagai akibat dari ulahnya yang terus-terusan memprovokasi masyarakat Kukar untuk melawan aparat penegak hukum dan supremasi hukum itu sendiri.

Syukurlah, masyarakat Kukar bukanlah masyarakat yang bodoh sehingga tidak mudah terprovokasi oleh ulah orang-orang picik seperti Edy Mulawarman ini. Masyarakat Kukar ternyata jauh lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi perkembangan politik di Kukar. Apa yang terjadi dengan Syaukani dapat mereka pahami murni sebagai bentuk proses hukum dan upaya untuk menegakkan supremasi hukum itu sendiri.

Begitu juga dengan rencana penonaktifan Syaukani. Dinonaktifkannya Syaukani sebagai Bupati Kukar jika yang bersangkutan secara resmi diajukan ke meja hijau sama sekali tidak menyalahi aturan yang ada. Justru jika sampai Depdagri tidak menonaktifkannya maka Depdagrilah yang menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Omong kosong dengan ancaman Edy Mulawarman, emang dia siapa ? Kalau referensinya adalah kasus gerakan perlawanan sekelompok masyarakat Kukar yang menentang ADB beberapa waktu yang lalu, nampak sekali betapa bodohnya sosok Edy Mulawarman ini.

Karena apa yang terjadi dulu tidak lebih dari upaya segelintir elite kroni Syaukani untuk menunjukkan kepada Jakarta bahwa Kukar bergejolak pasca ditunjuknya ADB sebagai Pejabat Bupati Kukar menggantikan Syaukani. Dan semua itu adalah gerakan mobilisasi dengan kompensasi uang bukan murni partisipasi masyarakat. Jadi kalau kemudian hal tersebut terulang lagi, sudah saatnya aparat penegak hukum menunjukkan ketegasan dan kewibawaannya, tangkap saja para pelaku kekacauan di Kukar itu.

Sudah saatnya proses hukum diatas segala-galanya. Jangankan biarkan kepentingan politik mengalahkan supremasi hukum di negeri ini. Apalagi terkalahkan oleh ulah segelintir orang yang sama sekali tidak mengerti hukum tapi sok pintar bicara hukum.

Katanya ngerti peraturan perundang-undangan, bahkan duduk sebagai anggota legislatif yang salah satu tugas utamanya adalah membuat produk perundang-undangan. Tapi prilakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang mengerti hukum, apalagi mau taat hukum.

Cukup sudah negeri ini rusak oleh ulah orang-orang yang kerjanya hanya menjual-jual nama rakyat tapi lupa dengan rakyat ketika dia merasa nikmat duduk di singgasana kekuasaan, seperti Edy Mulawarman ini contohnya.

Dulu bukan main garangnya mengkritisi berbagai kebijakan di Kukar yang notabene dipimpin Syaukani. Hampir setiap saat posting kerasnya menghiasi halaman buku tamu Kukar.com, tapi sekarang setelah diberi sedikit jatah kue kekuasaan bukan main garangnya dalam menjilat Syaukani. Mau balas budi ya…? Cantik sedikitlah mainnya bung…Tapi bagaimana mungkin bisa bermain cantik, bermain politik saja baru seumur jagung, maklumlah matang karena karbitan.

Bagi Masyarakat Kukar, selamat ! Anda layak dapat Bintang ! Teruslah menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak. Jangan tiru para pemimpinmu yang sama sekali tidak cerdas itu ! Kukar akan lebih damai, sejahtera dan berkeadilan setelah bersih dari orang-orang yang korup ! Buat Bung Edy, baca, baca, dan baca !!! Biar sedikit lebih cerdas dan mengalami pencerahan ! Apa gedung Dewan itu terlalu mewah buat anda sehingga kemudian membuat anda sedikit mengalami gegar budaya dan akhirnya membuat kecerdasan anda yang dulu menjadi sirna ? Wallahu’alam…

Pangeran Aria <aria_06@yahoo.com>
tenggarong , kaltim, Indonesia - 14 Juli 2007 20:22:38 WITA




VIVA LA VICTORIA SIEMPRE.....

kepada seluruh netter kukar.com yang terhormat....

anda pasti tau tentang unikarta yang paling megah kampusnya se tenggarong bukan sekaltim... ternyata didalamnya tidak semegah gedungnya apalagi YKK-nya wuiiihh.... sangta-sangat sempit, padahal katanya selalu dapat subsidi dari pemda, tapi kemana dana tersebut hilangnya, apalagi isu terbaru YKK (yayasan kutai kartanegara) tidak mampu menggaji para dosen dan staffnya, MASYA ALLAH.....itu baru kejadian luar biasa, katanya YKK isinya ahli ekonom juga ada DR-nya, tapi gimana managemennya, saya yakin sangat amburadul.....

saya pikir raibnya dana abadi YKK yang bertanggung jawab adalah erwinsyah dan teguh budiarso, tau ga kemana hilangnya.. masih ingat waktu zamannya demo nentang ADB... ya itu... dana tersebut dipakai untuk mendanai demo penolakan terhadap keberadaan ADB yang dikawatirkan akan menghancurkan karier rektornya jadi bupati,yang sekarang lagi mendekam dipenjara taukan..... ya itu meski ADB di demo dan ditolak, pusat tidak tutup mata..buktinya sekarang kena juga tuh.....he hehe.... dampak bagi unikarta ya sekarang... YKK tidak bisa membayar gaji para dosen danstaffnya, karena dana abadinya ludes..des..des...des.... dan kembali erwinsyah kader HMI juga teguh budiarso yang paling bertanggung jawab, karena mereka itu disamping gila jabatan juga penjilat sejati, tau ga erwinsyah itu pernah menyemir sepatu wakil bupati lho.... itu kata orang dalam wakil bupati, yah masih banyak lah kebobrokan para kader HMI termasuk Ir. aswin juga tidak baik tuh...hahahhahha hahahahah....

barudak gelo <barudak_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 14 Juli 2007 19:43:58 WITA




Pergunakanlah hasil alam sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat tanpa merusak alam itu sendiri Aji Daroma Hp 08158906788
Aji Daroma <ajidaroma@hotmail.com>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 14 Juli 2007 16:32:59 WITA




semoga kaltim hutannya tidak habis dan kambangkan penghijauan kembali
Aji Daroma <ajidaroma@hotmail.com>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 14 Juli 2007 14:34:07 WITA




Kukar,Kukaa......aar!!!, namamu semakin membahana aja di Benua Etam ini, dimana2 baik tingkat Birokrat, swasta, PKL, dsb selalu mengamati Kukar yg kaya akan SDA nya tsb, dgn hasil perimbangan/APBD 3,5T, tapi apa yg terlihat di Tenggarong Ibu Kukar saat ini, semua jadi perbincangan org, lebih-2 debat kusir yg dilakukan antara JULAK ANAG IJUH dan ANDI SUBARI, yg selalu hadir disetiap saat pada guestbook ini, yg dgn berani&latangnya buka-2 an ttg kondisi Kukar yg sebenarnya sehingga debat ini merupakan Opini&konsumsi Publik luas bukan hanya lokal tapi Nasional bahkan Internasional bagi para netter yg bsa masuk pada web ini. Naah buat para pejabat-2 Kukar dgn adanya 2 nara sumber ini saya kira sudahlah!! mereka ber2 itu ada benarnya, sudah!! sekali lagi akhir semua cerita lama ini, mari kita bangun Kukar, kita tinggal Kukar yg dulu mari kita bangkit dari awal, Kalau KUKAR mau berubah dan tdk jadi pembicaraan Publik..........?????
Fhani <lhofat@Yahoo.com>
Paguntaka, Kaltara, Indonesia - 14 Juli 2007 09:49:30 WITA




ha ha ha posting si andi subari kayak cacing kepanasan, menggeliat kesana kemari sambil mengumbar sumpah serapah. Mukanya merah padam, penuh dendam dan kebencian. Nah mohon diresapi ya posting2ku sebelumnya terutama posting yang berjudul : "PERAN SENTRAL AIR LIUR", karena kayaknya tulisan itu pas banget buat elo. Tapi ini cuma kayaknya lho, nggak tahu deh yang sebenarnya. Sebelum bobo, cuci kaki dan tangan dulu agar tidak gatalan. Kesian anak bini ntar ketularan......hidup Andi !!!, hidup Kaning !!! peace !!
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 18:28:27 WITA




ass.wr,wb.posting ijuh berubah baru hari ini,,yg kemarin2,,coba buka file 2 sebelumnya,,,,yaaa kl posting yg kyk gini,,yaa baru ilmiah,,,kl ky kemarin waah,,,kaya orang,''cacingan'',,and jg andi gak pernah minta bela sama ijuh,,khan,,,,,,???karena cuma ''retorika''....alias pandai bicara [NATO}NOT ACTION TALK ONLY}...dan juga sama saja ijuh jua ,,, kl ada kesempatan,,,jd ''maling''jua,,,khan,,cuma sayang nasibmu,,juh,,,,''sirik tanda ketidak mampuan],,,haa,haa..ijuh,,ijuh,,,susah,,kl sok bersih,,jgn munafiklah,,lah,,juh,,,mun ada kesempatan ijuh laju pada ''kerbau'',,hua,,haaaa,,,syukur ijuh tdk ada kesempatan,,, ,,,daaah tdk ush berdalih mau membela si anu si ini...lah ,,juh,,yg jelas,,,,orANG KAMI DI KUKAR GAK PERLU,,,KAMU,,,OK,,,DAAAH URUSI Kalsel aja,,data posting,,yg kamu paparkan,,dah,,basi,,juh,,, cari yg lain,,lah,,,''gak usah muluk2 juh,,,lebih bermanfaan ijuh sumbang seribu rupiah,,daripad NATO,,,,hua,,haaaa...yaaa,ok.ingat,,kl mau bobo jgn lupa minum ''obat cacing,,,ya..wass.
andi subari <demak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 17:31:07 WITA




pa kabar mas win?
lagi ngetes, aja. tampilannya koq masih "sepi", mas?
ntar kayak kukarcom juga, yah? ada berita atau .......

salam,
bastian

bastian <bastian.rauf@gmail.com>
tenggarong, kalimantan timur, Indonesia - 13 Juli 2007 14:18:18 WITA




mohon info lengkap mengenai planetarium jagad raya dari spesifikasi teknis dan biayanya
terima kasih

riyadil Jinan <r_jinan@lapan.go.id>
jakarta, DKI, Indonesia - 13 Juli 2007 12:19:08 WITA




situs yang cukup bagus, dan terus kembangkan penyajiannya agar lebih menarik lagi. serta terus gali tempat2 pariwisata di DAERAH KUTAI ini, karena masih banyak tempat2 yang bisa di kembangkan menjadi objek wisata. terimakasih!
fatrolli <ollie_f2gkii@yahoo.com>
samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 13 Juli 2007 11:48:53 WITA




TAHUN 2006 ADA GERAKAN PENCANANGAN ANTI KORUPSI DI KUKAR, TAHUN 2007, PEJABAT YANG MENCANANGKAN MALAH DI BUI........BERITA SELENGKAPNYA SEPERTI DIBAWAH INI.


Tikus-Tikus dan Penjara
dprdkutaikartanegara.go.id - 16/01/2006 21:52 WITA


Dari beberapa pertemuan dan acara resmi, Bupati Kukar DR H Syaukani HR MM selalu membuka tekadnya untuk membasmi “tikus tikus kantor.” Siapa yang dimaksudkan tikus kantor, ya para koruptor di lingkungan kerja Pemerintahan Kukar, para oknum pejabat yang dalam waktu cepat (hanya 1 hingga 3 tahun menjabat satu jabatan) sudah memiliki rumah mewah bernilai miliaran rupiah, memiliki mobil mewah lebih dari satu. Bahkan mungkin memiliki istri-istri simpanan, karena sekali berbuat yang haram, maka perbuatan haram lainnya akan dengan mudah mengekor.

Tikus-tikus itu masih bebas berkeliaran merusak citra, sekaligus merusak citra pimpinan daerah kaya SDA dan berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa, tapi, 15,07 persen di antaranya tergolong penduduk miskin akibat anggaran yang seharusnya menjadi hak rakyat, dicuri oleh para oknum korup. Kenyataan itu sangat merusak. Karena merusak itulah, Syaukani bertekad membasmi tikus-tikus kantor tersebut.

“Tahun ini (2006) dicanangkan gerakan anti korupsi di Kukar. Tikus-tikus kantor itu harus diracun. Jangan coba-coba bermain,” tegas Syaukani dibanyak pertemuan dengan masyarakat.
Rakyat menyambut dan mencatat pernyataan sangat positif tersebut, bahkan rakyat berharap itu bukan hanya sekadar pernyataan belaka, tetapi ada praktiknya. Bahkan rakyat yakin bila gerakan itu benar-benar dijalankan, akan banyak oknum pejabat yang diadili dan masuk penjara. Bukan saja oknum pejabatnya, juga istri para pejabat itu bakal turut diperiksa, karena tidak menutup kemungkinan yang mendorong suaminya mencuri uang anggaran alias menjadi koruptor adalah atas inisiatif istri yang silau akan harta berlimpah tak peduli tidak diridoi Tuhan.

Masih komentar rakyat yang melihat oknum pejabat yang baru satu hingga 2 tahun menduduki satu jabatan, selanjutnya mampu membangun rumah-rumah mewah. Berhaji suami istri, namun sepulang haji, mental mencuri uang anggaran belum bisa dikikis. Itu jelas hajinya tidak mambur (tanda-tanda haji mambrur, di antaranya perkataannya lemah lembut dan menjauhi perbuatan haram). Bila kata-katanya saja kasar dan suka sumpah serapah, ini berarti hajinya jauh dari mambrur. Bahkan uang fee yang nilainya kecil saja dikejar habis-habisan. Tak jarang, hanya untuk mengejar uang fee ini rela memutus silaturahmi dengan rekan kerja. Yang penting menumpuk kekayaan, tak peduli silaturahmi putus atau tidak. Tak peduli halal haram. Padahal jelas, Firman Tuhan (dalam ajaran Islam) menyebutkan : sepanjang dalam dirimu (hidupmu) masih ada yang tidak halal sepanjang itu pula amal ibadahmu tidak diterima.
“Sebagai rakyat, kami yakin, uang yang didapat oleh oknum pejabat yang mendadak kaya itu dari hasil korupsi,” kata Sutarno warga Tenggarong Seberang.

Akibat dicurinya uang anggaran, program gerbang dayaku selama 4 tahun terakhir ini belum banyak dirasakan oleh rakyat. Terbukti, masih tingginya angka kemiskinan di Kukar. Pada 2005, rakyat miskin mencapai 73.250 jiwa. Mutu pendidikan masih yang terbawah dari 13 daerah tingkat II di Kaltim, kesehatan rakyat juga kurang terjamin, lihat saja angka korban berbagai macam penytakit di Kukar masih tinggi, terutama demam berdarah setiap tahun selalu meminta korban jiwa. Bahkan tidak sedikit rakyat yang kekurangan gizi. Puskesmas-puskesmas kekuranag fasilitas. Siapa saja yang datang berobat ke puskesmas dan apa pun jenis penyakitnya, maka obat yang diberikan kebanyakan jenisnya sama, vitamin ke vitamin. Semua lantaran anggaran untuk kesehatan dimainkan oleh oknum.

Kurang optimalnya perwujudan program Gerbang Dayaku di masyarakat adalah akibat ulah oknum-oknum pejabat yang gila kekayaan. Bupati Syaukani juga berpendapat begitu, bahkan ia yakin, akibat ulah para tikus-tikus itulah citra Gerbang Dayaku buruk di mata rakyat. Untuk meracuni tikus-tikus ini, pemkab Kukar sudah teken kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jangan coba main-main soal anggaran. Dari tingkatan yang tertinggi hingga terendah bakal berhadapan dengan gerakan anti korupsi yang mulai dijalankan 2006 ini. Kita juga bekerjasama dengan Polri untuk melancarkan gerakan ini. Apa pun bentuknya yang namanya korupsi termasuk pembohongan publik, berhadapan dengan gerakan ini,” papar Syaukani pasti. (kon) (kon)


NAH KALAU SUDAH BEGINI TAMBAH SUSAH SAJA MEMBEDAKAN SIAPA MALING DAN SIAPA BOS MALING

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:39:10 WITA




PERAN SENTRAL AIR LIUR BAGI PARA PENJILAT

Air Liur berupa cairan yang dihasilkan dari mulut, berfungsi untuk membantu aktifitas di dalam mulut agar makanan bisa dilumatkan dengan bantuan air liur. Air Liur sangat dibutuhkan oleh “PARA PENJILAT” untuk melicinkan suatu objek yang dijilat. Air Liur ini diproduksi oleh tubuh secara terus menerus selama proses penjilatan berlangsung. Apabila hal ini terjadi terus menerus, maka Para Penjilat bisa mengalami dehidrasi, yaitu, kekeringan dan kekurangan cairan dalam tubuh. Akibatnya sangat fatal, bisa mati lemas karena kehabisan cairan tubuh, sehingga pancreas menjadi mengeras dan bisa terjadi Komplikasi.

Apa hubungannya dengan Penguasa Yang Lalim?

Dalam konteks kali ini, Penguasa Yang Lalim sangat membutuhkan sebuah JILATAN yang membuainya dari orang-orang di sekitarnya. Benar atau tidak informasi yang mereka sampaikan, harus menyenangkan sang Penguasa. Bahkan Para Penjilat itu tidak ragu-ragu bermuka dua terhadap siapapun. Mereka bisa membohongi diri sendiri, sampai-sampai mereka rela mati kehabisan cairan dalam tubuhnya, mereka meninggalkan keluarganya demi sang Penguasa. Mereka sudah tidak setia lagi terhadap apapun yang menjadi komitment bersama.

Selamat Menjilat kepada Para Penjilat

Selamat Menikmati Jilatan kepada Para Penguasa Yang Lalim.

Tulisan ini, bertujuan untuk memutus Mata Rantai Lingkaran Setan Di Sekitar Kita.

Dikutip dari :
http://niasbarat.wordpress.com/2007/05/05/air-liur-penguasa-yang-lalim/

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:24:54 WITA




Parade Kaum Penjilat !

Seorang lelaki bernama Yunus bin Ya’qub mendatangi imam Ja’far Ash-Shadiq sambil berkata, “berikanlah tanganmu padaku karena aku hendak menciumnya”. Imam Ja’far memberikan tangannya dan lelaki itu pun dengan leluasa menciumnya. Kemudian laki-laki itu melanjutkan permintaannya, “dekatkanlah kepalamu”. Imam mendekatkan kepalanya dan lelaki itu menciumnya. Tak puas sampai disitu, lelaki itu berkata, “berikan kakimu karena aku ingin menciumnya juga”. Imam Shadiq dengan nada tidak senang berkata, “aku bersumpah bahwa setelah mencium tangan dan kepala maka anggota tubuh yang lain tak layak untuk dicium''.Kisah sederhana di atas mengandung hikmah yang sangat besar untuk dijadikan pelajaran. Setidaknya ada dua poin penting yang bisa dijadikan pelajaran. Pertama, Islam melarang segala bentuk penjilatan. Kedua, siapapun yang dijilat, hendaklah tidak merasa enak dan mawas diri.

Imam Ja’far Ash-Shadiq adalah pemimpin keagamaan yg memiliki kewenangan setingkat gubernur. Sementara Yunus bin Ya’qub adalah jamaah sang Imam yang sekaligus bertugas mengurusi segala keperluan sang Imam (bahasa birokrasinya staf).

Sebenarnya Yunus mencium tangan dan kepala sang imam termotivasi oleh niat ingin mendapat pujian. Ia melakukannya agar dengan cara itu ia mendapatkan pengakuan ketaatan dan ketulusan dari pemimpinnya sehingga ia bisa tetap diberikan kepercayaan untuk tetap pada posisinya, jika perlu mendapat kenaikan derajat.

Sebelum menguraikan lebih jauh tentang penilaian Islam terhadap politisi penjilat, dirasa perlu untuk mengemukakan siapa sesungguhnya yang masuk dalam ketegori politisi.

Dalam buku Komunikasi Politik, Dan Nimmo menguraikan bahwa secara umum politisi adalah mereka yang aktivitasnya atau profesinya, atau pekerjaannya, memiliki keterikatan ataupun bersangkut paut dengan dunia kekuasaan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa politisi bukan hanya mereka yang berada di gedung parlemen (seperti yang dipahami oleh masyarakat awam selama ini), tapi juga mereka yang ada di gedung pemerintahan. Bahkan termasuk didalamnya adalah orang non struktural, termasuklah didalamnya kontraktor yang mengharap proyek di lingkup pemerintah.

Sikap dan perilaku Yunus bin Ya’qub di atas, dalam dunia kemasyarakat dikenal dengan istilah (maaf) “penjilat”. Tabiat penjilat seperti ini sangat sering kita jumpai dalam dunia organisasi apa saja, terutama dunia birokrasi.

Akhir-akhir ini, saat menjelang pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) provinsi Sulawesi Selatan, ada kecenderungan manusia yang bertabiat penjilat semakin menjamur seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan pilkada.
Manusia bertabiat penjilat banyak dijumpai dalam tim sukses maupun tim relawan dari setiap calon. Tujuannya tentu bukan semata-mata kerana ingin memenangkan calonnya tapi lebih kepada kepentingan pribadinya, yaitu agar posisinya tetap bertahan atau jika perlu dipromosikan pada jabatan yang lebih tinggi. Baik saat ini (sebelum pilkada) maupun setelah pilkada.

Karakteristik manusia penjilat ini antara lain: Pertama dan utama, bermental ABS alias asal bapak senang. Mental seperti ini biasanya dilakoni oleh bawahan saat dilakukan kontrol atau pemeriksaan oleh atasannya. Saat menyampaikan laporan, bawahan tersebut tidak mengemukakan fakta atau realitas yang sesungguhnya di lapangan. Penyebabnya tentu saja karena jika dia menyampaikan fakta yang sesungguhnya maka pimpinan akan kecewa, lalu berdampak pada evaluasi kinerja bawahan tersebut, dan pada akhirnya bawahan tersebut akan kehilangan posisi.
Karakter kedua, sangat berlebih-lebihan dalam memberikan penghormatan terhadap atasan. Karakter ini sangat mudah diketahui karena dapat dilihat dari tingkah laku atau perilaku bawahan saat berkomunikasi langsung dengan atasan. “Penjilatan” mereka sangat mudah diketahui karena terlihat melalui bahasa tubuh mereka. Bahasa tubuh mereka antara lain terlalu membungkuk (hampir ruku’) di depan atasan saat berkomunikasi, menciumi tangan atasan, padahal atasan lebih muda usianya, bahan pembicaraannya selalu berputar-putar sekitar memuji-muji atasan (dalam bahasa makassar disebut pakompa-kompai),

Mengapa hal ini bisa terjadi?, salah satu penyebabnya karena kesalahpahaman terhadap makna dan pengertian rendah hati (tawadhu’). Misalnya pujian bawahan yang sangat berlebih-lebihan terhadap atasnnya tadi. Ironisnya lagi karena sang atasan mengangguk-anggukan kepalanya, sementara hal yang dijadikan bahan pujian bahannya tersebut sebenarnya tidak terjadi.

Karakter ketiga, dan ini yang sangat dilarang agama, yaitu suka memfitnah. Fitnah tersebut diarahkan kepada orang yang dianggap ataupun yang dinilai dapat mengancam posisinya. Pada tahap ini, penjilat tidak akan segan-segan melakukan segala macam cara untuk mempertahankan posisinya, termasuk memfitnah pesaingnya.

Dalam bahasa komunikasi politik, fitnah ini dikenal dengan istilah “black campain”, yaitu kegiatan menyebarluaskan isu-isu tidak benar kepada masyarakat pemilih, dengan tujuan isu yang dilemparkan merusak citra seseorang sehingga pemilih tidak memilih orang yang diisukan tersebut pada hari "H" pilkada.

Black campain memberikan pendidikan politik yang sangat tidak baik kepada masyarakat, bahkan bisa melahirkan konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat, dan jika itu terjadi maka benarlah pepatah yang mengatakan “Menang jadi arang, kalah jadi abu”. Inilah “Toddopuli” yang salah arah, inilah “Siri’ yang salah tafsir, inilah “Pacce” yang kehilangan makna.
Dalam pandangan Islam, fitnah sangat dilarang karena bukan saja merusak si pelaku (orang yang memfitnah), tapi juga merusak orang yang dijadikan sasaran fitnah. Fitnah pada akhirnya mengarah kepada pembunuhan karakter terhadap orang yang difitnah, bahkan berdampak pada hilangnya peluang orang-orang yang kompeten untuk menduduki jabatan. Karena besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh fitnah, sehingga Allah swt, menegaskan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Seorang penjilat sejatinya sedang membohongi dirinya. Dia menipu dirinya sendiri, bahkan menginjak-injak hati nuraninya. Apa yang dilakukan berlawanan dengan lubuk hatinya. Dia rela melakukan apa saja secara berlebihan demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang yang dijilatinya.
Lalu bagaimana pandangan Islam tentang pribadi penjilat? Rasulullah saw, bersabda, “ Menjilat bulan termasuk karakteristik moral seorang muslim”.(Kanzul ‘ummal, hadis 29364). Bahkan moral penjilat bukan pribadi muslim sejati, bahkan sebenarnya mental penjilat lebih dekat dengan karakter seorang munafik, dan orang munafik dalam alquran dimasukkan dalam “Innal Munafikina firdalkil aspali minannar”, “sesungguhnya tempat bagi orang munafik adalah keraknya neraka, neraka paling bawah”.

Mengapa Islam melarang perilaku menjilat? karena menjilat adalah salah satu bentuk kehinaan, yaitu menghina dan merendahkan diri sendiri, padahal Islam datang untuk menjunjung tinggi kemuliaan dan kehormatan manusia. Sedangkan penjilat berusaha menghinakan dan merobohkan harkat dan martabat manusia yang dibangun Islam.

Bagaimana pula pandangan Islam tentang orang yang “dijilati”? Jika mencermati kisah di atas, dapat dipahami bahwa sesungguhnya Islam juga memberikan peringatan bagi orang yang dijilati. Diingatkan bahwa menerima sanjungan atau pujian yang berlebih-lebihan dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan kehilangan sikap mawas diri.
Islam mengajarkan bahwa salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kearifandan kehati-hatian dalam menyikapi pujian sanjungan yang berlebihan. Pemimpin yang ideal tidak serta merta mengangguk-anggukkan kepala, apalagi sampai mengiyakan pujian yang tidak sesuai dengan kenyataan, karena mengiyakan sesuatu yang tidak benar berarti membiarkan kebohongan.

Dalam pandangan Islam, “penjilat” dan yang “dijilati” sama-sama memiliki keburukan, sama-sama memiliki dampak negatif, baik terhadap pribadi pelakunya, maupun terhadap dunia kemasyarakatan, karena itu Islam mengajarkan untuk menjauhi sifat tersebut, serta menghindari segala macam kegiatan yang dapat mengarah kepadanya. “Wallahu A’lam”


anang ijuh <ajui232@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:16:59 WITA




Postingnya rekan "gerodak gelo" memberikan pencerahan kepada kita tentang apa itu korupsi. Kalau kemudian tulisan seperti itu tidak ngaruh atau tidak memberikan pencerahan apa-apa ya boleh dibilang TERLALU !. Dimata urang nang kayak bung andi subari mungkin tulisan kayak gitu dianggap angin lalu: "emangnya gua pikirin, he he he ...". Wah semakin kebakaran jenggot si Andi Subari ini, ngomong2 punya jenggot nggak sih ?. Kan sudah kubilang, aku tidak ngurusi persoalan orang Kukar terutama urusan pejabat korup dan antek-anteknya. Aku hanya ingin simpati kepada rakyat Kukar yang tergencet kehidupannya karena hak-haknya di embat oleh penguasanya. Aku tidak akan peduli pada nasib para pejabat korup dan antek-anteknya. Karena pejabat korup dan antek-anteknya itu bisa ngurus diri sendiri. Mau tau rakyat KUkar yang kubela ? : itu si martin, si marto, si komar, si juminten, si galuh dan si si si lainnya. Mereka adalah rakyat jelata yang kurang beruntung hidup dibawah ketiak penguasa. Yang jelas bukan si andi saubari dan konco-konconya. ihik ihik ihik..........wah tambah marah nih si andi........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 13 Juli 2007 10:10:59 WITA




juuh,,,,kl mau buat posting,,,yaaa mirip2 ky punya si ''berodak gelo'' itu,,,lho???tanpa ada hujatan/hinaan,,caci maki,,,atau sumpah serapah,,,tapi enak di cerna,,,dan,, universal.. !!!!
andi subari <genta@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 09:03:17 WITA




ass.wr.wb.. IJUH,,,KAMU GAK NGERTIKAH BAHASA MANUSIA....SDH SY KATAKAN''KAMI DI KUKAR BISA URUS DIRI KAMI SENDIRI''....DUUH,,, SUSAH,,,NGOMONG SAMA ''BOLOT'' NGGAK NYAMBUNG,,,''BAIK ATAU BURUK KUKAR ADALAH ''TANAH AIR KAMI''FAHAM JUH....[KL GAK FAHAM JAAAAH,,CAPEEEK DEEH}MASALAH PIMPINAN[BPT KAMI] BERSALAH ATAU TIDAK KHAN ADA KPK/YG BERWEWENANG ,,,,,JD GAK PERLU ''IJUH'' ,,,ok,,juh,,udahlah urusi kalselmu,,sono??and jangan kl bobo''''minum obat cacing'',,yaaach..???wass.dari:andi subari ,,
andi subari <berodak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 08:53:52 WITA




KALAU ADA YANG BACA SILAHKAN BERI KOMENTAR, TERUTAMA KEPADA ORANG-ORANG YANG SUKA MENJILAT BURIT KANING YANG SEKARANG SEDANG MENDEKAM DI DALAM TAHANAN, HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA...............................
barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:29:56 WITA




INI ORANG TENGGARONG BIAR TAU KORUPSI ORDE BARU DAN ANTEK-ANTEKNYA, MAKA DARI ITU MARI KITA TUMPAS SAMPAI AKAR-AKARNYA.


Pengertian atau Definisi Korupsi
Ditulis Oleh www.transparansi.or.id
Digg!

Dari segi semantik, "korupsi" berasal dari bahasa Inggris, yaitu corrupt, yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah atau jebol. Istilah "korupsi" juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam prakteknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya.

Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten. Untuk pembahasan dalam situs MTI ini, pengertian "korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan.


JIHAD MELAWAN KORUPSI
Ditulis Oleh A. Umar Said


Baru-baru ini boleh dikatakan seluruh pers di Indonesia secara serentak dan ramai-ramai memberitakan bahwa sebanyak 14 organisasi masyarakat Islam mendeklarasikan “Jihad Bersama Melawan Koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)". Peristiwa ini merupakan kejadian yang menarik, yang patut menjadi perhatian kita bersama, dan berusaha menelaahnya, apa artinya bagi kepentingan rakyat dan negara kita bersama. Berikut adalah sekadar sumbangan fikiran untuk penelaahan masalah tersebut :

Pada kesempatan dideklarasikannya jihad bersama ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan pernyataan bahwa deklarasi jihad melawan koruptror BLBI adalah sebagai bentuk tanggung jawab umat Islam yang harus ikut peduli terhadap masa depan bangsa yang semakin terpuruk akibat korupsi. Selain itu, selama ini umat dan masyarakat Islam menilai penanganan hukum bagi para koruptor BLBI masih setengah hati dan belum tuntas serta tidak ada tindakan tegas, bahkan mereka para koruptor terkesan dilindungi oleh pemerintah

Oleh karena itu, melalui jihad melawan koruptor BLBI, pemerintah didesak agar menindak tegas dan memberikan hukuman secara tuntas bagi mereka koruptor BLBI. Langkah kongkrit dari jihad ini menurutnya, tiada lain, kecuali tegakkan hukum yang konsisten dan konsekuen. Maka setelah adanya penandatanganan deklarasi bersama jihad melawan koruptor BLBI, pimpinan ormas yang diikuti organisasi kemahasiswaan akan segera meminta bertemu Presiden, Wakil Presiden, Jaksa Agung, Menteri Keuangan dan Menteri terkait lainnya untuk menindak lanjuti deklarasi tersebut.

Empat belas ormas yang menandatangani deklarasi itu adalah Muhammadiyah, NU, Persatuan Islam, Al Irsyad Al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Alwasliyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, KAHMI, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan mahasiswa Muhammadiyah, dan Himpunan Mahasiswa Islam.

Din Syamsuddin juga menyatakan yakin bahwa 60-an bahkan ratusan ormas Islam di Tanah Air setuju dengan deklarasi ini. (Demikian rangkuman singkat berita-berita tentang deklarasi 14 ormas Islam tersebut)

Perlu disambut gembira dan didukung

Mengingat penyakit parah bangsa dan negara kita yang berupa korupsi, yang sudah sangat merajalela dengan ganas di segala bidang kehidupan sejak lama, maka deklarasi “Jihad bersama melawan koruptor BLBI” 14 ormas Islam tersebut di atas, patutlah disambut dengan gembira oleh semua kalangan dan golongan, sebagai sesuatu yang penting bagi bangsa kita seluruhnya.

Namun, demi kepentingan keseluruhan bangsa, alangkah baiknya kalau “jihad melawan korupsi itu” tidak hanya difokuskan kepada “para koruptor BLBI” saja, melainkan juga kepada para koruptor pada umumnya, terutama para koruptor “kelas kakap”, yang banyak terdapat di kalangan eksekutif, legislatif, judikatif, dan masyarakat umum, termasuk di kalangan partai-partai politik dan pengusaha-pengusaha besar. Dan termasuk juga korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh kalangan keluarga Suharto (antara lain : Tommy Suharto) yang telah merusak citra Islam serta menjatuhkan nama Republik Indonesia di mata dunia.

Memang, kasus korupsi di BLBI, yang meliputi jumlah yang besar sekali (!!!) , yaitu Rp 600 triliun (dengan bahasa atau angka yang lebih jelas : Rp 600 000 000 000.000 atau Rp 600 juta dikalikan sejuta) adalah masalah yang serius sekali di antara banyak korupsi besar-besaran di negara kita ini. Karena besarnya dan rumitnya kasus korupsi di BLBI ini, ditambah dengan ambur-adulnya penanganannya yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tinggi pendukung Orde Baru, maka sudah sekitar 10 tahun masih belum nampak juga kemajuan penyelesaiannya.

Mengingat sangat parahnya korupsi yang melanda negara kita, maka deklarasi “jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam tersebut merupakan salah satu tanda yang amat menggembirakan akan kepedulian masyarakat Islam terhadap masalah korupsi, yang makin secara nyata sekali telah menimbulkan pembusukan di bidang akhlak banyak sekali orang dan juga kerusakan-kerusakan berat dalam bidang sosial-ekonomi-budaya masyarakat Indonesia. Jadi, koruptor BLBI haruslah ditindak, sampai tuntas, karena telah merugikan negara dan rakyat secara besar-besaran. Di samping itu, masalah korupsi yang lain (yang di luar BLBI) juga perlu sekali dilawan ramai-ramai, dengan berbagai cara dan jalan, oleh semua kalangan dan golongan, termasuk kalangan pemerintahan.

Memang, di waktu-waktu yang lalu, para tokoh atau pemuka-pemuka Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah (dan organisasi-organisasi lainnya) sudah juga mengangkat suara yang cukup keras, -- termasuk tuntutan hukuman mati bagi koruptor -- terhadap masalah korupsi ini, namun gemanya atau pengaruhnya masih belum banyak untuk mencegah berkembangnya korupsi, yang masih juga berkecamuk terus di berbagai kalangan, termasuk di kalangan orang-orang yang mengaku diri mereka Islam atau Muslimin. Banyak sekali di antara orang-orang yang ditindak karena tuduhan korupsi, adalah justru para “tokoh” yang kelihatannya rajin sembahyang, sering pergi ke mesjid, suka kasih sedekah, banyak berkotbah, pernah ke Mekah (bahkan ada yang berkali-kali), atau juga banyak ikut-ikut pengajian berjemaah.

Langkah permulaan yang penting sekali

Dideklarasikannya “Jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam, yang ditujukan terhadap para koruptor BLBI ini, mudah-mudahan merupakan langkah permulaan yang besar dari ummat Islam Indonesia pada umumnya untuk ikut memobilisasi kekuatan masyarakat guna membersihkan negara kita dari berbagai penyakit, sehingga bisa meneruskan perjuangan bersama menyelesaikan reformasi, dan memperkuat persatuan bangsa atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Sebab, dari pengalaman sejak pemerintahan Orde Baru yang selama 32 tahun dan diteruskan oleh berbagai pemerintahan (di bawah pimpinan Habibi, Gus Dur, Megawati dan SBY sekarang ini) sudah terbukti bahwa di antara banyak kerusakan atau banyak kebusukan yang diwariskan oleh Orde Baru adalah korupsi yang merajalela. Seperti yang telah dialami sendiri oleh banyak orang, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan telah menggebu-gebu selama pemerintahan rejim militer Suharto dkk, tetapi kebanyakan berhasil ditutup-tutupi, akibat ketatnya sistem kontrol pemerintahan.

Sebab, seperti yang dialami banyak di antara kita masing-masing, oleh karena diberangusnya kebebasan demokratis selama 32 tahun, tidaklah mungkin bagi banyak orang untuk menyuarakan perlawanan terhadap sebagian pimpinan militer (dan Golkar) yang nyata-nyata telah memperkaya diri dengan korupsi atau segala macam penyalahgunaan kekuasaan. Meskipun banyak jenderal dan kolonel (dan pemimpin-pemimpin Golkar dari berbagai tingkatan) yang mendadak jadi kaya raya (dengan memiliki 3 atau 4 rumah , tanah yang luas dan mobil yang mewah-mewah) tetapi tidak banyak kasus-kasus korupsi di kalangan mereka itu yang dibongkar atau diberitakan. Jaring-jaringan praktek-praktek korupsi semasa Orde Baru ini begitu hebatnya dan begitu luasnya, sehingga sulit diberantas oleh pemerintahan-pemerintahan berikutnya, sampai sekarang !

Jihad melawan korupsi dan juga Orde Baru

Jadi, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan yang biasanya memang sesuatu yang inherent (satu dan senyawa) dengan diktatur militer yang manapun juga dalam sejarah dunia modern, juga telah menjadi penyakit kronis dari rejim militer Orde Baru. Dan karena sisa-sisa Orde Baru banyak yang masih berkuasa dalam pemerintahan-pemerintahan sesudah tahun 1998, maka dengan sendirinya, penyakit parah yang sudah berjangkit selama puluhan tahun itu masih juga bercokol dengan kuatnya, dan sulit diberantas. Boleh dikatakan, bahwa wabah korupsi yang sekarang merajalela itu adalah – pada dasarnya -- kelanjutan dari wabah yang lama, atau mempunyai akarnya pada penyakit yang lama pula, tetapi memakai baju yang baru dalam situasi yang baru.

Di sini jugalah letak pentingnya masalah jihad melawan korupsi ! Jihad melawan korupsi tidak akan berhasil dengan tuntas tanpa melawan sisa-sisa kekuatan Orde Baru. Sebab, korupsi yang sekarang merajalela itu adalah pengejawantahan sebagian dari jati-diri sisa-sisa Orde Baru. Patutlah kiranya diingat oleh kita semua bahwa penyakit korupsi yang merajalela di begitu banyak bidang dan begitu parah seperti yang kita saksikan sekarang ini tidak terjadi selama “orde lama” di bawah pimpinan Bung Karno. Meskipun di sana-sini terdengar juga adanya beberapa korupsi, suasana perjuangan revolusioner dan kerakyatan yang digelorakan oleh pemimpin besar revolusi Bung Karno waktu itu telah membikin akhlak bangsa menjauhkan diri dari praktek-praktek korupsi, bahkan menajiskannya.. Dalam kaitan ini jugalah sulit dibantah bahwa sosok pejuang bangsa Bung Karno berbeda jauh sekali dengan sosok maling besar yang bernama Suharto, yang juga penjahat kaliber besar di bidang HAM.

Dari sudut pandang yang arahnya demikian itulah, kiranya, kita bisa mengatakan bahwa jihad melawan koruptor BLBI yang mulai dilancarkan oleh 14 ormas Islam (dan mudah-mudahan juga didukung oleh banyak ormas-ormas lainnya, termasuk yang non-Islam) akan mempunyai arti yang menjangkau lebih jauh lagi, bagi perbaikan atau perubahan yang fundamental bagi nasib bangsa generasi kini dan anak cucu kita di kemudian hari.

Pengagum Suharto tidak mungkin anti-korupsi

Kalau kita coba melihat lebih jauh lagi, maka akan nyatalah bahwa jihad melawan korupsi adalah sebenarnya bagian yang penting sekali dalam perjuangan kita bersama untuk melaksanakan keputusan yang sudah diambil oleh MPR mengenai reformasi. Dan inti dari reformasi adalah – pada pokoknya -- merubah atau mengganti, atau membuang segala hal yang salah, atau hal yang buruk, yang diwariskan oleh Orde Baru. Jadi, jelasnya, jihad yang sungguh-sungguh untuk melawan koruptor BLBI, sebenarnya berarti juga jihad melawan praktek-praktek buruk Orde Baru dan sisa-sisanya. Sebab, masalah koruptor BLBI adalah – secara langsung atau tidak langsung – justru akibat politik Orde Baru juga.

Dengan bahasa yang lebih sederhana lagi, kiranya bisa dikatakan bahwa siapapun atau golongan yang manapun tidak bisa melakukan perlawanan terhadap koruptor dengan tuntas dan hasil baik kalau tetap bersikap mendukung politik Orde Baru, atau terus bersimpati dan memuja-memuja Suharto (dan konco-konconya). Menganggap Suharto orang besar yang sudah berjasa kepada rakyat dan negara adalah bertentangan sama sekali dengan sikap jihad melawan korupsi. Kalau ditarik lebih jauh lagi, bisalah kiranya disimpulkan bahwa jihad melawan korupsi secara konsekwen berarti juga jihad melawan Suharto beserta Orde Barunya. Atau, kesimpulan lainnya yang senafas, yaitu : orang atau kalangan yang memuja-muja Suharto tidak mungkin menjadi orang atau kalangan yang sungguh-sungguh konsekwen anti-korupsi.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam, diharapkan adanya kesadaran juga di kalangan berbagai golongan Islam bahwa perjuangan melawan korupsi yang sudah kelewat parah sekarang ini, diperlukan mobilisasi seluruh kekuatan Islam bersama kekuatan-kekuatan lainnya, termasuk yang non-Islam dan yang anti-Orde Baru. Tidak perlu diragukan lagi bahwa kebanyakan mereka yang benar-benar konsekwen anti-korupsi itu adalah kebanyakannya juga anti-Orde Baru. Mereka ini terdiri dari berbagai macam ormas buruh, tani, pemuda, perempuan, mahasiswa, kaum miskin kota, eks-tapol, keluarga korban peristiwa 65 dll dll dll., yang mendambakan adanya pemerintahan yang bersih dan adil.

Sumbangan yang besar umat Islam Indonesia

Kalau deklarasi “Jihad melawan koruptor BLBI” ini dilandasi dengan dasar yang luas dan anti-Orde Baru, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh (dan bukannya slogan yang isinya omong-kosong saja !), maka akan merupakan sumbangan ummat Islam Indonesia yang besar sekali (dan amat bersejarah) bagi usaha bersama untuk perbaikan dalam membangun bangsa. Dengan gigihnya ummat Islam menjalankan jihad melawan korupsi dengan sungguh-sungguh dan sekaligus melawan sisa-sisa Orde Baru, maka banyak orang akan melihat wajah baru dan citra yang lain dari golongan Islam di Indonesia.

Sebab, selama ini ada kesan dari banyak orang bahwa sebagian besar golongan Islam Indonesia bersikap terlalu toleran terhadap orang-orang yang melakukan korupsi, dan sebagian lagi juga bersikap terlalu lemah terhadap sisa-sisa kekuatan Orde Baru beserta simpatisan-simpatisannya, yang masih terus berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan kepentingan persatuan bangsa dan kesatuan negara kita bersama.

Padahal, kekuatan golongan Islam di Indonesia ini amatlah besar di bidang moral, politik, sosial dan ekonomi, untuk melawan korupsi yang sudah menyengsarakan banyak orang dan membikin berbagai kerusakan dan kerugian negara.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam ini, kalau gerakan moral ini nantiya mendapat dukungan yang lebih besar lagi dari masyarakat luas berkat perlawanan yang juga ditujukan kepada sisa-sisa kekuatan Orde Baru yang korup, maka akan bisa menjadi motor yang dahsyat dan penting sekali. Dengan begitu, gerakan moral yang demikian ini akan bisa menyebarkan secara efektif ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan masalah pemberantasan dan pencegahan korupsi, dengan cara damai dan beradab.

Karena, sebagaimana yang diketahui oleh banyak pakar-pakar mengenai Islam, banyak sekali ajaran-ajaran Islam yang bagus-bagus sekali bisa dipakai untuk menghadapi masalah besar korupsi seperti yang sedang dihadapi di Indonesia dewasa ini. Oleh karena itu, gerakan moral jihad melawan korupsi akan bisa meraih hasil besar dan merebut pengaruh yang luas, kalau berbagai ormas Islam yang mendukungnya, bisa memobilisasi para pakar (termasuk ulama yang ahli-ahli di bidangnya masing-masing) untuk mengumpulkan dan mensosialisasikan ajaran-ajaran Islam mengenai pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Dan kalau dalam penyebaran dakwah yang dilakukan di berbagai macam tempat, kesempatan, dan waktu (mesjid, pesantren, madrasah, pertemuan-pertemuan agama, universitas), juga banyak disinggung masalah pentingnya perlawanan terhadap korupsi maka bisalah dikatakan bahwa gerakan moral ini akan punya andil besar dalam peningkatan kesadaran banyak orang akan besarnya dosa dan beratnya hukuman bagi orang-orang yang melakukan korupsi.

Masih terus merajalelanya korupsi -- terutama korupsi yang besar-besar -- di negara kita yang penduduknya sebagian terbesar beragama Islam, merupakan tantangan yang serius bagi kita semua sebagai bangsa. Tetapi, juga bisa diartikan sebagai kegagalan besar ummat Islam di Indonesia.


barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:25:58 WITA




Lah kenapa lagu "kucing garong" begitu meledak di pasaran dan disukai banyak orang ???, karena lagu itu mencerminkan kondisi masyarakat yang sedang mengidap mental garong. Tapi aku tidak mengatakan kucing garong= orang tenggarong lho, ya kebetulan saja istilahnya mirip-mirip. Kalau rakyat tenggarong yang kukenal sih santun-santun dan religius, tapi mengenai pejabat dan antek-anteknya aku nggak tahu dah.......

yang jelas kalau kita punya duwit 3,6 triliun setahun itu mestinya bisa bikin rakyat makmur, apalagi jumlah rakyatnya tidak sampai 200 ribu. Jadi kalau rakyatnya banyak yang melarat dikemanakan duwit itu hayoooooooooo, bung andi jangan marah lagi ya ? he he he he........wah kok usil banget seh si anang ijuh ini: sabar..sabar.......buat si samsul kalau celananya sudah dipakai mari kita kembali lagi.

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 12 Juli 2007 16:53:54 WITA




Nah lho si andi subari ketahuan sekarang aslinya: suka marah-marah dan sewot banget. Aku bayangkan mukanya merah padam kayak kepiting rebus. Ya sudah menjadi rahasia umum kalau antek-antek penguasa di Kukar itu buta tuli nggak mau dengar kritik atau saran orang lain. Kalau kebetulan yang mengkritik itu orang dalam Kukar sendiri, pasti akan dibilangnya berambisi jadi Bupati atau pejabat. Atau bahkan mungkin dikata-katai karena tidak kebagian kue APBD lantas mengkritik. si Antek juga bisa bilang: " emangnya elu mampu jadi bupati, jangan-jangan tambah ancur". Nah lain lagi kalau yang mengkritik itu orang luar KUkar, maka akan dikatakannya sebagai orang usil, kurang kerjaan karena ngurusi orang lain." Urusi saja dirimu sendiri, biar kami ngurus diri sendiri", katanya. Wah klop lah sudah argumentasi yang diberikan oleh si antek atau penjilat penguasa. Koruptor itu bawaannya memang temperamental karena makan duwit panas, duwit rakyat yang mestinya digunakan untuk kemakmuran mereka. Tapi karena urat malu sudah putus, duwit rakyat itu diembatnya pula. Imbasnya ya rakyat keleleran, pendidikan mahal, jalan rusak, bangunan banyak ancur dan sebagainya. Itu semua terjadi karena dananya di embat si penguasa korup. Hayo terus maju, maju gemetar membela yang bayarr!!!!!!!!!! ihik ihik ihik...........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 12 Juli 2007 16:44:09 WITA




ass.wr.wb....ooooy mana samsul yg gak pake celana....???yg ngaku orang bersih,,,,sul,,sul.....ktnya monitor teyuuus...nich ada andi,,,,yg sambut ,,,kamu....???mana??
andi subari <nenek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 16:37:58 WITA




ass.wr,wb.yth .bapak anang ijuh,,sdh sy bilang udhlah jgn ngurusi rumah tangga orang lain,,urus aja banjarmasin,mu sana,,,heran orang ini???kamu gak ngerti bahasa manusia,kah,,heei ijuh>>>sdh sy bilang kami dikukar bisa urus diri kami sendiri,,,[ tau malu dunk???,,koq orang gak mau dipaksa-dipaksa,,,''saranmu itu saran kelas ''kentut''juh???daaah,,,capeeq deech???mending kamu kirim dodol kandangan ,,juh....ijuh,,,ijuh,,???oke juh,,tuuh kl mau tidur malam jgn lupa minum''obat cacing''yaaah,,,juh...wass..andi subari,,,kl tekanan ijuh ''naik''cepat2 bw minum ''mentimun'',,yaaa???
andi subari <nenek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 16:32:21 WITA




aku ni dah tedaftar di sini pa belum coy??
nanda admaza <nanda_admaza@yahoo.com>
malang, jatim, Indonesia - 12 Juli 2007 03:45:38 WITA




sul...sul...
pake celana dong sul... cewek2 pada teriak tuh sul...
jangan porno ahhh sul, wong korupsi aja nggak porno,
hua ha ha............. hi hi hi......
tau ahh gelap.

temenKPK <temen_kpk@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 11 Juli 2007 21:51:38 WITA




mas andi atau bung andi subari ini pantas dikaruniai sebagai seorang penjilat nomer wahitt. Seorang penjilat itu biasanya rindu pada petunjuk dari sang majikan dalam hal ini bos koruptor tapi sayang seribu sayang petunjuk itu sudah habis karena sudah dipakai oleh bung harmoko waktu zaman orba dulu
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 11 Juli 2007 12:10:33 WITA




ass.halo samsul,,andi jg sama dgn samsul,tp kebalikan,,nya,,kl samsul orangnya bersih,,{retorika]kl udah ngaku monyet koq malah belagu'',heee,heee ''maling teriak maling....gue ssih bukan pendukung siapa2...tapi gue ''alergi''kl lht orang2,,yg soq bersih ky elo,,,,,,,,wong kl kamu jd bupati malah lbh ancur,,,,prinsipnya'' lo msh miskin begitu jd bupati,,jaaaah..kenyangi dulu..khan.....sul,,sul...kl diliat comment elo,,sih kyaknya elo sendirian yg masuk surga'haa,haaaa ,payah sul'sul''''kalau samsul mau jujur dengan nurani,,apa seeh yg samsul perbuat utk kukar ,,,hee,hee naah,,,kena elo,,sul,,,,,,paling2 sama dengan andi ,julak anank...taunya cuma mangap doank,,ada yg gak enak teriak,,ada yg enak[apalagi kebagian jg kue],,hii,,dieem...sul,,sul.koq,,''belagu""...hua,haa,haaa.[sul mending,,elo urus keluarga elo yg ada di kebon raya sono...itu lbh baik daripada ikut ''nyuri kacang'']
andi subari <bludreg@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 11 Juli 2007 08:55:48 WITA




Ass......

Syamsul IS BACK............!

Hai.... Samsoel orang_sehat_pasti_pake_celana@yahoo.com. Kabar Baik Nih......... He he he..... Pokoknya pantau terus Questbook kutaikartanegara.com....... Memang Syamsul tidak pakai celana karena bagus untuk kesehatan, supaya peredaran darah dibawah perut semakin lancar, itu tandanya masih sadar karena miskin dan bukan korup, biar dikatain seperti Monyet (kasihan saudara-saudara Syamsul di Papua dan di Pedalaman Sungai Mahakam sana tidak pakai celana juga ikut kena getahnya) enggak apa-apa dari pada dikatain seperti Manusia, asal kemaluan enggak ditunjukin (kan masih bisa pakai Sarung, Koteka dan Cancut), bukankah kita lahir didunia ini juga tanpa pakai celana, matinya juga enggak pakai celana (cuman kain kafan doang). Yahhhhhh paling tidak Syamsul sehat secara lahir dan batin lah Ha ha ha ha ha ha ha ha......... Dari pada pakai pakaian lengkap tapi enggak punya urat malu (masih aja korupsi) jadinya malu-maluin tuh..... Jadi yang bilang Syamsul itu seperti Monyet semoga saja dia MANUSIA ya He he he he he..... Sorry ya Samsoel........

Mana nih pendukungnya KANING ? TREBELS oh TREBELS..... Ayam jagonya “KEOK” tuh ! Belum lagi Besaong di Pilgub dah kena ”BELAWA” duluan..... Akibat ”PEREMPAHAN” segala tu.......
Kukar selalu tetap KONDUSIF walaupun TANPA KANING.........!
KPK (Koruptornya Pasti Kaning), KPK (Kaning Pergi Kebui), KPK (Kaning Pulang Kepenjara), KPK (Kaning Pasti Korupsi), KPK (Kaning Pasti di Kerangkeng), KPK (Kaning Pasti Keok) bareng konco-konco ne !.

Syamsul is Syamsul.
Samsoel is Samsoel (bukan urusan Syamsul tuh).
Syamsul berbeda dengan Samsoel.
Syamsul akan terus tidak bisa pakai celana, jika uang Syamsul untuk beli celana selalu masih di KORUPSI orang............
Syamsul selalu sehat walaupun tanpa celana.
Yang penting Syamsul bukan KORUPTOR......

NEUVA FUERZA KUKAR.
Waasalam.........

Syamsul <pria_sehat_tanpa_celana@yahoo.com>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 10 Juli 2007 12:25:10 WITA




liat dulu...
ofa <ofa_adek@yahoo.com>
Jakarta, Dki Jakarta, Indonesia - 10 Juli 2007 08:38:58 WITA




koq banyak yang ngga bisa dibuka sich.... oia erau yang 2003 tampilin donk cz aku ada ikut nari,hehehe.... jangan lp foto2 tgrnya di update ya cz masa yang ditampilin tahun 2001 terusss... :)
norma <norma24_03@yahoo.com>
malang, jatim, Indonesia - 10 Juli 2007 00:29:34 WITA




good site
herry <hema@yahoo.com>
malang, jawa timur, Indonesia - 09 Juli 2007 23:32:49 WITA




hebat ya skrg tgr punya website sendiri,jadi biarpun aku kul jauh tapi ttp bs th kdaan d tgr... kangennya jd ilang..hehehe...
norma <norma24_03@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 23:17:01 WITA




bila hak bupati etam ( pak kaning ) mulang.....
rasanya endik nyaman bila endik ada sida.....
masak odah etam endik ada pemimpinnya.....

pak kaning cepati mulang kami rindu denagn kitaaaaaa.....

by.roman_kutai@yahoo.co.id

Julian Romansha <roman_kutai@yahoo.co.id>
Tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 19:31:03 WITA




Website nya oye sip,maju terus kutai semoga sukses di segala bidang.Amin.Salam buat pak agus/sunarni,maaf belum sempat kerumah.
Muhaimin <jjossku@yahoo.co.id>
Balikpapan, Kalimantan timur, Indonesia - 09 Juli 2007 18:53:49 WITA




selamat datang buat pengunjung web kukar..met gabung
andhyxs <andhyxs89@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 14:44:27 WITA




ass,wr,wb,,,,,lha,,bener khan,,syukur sy msh mau ,,,, nannggapi....julak,,,yaa biar aja lah,,orang yg dimalingi,,bukan,,punya orang kalsel,,,koq peroot,eeh repot seeh..??/sudah pulang sana,,,??tidur jgn lupa minum''obat cacing''yaa julak???/capeeq deeh???ini ini teyyuuus,,yg diurusi....gue heran julak ini kyk pengamat politik,,,aja,,,,???kecuali julak kehilangan ''mesin jahit atau pisau cukur""lalu kami di kukar yg nyuri,,,yaa boleh,lah repoot,,???daaah,,,sekolah dulu di ply group,,yaaa,,[kami bisa aja ngurus diri sendiri julak,,,kl cuma mslh ini,,ahli di kukar banyak aja,,,ngertiii???nggak kl nggak ngerti,,yaaa,,, klelewatan...bonto,nya??
andi subari <respek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 14:29:14 WITA




dasar bujur ujar bung andi subari bahwa komentar-komentarku mengenai korupsi di kukar tidak laku alias kada payu. Memang biasanya selalu begitu, kalau kita adakan ceramah atau tauziah di kampung maling supaya para maling tidak maling lagi, pasti si penceramah tidak akan dapat tempat atau bahkan mungkin malah ditimn. Bisa-bisa pas pulang akan dihadang di tengah jalan. Ya kalau suatu kampung sudah menjadi kampung maling, mereka akan ramai-ramai mendukung tokoh maling, he he he .........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 09 Juli 2007 10:03:33 WITA




salam hangat tuk sida-sida kula di tenggarong.... moga kukar tetap maju dan berbubudaya. tuk silaturrahmi intelektual, come and join with me at: http://web-iskandar.tripod.com
dapatkan artikel keisalaman kontemporer. bangun wawasan keislaman anda secara tegar dan komprensif. gapai kesuksesan dunia wal akhirat.....

abu-selvy <come_to_iz@yahoo.com>
ciputat, jaksel, Indonesia - 08 Juli 2007 11:33:35 WITA




Kami punya anak asuh lulusan terbaik di salah satu SMA negeri di Kabupaten Agam sekarang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi karena keterbatasan kemampuan finansial.jika memungkinkan anak kami mendapatkan fasilitas Bea Siswa,kami mohon diinformasikan agar kami kirimkan profil anak asuh kami itu.Jumlah anak Yatim yang kami asuh sebanyak 40 orang,dana yang kami butuhkan perbulan untuk biaya makan,pendidikan,pakaian,dan kesehatan lebih kurang Rp.20.000.000,-.Terima kasih.
H.DB.Dt.BGD.Rajo.SH <pantiputa@yahoo.co.id>
Lubuk Basung, Sumatera Barat, Indonesia - 07 Juli 2007 23:50:52 WITA




Asstagaaa..!!! rupanya ada saja masih oknum yg memanfaatkan nama pejabat BKD Kukar utk memeras PTT yg ingin lulus CPNS, menanggapi si Korban "SYAHRUDDIN" pada buku ini Tgl.02 Juli 2007 ttg inya dan kawan2nya diminta @Rp.5jt/org apabila mau lulus CPNS tahun ini, nah tolong-2lah bapak-2 yg terhormat yg terkait dgn penerimaan CPNS di Kukar telusuri kebenarannya SYAHRUDDIN,dkk ini apa msh ada oknum seperti ini? ataukah SYAHRUDDIN yg mengada-ada, tolong disikapi dgn sanksi yg tegas akan kebenaran berita ini, jgn sampai ada korban Syahruddin-2 selanjutnya,

Terimakasih Syahruddin atas informasinya, mari kita cegah apabila oknum yg sama utk memeras PTT diKukar. KApan lagi Kukar mau berubah?????

Fhani <lhofat@Yahoo.com>
Paguntaka, Kaltim, Indonesia - 07 Juli 2007 09:39:51 WITA




good..
benny <info_kidsradio@yahoo.com>
bandung, jawa barat, Indonesia - 06 Juli 2007 22:08:41 WITA




tenggorong kok kayaknya kotanya kurang bercahaya apa banyak koruptornya, tolong dong dicek ulang datanya

amin <amin4@uu.telkom.net>
samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 06 Juli 2007 18:06:40 WITA




I want know about this city
Hauw Fu Sun <hauw_fu_sun28@yahoo.co.id>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 06 Juli 2007 16:35:56 WITA




............bravo...........kutaikartanegara.com!!!!!!!!!!!!
temposo234 <temposo234@kutaikartanegara.com>
tgr, kukar, Indonesia - 06 Juli 2007 15:53:15 WITA




comment ''pakacil /julak anank''gak laku alias kada payu...''capeek dech???mending mikir ''gimana besok bisa makan ,gak,,yaaa}...dan yang di bahas terulang-ulang[kaya setrikaan aja seeh}...dah balik ''ke ply group ''aja dulu baru masuk''web ini lg yach. ,,ayo,ayooo ,julak,,,kl gak mau ,ta,, jewer di ''kuping,ntr lo?''??..wasss.wr.wb.k
andi subari <banner@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 06 Juli 2007 11:35:24 WITA




halllo....semua...?
anak anak rana smansa ....kapan nich ????
kt hunting lg ...

kak yana ditunggu info

andik <andhyxs89@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 05 Juli 2007 14:32:26 WITA




kota bontang emang indah sekali pariwisatanya, cuma sayang biya hidup di sana mahal2
argo trilaksono <argo_tri2971@yahoo.com>
surabaya, jatim, Indonesia - 04 Juli 2007 18:02:54 WITA




Aku mau cari pojok polisi Kukar yang online,aku lagi mau konsultasi hukum
poppitz <poppitz_alexa@yahoo.co.id>
Samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 03 Juli 2007 23:34:31 WITA




Ini beritanya yang bener mana sih ???
yang ini
http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=1502
....Pesta gol sekaligus permainan "cantik" anak-anak Mitra Kukar di Stadion Rondong Demang ini tentu saja disambut penuh suka-cita oleh pihak manajemen serta sekitar 7.000 publik Tenggarong dan sekitarnya....

atau yang ini
http://www.gorontalopost.info/index.php?option=com_content&task=view&id=4752&Itemid=63
kepemimpinan wasit yang sangat jelas tidak sportif dan terlihat seperti sudah 'dibayar'. "Saya sesalkan kepemimpinan wasit kemarin, kita sudah kalah malah pelanggaran tuan rumah tidak dianulir,"

Haris <abdulharis06@yahoo.co.id>
PERSIDAGO, Gorontalo, Indonesia - 03 Juli 2007 22:31:46 WITA




senang meliht guestbook ini, skrang udah membhas tentang seni, lapangan pekerjaan, dan pendidikan tentunya, ini adalah 1 langkah yang besar buat kemajuan kutai

"Baik menjadi orang penting, lebih penting lagi bagaimana menjadi orang baik"

fazrin <fazrin_blender@yahoo.co.id>
bogor, jawa barat, Indonesia - 03 Juli 2007 21:41:01 WITA




senang sekali bisa tau kalau di kutai telah tumbuh iklim berteater yang hangat.
Tonny Kartiwa <illangaja@yahoo.co.id>
jogjakarta, D.I.jogjakarta, Indonesia - 03 Juli 2007 14:07:43 WITA




 

       
Pasang Iklan
Username  
Password  
Belum Punya E-mail @kutaikartanegara.com?
Daftar Sekarang Juga!
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com