
Gedung Museum Kayu Tuah Himba yang
terletak di kawasan Waduk Panji Sukarame
Photo: Agri |
|
|
KutaiKartanegara.com 06/12/03 20:20 WITA
Para pelancong atau wisatawan yang berkunjung ke 'Kota Raja' Tenggarong
memiliki banyak pilihan untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Salah satunya adalah
dengan mengunjungi Museum Kayu "Tuah Himba" yang terletak di kawasan Waduk Panji
Sukarame atau sekitar 3 km dari pusat kota Tenggarong.
Dengan berkunjung ke Museum Kayu
Tuah Himba, pelancong dapat menambah wawasan atau pengetahuan dengan melihat-lihat
beraneka macam koleksi yang berkaitan dengan kehutanan. Beraneka koleksi yang disajikan
tersebut diantaranya adalah koleksi daun-daun kering (herbarium), koleksi biji-bijian,
koleksi potongan log atau batang pohon yang tumbuh di pulau Kalimantan, alat-alat pengolah
kayu, alat-alat dapur tradisonal hingga perabot rumah tangga yg terbuat dari hasil hutan
Kalimantan.

Koleksi herbarium atau daun yang
telah dkeringkan tersusun rapi dalam rak
Photo: Agri |
|
|
Selain menampilkan hasil-hasil
hutan, daya tarik utama yang disajikan Museum Kayu Tuah Himba yang menyedot perhatian
pelancong umumnya adalah koleksi dua ekor 'monster' buaya yang telah diawetkan. Kedua ekor
buaya muara (Crocodelus porosus) ini pernah menggegerkan masyarakat Kaltim pada tahun 1996
karena telah memangsa dua manusia di dua tempat terpisah yakni Sangatta (Kabupaten Kutai
Timur) dan Muara Badak (Kukar) dalam selisih waktu hanya satu bulan.
Kedua buaya ini setelah dibunuh
untuk mengeluarkan potongan tubuh korban yang tertinggal didalam perutnya, kemudian
diawetkan untuk dipajang di Museum Kayu Tuah Himba. Siapa pun yang melihat buaya yang
ditaruh dalam etalase kaca ini akan bergidik jika membayangkan buaya yang badannya 2-3
kali tubuh manusia tersebut benar-benar hidup.

Beberapa pengunjung mengamati
'monster' buaya yang telah diawetkan
Photo: Agri
Salah satu buaya muara yang pernah
memakan korban manusia
Photo: Agri
|
|
|
Buaya pertama ditangkap pada 8 Maret
1996 di sungai Kenyamukan, Kecamatan Sangatta (waktu itu masih masuk wilayah Kabupaten
Kutai sebelum pemekaran) setelah memangsa seorang wanita bernama Ny Hairani (35). Buaya
jantan berusia sekitar 70 tahun dengan jenis kelamin jantan ini memiliki panjang sekitar
6,6 meter, berat 350 kg dan lingkar perut 1,8 meter.
Sementara buaya kedua dengan jenis
kelamin betina yang memangsa pria bernama Baddu (40) di Tanjung Limau, Kecamatan Muara
Badak (Kabupaten Kukar) berhasil ditangkap pada tanggal 10 April 1996. Buaya ini memiliki
panjang 5,5 meter, berat 200 kg deng lingkar perut sekitar 1 meter.
Untuk melengkapi informasi mengenai
kedua buaya yang telah diawetkan ini, pengelola Museum juga memajang guntingan koran yang
berisi berita mengerikan mengenai buaya yang memangsa manusia ini, termasuk berita
tertangkapnya buaya ini oleh pawang buaya yang sangat berpengalaman di Kutai.
Dengan karcis masuk hanya sebesar Rp
500 per orang baik untuk dewasa maupun anak-anak, para pelancong dapat memasuki Museum
Kayu Tuah Himba untuk melihat-lihat koleksi hasil hutan dan dua buaya yang telah diawetkan
tersebut. Museum Kayu ini buka hampir setiap hari, kecuali hari Senin. (win)
Waktu Kunjungan
ke Museum Kayu Tuah Himba
| Hari |
Jam
Kunjungan |
| Senin |
Tutup
|
| Selasa s/d Kamis |
09.00 - 12.00 WITA (Buka)
12.00 - 14.00 WITA (Istirahat)
14.00 - 15.00 WITA (Buka)
|
| Jum'at |
09.00 - 11.00 WITA (Buka)
|
| Sabtu |
09.00 - 12.00 WITA (Buka)
12.00 - 14.00 WITA (Istirahat)
14.00 - 16.00 WITA (Buka)
|
| Minggu |
09.00 - 12.00 WITA (Buka)
12.00 - 14.00 WITA (Istirahat)
14.00 - 17.00 WITA (Buka)
|
Keterangan: Hari Libur Buka |