
Masjid Jami' Hasanuddin, Tenggarong |
|
Agama yang paling pesat
berkembang dan memiliki penganut terbanyak di daerah Kutai adalah agama Islam. Penganut
agama ini terutama adalah suku Kutai dan suku-suku pendatang seperti Banjar, Bugis dan
Jawa. Orang-orang Dayak juga ada yang memeluk agama Islam namun jumlahnya tidak terlalu
banyak.
Agama Islam mulai dikenal di
Kerajaan Kutai Kartanegara pada awal abad ke-16 dan berkembang pada awal abad ke-17, yakni
pada masa pemerintahan Sultan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa (sekitar tahun 1635). Hal
ini terbukti dengan adanya Undang Undang Dasar Kerajaan yang disebut Panji Selaten
dan Kitab Peraturan yang disebut Undang Undang Beraja Nanti yang jelas bersumber
kepada hukum Islam. Sejak itulah agama Islam berkembang dengan sangat pesat hingga saat
ini.
Agama Kristen menempati kedudukan
nomor dua dalam hal banyaknya penganut dan intensifnya penyebaran agama. Mula-mula
penyiaran agama ini dilakukan para penginjil dari Jerman dan Swiss. Badan yang mengirimkan
perutusan Injil dari Jerman adalah Rheinische Mission Gessellschaft zu Barmen (1863-1925)
setelah itu dilanjutkan oleh Evangelische Gessellschaft zu Basel dari Swiss. Kemudian
banyak lagi badan-badan Kristen dan Katholik yang melakukan kegiatan-kegiatan penginjilan
di wilayah Kutai. Para pengikut agama Kristen dan Katholik sebagian besar adalah dari suku
Dayak.
Selain agama yang disebut diatas,
sampai saat ini masih ada sebagian penduduk yang menganut kepercayaan asli setempat,
mereka terutama adalah kelompok suku Dayak yang masih sedikit mendapat pengaruh dari luar.
Kepercayaan asli berpusat pada penyembahan roh-roh lain (animisme) serta percaya pada
kekuatan yang tersembunyi dibalik benda-benda alam (dinamisme). Penganut kepercayaan ini
memiliki berbagai macam upacara baik yang berhubungan dengan siklus hidup dan kehidupan
manusia (kelahiran, kematian, perkawinan, sakit, dsb) dan upacara yang berkaitan dengan
siklus pertanian. Dalam menyelenggarakan upacara-upacara ini, masing-masing suku memiliki
variasinya sendiri-sendiri.
|