Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Berkat Pohon Mangrove, Warga Tak Cemas Lagi Rumahnya Amblas

Kepsek SDN 014 Desa Tani Baru H Darta (kanan) mengajak rombongan jurnalis dan Kepala Departemen Media Relation TEPI Kristanto Hartadi meninjau rerimbunan pohon mangrove yang ditanam murid sekolahnyaKepsek SDN 014 Desa Tani Baru H Darta (kanan) mengajak rombongan jurnalis dan Kepala Departemen Media Relation TEPI Kristanto Hartadi meninjau rerimbunan pohon mangrove yang ditanam murid sekolahnya
Photo: Agri


Suasana SDN 014 Desa Tani Baru di Anggana kini semakin sejuk dan asri setelah ditanami pohon bakau
Suasana SDN 014 Desa Tani Baru di Anggana kini semakin sejuk dan asri setelah ditanami pohon bakau
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 23/09/2015 20:09 WITA
H. Darta, Kepala Sekolah SDN 014 Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah saksi mata pasang-surut dan timbul tenggelamnya salah satu pulau endapan lumpur yang membentuk Delta Mahakam, tempat dia bermukim saat ini, termasuk lokasi sekolah dasar, yang dipimpinnya.


Sebagian pulau-pulau lumpur di Delta Mahakam banyak yang telah berubah fungsi menjadi tambak-tambak udang. Dan pembuatan tambak udang yang cukup massif itu membuat kawasan Delta Mahakam rentan tenggelam, mengingat banyak tananam nipah dan bakau sudah dibabat untuk dijadikan tambak. Tak heran jika di kawasan Delta Mahakam yang banyak tambaknya, kapal-kapal yang lalu lalang dilarang melaju kencang, karena dikhawatirkan dapat merusak tanggul tambak.


Nasib sama terjadi pada pulau tempat Darta tinggal dan mengajar. Berjarak tempuh 2,5 jam dengan speedboat dari jetty Pasar Pagi di Samarinda. "Pada masa lalu di kawasan ini adalah penghasil kelapa," katanya sambil menunjuk bekas-bekas tanggul kelapa yang masih tersisa di sejumlah tambak.


Tapi jangan harap bisa menemukan pohon kelapa di situ, karena sudah tidak ada. Pulau itu, yang bagian daratannya sudah penuh tambak-tambak, sangat rawan tenggelam, karena dikikis abrasi, kenaikan muka air laut, maupun penurunan tanah.


Menolak Meski Dibeli
Sebagai produsen gas nasional terbesar di Indonesia, dengan produksi gas 1,761 Bcf/d, Total E&P Indonesie didukung oleh SKK Migas, berkomitmen mengupayakan program penyelamatan dan pelestarian lingkungan, terutama di sekitar wilayah operasinya, di Kalimantan Timur.


Dimulai tahun 2000, ketika Total E&P Indonesie mulai memperkenalkan program menanam kembali pohon mangrove atau bakau, sebagai bagian dari program menanam sejuta mangrove setahun.


Awalnya banyak warga yang tidak peduli bahkan menolak inisiatif itu, dengan alasan pohon mangrove menjadi sarang nyamuk. Padahal, perusahaan migas tersebut bersedia membayar/membeli setiap pohon bibit yang dibudidayakan oleh masyarakat dengan harga Rp500 per pohon. Kala itu, bibit mangrove juga harus didatangkan dari Balikpapan, Bontang, Penajam atau tempat lain.


Karena resistensi masyarakat itu, Darta menggerakkan para murid SD yang dipimpinnya untuk mulai membudidayakan tanaman bakau api-api dalam polybag. Dan setiap pohon yang ditanam lalu dibeli oleh TEPI. Gerakan itu lambat laun mengikis resistensi warga. Sisa-sisa bibit mangrove dalam polybag masih dapat dilihat di halaman SD itu, walau sudah mulai tinggi dengan akar menghujam ke tanah.


Ketika jumlah tananam bakau yang ditanam semakin bertambah, lambat laun masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Seperti memberikan keteduhan, menahan abrasi, menahan longsor atau amblas, hingga sebagai tempat berkembang biak kepiting dan udang.


Kini ada kesadaran bahwa menanam mangrove sangat bermanfaat. Anggapan tanaman mangrove jadi sarang nyamuk terbantahkan, asalkan pohon-pohon tidak terlalu rimbun, sehingga harus rajin dipangkas, dan kayunya dijadikan kayu bakar.


"Sejak itu, tanpa disuruh apalagi dibayar, masyarakat sekitar sudah berisiniatif sendiri menanam mangrove di lahan atau halaman mereka," kata Darta.


Sejak 2007, resistensi masyarakat Desa Tani Baru terhadap tanaman mangrove pun hampir tidak ada.


Tak Lagi Amblas
Jangan bayangkan rumah-rumah warga di Desa Tani Baru berdiri di atas tanah, rumah-rumah di sana, termasuk SDN 014, merupakan rumah panggung di atas rawa-rawa pasang surut air laut.


Demikian pula lapangan bulutangkis indoor, merupakan bangunan panggung. Jalan-jalan di kampung itu pun berada di atas jembatan kayu, yang semuanya rawan tenggelam kalau tidak ada akar tanaman mangrove untuk menahan erosi.


Darta menunjukkan dapur rumahnya, yang persis berada di tepi sungai, dan pernah beberapa kali amblas karena abrasi, namun kini aman dan kokoh karena dibentengi pohon-pohon bakau nan teduh, dengan akar-akar menghujam ke tanah. Demikian pun bangunan SD 014 Tani Baru kini terbentengi oleh tananam mangrove sehingga relatif aman dari abrasi dan amblas.


Sejalan dengan itu, Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman, juga dalam kerjasama dengan dinas terkait, mulai memperkenalkan teknik beternak kepiting di tanaman bakau bagi para murid SD 014. Sebuah demplot dibuat di rawa-rawa yang menjadi 'halaman' sekolah, dan para siswa dapat belajar langsung di lapangan. (adv)


Program penanaman sejuta mangrove per tahun yang dicanangkan TEPI akhirnya mendapat sambutan positif dari masyarakat Delta Mahakam yang secara sadar mau menanam sendiri pohon bakau di lingkungannya
Photo: Dok. Total E&P Indonesie

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Edi Damansyah Pimpin Peringatan Hari Pramuka ke-56
Warga Loa Ipuh Darat Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Mobil
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Sabu Senilai Rp 1,5 Milyar Dimusnahkan Dengan Cara Diblender
Polres Kukar Ringkus Bandar Besar Narkoba di Samarinda
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
Bawakan 10 Lagu, Jamrud Sukses Guncang Rock In Borneo 2017
 
Mitra Kukar vs Borneo FC: Sama-Sama Bidik Kemenangan di Derby Mahakam
Semen Padang FC 1-2 Mitra Kukar: Dua Gol Marclei Bawa Naga Mekes Tumbangkan Tuan Rumah
 
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
Erau 2017 Berakhir, Kesultanan Kutai Laksanakan Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur
 
PMII-Lakpesdam PCNU Kukar Gelar Sarasehan Pendidikan
Ini Dia Kwarran Pramuka Kecamatan Paling Giat se-Kukar
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com