Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Puncak Kemeriahan Penutupan Erau 2015

Dua replika Naga saat diberangkatkan dari depan Museum Mulawarman untuk dibawa ke desa Kutai Lama. Ritual Mengulur Naga serta Belimbur menjadi puncak pelaksanaan pesta adat ErauDua replika Naga saat diberangkatkan dari depan Museum Mulawarman untuk dibawa ke desa Kutai Lama. Ritual Mengulur Naga serta Belimbur menjadi puncak pelaksanaan pesta adat Erau
Photo: Agri


Putra Mahkota Kesultanan Kutai HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat memimpin pelaksanaan upacara adat Mengulur Naga
Putra Mahkota Kesultanan Kutai HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat memimpin pelaksanaan upacara adat Mengulur Naga
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 15/06/2015 08:34 WITA
Setelah digelar selama sepekan di 'Kota Raja' Tenggarong, Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015 resmi berakhir dan ditutup, Minggu (14/06) kemarin.


Penutupan EIFAF 2015 yang dipusatkan di beranda Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Museum Mulawarman ini dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur H Mukmin Faisal.


Turut hadir pada acara penutupan EIFAF 2015 di antaranya adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI KRMT Roy Suryo, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, para pejabat teras serta kerabat Kesultanan Kutai.


Ribuan warga juga tumpah ruah di depan Museum Mulawarman berbaur dengan ratusan anggota delegasi mancanegara peserta EIFAF 2015 untuk menyaksikan penutupan Erau yang ditandai dengan ritual Mengulur Naga dan Belimbur ini.


Wagub Kaltim Mukmin Faisyal dalam sambutannya berterimakasih kepada Pemkab Kukar, pihak Kesultanan Kutai, seniman hingga masyarakat Kukar atas terlaksananya pesta adat seni dan budaya Erau yang dimeriahkan penampilan tim kesenian 13 negara anggota CIOFF.


Dikatakan Mukmin, Erau merupakan peristiwa budaya sakral yang menjadi momentum untuk mendukung tahun kunjungan wisata Kaltim 2015, guna memajukan pariwisata Kukar dan Kaltim.


Sementara dikatakan Bupati Kukar Rita Widyasari, Erau bukan hanya sekedar ungkapan rasa syukur dan mempererat persatuan, tapi juga sebagai usaha pelestarian dan pengembangan adat istiadat. "Erau ini juga merupakan salah satu event yang merupakan pengembangan pariwisata Kukar," ujarnya.


Ditambahkan Rita, berpartisipasinya tim kesenian mancanegara selain untuk menyemarakkan Erau, juga untuk memperkaya khasanah berkesenian, serta menjalin persahabatan.


"Erau tahun ini lebih meriah, mereka (delegasi mancanegara-red) akan menyampaikan Erau atau Kukar ke daerah mereka, dan kita ingin Kukar dilihat oleh dunia, ini baik untuk meningkatkan pariwisata," ujarnya.


Sultan Kutai HAM Salehoeddin II menjalani ritual Beluluh di Rangga Titi sebelum Belimbur dimulai
Photo: Agri


Usai sambutan penutupan dari Wagub Kaltim, prosesi upacara adat Mengulur Naga pun dimulai yang terlebih dahulu diawali dengan pembacaaan Riwayat Naga Erau oleh kerabat Kesultanan Kutai.


Sepasang Naga Erau kemudian dibawa dari Museum Mulawarman untuk diberangkatkan dengan menggunakan sebuah kapal menuju Kutai Lama, Kecamatan Anggana.


Putra Mahkota Kesultanan Kutai HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat memimpin langsung pemberangkatan sepasang naga tersebut untuk dilarungkan di Kutai Lama.


Sementara itu, setelah sepasang naga diberangkatkan, Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II menjalani sejumlah ritual adat yakni Beumban dan Begorok. Kemudian ketika Air Tuli yang diambil dari Kutai Lama tiba di Tenggarong, Sultan Kutai kemudian menjalani ritual Beluluh di Rangga Titi yang terletak di dermaga depan Museum Mulawarman.


Ketika Sultan HAM Salehoeddin II memercikkan Air Tuli tersebut, maka Belimbur atau siram-siraman air pun dimulai. Ribuan warga yang telah menanti-nanti acara Belimbur pun bersorak ketika mobil PMK serta mobil water canon milik Polres Kukar mulai menyemprotkan air.


Kegiatan Belimbur tak hanya terjadi di kawasan sepanjang tepian sungai Mahakam, namun juga menyebar luas hampir di seluruh kawasan Tenggarong. Kemeriahan Belimbur juga terjadi di Kutai Lama setelah 2 Naga Erau dilarungkan di sungai Mahakam. (win/her)


Kemeriahan Belimbur di depan Museum Mulawarman, Tenggarong
Photo: Agri

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Bikin Macet Hingga 4 KM, Mobil Milik Warga Tenggarong Terbakar di Kawasan Tahura
Jatuh Dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Perairan Delta Mahakam
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Sempat Unggul di Babak Pertama, Mitra Kukar Tumbang di Kandang Persela
Persela Lamongan vs Mitra Kukar: Naga Mekes Buru Poin di Lamongan
 
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
Undang Delegasi 7 Negara, Erau 2018 Digelar Pada 21-29 Juli
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com