Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Izin Usaha Pertambangan Bermasalah
Mantan Pj Bupati Sjachruddin Jadi Tersangka

Mantan Pj Bupati Kukar Sjahcruddin didampingi kuasa hukumnya Syamsuddin SH dicegat para wartawan usai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kukar petang tadiMantan Pj Bupati Kukar Sjahcruddin didampingi kuasa hukumnya Syamsuddin SH dicegat para wartawan usai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kukar petang tadi
Photo: Agri


KutaiKartanegara.com - 07/12/2009 23:37 WITA
Baru sepekan dicopot dari jabatannya, mantan Pj Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Sjachruddin MS sudah harus berurusan dengan pihak berwajib.


Hari ini, Sjachruddin memenuhi panggilan penyidik Polres Kukar untuk diperiksa sebagai tersangka kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah di Kecamatan Sebulu. Kebijakan Sjachruddin tersebut dianggap melanggar pasal 165 UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.


Pemeriksaan terhadap Sjachruddin memakan waktu kurang lebih 8 jam di ruang penyidik Satreskrim Polres Kukar, Jalan Diponegoro, Tenggarong. Saat diperiksa, Sjachruddin didampingi Kuasa Hukumnya, H Syamsuddin SH MHum.


Dikatakan Kapolres Kukar AKBP Dono Indarto SIK, kasus yang menimpa Sjachruddin merupakan pengembangan dari Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) batubara palsu yang diterbitkan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kukar.


Adanya temuan tersebut adalah hasil pengembangan dari 4 tersangka termasuk Direktur CV Kangkung Prima yang beroperasi di Kecamatan Sebulu dengan luas pertambangan mencapai 98 hektar.


Sementara dikatakan Kasat Reskrim AKP Arif Budiman SIK, pihak Polres Kukar telah mengamankan staf Distamben bernama Ro, dan pihak CV Kangkung Prima bernama Ek dan Kr. Ketiganya dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.


Awalnya Ro memberikan SKAB kosong kepada Ek dan Kr. Dari SKAB tersebut ditemukan bahwa tanggal pengesahannya bertepatan dengan hari libur. "Padahal dalam regulasinya, Distamben tidak pernah mengeluarkan surat pada hari libur," imbuhnya.


Selain ketiganya, Direktur CV Kangkung Prima Dj dikenakan pasal 50 ayat 3 huruf g, lantaran melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi bahan tambang di dalam Kawasan Budidaya Kehutanan tanpa izin Menteri.


Terseretnya Sjachruddin, lanjutnya, lantaran 4 orang tersebut terindikasi pemalsuan SKAB yang terbit pada hari libur. Selain itu, SKAB tersebut digunakan untuk ijin usaha lain. "Dari hasil pengembangan, Sjachruddin yang mengeluarkan IUP juga terseret sebagai tersangka," ungkapnya.


Arif menambahkan, CV Kangkung Prima yang beroperasi di Kecamatan Sebulu untuk sementara ditutup operasinya untuk proses penyelidikan lebih lanjut. "Sejak ditetapkannya keempat orang tersebut, CV Kangkung Prima sudah kami tutup," tegasnya.


Sjachruddin Nilai Ada Muatan Politis
Setelah diperiksa selama 8 jam lebih, Sjachruddin meninggalkan Mapolres Kukar sekitar pukul 18.30 WITA. Sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang telah menanti sejak siang langsung meminta konfirmasi Sjachruddin terkait pemeriksaan terhadap dirinya.


Sjachruddin mengaku kaget lantaran dipanggil dan ditetapkan sebagai tersangka. Padahal sebelumnya mantan Pj Bupati Kukar ini tak pernah dipanggil apalagi diperiksa Satreskrim Polres Kukar sebagai saksi.


"Jujur saja saya merasa kaget karena ditetapkan sebagai tersangka. Padahal dalam mengeluarkan IUP sudah sesuai prosedur dan sudah melalui telaahan staf Distamben. Apalagi IUP CV Kangkung Prima hanyalah perpanjangan saja karena izinnya sudah mati," ungkap Sjachruddin didampingi kuasa hukumnya, H Syamsudin SH MHum.


Apakah ada muatan politis terkait pemanggilan tersebut? Sjachruddin pun tidak menampiknya. Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan kasus yang menimpa dirinya ada kaitannya dengan keinginannya untuk maju dalam Pilkada Kukar mendatang.


"Mungkin ada muatan politisnya. Sebelumnya saya tidak pernah dipanggil seperti ini. Saya benar-benar tidak tahu akan mendapatkan cobaan seberat ini," imbuhnya. (win)

Link Terkait:
Undang-Undang No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Seminggu Menghilang, Warga Sanga-Sanga Ini Ditemukan Mengambang di Sungai
PMII Kukar Gelar Pelatihan Kader Dasar se-Kaltim
 
Program Satu RT Satu Laptop: 3.067 Ketua RT se-Kukar Akan Kebagian Laptop
Wah, Pemkab Kukar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-Turut!
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Kuras ATM Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Hipnotis Dibekuk Petugas Polres Kukar
Barang Bukti Narkoba, Sajam, Senpi Hingga Uang Palsu Dimusnahkan
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Bawakan 8 Lagu, Via Vallen Sukses Goyang Tenggarong
Skid Row Puaskan Penonton Rock In Borneo 2017 Dengan 17 Lagu
 
Lepas Jorge Gotor, Mitra Kukar Rekrut Bek Asal Brazil
KFL-Liga 2 2017, Perebutan Zona 4 Besar Makin Sengit
 
Kongres Dunia CIOFF ke-47 di Tenggarong Berakhir Sukses
Dimeriahkan Tenggarong Fair, Festival Kota Raja VI Digelar Selama Sepekan
 
Wow! Menangi Kompetisi LINE, Mahasiswa Unmul Asal Tenggarong Ini Dapat Hadiah Jalan-Jalan ke Jepang
Digagas IKA SMANSA Tenggarong, Guru dan Karyawan SMAN 1 Tenggarong Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com