Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

Rayakan Hari Jadi ke-14, Bintek Ajak Menengok Masa Lalu

Sebelum pementasan, Bintek mengajak penonton untuk menyaksikan sajian kesenian tingkilan, serta peragaan pengrajin anjat dan nelayan sungai MahakamSebelum pementasan, Bintek mengajak penonton untuk menyaksikan sajian kesenian tingkilan, serta peragaan pengrajin anjat dan nelayan sungai Mahakam
Photo: Agri


Aksi para pemain cilik dalam pementasan bertajuk <i>Pertentangan Duniaku</i>
Aksi para pemain cilik dalam pementasan bertajuk Pertentangan Duniaku
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 12/08/2007 11:13 WITA
Ada sesuatu yang unik menandai hari jadi Bina Teater Kutai (Bintek) yang ke-14, Jum'at (10/08) malam, di Tenggarong. Sebelum menggelar pementasan teater, Bintek mengajak para undangan untuk sejenak 'kembali' ke masa lalu, ke era Kutai Tempo Doeloe.


Kembali ke Kutai Tempo Doeloe bersama Bintek bukanlah sebuah perjalanan menerobos waktu. Melainkan, melalui peragaan keseharaian masyarakat Kutai di masa lalu yang bersahaja. Sedikitnya ada 3 bentuk peragaan yang ditampilkan di sekitar halaman Musem Mulawarman tersebut.


Peragaan pertama berupa pertunjukan kesenian tingkilan dan tari Jepen yang dibawakan kelompok Karya Budi pimpinan H Amran alias pak Boyon. Karena temanya kembali ke masa lalu, maka tidak ada listrik atau pun sound system canggih. Yang ada hanya sejumlah pelita untuk menerangi penampilan hiburan asli Kutai tersebut.


Selepas menyaksikan kesenian rakyat Kutai, para undangan diajak menuju 'pos' berikutnya untuk menyaksikan peragaan seorang pengrajin lanjong dan anjat. Kemudian, di pos ketiga, undangan diajak memperhatikan peragaan seorang nelayan menyiapkan jaring atau jala, berikut peralatan menangkap ikan lainnya.



Salah satu adegan dalam pementasan bertajuk Jera yang disutradarai Husni Mubarak
Photo: Agri

Setelah itu, baru lah undangan yang kebanyakan adalah para pelajar SD hingga SLTA, serta keluarga dari para anggota Bintek, diajak memasuki gedung Serapo LPKK H Zailani Idris untuk menyaksikan acara pokok perayaan HUT Bintek ke-14 berupa pementasan teater.


Sambil menanti pementasan teater oleh anak-anak binaan Bintek Tenggarong, para penonton terlebih dahulu menikmati aneka macam jajanan khas Kutai yang disediakan. Untuk memperoleh jajanan tersebut, para penonton harus menukarkan potongan kupon yang telah diberikan panitia secara gratis saat memasuki gedung.


Tak pelak 'dagangan' para penjaja kue yang tak lain adalah para penari anggota Bintek, laris manis diserbu ratusan penonton yang tergiur melihat beraneka macam kue tersebut. Tak hanya anak-anak, para orangtua anggota Bintek, praktisi seni, serta Petinggi Pore Sempekat Keroan Kutai Ir H Awang Yacoub Luthman MM pun tampak asyik menikmati jajanan yang disediakan.


"Memperingati hari jadi Bintek yang ke-14, sengaja kami angkat tema Kutai Tempo Doeloe, untuk mengenang dan meningkatkan kepedulian terhadap nilai-nilai masa lalu yang harus ditanamkan sebagai akar seni budaya kita," ujar pembina dan pendiri Bintek, Drs H Syamsul Khaidir MMPd saat memberikan sambutannya.



Pembina Bintek H Syamsul Khaidir di tengah serbuan para penonton cilik yang ingin menyaksikan pementasan teater dalam rangka HUT Bintek ke-14 (atas). Beraneka macam jajanan khas Kutai laris manis diserbu penonton (bawah)
Photo: Agri

Ditambahkannya, kita harus menghargai kesenian asli warisan masa lalu dan berkewajiban untuk terus melestarikannya. "Kesenian masa lalu merupakan akar yang kuat bagi kita yang patut dipertahankan jika kita tidak ingin kehilangan muka dari daerah lain," cetus Khaidir yang juga Ketua Lembaga Pembinaan Kebudayan Kutai (LPKK).


"Di era globalisasi saat ini, banyak budaya luar yang masuk ke daerah kita. Sementara budaya kita sendiri malah kurang tergali dengan baik. Inilah yang menjadi bahan renungan dan intropeksi sehingga kita perlu menoleh ke masa lalu," imbuhnya.


Sebagai acara pokok, dua pementasan teater pun disuguhkan ke hadapan ratusan penonton yang memadati Serapo LPKK. Pementasan pertama bertajuk Pertentangan Duniaku yang disutradarai oleh Harfiansyah.


Sementara sebagai pementasan pamungkas adalah repertoar bertajuk Jera yang disutradarai oleh Husni Mubarak SSn. Yang menarik, kedua pementasan tersebut dimainkan anak-anak binaan Bintek Tenggarong yang rata-rata masih duduk di bangku SD dan SLTP.


Kendati usia mereka masih belia, aksi para pemeran cilik ini tidak kalah hebat dari para senior mereka. Kedua garapan teater bergaya komedi tersebut mampu membuat ratusan penonton terhibur. Tak jarang para penonton tertawa geli melihat aksi bocah-bocah itu.


Selain diisi dengan pementasan teater, perayaan hari jadi kelompok teater yang berdiri pada 26 Juli 1993 itu juga ditandai dengan sajian tari, nyanyian serta pembacaan puisi yang dibawakan para anggota Bintek Tenggarong. (win)


Sajian puisi dan lagu oleh para anggota Bintek Tenggarong
Photo: Agri

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Anggana Membara, Belasan Rumah Ludes Terbakar
Pilgub Kaltim 2018: Menang di 11 Kecamatan, Isran-Hadi Raup Dukungan 35,37 Persen Suara
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Pimpinan BPJS Kesehatan Ikut Layani Langsung Warga Kukar
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Erau 2018: Putra Mahkota Kesultanan Kutai Laksanakan Adat Beluluh
Naga Mekes Lumat Sriwijaya FC Tiga Gol Tanpa Balas
 
Wow, Mahasiswa Asing Ini Bisa Menari Jepen Hingga Main Sampek
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com