Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu
RSUD A.M. Parikesit
mySamarinda.com
    Agenda/Events
 
 
Cerita Pendek

Akan Ku Tunggu
Oleh: Rhony Samlan

Beberapa menit lagi kapal fery akan segera berangkat. Akan tetapi mataku masih saja kesana kemari untuk mencari sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang. Biasanya setiap saat aku selalu berjumpa dengannya di kapal ini atau kapal satunya. Mengantri atau sudah berada di ...

City Tour Peserta Workshop Investasi Internasional
Kunjungi Kedaton dan Museum Mulawarman

Dengan menggunakan kamera digital, Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II (kiri) mengabadikan momen tari bersama peserta workshop dengan kerabat Kesultanan KutaiDengan menggunakan kamera digital, Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II (kiri) mengabadikan momen tari bersama peserta workshop dengan kerabat Kesultanan Kutai
Photo: Agri


Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II melakukan upacara Ketikai Lepas kepada pimpinan rombongan City Tour, Ida Susanty Mudjajadi
Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II melakukan upacara Ketikai Lepas kepada pimpinan rombongan City Tour, Ida Susanty Mudjajadi
Photo: Agri

KutaiKartanegara.com - 26/04/2007 17:34 WITA
Kota Tenggarong sebagai ibu kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki daya pikat tersendiri bagi para pelancong yang datang ke Kutai Kartanegara (Kukar).


Di kota ini, masih dapat ditemui peninggalan bersejarah Kerajaan Kutai yang tersimpan dengan baik di Museum Mulawarman. Adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara pun masih tetap bertahan hingga saat ini.


Daya pikat seni budaya Kesultanan Kutai inilah yang menjadi perhatian para peserta Workshop Investasi Internasional dari 14 negara. Dalam City Tour yang dilakukan hari ini, para peserta workshop melakukan kunjungan ke Kedaton Koetai Kartanegara, istana Sultan Kutai yang baru dibangun pada tahun 2001.


Kedatangan rombongan peserta workshop yang dipimpin Ny Ida Susanty Mudjajadi dari Departemen Luar Negeri (Deplu) Republik Indonesia ini langsung disambut upacara adat Tempong Tawar oleh putera mahkota Adji Pangeran Adipati Surya Adiningrat.



Peserta workshop memperhatikan koleksi keramik yang ada di ruang bawah tanah Museum Mulawarman
Photo: Agri

Setelah itu, Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II melakukan upacara adat Ketikai Lepas kepada pimpinan rombongan Ida Susanty Mudjajadi dan seorang perwakilan peserta workshop.


Sultan Kutai melalui Menteri Sekretaris Keraton H Adji Raden Gondo Prawiro dalam sambutannya mengatakan, penerus tahta Kerajaan Kutai (Sultan H Adji Mohd Salehoeddin II-red) hingga saat ini terus dipertahankan walaupun sejak tahun 1960 tidak lagi menjadi kepala pemerintahan secara turun temurun.


Meski demikian, yang masih dipertahankan tersebut adalah Sultan Kutai sebagai pengayom budaya dan Keraton sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya serta spiritual.


"Adat istiadat yang merupakan warisan keraton, demikian pula tata krama dan perilaku yang dari keraton, perlu dibudayakan menjadi perilaku masyarakat atau kearifan lokal," ujarnya.



Peserta workshop dengan antusias membeli cenderamata khas Kalimantan sebelum kembali ke negara asalnya
Photo: Agri

Menurut Sultan Kutai, Keraton sebagai simbol kejayaan masa lalu merupakan dokumen historis yang sangat penting artinya dalam usaha memperkuat jadi diri dan identitas bangsa. Sehingga budaya diyakini dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Bila pariwisata dibangun atas dasar budaya dan adat istiadat akan mampu menumbuhkembangkan ekonomi rakyat dan akan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah bahkan devisa negara," katanya.


Saat berkunjung ke Kedaton Koetai Kartanegara, para peserta workshop disuguhi tarian adat Keraton Kutai bertajuk Tari Topeng Kemindu dan Tari Ganjar Ganjur. Acara diakhiri dengan tari bersama yang melibatkan seluruh peserta workshop dengan kerabat Kesultanan Kutai dan panitia.


Usai menyantap jajanan khas Kutai bersama Sultan H Adji Mohd Salehoeddin, rombongan kemudian menuju Museum Mulawarman untuk melihat lebih dekat benda-benda peninggalan kesultanan Kutai.


Para peserta workshop juga menyempatkan diri untuk melihat-lihat kompleks pemakaman keluarga bangsawan Kutai yang berada di samping Museum. Para peserta juga terlihat antusias memborong sejumlah cenderamata di toko-toko cenderamata yang berada dalam lingkungan Museum Mulawarman.


Setelah puas berkunjung ke Museum Mulawarman, rombongan diajak menyusuri sungai Mahakam dengan menggunakan kapal naga mengitari Pulau Kumala sambil bersantap siang. (win)

 
Pasang Iklan
Username  
Password  
Info Odah Etam
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Hukum & Kriminal
Bikin Macet Hingga 4 KM, Mobil Milik Warga Tenggarong Terbakar di Kawasan Tahura
Jatuh Dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Perairan Delta Mahakam
 
73 Pejabat Pemkab Kukar Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkapnya
Tujuh Kepala OPD Pemkab Kukar Resmi Dikukuhkan
 
Gandeng Pihak Kecamatan, Upaya BPJS Kesehatan Dongkrak Kepesertaan di Kukar
Kukar CSR Award Kembali Digelar Tahun Ini
 
Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Operasi KKYD Dimusnahkan
Apel Gelar Pasukan di Sekolah: Operasi Patuh Sasar Pelajar dan Pengguna HP Saat Berkendara
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Pendidikan
Kapital Sukses Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
Satu-Satunya Wakil Indonesia: Kapital Band Siap Gebrak Heartown Rockfest di Taiwan
 
Sempat Unggul di Babak Pertama, Mitra Kukar Tumbang di Kandang Persela
Persela Lamongan vs Mitra Kukar: Naga Mekes Buru Poin di Lamongan
 
Ada Rumah Kaligrafi di Obyek Wisata Pulau Kumala
Undang Delegasi 7 Negara, Erau 2018 Digelar Pada 21-29 Juli
 
Gelar Buka Puasa Bersama, Pramuka Kukar Doakan Mendiang Pengurus
Perpustakaan Umum Kukar Tempati Gedung Baru
Arsip Berita Berdasarkan Tahun :  
Arsip Berita Berdasarkan Kategori :  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com