KutaiKartanegara.com

Find:  

Lambang Kesultanan Kutai Kartanegara The Sultanate of Kutai Kartanegara

Arsip Berita

Didukung Oleh:

Pasang Iklan Anda Disini

Pasang Iklan Anda Disini

 

Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara

Halaman 1 | Halaman 2

Upacara Selamatan Pembangunan Keraton Tahun 1936
Upacara Selamatan pembangunan keraton pada tahun 1936
( Koleksi: J.R.Wortmann, The Netherlands )

Pada tahun 1936, keraton kayu peninggalan Sultan Alimuddin ini dibongkar karena akan digantikan dengan bangunan beton yang lebih kokoh. Untuk sementara waktu, Sultan Parikesit beserta keluarga kemudian menempati keraton lama peninggalan Sultan Sulaiman. Pembangunan keraton baru ini dilaksanakan oleh HBM ( Hollandsche Beton Maatschappij ) Batavia dengan arsiteknya Estourgie. Dibutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan istana ini. Setelah fisik bangunan keraton rampung pada tahun 1937, baru setahun kemudian yakni pada tahun 1938 keraton baru ini secara resmi didiami oleh Sultan Parikesit beserta keluarga. Peresmian keraton yang megah ini dilaksanakan cukup meriah dengan disemarakkan pesta kembang api pada malam harinya. Sementara itu, dengan telah berdirinya keraton baru maka keraton buruk peninggalan Sultan Sulaiman kemudian dirobohkan. Pada masa sekarang, areal bekas keraton lama ini telah diganti dengan sebuah bangunan baru yakni gedung Serapo LPKK.

Bangunan bekas istana Kesultanan Kutai Kartanegara di kota Tenggarong
Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara pada masa Sultan A.M. Parikesit
( Photo: Agri, 2001 )

Setelah pemerintahan Kesultanan Kutai berakhir pada tahun 1960, bangunan keraton dengan luas 2.270 m2 ini tetap menjadi tempat kediaman Sultan A.M. Parikesit hingga tahun 1971.  Keraton Kutai kemudian diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 25 Nopember 1971. Pada tanggal 18 Februari 1976, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan bekas keraton Kutai Kartanegara ini kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk dikelola menjadi sebuah museum negeri dengan nama Museum Mulawarman. Didalam museum ini disajikan beraneka ragam koleksi peninggalan kesultanan Kutai Kartanegara, diantaranya singgasana, arca, perhiasan, perlengkapan perang, tempat tidur, seperangkat gamelan, koleksi keramik kuno dari China, dan lain-lain.

Makam Keluarga Kerajaan Kutai Kartanegara
Makam Keluarga Kerajaan Kutai Kartanegara ( Photo: Agri, 2001 )

Dalam lingkungan keraton Sultan Kutai terdapat makam raja dan keluarga kerajaan Kutai Kartanegara. Jirat atau nisan Sultan dan keluarga kerajaan ini kebanyakan terbuat dari kayu besi yang dapat tahan lama dengan tulisan huruf Arab yang diukir. Sultan-sultan yang dimakamkan disini diantaranya adalah Sultan Muslihuddin, Sultan Salehuddin, Sultan Sulaiman dan Sultan Parikesit. Hanya Sultan Alimuddin saja yang tidak dimakamkan di lingkungan keraton, beliau dimakamkan di tanah miliknya di daerah Gunung Gandek, Tenggarong.

Keraton Kutai Kartanegara
Keraton Kesultanan Kutai dilihat dari atas
( Photo: Ronny Artha, 1998 )


Kedaton Sultan Kutai Kartanegara di malam hari
( Photo: Agri, 2002 )


Kedaton Kutai Kartanegara yang berdiri megah di pusat kota Tenggarong
( Photo: Agri, 2003 )

Pada tanggal 22 September 2001, putra mahkota H. Aji Pangeran Praboe Anum Surya Adiningrat dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan H.A.M.  Salehuddin II. Dipulihkannya kembali Kesultanan Kutai Kartanegara ini adalah sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia agar tak punah dimakan masa. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah membangun sebuah istana baru yang disebut Kedaton bagi Sultan Kutai Kartanegara yang sekarang. Bentuk kedaton baru yang terletak disamping Masjid Jami' Hasanuddin ini memiliki konsep rancangan yang mengacu pada bentuk keraton Kutai pada masa pemerintahan Sultan Alimuddin.***
(KutaiKartanegara.com)

<< Halaman Sebelumnya

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Dokumen
Keradjaan Koetai Membuat Istana Baru
Pandji Poestaka - 1936
Artikel dari majalah Pandji Poestaka ini berisi tentang rencana pembuatan istana baru bagi Sultan Kutai pada masa pemerintahan Sultan A.M. Parikesit di tahun 1936. Dalam artikel ini juga diulas mengenai seluk beluk ruang dalam istana yang akan dibangun tersebut.
>> selengkapnya
Dokumen Lainnya...

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Copyright © 2001 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.