Kabupaten Kesultanan Wisata Seni Budaya Festival Erau Agenda Dokumen
       
Buku Tamu KutaiKartanegara.com | Halaman 41
Arsip Berita Gallery Download Direktori Data Forum Buku Tamu

ARSIP BUKU TAMU

 
Buku Tamu KutaiKartanegara.com
3501-3550
3551-3600
3601-3650
3651-3700
3701-3750
3751-3800
3801-3850
3851-3900
3901-3950
3951-4000
4001-4050
4051-4100
4101-4150
4151-4200
4201-4250
4251-4300
4301-4350
4351-4400
4401-4450
4451-4500
4501-4550
4551-4600
4601-4650
4651-4700
4701-4750
4751-4800
4801-4850
4851-4900
4901-4950
4951-5000
5001-5050
5051-5100
5101-5150
5151-5200
5201-5250
5251-5300
5301-5350
5351-5400
5401-5450
5451-5500
5501-5550
5551-5600
5601-5650
5651-5700
5701-5750
5751-5800
5801-5850
5851-5900
5901-5950
5951-6000
6001-6050
6051-6100
6101-6150
6151-6200
6201-6250
6251-6300
6301-6350
6351-6400
6401-6450
6451-6500
6501-6550
6551-6600
6601-6650
6651-6700
6701-6750
6751-6800
6801-6850
6851-6900
6901-6950
6951-7000
7001-7050
7051-7100
7101-7150
7151-7200
7201-7250
7251-7300
7301-7350
7351-7400
7401-7450
7451-7500
7501-7550
7551-7600
7601-7650
7651-7700
7701-7750
7751-7800
7801-7850
7851-7900
7901-7950
7951-8000
8001-8050
8051-8100
8101-8150
8151-8200
8201-8250
8251-8300
8301-8350
8351-8400
8401-8450
8451-8500
8501-8550
8551-8600
8601-8650
8651-8700
8701-8750
8751-8800
8801-8850
8851-8900
8901-8950
8951-9000
9001-9050
9051-9100
9101-9150
9151-9200
 
 

 

 

 

 

juuh,,,,kl mau buat posting,,,yaaa mirip2 ky punya si ''berodak gelo'' itu,,,lho???tanpa ada hujatan/hinaan,,caci maki,,,atau sumpah serapah,,,tapi enak di cerna,,,dan,, universal.. !!!!
andi subari <genta@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 09:03:17 WITA




ass.wr.wb.. IJUH,,,KAMU GAK NGERTIKAH BAHASA MANUSIA....SDH SY KATAKAN''KAMI DI KUKAR BISA URUS DIRI KAMI SENDIRI''....DUUH,,, SUSAH,,,NGOMONG SAMA ''BOLOT'' NGGAK NYAMBUNG,,,''BAIK ATAU BURUK KUKAR ADALAH ''TANAH AIR KAMI''FAHAM JUH....[KL GAK FAHAM JAAAAH,,CAPEEEK DEEH}MASALAH PIMPINAN[BPT KAMI] BERSALAH ATAU TIDAK KHAN ADA KPK/YG BERWEWENANG ,,,,,JD GAK PERLU ''IJUH'' ,,,ok,,juh,,udahlah urusi kalselmu,,sono??and jangan kl bobo''''minum obat cacing'',,yaaach..???wass.dari:andi subari ,,
andi subari <berodak@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 13 Juli 2007 08:53:52 WITA




KALAU ADA YANG BACA SILAHKAN BERI KOMENTAR, TERUTAMA KEPADA ORANG-ORANG YANG SUKA MENJILAT BURIT KANING YANG SEKARANG SEDANG MENDEKAM DI DALAM TAHANAN, HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA...............................
barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:29:56 WITA




INI ORANG TENGGARONG BIAR TAU KORUPSI ORDE BARU DAN ANTEK-ANTEKNYA, MAKA DARI ITU MARI KITA TUMPAS SAMPAI AKAR-AKARNYA.


Pengertian atau Definisi Korupsi
Ditulis Oleh www.transparansi.or.id
Digg!

Dari segi semantik, "korupsi" berasal dari bahasa Inggris, yaitu corrupt, yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah atau jebol. Istilah "korupsi" juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam prakteknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya.

Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten. Untuk pembahasan dalam situs MTI ini, pengertian "korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan.


JIHAD MELAWAN KORUPSI
Ditulis Oleh A. Umar Said


Baru-baru ini boleh dikatakan seluruh pers di Indonesia secara serentak dan ramai-ramai memberitakan bahwa sebanyak 14 organisasi masyarakat Islam mendeklarasikan “Jihad Bersama Melawan Koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)". Peristiwa ini merupakan kejadian yang menarik, yang patut menjadi perhatian kita bersama, dan berusaha menelaahnya, apa artinya bagi kepentingan rakyat dan negara kita bersama. Berikut adalah sekadar sumbangan fikiran untuk penelaahan masalah tersebut :

Pada kesempatan dideklarasikannya jihad bersama ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan pernyataan bahwa deklarasi jihad melawan koruptror BLBI adalah sebagai bentuk tanggung jawab umat Islam yang harus ikut peduli terhadap masa depan bangsa yang semakin terpuruk akibat korupsi. Selain itu, selama ini umat dan masyarakat Islam menilai penanganan hukum bagi para koruptor BLBI masih setengah hati dan belum tuntas serta tidak ada tindakan tegas, bahkan mereka para koruptor terkesan dilindungi oleh pemerintah

Oleh karena itu, melalui jihad melawan koruptor BLBI, pemerintah didesak agar menindak tegas dan memberikan hukuman secara tuntas bagi mereka koruptor BLBI. Langkah kongkrit dari jihad ini menurutnya, tiada lain, kecuali tegakkan hukum yang konsisten dan konsekuen. Maka setelah adanya penandatanganan deklarasi bersama jihad melawan koruptor BLBI, pimpinan ormas yang diikuti organisasi kemahasiswaan akan segera meminta bertemu Presiden, Wakil Presiden, Jaksa Agung, Menteri Keuangan dan Menteri terkait lainnya untuk menindak lanjuti deklarasi tersebut.

Empat belas ormas yang menandatangani deklarasi itu adalah Muhammadiyah, NU, Persatuan Islam, Al Irsyad Al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Alwasliyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, KAHMI, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan mahasiswa Muhammadiyah, dan Himpunan Mahasiswa Islam.

Din Syamsuddin juga menyatakan yakin bahwa 60-an bahkan ratusan ormas Islam di Tanah Air setuju dengan deklarasi ini. (Demikian rangkuman singkat berita-berita tentang deklarasi 14 ormas Islam tersebut)

Perlu disambut gembira dan didukung

Mengingat penyakit parah bangsa dan negara kita yang berupa korupsi, yang sudah sangat merajalela dengan ganas di segala bidang kehidupan sejak lama, maka deklarasi “Jihad bersama melawan koruptor BLBI” 14 ormas Islam tersebut di atas, patutlah disambut dengan gembira oleh semua kalangan dan golongan, sebagai sesuatu yang penting bagi bangsa kita seluruhnya.

Namun, demi kepentingan keseluruhan bangsa, alangkah baiknya kalau “jihad melawan korupsi itu” tidak hanya difokuskan kepada “para koruptor BLBI” saja, melainkan juga kepada para koruptor pada umumnya, terutama para koruptor “kelas kakap”, yang banyak terdapat di kalangan eksekutif, legislatif, judikatif, dan masyarakat umum, termasuk di kalangan partai-partai politik dan pengusaha-pengusaha besar. Dan termasuk juga korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh kalangan keluarga Suharto (antara lain : Tommy Suharto) yang telah merusak citra Islam serta menjatuhkan nama Republik Indonesia di mata dunia.

Memang, kasus korupsi di BLBI, yang meliputi jumlah yang besar sekali (!!!) , yaitu Rp 600 triliun (dengan bahasa atau angka yang lebih jelas : Rp 600 000 000 000.000 atau Rp 600 juta dikalikan sejuta) adalah masalah yang serius sekali di antara banyak korupsi besar-besaran di negara kita ini. Karena besarnya dan rumitnya kasus korupsi di BLBI ini, ditambah dengan ambur-adulnya penanganannya yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tinggi pendukung Orde Baru, maka sudah sekitar 10 tahun masih belum nampak juga kemajuan penyelesaiannya.

Mengingat sangat parahnya korupsi yang melanda negara kita, maka deklarasi “jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam tersebut merupakan salah satu tanda yang amat menggembirakan akan kepedulian masyarakat Islam terhadap masalah korupsi, yang makin secara nyata sekali telah menimbulkan pembusukan di bidang akhlak banyak sekali orang dan juga kerusakan-kerusakan berat dalam bidang sosial-ekonomi-budaya masyarakat Indonesia. Jadi, koruptor BLBI haruslah ditindak, sampai tuntas, karena telah merugikan negara dan rakyat secara besar-besaran. Di samping itu, masalah korupsi yang lain (yang di luar BLBI) juga perlu sekali dilawan ramai-ramai, dengan berbagai cara dan jalan, oleh semua kalangan dan golongan, termasuk kalangan pemerintahan.

Memang, di waktu-waktu yang lalu, para tokoh atau pemuka-pemuka Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah (dan organisasi-organisasi lainnya) sudah juga mengangkat suara yang cukup keras, -- termasuk tuntutan hukuman mati bagi koruptor -- terhadap masalah korupsi ini, namun gemanya atau pengaruhnya masih belum banyak untuk mencegah berkembangnya korupsi, yang masih juga berkecamuk terus di berbagai kalangan, termasuk di kalangan orang-orang yang mengaku diri mereka Islam atau Muslimin. Banyak sekali di antara orang-orang yang ditindak karena tuduhan korupsi, adalah justru para “tokoh” yang kelihatannya rajin sembahyang, sering pergi ke mesjid, suka kasih sedekah, banyak berkotbah, pernah ke Mekah (bahkan ada yang berkali-kali), atau juga banyak ikut-ikut pengajian berjemaah.

Langkah permulaan yang penting sekali

Dideklarasikannya “Jihad melawan korupsi” oleh 14 ormas Islam, yang ditujukan terhadap para koruptor BLBI ini, mudah-mudahan merupakan langkah permulaan yang besar dari ummat Islam Indonesia pada umumnya untuk ikut memobilisasi kekuatan masyarakat guna membersihkan negara kita dari berbagai penyakit, sehingga bisa meneruskan perjuangan bersama menyelesaikan reformasi, dan memperkuat persatuan bangsa atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Sebab, dari pengalaman sejak pemerintahan Orde Baru yang selama 32 tahun dan diteruskan oleh berbagai pemerintahan (di bawah pimpinan Habibi, Gus Dur, Megawati dan SBY sekarang ini) sudah terbukti bahwa di antara banyak kerusakan atau banyak kebusukan yang diwariskan oleh Orde Baru adalah korupsi yang merajalela. Seperti yang telah dialami sendiri oleh banyak orang, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan telah menggebu-gebu selama pemerintahan rejim militer Suharto dkk, tetapi kebanyakan berhasil ditutup-tutupi, akibat ketatnya sistem kontrol pemerintahan.

Sebab, seperti yang dialami banyak di antara kita masing-masing, oleh karena diberangusnya kebebasan demokratis selama 32 tahun, tidaklah mungkin bagi banyak orang untuk menyuarakan perlawanan terhadap sebagian pimpinan militer (dan Golkar) yang nyata-nyata telah memperkaya diri dengan korupsi atau segala macam penyalahgunaan kekuasaan. Meskipun banyak jenderal dan kolonel (dan pemimpin-pemimpin Golkar dari berbagai tingkatan) yang mendadak jadi kaya raya (dengan memiliki 3 atau 4 rumah , tanah yang luas dan mobil yang mewah-mewah) tetapi tidak banyak kasus-kasus korupsi di kalangan mereka itu yang dibongkar atau diberitakan. Jaring-jaringan praktek-praktek korupsi semasa Orde Baru ini begitu hebatnya dan begitu luasnya, sehingga sulit diberantas oleh pemerintahan-pemerintahan berikutnya, sampai sekarang !

Jihad melawan korupsi dan juga Orde Baru

Jadi, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan yang biasanya memang sesuatu yang inherent (satu dan senyawa) dengan diktatur militer yang manapun juga dalam sejarah dunia modern, juga telah menjadi penyakit kronis dari rejim militer Orde Baru. Dan karena sisa-sisa Orde Baru banyak yang masih berkuasa dalam pemerintahan-pemerintahan sesudah tahun 1998, maka dengan sendirinya, penyakit parah yang sudah berjangkit selama puluhan tahun itu masih juga bercokol dengan kuatnya, dan sulit diberantas. Boleh dikatakan, bahwa wabah korupsi yang sekarang merajalela itu adalah – pada dasarnya -- kelanjutan dari wabah yang lama, atau mempunyai akarnya pada penyakit yang lama pula, tetapi memakai baju yang baru dalam situasi yang baru.

Di sini jugalah letak pentingnya masalah jihad melawan korupsi ! Jihad melawan korupsi tidak akan berhasil dengan tuntas tanpa melawan sisa-sisa kekuatan Orde Baru. Sebab, korupsi yang sekarang merajalela itu adalah pengejawantahan sebagian dari jati-diri sisa-sisa Orde Baru. Patutlah kiranya diingat oleh kita semua bahwa penyakit korupsi yang merajalela di begitu banyak bidang dan begitu parah seperti yang kita saksikan sekarang ini tidak terjadi selama “orde lama” di bawah pimpinan Bung Karno. Meskipun di sana-sini terdengar juga adanya beberapa korupsi, suasana perjuangan revolusioner dan kerakyatan yang digelorakan oleh pemimpin besar revolusi Bung Karno waktu itu telah membikin akhlak bangsa menjauhkan diri dari praktek-praktek korupsi, bahkan menajiskannya.. Dalam kaitan ini jugalah sulit dibantah bahwa sosok pejuang bangsa Bung Karno berbeda jauh sekali dengan sosok maling besar yang bernama Suharto, yang juga penjahat kaliber besar di bidang HAM.

Dari sudut pandang yang arahnya demikian itulah, kiranya, kita bisa mengatakan bahwa jihad melawan koruptor BLBI yang mulai dilancarkan oleh 14 ormas Islam (dan mudah-mudahan juga didukung oleh banyak ormas-ormas lainnya, termasuk yang non-Islam) akan mempunyai arti yang menjangkau lebih jauh lagi, bagi perbaikan atau perubahan yang fundamental bagi nasib bangsa generasi kini dan anak cucu kita di kemudian hari.

Pengagum Suharto tidak mungkin anti-korupsi

Kalau kita coba melihat lebih jauh lagi, maka akan nyatalah bahwa jihad melawan korupsi adalah sebenarnya bagian yang penting sekali dalam perjuangan kita bersama untuk melaksanakan keputusan yang sudah diambil oleh MPR mengenai reformasi. Dan inti dari reformasi adalah – pada pokoknya -- merubah atau mengganti, atau membuang segala hal yang salah, atau hal yang buruk, yang diwariskan oleh Orde Baru. Jadi, jelasnya, jihad yang sungguh-sungguh untuk melawan koruptor BLBI, sebenarnya berarti juga jihad melawan praktek-praktek buruk Orde Baru dan sisa-sisanya. Sebab, masalah koruptor BLBI adalah – secara langsung atau tidak langsung – justru akibat politik Orde Baru juga.

Dengan bahasa yang lebih sederhana lagi, kiranya bisa dikatakan bahwa siapapun atau golongan yang manapun tidak bisa melakukan perlawanan terhadap koruptor dengan tuntas dan hasil baik kalau tetap bersikap mendukung politik Orde Baru, atau terus bersimpati dan memuja-memuja Suharto (dan konco-konconya). Menganggap Suharto orang besar yang sudah berjasa kepada rakyat dan negara adalah bertentangan sama sekali dengan sikap jihad melawan korupsi. Kalau ditarik lebih jauh lagi, bisalah kiranya disimpulkan bahwa jihad melawan korupsi secara konsekwen berarti juga jihad melawan Suharto beserta Orde Barunya. Atau, kesimpulan lainnya yang senafas, yaitu : orang atau kalangan yang memuja-muja Suharto tidak mungkin menjadi orang atau kalangan yang sungguh-sungguh konsekwen anti-korupsi.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam, diharapkan adanya kesadaran juga di kalangan berbagai golongan Islam bahwa perjuangan melawan korupsi yang sudah kelewat parah sekarang ini, diperlukan mobilisasi seluruh kekuatan Islam bersama kekuatan-kekuatan lainnya, termasuk yang non-Islam dan yang anti-Orde Baru. Tidak perlu diragukan lagi bahwa kebanyakan mereka yang benar-benar konsekwen anti-korupsi itu adalah kebanyakannya juga anti-Orde Baru. Mereka ini terdiri dari berbagai macam ormas buruh, tani, pemuda, perempuan, mahasiswa, kaum miskin kota, eks-tapol, keluarga korban peristiwa 65 dll dll dll., yang mendambakan adanya pemerintahan yang bersih dan adil.

Sumbangan yang besar umat Islam Indonesia

Kalau deklarasi “Jihad melawan koruptor BLBI” ini dilandasi dengan dasar yang luas dan anti-Orde Baru, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh (dan bukannya slogan yang isinya omong-kosong saja !), maka akan merupakan sumbangan ummat Islam Indonesia yang besar sekali (dan amat bersejarah) bagi usaha bersama untuk perbaikan dalam membangun bangsa. Dengan gigihnya ummat Islam menjalankan jihad melawan korupsi dengan sungguh-sungguh dan sekaligus melawan sisa-sisa Orde Baru, maka banyak orang akan melihat wajah baru dan citra yang lain dari golongan Islam di Indonesia.

Sebab, selama ini ada kesan dari banyak orang bahwa sebagian besar golongan Islam Indonesia bersikap terlalu toleran terhadap orang-orang yang melakukan korupsi, dan sebagian lagi juga bersikap terlalu lemah terhadap sisa-sisa kekuatan Orde Baru beserta simpatisan-simpatisannya, yang masih terus berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan kepentingan persatuan bangsa dan kesatuan negara kita bersama.

Padahal, kekuatan golongan Islam di Indonesia ini amatlah besar di bidang moral, politik, sosial dan ekonomi, untuk melawan korupsi yang sudah menyengsarakan banyak orang dan membikin berbagai kerusakan dan kerugian negara.

Dengan dideklarasikannya “Jihad melawan koruptor BLBI” oleh 14 ormas Islam ini, kalau gerakan moral ini nantiya mendapat dukungan yang lebih besar lagi dari masyarakat luas berkat perlawanan yang juga ditujukan kepada sisa-sisa kekuatan Orde Baru yang korup, maka akan bisa menjadi motor yang dahsyat dan penting sekali. Dengan begitu, gerakan moral yang demikian ini akan bisa menyebarkan secara efektif ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan masalah pemberantasan dan pencegahan korupsi, dengan cara damai dan beradab.

Karena, sebagaimana yang diketahui oleh banyak pakar-pakar mengenai Islam, banyak sekali ajaran-ajaran Islam yang bagus-bagus sekali bisa dipakai untuk menghadapi masalah besar korupsi seperti yang sedang dihadapi di Indonesia dewasa ini. Oleh karena itu, gerakan moral jihad melawan korupsi akan bisa meraih hasil besar dan merebut pengaruh yang luas, kalau berbagai ormas Islam yang mendukungnya, bisa memobilisasi para pakar (termasuk ulama yang ahli-ahli di bidangnya masing-masing) untuk mengumpulkan dan mensosialisasikan ajaran-ajaran Islam mengenai pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Dan kalau dalam penyebaran dakwah yang dilakukan di berbagai macam tempat, kesempatan, dan waktu (mesjid, pesantren, madrasah, pertemuan-pertemuan agama, universitas), juga banyak disinggung masalah pentingnya perlawanan terhadap korupsi maka bisalah dikatakan bahwa gerakan moral ini akan punya andil besar dalam peningkatan kesadaran banyak orang akan besarnya dosa dan beratnya hukuman bagi orang-orang yang melakukan korupsi.

Masih terus merajalelanya korupsi -- terutama korupsi yang besar-besar -- di negara kita yang penduduknya sebagian terbesar beragama Islam, merupakan tantangan yang serius bagi kita semua sebagai bangsa. Tetapi, juga bisa diartikan sebagai kegagalan besar ummat Islam di Indonesia.


barudak gelo <baruda_gelo@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 23:25:58 WITA




Lah kenapa lagu "kucing garong" begitu meledak di pasaran dan disukai banyak orang ???, karena lagu itu mencerminkan kondisi masyarakat yang sedang mengidap mental garong. Tapi aku tidak mengatakan kucing garong= orang tenggarong lho, ya kebetulan saja istilahnya mirip-mirip. Kalau rakyat tenggarong yang kukenal sih santun-santun dan religius, tapi mengenai pejabat dan antek-anteknya aku nggak tahu dah.......

yang jelas kalau kita punya duwit 3,6 triliun setahun itu mestinya bisa bikin rakyat makmur, apalagi jumlah rakyatnya tidak sampai 200 ribu. Jadi kalau rakyatnya banyak yang melarat dikemanakan duwit itu hayoooooooooo, bung andi jangan marah lagi ya ? he he he he........wah kok usil banget seh si anang ijuh ini: sabar..sabar.......buat si samsul kalau celananya sudah dipakai mari kita kembali lagi.

anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 12 Juli 2007 16:53:54 WITA




Nah lho si andi subari ketahuan sekarang aslinya: suka marah-marah dan sewot banget. Aku bayangkan mukanya merah padam kayak kepiting rebus. Ya sudah menjadi rahasia umum kalau antek-antek penguasa di Kukar itu buta tuli nggak mau dengar kritik atau saran orang lain. Kalau kebetulan yang mengkritik itu orang dalam Kukar sendiri, pasti akan dibilangnya berambisi jadi Bupati atau pejabat. Atau bahkan mungkin dikata-katai karena tidak kebagian kue APBD lantas mengkritik. si Antek juga bisa bilang: " emangnya elu mampu jadi bupati, jangan-jangan tambah ancur". Nah lain lagi kalau yang mengkritik itu orang luar KUkar, maka akan dikatakannya sebagai orang usil, kurang kerjaan karena ngurusi orang lain." Urusi saja dirimu sendiri, biar kami ngurus diri sendiri", katanya. Wah klop lah sudah argumentasi yang diberikan oleh si antek atau penjilat penguasa. Koruptor itu bawaannya memang temperamental karena makan duwit panas, duwit rakyat yang mestinya digunakan untuk kemakmuran mereka. Tapi karena urat malu sudah putus, duwit rakyat itu diembatnya pula. Imbasnya ya rakyat keleleran, pendidikan mahal, jalan rusak, bangunan banyak ancur dan sebagainya. Itu semua terjadi karena dananya di embat si penguasa korup. Hayo terus maju, maju gemetar membela yang bayarr!!!!!!!!!! ihik ihik ihik...........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 12 Juli 2007 16:44:09 WITA




ass.wr.wb....ooooy mana samsul yg gak pake celana....???yg ngaku orang bersih,,,,sul,,sul.....ktnya monitor teyuuus...nich ada andi,,,,yg sambut ,,,kamu....???mana??
andi subari <nenek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 16:37:58 WITA




ass.wr,wb.yth .bapak anang ijuh,,sdh sy bilang udhlah jgn ngurusi rumah tangga orang lain,,urus aja banjarmasin,mu sana,,,heran orang ini???kamu gak ngerti bahasa manusia,kah,,heei ijuh>>>sdh sy bilang kami dikukar bisa urus diri kami sendiri,,,[ tau malu dunk???,,koq orang gak mau dipaksa-dipaksa,,,''saranmu itu saran kelas ''kentut''juh???daaah,,,capeeq deech???mending kamu kirim dodol kandangan ,,juh....ijuh,,,ijuh,,???oke juh,,tuuh kl mau tidur malam jgn lupa minum''obat cacing''yaaah,,,juh...wass..andi subari,,,kl tekanan ijuh ''naik''cepat2 bw minum ''mentimun'',,yaaa???
andi subari <nenek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2007 16:32:21 WITA




aku ni dah tedaftar di sini pa belum coy??
nanda admaza <nanda_admaza@yahoo.com>
malang, jatim, Indonesia - 12 Juli 2007 03:45:38 WITA




sul...sul...
pake celana dong sul... cewek2 pada teriak tuh sul...
jangan porno ahhh sul, wong korupsi aja nggak porno,
hua ha ha............. hi hi hi......
tau ahh gelap.

temenKPK <temen_kpk@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 11 Juli 2007 21:51:38 WITA




mas andi atau bung andi subari ini pantas dikaruniai sebagai seorang penjilat nomer wahitt. Seorang penjilat itu biasanya rindu pada petunjuk dari sang majikan dalam hal ini bos koruptor tapi sayang seribu sayang petunjuk itu sudah habis karena sudah dipakai oleh bung harmoko waktu zaman orba dulu
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 11 Juli 2007 12:10:33 WITA




ass.halo samsul,,andi jg sama dgn samsul,tp kebalikan,,nya,,kl samsul orangnya bersih,,{retorika]kl udah ngaku monyet koq malah belagu'',heee,heee ''maling teriak maling....gue ssih bukan pendukung siapa2...tapi gue ''alergi''kl lht orang2,,yg soq bersih ky elo,,,,,,,,wong kl kamu jd bupati malah lbh ancur,,,,prinsipnya'' lo msh miskin begitu jd bupati,,jaaaah..kenyangi dulu..khan.....sul,,sul...kl diliat comment elo,,sih kyaknya elo sendirian yg masuk surga'haa,haaaa ,payah sul'sul''''kalau samsul mau jujur dengan nurani,,apa seeh yg samsul perbuat utk kukar ,,,hee,hee naah,,,kena elo,,sul,,,,,,paling2 sama dengan andi ,julak anank...taunya cuma mangap doank,,ada yg gak enak teriak,,ada yg enak[apalagi kebagian jg kue],,hii,,dieem...sul,,sul.koq,,''belagu""...hua,haa,haaa.[sul mending,,elo urus keluarga elo yg ada di kebon raya sono...itu lbh baik daripada ikut ''nyuri kacang'']
andi subari <bludreg@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 11 Juli 2007 08:55:48 WITA




Ass......

Syamsul IS BACK............!

Hai.... Samsoel orang_sehat_pasti_pake_celana@yahoo.com. Kabar Baik Nih......... He he he..... Pokoknya pantau terus Questbook kutaikartanegara.com....... Memang Syamsul tidak pakai celana karena bagus untuk kesehatan, supaya peredaran darah dibawah perut semakin lancar, itu tandanya masih sadar karena miskin dan bukan korup, biar dikatain seperti Monyet (kasihan saudara-saudara Syamsul di Papua dan di Pedalaman Sungai Mahakam sana tidak pakai celana juga ikut kena getahnya) enggak apa-apa dari pada dikatain seperti Manusia, asal kemaluan enggak ditunjukin (kan masih bisa pakai Sarung, Koteka dan Cancut), bukankah kita lahir didunia ini juga tanpa pakai celana, matinya juga enggak pakai celana (cuman kain kafan doang). Yahhhhhh paling tidak Syamsul sehat secara lahir dan batin lah Ha ha ha ha ha ha ha ha......... Dari pada pakai pakaian lengkap tapi enggak punya urat malu (masih aja korupsi) jadinya malu-maluin tuh..... Jadi yang bilang Syamsul itu seperti Monyet semoga saja dia MANUSIA ya He he he he he..... Sorry ya Samsoel........

Mana nih pendukungnya KANING ? TREBELS oh TREBELS..... Ayam jagonya “KEOK” tuh ! Belum lagi Besaong di Pilgub dah kena ”BELAWA” duluan..... Akibat ”PEREMPAHAN” segala tu.......
Kukar selalu tetap KONDUSIF walaupun TANPA KANING.........!
KPK (Koruptornya Pasti Kaning), KPK (Kaning Pergi Kebui), KPK (Kaning Pulang Kepenjara), KPK (Kaning Pasti Korupsi), KPK (Kaning Pasti di Kerangkeng), KPK (Kaning Pasti Keok) bareng konco-konco ne !.

Syamsul is Syamsul.
Samsoel is Samsoel (bukan urusan Syamsul tuh).
Syamsul berbeda dengan Samsoel.
Syamsul akan terus tidak bisa pakai celana, jika uang Syamsul untuk beli celana selalu masih di KORUPSI orang............
Syamsul selalu sehat walaupun tanpa celana.
Yang penting Syamsul bukan KORUPTOR......

NEUVA FUERZA KUKAR.
Waasalam.........

Syamsul <pria_sehat_tanpa_celana@yahoo.com>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 10 Juli 2007 12:25:10 WITA




liat dulu...
ofa <ofa_adek@yahoo.com>
Jakarta, Dki Jakarta, Indonesia - 10 Juli 2007 08:38:58 WITA




koq banyak yang ngga bisa dibuka sich.... oia erau yang 2003 tampilin donk cz aku ada ikut nari,hehehe.... jangan lp foto2 tgrnya di update ya cz masa yang ditampilin tahun 2001 terusss... :)
norma <norma24_03@yahoo.com>
malang, jatim, Indonesia - 10 Juli 2007 00:29:34 WITA




good site
herry <hema@yahoo.com>
malang, jawa timur, Indonesia - 09 Juli 2007 23:32:49 WITA




hebat ya skrg tgr punya website sendiri,jadi biarpun aku kul jauh tapi ttp bs th kdaan d tgr... kangennya jd ilang..hehehe...
norma <norma24_03@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 23:17:01 WITA




bila hak bupati etam ( pak kaning ) mulang.....
rasanya endik nyaman bila endik ada sida.....
masak odah etam endik ada pemimpinnya.....

pak kaning cepati mulang kami rindu denagn kitaaaaaa.....

by.roman_kutai@yahoo.co.id

Julian Romansha <roman_kutai@yahoo.co.id>
Tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 19:31:03 WITA




Website nya oye sip,maju terus kutai semoga sukses di segala bidang.Amin.Salam buat pak agus/sunarni,maaf belum sempat kerumah.
Muhaimin <jjossku@yahoo.co.id>
Balikpapan, Kalimantan timur, Indonesia - 09 Juli 2007 18:53:49 WITA




selamat datang buat pengunjung web kukar..met gabung
andhyxs <andhyxs89@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 14:44:27 WITA




ass,wr,wb,,,,,lha,,bener khan,,syukur sy msh mau ,,,, nannggapi....julak,,,yaa biar aja lah,,orang yg dimalingi,,bukan,,punya orang kalsel,,,koq peroot,eeh repot seeh..??/sudah pulang sana,,,??tidur jgn lupa minum''obat cacing''yaa julak???/capeeq deeh???ini ini teyyuuus,,yg diurusi....gue heran julak ini kyk pengamat politik,,,aja,,,,???kecuali julak kehilangan ''mesin jahit atau pisau cukur""lalu kami di kukar yg nyuri,,,yaa boleh,lah repoot,,???daaah,,,sekolah dulu di ply group,,yaaa,,[kami bisa aja ngurus diri sendiri julak,,,kl cuma mslh ini,,ahli di kukar banyak aja,,,ngertiii???nggak kl nggak ngerti,,yaaa,,, klelewatan...bonto,nya??
andi subari <respek@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 09 Juli 2007 14:29:14 WITA




dasar bujur ujar bung andi subari bahwa komentar-komentarku mengenai korupsi di kukar tidak laku alias kada payu. Memang biasanya selalu begitu, kalau kita adakan ceramah atau tauziah di kampung maling supaya para maling tidak maling lagi, pasti si penceramah tidak akan dapat tempat atau bahkan mungkin malah ditimn. Bisa-bisa pas pulang akan dihadang di tengah jalan. Ya kalau suatu kampung sudah menjadi kampung maling, mereka akan ramai-ramai mendukung tokoh maling, he he he .........
anang ijuh <ajui323@yahoo.com>
banjarmasin, kalsel, Indonesia - 09 Juli 2007 10:03:33 WITA




salam hangat tuk sida-sida kula di tenggarong.... moga kukar tetap maju dan berbubudaya. tuk silaturrahmi intelektual, come and join with me at: http://web-iskandar.tripod.com
dapatkan artikel keisalaman kontemporer. bangun wawasan keislaman anda secara tegar dan komprensif. gapai kesuksesan dunia wal akhirat.....

abu-selvy <come_to_iz@yahoo.com>
ciputat, jaksel, Indonesia - 08 Juli 2007 11:33:35 WITA




Kami punya anak asuh lulusan terbaik di salah satu SMA negeri di Kabupaten Agam sekarang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi karena keterbatasan kemampuan finansial.jika memungkinkan anak kami mendapatkan fasilitas Bea Siswa,kami mohon diinformasikan agar kami kirimkan profil anak asuh kami itu.Jumlah anak Yatim yang kami asuh sebanyak 40 orang,dana yang kami butuhkan perbulan untuk biaya makan,pendidikan,pakaian,dan kesehatan lebih kurang Rp.20.000.000,-.Terima kasih.
H.DB.Dt.BGD.Rajo.SH <pantiputa@yahoo.co.id>
Lubuk Basung, Sumatera Barat, Indonesia - 07 Juli 2007 23:50:52 WITA




Asstagaaa..!!! rupanya ada saja masih oknum yg memanfaatkan nama pejabat BKD Kukar utk memeras PTT yg ingin lulus CPNS, menanggapi si Korban "SYAHRUDDIN" pada buku ini Tgl.02 Juli 2007 ttg inya dan kawan2nya diminta @Rp.5jt/org apabila mau lulus CPNS tahun ini, nah tolong-2lah bapak-2 yg terhormat yg terkait dgn penerimaan CPNS di Kukar telusuri kebenarannya SYAHRUDDIN,dkk ini apa msh ada oknum seperti ini? ataukah SYAHRUDDIN yg mengada-ada, tolong disikapi dgn sanksi yg tegas akan kebenaran berita ini, jgn sampai ada korban Syahruddin-2 selanjutnya,

Terimakasih Syahruddin atas informasinya, mari kita cegah apabila oknum yg sama utk memeras PTT diKukar. KApan lagi Kukar mau berubah?????

Fhani <lhofat@Yahoo.com>
Paguntaka, Kaltim, Indonesia - 07 Juli 2007 09:39:51 WITA




good..
benny <info_kidsradio@yahoo.com>
bandung, jawa barat, Indonesia - 06 Juli 2007 22:08:41 WITA




tenggorong kok kayaknya kotanya kurang bercahaya apa banyak koruptornya, tolong dong dicek ulang datanya

amin <amin4@uu.telkom.net>
samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 06 Juli 2007 18:06:40 WITA




I want know about this city
Hauw Fu Sun <hauw_fu_sun28@yahoo.co.id>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 06 Juli 2007 16:35:56 WITA




............bravo...........kutaikartanegara.com!!!!!!!!!!!!
temposo234 <temposo234@kutaikartanegara.com>
tgr, kukar, Indonesia - 06 Juli 2007 15:53:15 WITA




comment ''pakacil /julak anank''gak laku alias kada payu...''capeek dech???mending mikir ''gimana besok bisa makan ,gak,,yaaa}...dan yang di bahas terulang-ulang[kaya setrikaan aja seeh}...dah balik ''ke ply group ''aja dulu baru masuk''web ini lg yach. ,,ayo,ayooo ,julak,,,kl gak mau ,ta,, jewer di ''kuping,ntr lo?''??..wasss.wr.wb.k
andi subari <banner@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 06 Juli 2007 11:35:24 WITA




halllo....semua...?
anak anak rana smansa ....kapan nich ????
kt hunting lg ...

kak yana ditunggu info

andik <andhyxs89@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 05 Juli 2007 14:32:26 WITA




kota bontang emang indah sekali pariwisatanya, cuma sayang biya hidup di sana mahal2
argo trilaksono <argo_tri2971@yahoo.com>
surabaya, jatim, Indonesia - 04 Juli 2007 18:02:54 WITA




Aku mau cari pojok polisi Kukar yang online,aku lagi mau konsultasi hukum
poppitz <poppitz_alexa@yahoo.co.id>
Samarinda, kalimantan timur, Indonesia - 03 Juli 2007 23:34:31 WITA




Ini beritanya yang bener mana sih ???
yang ini
http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=1502
....Pesta gol sekaligus permainan "cantik" anak-anak Mitra Kukar di Stadion Rondong Demang ini tentu saja disambut penuh suka-cita oleh pihak manajemen serta sekitar 7.000 publik Tenggarong dan sekitarnya....

atau yang ini
http://www.gorontalopost.info/index.php?option=com_content&task=view&id=4752&Itemid=63
kepemimpinan wasit yang sangat jelas tidak sportif dan terlihat seperti sudah 'dibayar'. "Saya sesalkan kepemimpinan wasit kemarin, kita sudah kalah malah pelanggaran tuan rumah tidak dianulir,"

Haris <abdulharis06@yahoo.co.id>
PERSIDAGO, Gorontalo, Indonesia - 03 Juli 2007 22:31:46 WITA




senang meliht guestbook ini, skrang udah membhas tentang seni, lapangan pekerjaan, dan pendidikan tentunya, ini adalah 1 langkah yang besar buat kemajuan kutai

"Baik menjadi orang penting, lebih penting lagi bagaimana menjadi orang baik"

fazrin <fazrin_blender@yahoo.co.id>
bogor, jawa barat, Indonesia - 03 Juli 2007 21:41:01 WITA




senang sekali bisa tau kalau di kutai telah tumbuh iklim berteater yang hangat.
Tonny Kartiwa <illangaja@yahoo.co.id>
jogjakarta, D.I.jogjakarta, Indonesia - 03 Juli 2007 14:07:43 WITA




saya pekerja teater di jogja dan saya sangat senang sekali ketika dengan mudah bisa tau bahwa ternyata teater di kutai tumbuh subur.
Tonny Kartiwa <illangaja@yahoo.co.id>
jogjakarta, D.I.jogjakarta, Indonesia - 03 Juli 2007 14:04:27 WITA




websitenya bagus sekali. saya kagum dengan macam-macam seni yang dihasilkan.

yang ingin ditanyakan: bagaimana cara mencari tahu informasi lebih lanjut? apakah ada email address atau alamat untuk surat menyurat?

thx,

desy

gabriella m.e. desy <kireina_k@yahoo.com>
denpasar, bali, Indonesia - 02 Juli 2007 23:55:45 WITA




Yo...Ayo....
Ayo....Mitra Kukar....
Musim ini kita harus ke divisi utama.....
The one n only MITMAN....


tha <trtkusuma@yahoo.com>
malang, jatim, Indonesia - 02 Juli 2007 20:15:00 WITA




BERKALI KALI AKU BACA POSTING DI WEBSITE INI YANG BERBICARA TENTANG KORUPSI DAN KRITIK TERHADAP PEMERINTAH DAERAH. TAPI YANG LUCU ADALAH ADA YANG BIKIN POSTING BAHWA KALAU MAU MENGKRITIK HENDAKNYA HARUS MENGEMUKAKAN PULA SOLUSINYA. LAH EMANGNYA ADA KEWAJIBAN BAGI SI PENGKRITIK UNTUK MENYAMPAIKAN SOLUSINYA ? SEBAGAI SEORANG PEJABAT PEMERINTAH YANG DIGAJI OLEH PUBLIK HARUSNYA PUNYA OTAK UNTUK MIKIR DONG, JANGAN MENGHARAPKAN SOLUSI DARI SI PENGKRITIK. KALAU MEMANG TIDAK MAMPU JADI PEJABAT YANG BAIK YA SEBAIKNYA MUNDUR SAJA. IBARAT ORANG NAIK TAKSI, KALAU SUDAH BAYAR SI PENUMPANG TIDAK PERLU KASIH SARAN BAGAIMANA TAKSINYA SUPAYA TIDAK MOGOK DIJALAN. ITU MENJADI KEWAJIBAN SOPIR TAKSI UNTUK MENGECEK SEGALA PERLENGKAPAN. KALAU PENUMPANG SUDAH BAYAR DAN DISURUH KASIH SOLUSI LAGI KALAU TAKSINYA MOGOK, RUMUS DARIMANAKAH ITU ?? NGGAK MASUK AKAL BUKAN. KASIH SOLUSI SIH BOLEH-BOLEH SAJA TAPI SIFATNYA HANYA SUNNAH ALIAS TIDAK WAJIB. YANG WAJIB ADALAH BAHWA PEMERINTAH MESTI BISA BERPIKIR BAGAIMANA MENCIPTAKAN SUATU PEMERINTAHAN YANG AMANAH, TIDAK KORUPSI DAN TIDAK MEMIKIRKAN PERUTNYA SENDIRI. JADI KALAU ADA ORANG YANG BILANG, KALAU MENGKRITIK HARUS MENYAMPAIKAN PULA SOLUSINYA, ITU NAMANYA ORANG NGIBUL.......ORANG YANG TIDAK TAHU DIRI.... KARENA KALAU IA TAHU DIRI MAKA SEYOGYANYA SUDAH MUNDUR ALIAS RESIGN DARI JABATAN PUBLIK YANG DI EMBANNYA. IA SEHARUSNYA SADAR TIDAK MAMPU LAGI MENGEMBAN AMANAH. IBARAT IMAM SHOLAT KALAU SUDAH KENTUT: BUNYINYA NYARING DAN BAUNYA MENYEBAR KEMANA-MANA HARUSNYA LANGSUNG MUNDUR UNTUK DIGANTIKAN OLEH MAKMUM YANG LAIN. TAK PERLU IA TERIAK-TERIAK KEPADA MAKMUM LAIN SUPAYA KASIH SOLUSI BAGAIMANA SUPAYA TIDAK KENTUT. KARENA KALAU DIA TERIAK2 SHOLATNYA JADI BATAL. JADI MUSTI ADA RASA MALU DONG...........KECUALI URAT MALUNYA SUDAH PUTUS....TUS..TUUS...............
pakacil <sahabat-anang@yahoo.com>
martapura, kalsel, Indonesia - 02 Juli 2007 17:59:51 WITA




Kepada Yth:
Bapak Wakil Bupati
Bapak Sekda
Bapak Kepala Badan Kepagawaian Daerah

Saya sudah bekerja kurang lebih 10 Tahun namun ada beberapa kejanggalan dihati saya, kami bersama rekan-rekan kami dimintah uang sebesar 5 Juta perorang, bahkan oknum tersebut mengaku dia adalah saudara Ipar yang saudara Bekerja BKD bahkan dia mengancam kalau tidak dia akan memending kelulusan kami, Atas perhatian kami ucapkan terima mohon tindak lanjut

Syahrudddin <Ud13n@yahoo.com>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 02 Juli 2007 15:20:14 WITA




Saya baru hari ini membaca artikel tentang Kutai Negara,dan sangat menyenangkan mendengar perkembangan di Kutai Negara saat ini.mendengar Kutai Negara mengingatkan masa kecil saya waktu saya berumur 12 tahun dan adik saya berumur 10 tahun,yang pada saat itu kami mempunyai kakak angkat dari Lasem rembang yang kuliah di kedokteran gigi di UGM dan setelah wisuda beliu di tugaskan ke Kutai sampai aklhirnya berjodoh dan menikah di Kutai.saya dan adik saya mula2 kenal dengan Dr gigi Soeharsono ini ketika beliu KKN(Kuliah Kerja Nyata di Boyolali tepatnya di Desa Kalinanas.setelah kami pindah ke Jakarta ikut orang tua kami pada waktu saya SMP di Jakarta,setelah beberapa tahun kami kehilangan kontak dengan Mas Soeharsono ini,sampai sekarang kami tetap mencari seluk beluk dimana keberadaan beliu.saya memohon bagi para pembaca yang membaca tulisan saya ini mudah2an bisa membantu atau memberikan informasi ada berapa Rumah Sakit di kalimantan Timur ini dan mungkin dari situ saya bisa searching.
Taerimaksih sebelumnya dan mohon sekali bagi teman2 pembaca di artikel ini.

Salam dari New Mexcico

ytwhitley@yahoo.com

Yati Whitley <ytwhitley@yahoo.com>
Albuquerque, New mexico, USA - 02 Juli 2007 07:24:37 WITA




Waduh saya bangga banget perkembangan kaltim maju pesat.
selama 5 thn ini sejak saya kuliah di Poltek malang kemudian di ITS surabaya.

Hendro Budiyanto <H3nd_ro@elect-eng.its.ac.id>
samarinda, east borneo, Indonesia - 02 Juli 2007 00:04:11 WITA




Saya Pekerja pembuat patung Kolam Naga/Twin Dragon Park
Nama saya :Yusach NH ,Alama Jalan Anjasmoro 5 - 1 Mojokerto Jawa Timur.
Sampai Saat ini saya tidak banyak dikenal di Tenggarong Kutai kartanegara,dikarenakan saya sub.Kontrak dari PT.GDM (gerbang Daya Mandiri)
Saya sebenarnya ingin ikut berbenah,pemeliharaan,perawatan pada Kolam Naga Dimaksud,karena saya yang membuat dari perencanaan gambar sampai dengan penyelesaian akhir.
Soal Konstruksi dan Instalasi saya yang banyak mengetahui.
Semoga penyampaian ini mendapat perhatian bagi kalangan tertentu yang terkait dan yang berkentingan.
Hubungi saya di : E-Mail :yusach07_art@yahoo.co.id
Tlp Rmh : 0321-325619
HP. :08123275218.

Yusach NH <yusach07_art@co.id>
Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia - 01 Juli 2007 17:38:14 WITA




Sejak masih mahasiswa saya sering mengamati perubahan demi perubahan di kutai kartanegara. Ada beberpa hal yang menurut saya pribadi menjadi salut, menarik untuk di amati dan di kritisi;
Pertama: Perubahan wajah kutai secara fisik memang nampak
semakin baik, dan harus disyukuri.Cara syukur yang
paling bijaksna misalanya; membagi-bagikan hasil
kekayaan alam secara merata ke masyarakat miskin
sehingga tidak tampak lagi orang yang terpaksa
meminta2 atau orang yang miskin tapi malu untuk
meminta karena malu.

Ini bisa diwujukan asalkan saja
pejabatnya memiliki keinginan kuat untuk tidak
akrab dengan "Korupsi", sebab ini adalah penyakit
kronis.
Kedua : To be continue.................

kaptensixnet <zukysixnet@gmail.com>
samarinda, kaltim, Indonesia - 01 Juli 2007 13:34:05 WITA




pengen cari temen cewek
ade leksono hadi <ade_kepala_kampung@yahoo.com>
surabya, surabaya, Indonesia - 30 Juni 2007 18:48:12 WITA




suatu saat terkadang peraturan apabila sampai pada yang membuat peraturan,pasti dengan mudah dilanggar......:pengumuman lulus CPNS di kutaikartanegara sebagian membuat orang bahagia sebahagian lagi menderita,,, jauh-jauh hari kepala BKD,,,kukar menjelaskan di media masa ''untuk syarat ke cpns orang tsb harus menpunyai sk.t3d,,,karena itu persyaratan mutlak katanya.tapi alangkah ''aneh bin ajaibnya,begitu pengumuman kelulusan cpns di kukar baru-baru ini,,banyak diantaranya tdk punya sk t3d,,,dan bekerjanya malahan lebih muda dari orang2 yg punya sk t3d,,,koq ''lolos''''JADI YANG MANA YANG BENAR...MOHON PADA BAPAK KEPALA BKD KUKAR MENJELASKAN KENAPA INI BISA ......WASS.
hasnan habibi. <hasna@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 30 Juni 2007 07:47:03 WITA




MITRA....MITRA....MANIA....?
OLE...OLE...OLE....?
HAYOOO....RAME RAME
DUKUNG MITRA......KEDIVISI UTAMA?

KAMI SELALU MENDUKUNGMU ...

andik <andhyxs89@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 28 Juni 2007 16:18:27 WITA




ASS.WR.WB..SUATU ULASAN YANG CUKUP MENGGAMBARKAN DUNIA PENDIDIKAN,,OLEH LSM OPOSISI MURNI,SALUT AND BRAVO SAYA HANYA TITIP TOLONG PERJUANGKAN NASIB PARA PENDIDIK DAN CALON PENDIDIK TERUTAMA DI KUKAR,,TERUTAMA YANG S1 JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN,DI KUKAR MEREKA HANYA DIPANDANG SEBELAH MATA,,SEMENTARA DI DAERAH LAIN DIPERLUKAN...WASS
ALI TAUFIK <alfi_forever@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 27 Juni 2007 20:59:29 WITA




Memajukan Pendidikan di Indonesia
Oleh Efri Novianto, S.Sos

Pasal 31 ayat (1) UUD 1945
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Pasal 31 ayat (2) UUD 1945
Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya.

Pasal 31 ayat (4) UUD 1945
Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Undang-Undang Dasar 1945 dibuat dan disahkan untuk ditaati oleh setiap warga negara dan para penyelenggara negara (aparatur negara) apakah itu eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia seharusnya sudah menjadi landasan pikir dan landasan tindak dalam penyelenggaraan pemerintahan. Undang-Undang Dasar 1945 ini tidak lain dan tidak bukan sebagai kesepekatan bersama yang mengikat dan wajib dipatuhi dalam rangka mencapai tujuan negara yaitu terwujudnya masyarakat adil makmur dan sejahtera. Penyediaan pendidikan gratis atau pendidikan murah (terjangkau) dan bermutu bagi setiap warga negara adalah kewajiban pemerintah, dan sekali lagi inilah salah satu fungsi adanya pemerintah sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 yang kembali dipertegas oleh Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pemerintah agar pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang dapat terwujud akan kita bahas dalam tulisan ini.

1. Pendidikan Murah dan Terjangkau.
Sebetulnya, kalaulah pemerintah mau arif melaksanakan amanat UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 49 ayat (1) tentang pengalokasian dana pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD, tentunya masalah tentang mahalnya biaya pendidikan sudah bisa diatasi. Tidak dibutuhkan lagi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau subsidi lainnya, tidak perlu lagi pungutan yang berkedok sumbangan sukarela hasil kesepakan antara pihak sekolah dan komite sekolah; karena nominal 20 % dari Anggaran ini sudah bisa mengatasinya. Nominal 20 % dari Anggaran yang seharusnya sudah dilaksanakan, menurut pemahaman penulis dari amanat UUD 1945 dan UU No 20 2003 hanya dikhususkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan untuk membayar gaji guru atau membangun sekolah. Tapi sekali lagi yang seharusnya dituntut hari ini kepada pemerintah adalah political will. Kalaulah memang ingin bangsa ini maju, laksanakan amanat Undang-Undang ini. Bukankah Jepang bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat Bom Hirossima dan Nagasaki melalui sektor pendidikan???

2. Peningkatan Gaji Guru (pengajar).
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Ada benarnya juga pepatah ini bila kita melihat kasus Indonesia. Bahkan mungkin untuk saat ini bisa jagi guru-guru yang telah mengajar kita tidak dianggap lagi sebagai pahlawan. Banyak yang membenarkan pernyataan yang saya ajukan. Disatu sisi guru dituntut untuk mendidik anak didiknya menjadi berkualitas, tapi disatu sisi lagi guru tidak lagi dianggap sebagai pahlawan yang berjasa sehingga jasanya dihargai dengan gaji yang rendah yang terkadang dibawah UMR apabilah tidak ada tunjangan lain (insentif). Perna Guru mengeluhkan hal ini pada saat HUT PGRI ke 60 tahun 2005 di depa Wakil Presiden Yusuf Kalla. Ketika itu salah seorang guru membacakan puisi yang bernada kritikan tentang rendahnya penghargaan pemerintah terhadap guru. Tapi tanggapan pemerintah terhadap keluhan guru hanya ucapan keprihatinan dan pesan supaya tetap bersabar. Kalaulah sekali lagi pemerintah masih menganggap guru sebagai pahlawan, maka sudah selayaknya jasanya dihargai dengan meningkatkan kesejahteraan guru.
3. Perbaikan Sekolah.
Pada beberapa bulan yang telah lalu kita sempat mendengar istilah sekolah kandang ayam. Dan mungkin sekolah dengan nasip seperti ini masih ada di daerah kita, sehingga sulit dibedakan mana sekolah, mana kandang ayam. Bicara peningkatan mutu pendidikan berkaitan dengan tempat belajar. Bagaimana para anak didik dapat konsentrasi menerima pelajaran ditengah-tengah panas atau hujan karena atapnya bocor atau ditengah-tengah rasa was-was, jangan-jangan dinding sekolah roboh akibat belum diperbaiki. Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang lebih melalui dinas teknis yang ada untuk memperbaiki hal ini. Jangan sampai demi ego sesaat, pemerintah rela mengorbankan pembangunan sekolah demi proyek mencusuar yang dampaknya untuk rakyat hanya sedikit.

4. Penyediaan Fasilitas Penunjang Pendidikan.
Ada korelasi positif antara fasilitas pendidikan dengan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Anak-anak didik di jepang sudah terbiasa dengan high technology seperti robot dan komputerisasi, karena memang fasilitas pendidikan disana memungkinkan hal ini terjadi. Bila dibandingkan dengan fasilitas pendidikan yang ada dinegara kita, hal ini seperti jauh panggang dari api. Melalui nominal 20 % dari Anggaran untuk pendidikan ini, salah satu gunanya yaitu dialokasikan untuk memenuhi fasilitas pendidikan, seperti perpustakaan, laboratorium IPA (fisika dan Kimia), laboratorium bahasa, laboratorium komputer (internet), bengkel, fasilitas olahraga dan kesehatan yang memungkinkan anak didik tetap terjaga kesehatannya dan lain-lain.

5. Kurikulum Berbasis Kompetensi
Out put pendidikan akan terbukti berkualitas ketika mampu bersaing di pasar kerja baik dalam maupun luar negeri. Sekali lagi apabila kita melihat kasus Indonesia, maka kita jauh di apa yang kita sebut lulusan berkualitas. Mari kita lihat berapa banyak orang-orang yang menempati posisi strategis di perusahaan besar yang beroperasi di tanah air. Pada pasar kerja berskala dunia (luar negeri) sekali lagi kita hanya mampu menjadi pembantu rumah tangga itupun sekali lagi dengan kualitas rendah. Perubahan Kurikulum yang menganut Kompetensi atau kebutuhan layak dipertimbangkan untuk kemajuan pendidikan kita kedepan. Misalkan saja kebutuhan pasar kerja hari ini adalah para teknisi mesin yang berkualitas, maka sudah selayaknya kurikulum pendidikan menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut yaitu bagaimana anak didiknya mampu menjadi teknisi mesin yang berkualitas.

6. Peningkatan Kualitas pengajar (guru)
Kualitas pengajar menjadi faktor utama penentu berkualitas atau tidaknya out put yang dihasilkan. Guru sebagai elementasi pendidik sudah seharusnya dalam pengrekrutannya memenuhi kualifikasi yang memadahi (minimal Sarjana). Selain itu, mengirimkan para guru untuk mengikuti pelatihan atau pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi juga dilakukan untuk menyeimbangkan dengan kebutuhan saat ini. Fihak sekolah atau dinas pendidikan bertanggung jawab dengan program peningkatan kualitas pengajar tadi. Guru-guru yang akan dikirim untuk mengikuti pelatihan atau pendidikan tadi hendaknya juga yang masih produktif dan berprestasi, bisa melalui program bea siswa ataupun studi banding dengan pendidikan dalam negeri atau luar negeri yang lebih maju untuk mengetahui pola pendidikan yang mereka jalankan. Mengenai pendanaan, bisa diambil dari nominal 20 % dari Anggaran tadi.

7. Bea Siswa bagi siswa berprestasi
Pada bahasan yang terakhir ini sudah umum dilakukan, tetapi sekali lagi penentuan formatnya saja yang kurang maksimal sehingga dampaknya kurang begitu kelihatan. Dan terkadang para siswa yang berprestasi dan mendapatkan bea siwa, tetapi setelah selesai pendidikan tidak diberdayakan kembali. Format inilah yang seharusnya diperbaiki, bagaimana sebaiknya para siswa yang berprestasi ini, selain mendapatkan bea siswa ketika disekolah juga mendapatkan bantuan pendidikan (bea siwa) untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Selanjutnya setelah selesai pendidikan, siswa tersebut diberdayakan untuk menjadi pendidik pada sekolah yang memberikan bea siswa tersebut. Kalau memang perlu, dibuat saja semacam kontrak pengabdian bagi para siswa yang berprestasi dan mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tadi, agar supaya out put yang dihasilkan tadi bisa lebih berdaya dan tidak pergi. Mengenai dana yang digunakan bisa diambil dari nominal 20 % dari Anggaran tadi.

Sebetulnya kita mampu untuk menjadikan pendikan di Indonesia ini lebih baik dari hari ini, asalkan memang ada kemauan yang kuat dari para pengambil kebijakan untuk bersama-sama melaksanakan apa yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang. Kemauan yang kuat ini juga harus diikuti dengan upaya-upaya transparansi untuk menghindari dana ini dari praktek-praktek Korupsi. Akhirnya, dukungan dan peran serta masyarakat dalam upaya mewujudkan amanat ini terlaksana dengan baik menjadi faktor kunci keberhasilan kita memajukan pendidikan di Indonesia, Insya Allah...

Wallahua’lam Bissawab..

Penulis adalah Koordianator LSM Barisan Oposisi Murni Kutai Kartanegara
Tinggal di Tenggarong

EFRI <efri_85@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 27 Juni 2007 13:50:17 WITA




 

       
Pasang Iklan
Username  
Password  
             
Kabupaten
Kecamatan
Kesultanan
Festival Erau
Seni Budaya
Kesah Loco
Cerita Pendek
Wisata
Direktori
KutaiKartanegara.com