Secara
administratif, Kabupaten Kutai dibagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 182 desa (kelurahan).
Dengan pertumbuhan penduduk 4,13% per tahun, penduduk Kabupaten Kutai tahun 1999 mencapai
481.179 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 17,6 jiwa/km².
Topografi wilayah sebagian besar terletak pada ketinggian 0-500 m dpl
didominasi oleh daerah dengan kemiringan dibawah 40%, yaitu di wilayah Pantai dan Daerah
Aliran Sungai Mahakam, sedangkan di bagian perbatasan sebelah utara terletak pada
ketinggian lebih dari 500 m dpl merupakan kawasan bergelombang sampai berbukit dengan
tingkat kelerengan lebih dari
40%.
Secara umum potensi Sumber Daya Alam yang sudah dimanfatkan maupun yang
berpotensi untuk dikembangkan antara lain sektor Pertanian dan Kehutanan, Pertambangan dan
Penggalian (Batu Bara, Minyak, Bahan Galian Golongan C, Pasir Kuarsa dll), Industri dan
Pariwisata.
Berikut beberapa potensi ekonomi yang tersedia dan dapat dimanfaatkan diantaranya:
Sungai, Danau dan Rawa
Di Kabupaten Kutai terdapat ± 34 buah sungai yang memiliki fungsi penting baik sebagai
sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi. Beberapa sungai utama
ada sunga Mahakam (920 Km), Belayan (229 Km) Sabintulung (132 Km). Di daerah ini juga
terdapat 7 buah danau dengan luas keseluruhannya 29.000 ha. Danau-danau yang terpenting
adalah Danau Melintang (11.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), Danau Tempesung (1.300
ha), Danau Siran (750 ha), Danau Wis (750 ha), Dana Perian (750 ha) dan Danau Murung (900
ha). Luas Rawa adalah 2.050 ha atau 7,51% dari luas wilayah Kabupaten Kutai dan tersebar
di 16 Kecamatan.
Hutan
Kawasan hutan di Kabupaten Kutai Pada saat ini terdiri dari kawasan budidaya kehutanan
seluas 1.304.070,7 ha, Hutan Lindung 418.213,1 ha dan Hutan Konversi (non budidaya
kehutanan) 900.835,9 ha.
Terdapat 23 Perusahaan Industri Pengolahan Kayu (IPK) dengan luas areal 180.050,19 ha dan
produksinya 3.436.093,71 m³. Jumlah HPH sebanyak 17 buah dengan luas areal 946.703,5 ha
dan telah berproduksi 20.676.690,99 m³, sedangkan areal HTI seluas 357.367,2 ha.
Selain itu terdapat pula cagar alam Muara Kaman - Sedulang 62.000 ha, dan Hutan Raya Bukit
Soeharto 73.850 ha.
Flora Fauna yang terdapat di Kabupaten Kutai sebagian besar hutan ditumbuhi oleh berbagai
pohon kayu yang bersifat ekonomis seperti Ulin, Kapur, Meranti, Tengkawang, Benuang dsb.
Selain itu terdapat berbagai jenis pakis, Rotan, Bambu, Anggrek, dan beraneka ragam buah
buahan.
Pertanian Tanaman Pangan
Lahan Panen Pertanian Tanaman Pangan yang tersedia seluas 55.605 ha, yang meliputi 9.838
ha (17,69%) untuk tanaman Padi Ladang, 37.985 ha (68,31%) untuk tanaman Padi Sawah, 2.321
ha (4,17%) untuk tanaman Ubi Kayu, 703 ha (1,26%) untuk Ubi Jalar, 3.003 ha (5,40%) untuk
Jagung, 807 ha (1,45%) untuk Kacang Tanah, 701 ha (1,26%) untuk Kacang Kedelai dan 247 ha
(0,44%) untuk Kacang Hijau.
Perkebunan
Luas Lahan untuk perkebunan di Kabupaten Kutai yang telah dimanfaatkan seluas 49.194 ha
terdiri dari perkebunan rakyat seluas 30.170 ha, Perkebunan Besar Swasta seluas 17.165 ha
dan Perkebunan Negara seluas 1.850 ha.
Jenis komoditi yang telah dikembangkan antara lain, Karet 10.454 ha, Kelapa 10.424 ha,
Kakao 4.379 ha, Lada 6.729 ha, Kopi 2.921 ha dan Kelapa Sawit 13.460 ha.
Perikanan
Pengembangan perikanan di Kabupaten Kutai meliputi areal seluas 94.228,15 ha, terdiri dari
Danau 34.217 ha, Sungai 22.302,15 ha, Rawa 37.661 ha dan Waduk 48 ha. Areal yang telah
dimanfaatkan sebesar 47.114,075 ha (40-50%).
Potensi perikanan laut 2.529,3 ha, yang telah dimanfaatkan 484,5 ha (19,16%). Lahan
potensial untuk dijadikan pertambakan seluas 4.523,2 ha dan baru diusahakan seluas 1.690,7
ha. Tingkat pertumbuhan rata-rata 20,50%.
Peternakan
Potensi lahan untuk peternakan seluas 55.000 ha, yang telah dimanfaatkan seluas 30.000 ha
(54,55%). Populasi ternak yang telah dikembangkan yaitu: Sapi 8.462 ekor, Kerbau 4.196
ekor, Kambing (Domba) 21.101 ekor, Babi 8.534 ekor, Itik 111.492 ekor, Ayam Ras 268.701
ekor dan Ayam Buras 749.052 ekor. Tingkat pertumbuhan rata-rata 5,94%.
Bahan Tambang
Potensi bahan tambang yang dimiliki antara lain: Minyak Bumi, Gas Alam, Emas, Batu Bara
dan bahan galian lainnya, seperti Pasir Kwarsa, Kaolin, Deposit Besi, Gips, Kristal Kuarsa
dan Batu Kapur, Batu Pasir dan Lempung. Potensi Bahan galian ini diperkirakan mencapai
ratusan juta hektare.
Industri
Beberapa Industri Strategis yang terdapat di Kabupaten Kutai diantaranya, Industri
Perminyakan, Gas Alam Cair (LNG), Industri yang mengolah hasil-hasil Kehutanan seperti
Kayu Lapis, Sawmill, Pulp dan sebagainya.
Disamping industri-industri besar, kelompok industri kecil juga telah menumbuhkan
pertumbuhan yang cukup baik yang diiringi oleh penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak.
Koperasi
Perkembangan koperasi di Kabupaten Kutai menunjukkan adanya peningkatan sebesat 8,89%, dan
saat ini terdapat sebanyak 221 unit koperasi dimana sebagian besar merupakan Koperasi Unit
Desa (KUD), yaitu 195 unit (63,72%) dengan jumlah anggota sebanyak 35.555 Orang.
Urutan berikutnya yaitu Koperasi Burun atau Keryawan sebanyak 39 Unit dengan jumlah
anggota 7.202 Orang, kemudian Koperasi Pegawai Negeri 38 Unit dengan jumlah anggota 4.382
Orang. Jenis koperasi lainnya yaitu Koperasi Sekolah, Koperasi Fungsional serta Koperasi
Serba Usaha dan Koperasi Wanita.
[[ PELUANG INVESTASI ]] |