
Apabila siap nanti demikianlah bangun dan
rupa istana yang baru di kerajaan Kutai |
|
|
Pandji Poestaka banyak dibaca
orang di daerah Kutai. Tahu, bahwa oleh baginda Sultan sedang dibuat istana baru, pasti
pembaca disana senang hatinya.
Sekarang istana itu belum siap, malahan masih lama lagi akan siap, tetapi
kami beruntung, dapat juga melukiskan di halaman ini bagaimana bangun dan rupa istana itu
kelak apabila selesai dibuat.
Sesuatu gedung besar dan modern. Sudah tentu yang tampak kepada pembaca
ialah bagian depannya. Selanjutnya dapat kami ceritakan yang tersebut dibawah ini.
Istana itu terbagi atas dua bagian yang besar, yaitu didepan bagian opisil
dan dibelakang bagian tempat diam.
Bagian opisil demikian susunannya, sesudah naik ditangga batu, orang masuk
ke serambi besar tempat baginda Sultan menerima tamu (inikah gerangan yang disebut orang
dalam kitab-kitab: balairung?) dan bersambung dengan itu ada balai singgasana (troonzaal),
tempat baginda duduk diatas tahta kerajaan.
Balai singgasana itu diapit oleh kamar gamelan, kamar jazzband, kantor
tempat baginda Sultan bekerja, kamar bilyard dan disisinya taman pustaka. Gedung itu
berserambi disekitarnya.
Dibelakang tuan dapati serambi besar, serambi itu dilingkungi oleh kamar
peraduan baik bagi baginda Sultan sendiri maupun bagi permaisuri dan lain-lain, dan kamar
tempat bersantap. Serambi besar itu beratapkan kaca. Karena itu meski tertutup oleh
kamar-kamar disekitarnya, cukup terangnya.
Dibelakang itu semua terdapat kamar-kamar lain yang perlu bagi tiap-tiap
rumah tangga.
Istana yang baru itu menghadapi sungai Mahakam. Diantara istana dan sungai
akan dibuat taman bunga-bungaan. Sebab itu dari istana memandang keluar atau dari luar
memandang ke istana, pemandangan selalu permai.
Istana itu dibuat oleh Hollandsche Beton Maatschappij Betawi. Untuk
keperluan itu dikirimkan kesana arsitek tuan Estourgie. Pekerjaan dimulai pada awal tahun
ini dan akan selesai kira-kira pada pertengahan tahun depan.
Oleh Hollandsche Beton Maatschappij itu tidak saja gedungnya, tetapi akan
disiapkannya juga perlengkapan didalamnya. Tak mustahil akan dibuat singgasana baru,
karena singgasana macam lama kerap kali tidak selaras dengan gedung modern.
Gambar ayahnda dan neneknda baginda Sultan akan dipindahkan ke tegel bakar
yang akan menghiasi balai singgasana nanti.

Istana yang lama |
|
Betapa luas istana itu dapat
lebih gampang dikira-kirakan oleh pembaca, kalau kami katakan bahwa istana itu dijumlahkan
2.200 m2 luasnya.
Sudah tentu istana yang lama dibongkar. Untuk peringatan di halaman ini kami
tera juga gambar istana yang lama itu. Selama menantikan istana yang baru siap, baginda
Sultan berdiam di istana nenekndanya.
Rasanya cukuplah sekian kami tuliskan apa-apa yang bertali dengan pekerjaan
mendirikan istana baru di kerajaan Kutai itu.
<From: Pandji Postaka, Vol. I 1936, p.771> |