KutaiKartanegara.com

Find:  

D o k u m e n

D o k u m e n

The Sultanate of Kutai, Kalimantan Timur: A Sketch of the Traditional Political Structure
by J.R. Wortmann, 1971
Until the arrival in 1846 of H. von Dewall, the first Dutch civil administrator on the east coast of Borneo, political and economic power in Kutai was in the hands of the sultan and his immediate family. This power was exercised principally...
>> more details
Dokumen Lainnya...

Kerajaan Kutai Membuat Istana Baru

Istana Baru
Apabila siap nanti demikianlah bangun dan rupa istana yang baru di kerajaan Kutai

Pandji Poestaka banyak dibaca orang di daerah Kutai. Tahu, bahwa oleh baginda Sultan sedang dibuat istana baru, pasti pembaca disana senang hatinya.

Sekarang istana itu belum siap, malahan masih lama lagi akan siap, tetapi kami beruntung, dapat juga melukiskan di halaman ini bagaimana bangun dan rupa istana itu kelak apabila selesai dibuat.

Sesuatu gedung besar dan modern. Sudah tentu yang tampak kepada pembaca ialah bagian depannya. Selanjutnya dapat kami ceritakan yang tersebut dibawah ini.

Istana itu terbagi atas dua bagian yang besar, yaitu didepan bagian opisil dan dibelakang bagian tempat diam.

Bagian opisil demikian susunannya, sesudah naik ditangga batu, orang masuk ke serambi besar tempat baginda Sultan menerima tamu (inikah gerangan yang disebut orang dalam kitab-kitab: balairung?) dan bersambung dengan itu ada balai singgasana (troonzaal), tempat baginda duduk diatas tahta kerajaan.

Balai singgasana itu diapit oleh kamar gamelan, kamar jazzband, kantor tempat baginda Sultan bekerja, kamar bilyard dan disisinya taman pustaka. Gedung itu berserambi disekitarnya.

Dibelakang tuan dapati serambi besar, serambi itu dilingkungi oleh kamar peraduan baik bagi baginda Sultan sendiri maupun bagi permaisuri dan lain-lain, dan kamar tempat bersantap. Serambi besar itu beratapkan kaca. Karena itu meski tertutup oleh kamar-kamar disekitarnya, cukup terangnya.

Dibelakang itu semua terdapat kamar-kamar lain yang perlu bagi tiap-tiap rumah tangga.

Istana yang baru itu menghadapi sungai Mahakam. Diantara istana dan sungai akan dibuat taman bunga-bungaan. Sebab itu dari istana memandang keluar atau dari luar memandang ke istana, pemandangan selalu permai.

Istana itu dibuat oleh Hollandsche Beton Maatschappij Betawi. Untuk keperluan itu dikirimkan kesana arsitek tuan Estourgie. Pekerjaan dimulai pada awal tahun ini dan akan selesai kira-kira pada pertengahan tahun depan.

Oleh Hollandsche Beton Maatschappij itu tidak saja gedungnya, tetapi akan disiapkannya juga perlengkapan didalamnya. Tak mustahil akan dibuat singgasana baru, karena singgasana macam lama kerap kali tidak selaras dengan gedung modern.

Gambar ayahnda dan neneknda baginda Sultan akan dipindahkan ke tegel bakar yang akan menghiasi balai singgasana nanti.

Istana yang lama
Istana yang lama

Betapa luas istana itu dapat lebih gampang dikira-kirakan oleh pembaca, kalau kami katakan bahwa istana itu dijumlahkan 2.200 m2 luasnya.

Sudah tentu istana yang lama dibongkar. Untuk peringatan di halaman ini kami tera juga gambar istana yang lama itu. Selama menantikan istana yang baru siap, baginda Sultan berdiam di istana nenekndanya.

Rasanya cukuplah sekian kami tuliskan apa-apa yang bertali dengan pekerjaan mendirikan istana baru di kerajaan Kutai itu.

<From: Pandji Postaka, Vol. I 1936, p.771>

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

polling.gif (2852 bytes)
Menurut anda, seni budaya Kutai mana yang menarik perhatian anda:
Seni Tari Dayak
Seni Ukir Dayak
Seni Musik Dayak
Seni Tari Kutai
Musik Tingkilan
Kesenian Mamanda
Budaya Kraton
Semuanya

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Copyright © 2001 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.