Milestones
in the History of Kutai, Kalimantan Timur, Borneo
by J.R. Wortmann, 1971
Borneo is the first among the islands in the Indonesian Archipelago with a
known history. In fact the oldest known inscriptions in the Archipelago were found in
Kutai. These consist of four stone sacrificial poles (Sanskrit: yupa) dating from about
400 A.D., on which in Pallawa script, metrical Sanskrit, King Mulawarman's generosity
towards the Brahmins is commemorated...
>> more details
Borneo
1712
Peta kuno pulau Kalimantan buatan Perancis
yang dibuat pada tahun 1712. Pada masa itu Kerajaan Kutai Kartanegara masih beribukota di
Kutai Lama.
>> lanjut...
PP
Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2002
Nama Kabupaten Kutai telah resmi dirubah
menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara. Perubahan nama Kabupaten Kutai ini ditetapkan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2002 tentang "Perubahan Nama Kabupaten Kutai
Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara"
>> selengkapnya
The Erau
Festival of Tenggarong: A Blending of Cultures
by Kal Muller, 1989
Kalimantan is rich in natural resources - the name
means "River of Diamonds". The casual visitor may find other kinds of riches; at
the Erau Festival, it is possible to witness a head hunting ceremony.
>> more details
The
Sultanate of Kutai, Kalimantan Timur: A Sketch of the Traditional Political Structure
by J.R. Wortmann, 1971
Until the arrival in 1846 of H. von Dewall, the first Dutch civil
administrator on the east coast of Borneo, political and economic power in Kutai was in
the hands of the sultan and his immediate family. This power was exercised principally...
>> more details
Serba-Serbi:
Keradjaan Koetai
Pandji Poestaka - 1934
Pada tanggal 14 Nopember yang akan datang genaplah 14 tahun lamanya
s.p.j.m.m Adji Mohamad Parikesit, Sultan keradjaan Kutai Kerta Negara, Officier der Orden
van Oranje Nassau, diatas tahta kerajaan. Di ibu negeri Kutai...
>> more details
Keradjaan
Koetai Membuat Istana Baru
Pandji Poestaka - 1936
Pandji Poestaka banyak dibaca orang di daerah Kutai. Tahu, bahwa oleh
Baginda Sultan sedang dibuat istana baru, pasti pembaca disana senang hatinya. Sekarang
istana itu belum siap, malahan masih lama lagi akan siap...
>> more details
Surat
Keterangan Silsilah Keturunan Sultan Kutai
Didalam surat ini terdapat nama-nama turunan Sultan Kutai, khususnya nama
putra-putri Sultan A.M. Sulaiman yang berjumlah 59 orang. Aslinya surat ini dibuat oleh
A.P. Koesoemo Adiningrat, Penasihat Kerajaan Kutai Kartanegara pada tanggal 21 Desember
1910. Surat ini ditulis dalam bahasa Melayu dengan menggunakan huruf Arab dan baru pada
tanggal 11 Januari 1940 surat tersebut disalin kembali dengan menggunakan huruf Latin oleh
Sjech Moehammad Sadjid Al Bone dari Kantor Kerapatan Besar SVK (Sultan van Koetei), dengan
Sultan A.M. Parikesit sebagai saksi. Untuk melihat isi surat tersebut secara lengkap,
silakan klik disini... |