KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

Affiliate with oto.co.id

Info "Odah Etam" Kutai Kartanegara

Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada Berlangsung Tiga Bulan

Suasana acara serah terima peserta PPIK 2003/2004 di Ruang Serba Guna, Kantor Bupati Kukar pagi tadi

Photo: Agri

KutaiKartanegara.com 11/12/03 18:50 WITA
Sebanyak 20 orang pemuda dari Kanada dan beberapa provinsi di Indonesia akan tinggal selama tiga bulan di Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai salah satu rangkaian program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK) tahun 2003/2004.

Kedatangan seluruh pemuda Indonesia-Kanada tersebut disambut dalam sebuah acara serah terima peserta program PPIK yang berlangsung tadi pagi di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar Tenggarong yang dihadiri pula oleh Plt Kepala Biro Sosial Pemprov Kaltim Drs Achmadi MSi mewakili Gubernur Kaltim dan Asisten IV Pemkab Kukar Drs H Basran Yunus MM yang bertindak mewakili Bupati Kukar.

Kepala Dinas Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (Dikluspora) Kukar Drs Rusli Rachim MM selaku panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan, selama di Kukar para peserta yang terdiri dari 10 pemuda asal Kanada dan 10 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia ini akan berada selama 15 hari di Tenggarong dan 75 hari di dusun Lekaq Kidau, Desa Selerong, Kecamatan Sebulu.


Para peserta PPIK 2003/2004 yang akan menjalankan program kegiatannya di Kukar

Photo: Agri

"Mereka berada di Tenggarong pada tanggal 11-17 Desember 2003, selanjutnya melaksanakan kegiatan di Lekaq Kidau, kemudian kembali lagi ke Tenggarong pada 2-9 Maret 2004. Selama di Tenggarong, mereka akan memberikan materi kepada siswa di sekolah-sekolah, peserta kursus lembaga pendidikan non formal, mengadakan pertemuan dengan unsur pemuda, melakukan kegiatan seni budaya di Serapo LPKK dan kunjungan wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara," ujar Rusli Rachim. Sedangkan di Lekaq Kidau, tambah Rusli Rachim, para pemuda program PPIK akan melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik seperti bakti sosial, memberikan pendidikan/keterampilan, lingkungan hidup, perkebunan dan seni budaya.

Sementara itu Supervisor Program PPIK Drs M Fahrur Rozi dalam sambutannya mengatakan, atas nama Canada World Youth pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Kukar atas kesediaan untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dikatakannya, terpilihnya Kukar tak lepas dari presentasi dan kiprah Kukar di tingkat nasional yang sangat baik dalam melaksanakan otonomi daerah dan menjalankan roda pembangunan melalui Gerbang Dayaku.

Dijelaskan Fahrur Rozi, PPIK merupakan program tahunan antara Indonesia dan Kanada dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara melalui pertukaran pemuda. "Program ini telah dimulai sejak tahun 1973 dan kini memasuki tahun ke-30 dengan jumlah alumni mencapai 6000 orang," kata Fahrur Rozi dihadapan ratusan undangan yang terdiri dari pejabat Pemkab Kukar, utusan organisasi kepemudaan dan para orangtua angkat pemuda program ini.


Markus Erik Glickman dari Canada World Youth saat menerima cinderamata dari Assisten IV H Basran Yunus

Photo: Agri


Beberapa peserta PPIK saat berdialog dengan Kepala SMUN I Tenggarong usai acara
Photo: Agri

Menurutnya, kegiatan PPIK tahun ini dibagi dalam 2 fase. Fase pertama telah berlangsung di Kanada selama 3,5 bulan dengan mengambil lokasi di kota Fernie, British Columbia. Sementara fase kedua yang mulai berjalan di Indonesia mengambil lokasi kegiatan di Kutai Kartanegara, tepatnya di Tenggarong dan dusun Lekaq Kidau.

Jika selama di Kanada para peserta berkesempatan untuk magang di berbagai lembaga pemerintahan dan sosial di kota Fernie serta melakukan penelitian mengenai isu-isu yang berkembang di masyarakat Kanada, maka program di Indonesia khususnya di Lekaq Kidau akan difokuskan kepada kegiatan bakti sosial masyarakat seperti membangun fasilitas WC umum, penghijauan, pembuatan tempat sampah serta melakukan pelatihan bahasa Inggris kepada pemuda dusun Lekaq Kidau yang mayoritas dihuni masyarakat suku Dayak Kenyah tersebut. "Selain itu, peserta PPIK juga berharap untuk dapat mempelajari seni budaya Dayak, seperti seni tari, musik, seni ukir dan anyaman," kata Fahrur Rozi.

Sementara Bupati Kukar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Drs H Basran Yunus MM menyatakan, adalah suatu kehormatan dengan ditetapkannya Kukar sebagai tempat kegiatan program PPIK ini. "Kami menyambut baik program ini sebagai upaya menjalin saling pengertian dan persahabatan antar pemuda dan antar kedua negara. Terlebih lagi kegiatan ini adalah dalam rangka mengembangkan kemandirian, profesionalisme dan kewirausahaan generasi kita," kata Bupati dalam sambutan tertulisnya tersebut.

Acara serah terima para peserta PPIK 2003/2004 di Kukar ini berakhir dengan tukar-menukar cinderamata oleh Asisten IV Drs H Basran Yunus MM dan Markus Erik Glickman selaku Project Supervisor dari Canada World Youth serta Drs M Fahrur Rozi. Usai acara, para peserta berkesempatan bertemu dengan para orangtua angkat dan pimpinan lembaga pendidikan formal dan non formal yang ada di Tenggarong. (win)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright © 2001, 2002 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.