KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info Odah Etam : September 2004

Rumah Tangga di Kaltim Sebaiknya Beralih ke Gas









 KutaiKartanegara.com

 29/09/04 13:45 WITA


 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 
 dikenal sebagai daerah penghasil
 minyak dan gas bumi (migas) terbesar
 di Indonesia. Ironisnya, walau Kaltim
 kaya akan potensi migas namun
 kenyataan di lapangan menunjukkan
 seringnya terjadi kelangkaan Bahan
 Bakar Minyak (BBM) terutama untuk
 keperluan rumah tangga seperti
 minyak tanah.
Antri - Sejumlah warga Tenggarong dengan tertib melakukan antrian untuk mendapatkan minyak tanah yang cukup langka akhir-akhir ini
(Photo: Johan A. Hakim)

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi andai Pemerintah Provinsi Kaltim bersama seluruh Pemkab/Pemkot mau melakukan upaya terobosan mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengalihkan konsumsi minyak tanah ke bahan bakar gas seperti LPG (Liquid Petroleum Gas) yang diproduksi oleh beberapa perusahaan tambang migas yang tersebar di daerah ini.

Menurut Edy M Suhariadi dari Kelompok Kerja Teknik dan Hak Khusus Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Pusat Jakarta dalam presentasinya dihadapan peserta Rakor Bidang Migas dan Ketenagalistrikan se Kaltim di Tenggarong, Selasa (28/09) kemarin, sangat memungkinkan bagi masyarakat daerah ini untuk beralih mengkonsumsi dari minyak tanah ke bahan bakar gas.

Buktinya, lanjut Edy MS, selain memiliki potensi yang melimpah juga infrastrukturnya sudah tersedia seperti jaringan pipa penyaluran yang sudah ada dan tersedia. Prioritas realisasi program ini terlebih dahulu dapat dilakukan di wilayah perkotaan seperti di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangatta dan Tenggarong, karena di wilayah-wilayah tersebut tidak jauh dari pusat produksi yang dilakukan kontraktor kontrak kerjasama migas.

Disamping itu, selain harga gas elpiji lebih murah juga aspek security supply (keamanan pasokan) gas lebih terjamin ketimbang minyak tanah. "Bahan bakar gas jauh lebih ramah terhadap lingkungan. Pencemaran lingkungan dari bahan bakar gas sangat kecil bahkan hampir tidak ada sama sekali," ujarnya.

Dikatakannya, selama ini potensi gas di Kaltim diorientasikan ke sektor industri dan ekspor. "Kenapa tidak di-diversifikasikan saja potensi gas ini demi memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dalam negeri khususnya di wilayah Kaltim. Saya yakin bila gas ini dapat didistribusikan ke masyarakat akan memberikan keuntungan ganda sekaligus membuka lapangan kerja baru," demikian katanya.

Rakor Bidang Migas dan Ketenagalistrikan se Kaltim yang berlangsung selama 2 hari di Tenggarong diselenggarakan Dinas Pertambangan & Energi Kaltim dengan diikuti 65 peserta yang berasal dari Dinas Provinsi/Pemkab/Pemkot terkait se Kaltim, kontraktor Migas, Usaha Pengolahan Migas, Diklat Migas dan Usaha Kelistrikan se Kaltim. (joe)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.