KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info Odah Etam : Agustus 2004

Ketua Mahkamah Agung: Otonomi Daerah, Pilihan yang Berat

Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II saat menyerahkan cinderamata kepada Ketua MA RI, Bagir Manan, di Kedaton Kutai Kartanegara, Jum'at (27/08) lalu
Photo: Jimmy

KutaiKartanegara.com 29/08/04 21:50 WITA
Kedatangan Ketua Mahkamah Agung RI Prof Dr H Bagir Manan SH MCl ke ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong, Jum'at lalu, ternyata membawa hikmah tersendiri bagi guru besar yang masih aktif mengajarkan Hukum Tata Negara kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi ini.

Usai mendengarkan pemaparan Bupati Kukar H Syaukani HR mengenai perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara di era otonomi daerah, Bagir Manan mengaku sangat antusias mendengarkan penjelasan-penjelasan Syaukani karena hal tersebut sangat terkait dengan kehidupan dirinya sebagai ilmuwan serta dalam rangka memperluas wawasannya sebagai Ketua MA RI.

Dikatakan Bagir Manan, dirinya telah menulis artikel ilmiah mengenai otonomi daerah sekitar 20 tahun lalu sebelum UU No 5 tahun 1974 keluar. "Saat itu saya telah membayangkan bagaimana kira-kira otonomi yang akan datang. Tapi yang keluar malah UU No 5/1974 yang seperti dikatakan Bupati bahwa daerah hanya menjadi penonton saja ketika hutannya berubah menjadi alang-alang, bekas galian tambangnya tinggal lubang-lubang besar. Daerah tidak menikmati sama sekali hasil kekayaan alam di daerahnya masing-masing," tutur Bagir Manan.

Dengan bergulirnya era reformasi pada tahun 1998 hingga terbitnya UU No 22/1999 dan UU No 25/1999, dirinya mengaku sangat gembira karena berbagai konsep otonomi daerah yang telah dipikirkannya ternyata memiliki beberapa kesamaan dengan para penguasa yang terkait dalam melakukan perubahan-perubahan yang sangat drastis pada tahun 1998 tersebut.

"Memang harus diakui bahwa penyelenggaraan otonomi daerah memiliki beberapa ekses. Saya telah mencoba mensinyalir ekses-ekses dari UU otonomi daerah tersebut. Tapi berbagai prinsip tetap harus kita pegang dan kita tidak bisa membuang prinsip hanya karena ekses-ekses itu misalnya prinsip apa yang menjadi tujuan otonomi tersebut," ujar Bagir Manan yang masih aktif mengajar di Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran dan Universitas Hasanuddin itu.

Lebih lanjut, Bagir Manan mengungkapkan ada tiga hal yang harus dicapai dalam pelaksanaan otonomi daerah. Jika melihat otonomi daerah sebagai prinsip manajemen, maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa otonomi daerah merupakan suatu bentuk upaya mengefisiensikan jalannya pemerintahan dan penyelenggaraan administrasi negara.

"Tetapi ada dua tujuan lain yang sangat penting dari otonomi. Yakni otonomi daerah merupakan instrumen atau sarana untuk mewujudkan demokrasi yaitu dalam mendekatkan rakyat kepada pemerintahnya. Dan tujuan yang ketiga adalah untuk kesejahteraan umum," katanya.

Karena penyelenggaraan otonomi daerah ditujukan untuk kesejahteraan umum, lanjut Bagir Manan, maka pilihan otonomi itu bukanlah pilihan yang gampang bagi daerah. "Karena kalau kita bicara tentang kesejahteraan umum, maka hampir semua seperti yang dikatakan pak Bupati (Syaukani) tadi, fungsi pemerintahan daerah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar pria berambut putih ini.

Dan pelayanan kepada masyarakat, tambah Bagir, hanya akan selalu mengeluarkan dana yang sangat besar dan jika berharap agar uang tersebut kembali maka memerlukan waktu sekitar 30-40 tahun mendatang. "Dan itu tentunya sangat berat bagi daerah, namun akan menjadi mudah jika ada kesadaran dari seluruh aparatur dalam menjalankan fungsi pemerintahan," demikian kata Bagir Manan.

Dalam kunjungan kerjanya ke kota Tenggarong, Bagir Manan dan rombongan melakukan silaturahmi dengan Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II di Kedaton Kutai Kartanegara. Rombongan Ketua MA RI ini juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Museum Mulawarman dan pusat rekreasi Pulau Kumala, Tenggarong. (win)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.