KutaiKartanegara.com 26/12/04 18:41 WITA
Kekisruhan politik di Kutai Kartanegara (Kukar) pasca dilantiknya H Awang Dharma Bakti
sebagai Penjabat Bupati Kukar ternyata berdampak terhadap rencana penyelenggaraan Erau
2004 dan Festival 5 Nusa 5 Benua yang sedianya akan digelar besok (27/12) hingga 3 Januari
2005.
Pesta adat, seni dan budaya terbesar di
Kukar tersebut akhirnya batal dilaksanakan akhir tahun ini. Namun demikian sejumlah
kegiatan seperti Festival Lampion Raksasa dari China dan Pasar Rakyat tetap dilaksanakan.
Demikian hal tersebut diungkap Ketua Umum
Panitia Pelaksana Erau 2004, Drs H Aji Muhammad, kepada KutaiKartanegara.com,
Sabtu (25/12) kemarin.
Menurut Aji Muhammad, situasi dan kondisi
ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara yang belakangan ini marak dengan aksi demo sangat
berpengaruh dengan rencana penyelenggaraan Erau 2004.
"Situasinya sangat tidak kondusif
untuk penyelenggaraan Erau jika demo masih terus berlangsung," kata pria yang akrab
disapa Aji Maman ini.
Ditambahkan Aji Muhammad, pihaknya telah
membatalkan kontrak dengan Siti Nurhaliza, ketika situasi politik di Tenggarong mulai
memanas. Artis cantik asal negeri jiran Malaysia tersebut semula memang dijadwalkan akan
menghibur masyarakat Tenggarong pada malam upacara pembukaan Erau 2004 tanggal 27
Desember.
Tanda-tanda batalnya pagelaran Erau 2004
ini mulai tampak setelah terjadi kekacauan politik di Kukar ketika H Syaukani HR secara
mendadak diberhentikan dari jabatannya sebagai Bupati Kukar dan digantikan H Awang Dharma
Bakti atas rekomendasi Gubernur Kaltim.
Pasca pelantikan Awang Dharma Bakti
sebagai Bupati Kukar pada 13 Desember 2004, sejumlah pembangunan sarana dan prasarana Erau
2004 dihentikan. Beberapa hari kemudian, para sukarelawan pendukung tari massal pun
menghentikan aktivitasnya dalam berlatih tari. (win) |