KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info Odah Etam : Juli

Pasar Teater Kukar 2004 Berakhir
Teater Layar Pentas Suguhkan Aborsi

Salah satu adegan pementasan Aborsi yang dipersembahkan Teater Layar Pentas dari Bandung
Photo: Agri

Penampilan tiga pemain Teater Layar Pentas yang memukau para penonton Tenggarong

Photo: Agri

KutaiKartanegara.com 19/07/04 14:50 WITA
Aplaus meriah membahana dari dalam gedung Serapo LPKK Tenggarong usai pementasan luar biasa bertajuk Aborsi yang disuguhkan Teater Layar Pentas, Minggu (18/07) malam.

Penampilan kelompok teater tamu asal 'Kota Kembang' Bandung ini sendiri merupakan sajian pamungkas dari rangkaian kegiatan Pasar Teater Kutai Kartanegara 2004 yang digelar Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK) sejak 10 Juli lalu.

Tampil dengan didukung tiga orang pemain yakni Ajiw, Ugi dan Cyntia, serta Subrata Kalape selaku Sutradara merangkap Penata Artistik dan Armakassar selaku Penata Suara, aksi kelompok ini sangat mengesankan dan mampu membius para penonton hingga larut dalam suasana mencekam yang dihadirkan para pemain.


Adegan demi adegan dalam Aborsi yang sarat dengan gerak dibanding kata-kata
Photo: Agri


Aksi Ajiw, Ugi dan Cyntia saat melakonkan Aborsi di Tenggarong, Minggu (18/07) malam

Photo: Yanda


Gerakan dinamis para pemain Teater Layar Pentas yang terekam saat mementaskan Aborsi
Photo: Yanda

Aborsi merupakan sebuah naskah karya Subrata Kalape yang juga Ketua Teater Layar Pentas. Menurut pria yang akrab disapa Brata ini, Aborsi ia ciptakan pada tahun 1998 sebagai ungkapan kegeli-sahannya terhadap kondisi bangsa Indonesia pada saat itu.

Ditambahkannya, ada tiga simbol yang ia hubungkan pada karya tersebut yakni seorang wanita hamil sebagai simbol dari Indonesia, kemudian proses kehamilan sebagai simbol suatu sistem dan bayi yang dikandung sebagai simbol dari masyarakat Indonesia.

Pada pementasan Aborsi semalam memang tidak dijumpai sebuah adegan proses aborsi atau pengguguran kandungan oleh seorang wanita hamil. Adegan demi adegan Aborsi lebih sarat dengan gambaran mengenai realitas bangsa Indonesia sejak diperjuangkannya reformasi oleh mahasiswa pada 1998.

Misalnya saja suksesi kepe-mimpinan nasional yang digambarkan melalui kehendak para penumpang untuk mengganti sang nahkoda kapal yang terancam tenggelam. Selain itu ada pula adegan yang menggambarkan aksi militer terhadap daerah-daerah di Indonesia.

Para seniman maupun penggerak teater di Tenggarong memuji penampilan para pemain Teater Layar Pentas yang dinilai nyaris sempurna. Ketua Bina Teater Kutai (Bintek) Syamsul Khaidir bahkan berterimakasih kepada Brata dkk yang telah memberikan pembelajaran mengenai teater mini kata yang sarat dengan gerak kepada para seniman teater di Kutai Kartanegara.

Sementara seorang tokoh teater Tenggarong lainnya yakni Hamsyi Hamzah berharap kepada Teater Layar Pentas untuk dapat menggarap versi kedua dari Aborsi.

Pementasan Aborsi di Tenggarong tadi malam merupakan pertunjukan kedua Teater Layar Pentas pada tahun 2004 setelah Surabaya pada akhir Juni lalu. Usai dari 'Kota Raja' Tenggarong, para personil Teater Layar Pentas juga akan menyuguhkan Aborsi dihadapan publik kota Palu (Sulawesi Tengah) dan Malang (Jawa Timur). (win/nop)


Suasana pementasan Aborsi oleh Teater Layar Pentas di gedung Serapo LPKK Tenggarong
Photo: Yanda


Para personil Teater Layar Pentas usai pementasan Aborsi. Dari kiri ke kanan: Armakassar (Penata Suara), Subrata Kalape (Sutradara/Penata Artistik), Ajiw (pemain), Ugi (pemain) dan Cyntia (pemain)
Photo: Yanda

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.