KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info "Odah Etam" Kutai Kartanegara

Ketopong Sultan Kutai Diantara Mahkota Kerajaan-Kerajaan Nusantara

Ketopong atau mahkota Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura

KutaiKartanegara.com 19/03/04 23:12 WITA
Tidak semua mahkota raja-raja nusantara yang dipajang atau disimpan di Museum Nasional Jakarta. Saat ini hanya ada dua mahkota yang menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia dan tersimpan baik di museum tersebut yakni ketopong (mahkota) Sultan Kutai Kartanegara dan mahkota Sultan Siak (Riau).

Demikian ungkap Kepala Pusat Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia (PUSAKA) Donald P Tick kepada KutaiKartanegara.com melalui e-mailnya belum lama ini. "Kedua mahkota tersebut merupakan contoh mahkota asli terbaik di Indonesia yang sesuai dengan persepsi masyarakat internasional, sehingga keduanya menjadi simbol kebanggaan yang baik dari kekayaan dan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia," kata warga Belanda yang tinggal di kota Vlaardingen tersebut.

Secara panjang lebar Donald menjelaskan bahwa Mahkota bukanlah simbol kekuasaan raja seperti halnya keris pusaka. Mahkota hanyalah merupakan salah satu simbol dari kerajaan, karena tidak banyak kerajaan di nusantara yang mengenal penggunaan mahkota.


Ketopong asli yang tersimpan di Museum Nasional Jakarta sempat kembali ke Tenggarong untuk sementara waktu pada saat penabalan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H Adji Mohd Salehoeddin II pada September 2001
Photo: Koleksi Sultan Kutai Kartanegara

"Tidak banyak mahkota di Indonesia yang digunakan oleh para raja. Ada mahkota yang dianggap keramat seperti misalnya mahkota Sultan Ternate dan Sultan Tidore (Maluku Utara) serta mahkota raja atau Somba Gowa (Sulawesi Selatan). Mahkota-mahkota tersebut tidak diambil dari pusat ritual mereka, namun tetap disimpan di istana/keraton lama," ujar Donald Tick. Ditambahkannya, selama masa pendudukan Belanda, hanya mahkota Somba Gowa berikut keris kerajaan yang sempat diambil Belanda namun dikembalikan lagi pada tahun 1936 ketika kerajaan tersebut direstorasi.

"Selanjutnya para raja/sultan yang menggunakan mahkota atau ikat kepala yang menyerupai mahkota adalah Raja Sikka (Flores Timur, NTT) Sultan Bima (Sumbawa Timur - NTB), Sultan Sumbawa (Sumbawa Barat - NTB), Raja Gorontalo (Sulawesi Utara), Sultan Pontianak serta Sultan Bulungan," kata pria yang telah mempersunting Gusti Julianita -kerabat Kesultanan Banjarmasin- ini.

Ia juga mengisahkan tentang mahkota Sultan Bulungan yang sempat lama berada di Sabah (Malaysia). Mahkota tersebut dibawa putra Sultan Bulungan terakhir pada masa-masa sulit sekitar tahun 1964. Lalu atas desakan Bupati Bulungan beberapa tahun lalu, mahkota tersebut akhirnya kembali ke tanah Bulungan bahkan sempat dipamerkan pada Festival Keraton Nusantara III tahun 2002 di Tenggarong. Mahkota tersebut kini berada dalam genggaman kerabat Kesultanan Bulungan dengan alasan untuk restorasi atau menghidupkan kembali salah satu kerajaan terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

"Namun demikian, ada pula beberapa mahkota yang dikabarkan hilang setelah Perang Dunia II seperti mahkota milik Raja Nageh-Keo (Flores Tengah, NTT), Raja Soya (Ambon), Raja Amanatun (Timor Tengah Selatan/NTT), Raja Karangasem (Bali) dan Raja Lombok (NTB)," demikian kata Donald Tick.

Donald mengaku pengetahuannya tentang mahkota ini banyak diperoleh dari salah seorang rekannya yang bernama Rene Brus, seorang ahli mahkota dan benda pusaka dunia terutama Indonesia yang juga berasal dari Belanda. Dikatakan Donald, tahun ini Pepin Press Singapore/Amsterdam akan menerbitkan sebuah buku karya Rene Brus mengenai mahkota, benda pusaka dan perhiasan kerajaan di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, termasuk dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. (win)

Baca Juga:
Benda Pusaka Kerajaan Dikembalikan ke Kukar? (13/03/04)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.