KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info "Odah Etam" Kutai Kartanegara

Tenggarong Masih Harus Benahi Pengelolaan Lingkungan

Tugu Adipura yang masih berdiri tegak di tengah kota Tenggarong merupakan kenangan atas keberhasilan Tenggarong meraih piala Adipura sebanyak 3 kali berturut-turut pada pertengahan tahun 1990an untuk kategori Kota Kecil Terbersih di Indonesia

Photo: Agri

KutaiKartanegara.com 16/04/04 23:20 WITA
Berdasarkan hasil pemantauan dan penilaian dari tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kota Tenggarong yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara ternyata hanya menempati urutan ke-41 dalam hal pengelolaan lingkungan dan kebersihan untuk kategori Kota Sedang.

Hal tersebut terungkap dari ekspose Hasil Pemantauan Program Bangun Praja di Kota Tenggarong tahun pemantauan 2003-2004 yang disampaikan Panggung Sujatmiko (anggota tim KLH), Kamis (15/04), di Ruang Serba Guna, Kantor Bupati Kukar, Tenggarong.

Diungkap Panggung Sujatmiko bahwa ada beberapa obyek yang menjadi tolok ukur penilaian kota Tenggarong yakni Perumahan Menengah dan Sederhana di kawasan Mangkurawang dan Rapak Mahang serta pemukiman kumuh di kawasan Tanjong, Kelurahan Panji.

Kemudian Sarana Kota yang meliputi jalan-jalan protokol, Pasar Tangga Arung, pertokoan, perkantoran, sekolah, terminal bus/angkot, pelabuhan sungai, Rumah Sakit AM Parikesit serta taman-taman kota. Tak ketinggalan adalah Perairan yang meliputi sungai Mahakam dan sungai Tenggarong serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.


Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di kota Tenggarong masih harus ditingkatkan untuk mecegah pencemaran

Photo: Tim KLH

"Secara umum Tenggarong menunjukkan nilai yang lebih tinggi untuk lokasi seperti jalan-jalan protokol, perairan dan perumahan terutama berkaitan dengan masalah sampah atau kebersihan," ujar Panggung Sujatmiko.

Namun demikian, lanjutnya, perlu diberikan perhatian lebih bagi sejumlah lokasi dalam rangka pencapaian lingkungan yang bersih dan hijau, terutama di daerah pemukiman Tanjong, Pasar Tangga Arung dan TPA.

"Khusus di TPA, masalah yang harus diperhatikan adalah pengaturan lahan mengingat TPA Tenggarong tidak ada sistem zonasi. Selain itu, air lindi tidak dikelola sehingga mencemari lingkungan sekitar," kata Panggung Sujatmiko.


Kesadaran masyarakat Tenggarong untuk tidak membuang sampah di sungai masih perlu ditingkatkan lagi

Photo: Agri

Selain itu, beberapa lokasi yang masih harus ditingkatkan berkaitan dengan kebersihan dan penghijauan diantaranya adalah di sekolah, terminal, pelabuhan sungai dan Rumah Sakit AM Parikesit. Demikian kata Panggung Sujatmiko.

Masih banyaknya kekurangan dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan inilah yang mejadi kendala bagi kota Tenggarong untuk meraih piala Adipraja (dulu Adipura) dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut.

Sebelumnya Tenggarong pernah mendapatkan piala kebersihan Adipura sebanyak 3 kali berturut-turut pada tahun 1994, 1995 dan 1996 untuk kategori Kota Kecil Terbersih. Setelah vakum sejak 1998, Pemerintah Republik Indonesia kembali menghidupkan penghargaan serupa namun dengan format dan nama yang lain yakni Adipraja yang lebih memfokuskan pada aspek lingkungan hidup.

Dan untuk penilaian tahun 2003-2004, kota Tenggarong yang dikategorikan dalam Kota Sedang saat ini hanya mampu menduduki peringkat ke-41. Menurut rencana, para peraih Adipraja tahun ini akan diumumkan pada 5 Juni mendatang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. (win)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.