KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info Odah Etam : Desember 2004

Tanggapan Syaukani Terhadap Pemberhentian Dirinya
Inilah Bentuk Pelecehan Terhadap Otonomi Daerah!

KutaiKartanegara.com 13/12/04 01:01 WITA
Drs H Syaukani HR MM yang baru diberhentikan dari jabatan sebagai Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Keputusan Mendagri menyatakan proses penggantian dirinya yang begitu mendadak sebagai suatu tindakan yang aneh dan sebagai suatu bentuk pelecehan terhadap otonomi daerah.

"Proses pemilihan penjabat Bupati Kutai Kartanegara ini memang mengalami keanehan dan kejanggalan. Saya pribadi tidak mempersoalkan, saya sudah siap karena sejak 1 Nopember karena masa jabatan saya sudah habis. Masalahnya kemudian jabatan saya diperpanjang oleh Mendagri yang lalu (Hari Sabarno-Red) melalui radiogram," tutur Syaukani.

Menurut Syaukani, bukan pergantian dirinya yang dipermasalahkan namun prosedur penggantian dirinya lah yang dinilainya cacat hukum. "Dalam UU No 32/2004 maupun edaran Mendagri, pada proses pergantian kepala daerah seyogyanya DPRD harus dilibatkan. Kalau DPRD mempunyai wewenang untuk mengusulkan pemberhentian dan pengangkatan Kepala Daerah, maka didalam edaran Mendagri disebutkan bahwa usulan disampaikan oleh Gubernur, sedangkan pertimbangan melalui DPRD," tandas Syaukani.

Namun pada kenyataannya, lanjut Syaukani, DPRD Kukar dilangkahi dan tak pernah dilibatkan oleh Gubernur Kaltim Suwarna AF dalam menentukan pengganti dirinya. "DPRD sendiri heran, mengapa mereka tidak dilibatkan," ujar Syaukani kepada KutaiKartanegara.com di rumah kediamannya di Kelurahan Maluhu, Tenggarong, Minggu (12/12) kemarin.

Syaukani juga menyesalkan proses pergantian pimpinan di Kukar yang dinilainya sebagai bentuk yang paling aneh. "Mungkin baru pertama di Indonesia bahwa pelantikan modelnya kita dikudeta. Karena hingga sekarang saya masih tetap menjadi Bupati tapi tidak diberitahu. Lalu tiba-tiba gedung Kantor Bupati sudah diambil-alih dan dikuasai Provinsi, pengamanan berlapis-lapis seperti suasana perang, hal ini malah memacu dan memicu kemarahan masyarakat Kutai," kata Syaukani.

"Seandainya pergantian ini dilakukan dengan bijak, kami juga akan mendukung proses ini. Dan saya tidak gila jabatan, saya siap mundur! Sekalipun sekarang ini saya disuruh untuk menjabat kembali, saya tidak akan mau kecuali melalui mekanisme pilkada (pemilihan kepala daerah)," ujar Syaukani.

Dikatakan Syaukani, sangat naif jika aspirasi rakyat tidak didengarkan penguasa di jaman reformasi apalagi di era otonomi daerah saat ini. Ini sama dengan pelecehan terhadap otonomi daerah. "Ini merupakan preseden yang merugikan kebijakan 100 hari Presiden SBY," tegas Syaukani.

Kepada masyarakat Kukar yang secara spontan turun ke jalan untuk membelanya, Syaukani mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat tersebut. "Mudah-mudahan masyarakat Kukar tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak dapat dipecah-belah orang lain," demikian kata Syaukani. (win)

Berita Terkait:
DPRD Kukar Tolak Pelantikan ADB, Ancam Angkat Syaukani Kembali Jadi Bupati (12/12/04)

Jelang Pelantikan ADB, Kantor Bupati Kukar Diduduki Aparat Keamanan (12/12/04)

Buntut Diberhentikannya Syaukani-Samsuri, Ratusan Warga Berunjukrasa (11/12/04)

Syaukani-Samsuri Diberhentikan! (11/12/04)

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.