KutaiKartanegara.com

Find:  

Arsip berita

ARSIP BERITA KUTAIKARTANEGARA.com

 

Info Odah Etam : Juni 2004

Bukit Soeharto Akan Digarap Sebagai Kawasan Wisata
bukitsoeharto3.jpg (15795 bytes)
Kawasan hutan lindung Bukit Soeharto yang terletak di sepanjang lintasan jalan poros Samarinda-Balikpapan

Photo: Agri

KutaiKartanegara.com 06/06/04 19:11 WITA
Tekad Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata utama di pulau Kalimantan benar-benar sudah bulat. Setelah menyulap kota Tenggarong menjadi kota wisata dan rekreasi, kini Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto akan digarap menjadi kawasan wisata alam yang dikelola secara profesional.

Dari ekspose Hasil Penyusunan Design Engineering (DE) Hutan Wisata Bukit Soeharto (HWBS) di Tenggarong belum lama ini, terungkap bahwa pengembangan wisata Tahura Bukit Soeharto akan meliputi tiga kawasan yakni Gunung Utuh, Tanjung Harapan dan Waduk Samboja.

Seperti dikatakan Ir Nandi dari Institut Pertanian Bogor saat memaparkan DE-HWBS, kawasan wisata Gunung Utuh seluas 5.572 hektare tersebut akan dimanfaatkan sebagai area perkemahan dan jungle tracking.

"Sedangkan kawasan Tanjung Harapan yang terletak di tepi pantai di Kecamatan Samboja dengan luas 524 hektare akan dikembangkan sebagai area piknik, lahan perkemahan dan taman bermain. Sementara Waduk Samboja akan digarap sebagai area piknik, pemancingan dan rekreasi air," kata Ir Nandi.

Ditambahkannya bahwa selain membangun sarana dan prasarana wisata, juga akan dilakukan rehabilitasi dan restorasi kawasan yang rusak melalui reboisasi khususnya di Blok Perlindungan Bukit Soeharto yang meliputi kawasan Loa Haur seluas 10.868 hektare dan Tanah Merah seluas 3.201 hektare.

Secara keseluruhan, lanjut Ir Nandi, pengembangan HWBS ini memakan waktu selama 20 tahun. "Lima tahun tahap pertama pembangunan meliputi rehabilitasi kawasan hutan yang rusak, pembangunan fisik di pusat-pusat pengelolaan di kawasan Gunung Utuh, kawasan wisata Tanjung Harapan, kawasan wisata Waduk Samboja dan di kawasan hutan lindung Loa Haur," ujar Ir Nandi.

Kemudian lima tahun tahap kedua meliputi inventarisasi dan penelitian berbagai spesies flora dan fauna di HWBS. Lima tahun tahap ketiga meliputi pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk obat-obatan, kerjasama dengan berbagai institusi farmasi baik dalam maupun luar negeri serta pengembangan ekoturisme secara insentif. Dan lima tahun keempat, meliputi kegiatan evaluasi dan monitoring seluruh kegiatan dan peningkatan kapasitas pengelolaan HWBS. Demikian menurut Ir Nandi. (win)


Hutan lindung Bukit Soeharto kini dilirik Pemkab Kukar untuk dijadikan kawasan wisata yang diharapkan mampu menyumbang PAD yang besar bagi Kukar di masa mendatang
Photo: Agri

Free E-mail from KutaiKartanegara.com

Login Name:

Password:

Belum Terdaftar?
Daftar Sekarang Juga!

Affiliate with oto.co.id

--- Depan | Tentang Kami | Pasang Iklan | Layanan | Statistik | Partner | Credit | Kontak ---

Best viewed with Microsoft Internet Explorer 5.0 or higher with 800x600 screen resolution.
Copyright 2001-2004 KutaiKartanegara.com - All Rights Reserved.